Buka menu utama
Artikel ini tidak sama dengan Yusni Antemas.

Antemas (20 Oktober 1923 – 21 Desember 1970) adalah pengusaha Indonesia. Namanya diabadikan pada anugerah Antemas Award (1974–92).

Antemas
Lahir(1923-10-20)20 Oktober 1923
Amuntai, Kalimantan Selatan, Hindia Belanda
Meninggal21 Desember 1970(1970-12-21) (umur 47)
Jakarta, Indonesia

BiografiSunting

Antemas lahir di Amuntai, Kalimantan Selatan, pada tanggal 20 Oktober 1923.[1] Pendidikan terakhirnya adalah sekolah menengah pertama.[2]

Pada tahun 1950-an, Antemas menjabat sebagai pimpinan Mastraco, sebuah perusahaan ekspor impor, yang merambah ke dunia perfilman tahun 1957. Perusahaan ini adalah pemilik bioskop Cathay Jakarta dan sebuah perusahaan film bernama Pan Asiatic Film. Selama 13 tahun berikutnya, ia memegang beberapa jabatan, termasuk ketua Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI), serta sekretaris Persatuan Impor dan Distribusi Film Indonesia (PIDFI) dan Badan Musyawarah Film Nasional.[1]

Sepanjang 1960-an, Antemas, bersama Naziruddin Naib dan pemborong film lainnya yang menolak pengaruh Partai Komunis Indonesia dalam industri perfilman, memisahkan diri dari PIDFI (kemudian berganti nama menjadi PIDFIN) dan mendirikan Gabungan Importir, Produser, dan Distributor Film Indonesia (GIP-RODFIN).[1] Pengarang Eddie Karsito menyebut Antemas "menantang Partai Komunis dengan berani dan terbuka".[3] Setelah upaya kudeta tanggal 30 September 1965, PIDFIN dibubarkan, sedangkan GIP-RODFIN dibiarkan.[1]

Pada tanggal 21 Desember 1970, Antemas terkena serangan jantung saat menghadiri rapat GPBSI di Jakarta. Ia meninggal dunia di ruang rapat.[1]

Sejak 1974, GPBSI menganugerahkan Antemas Award pada acara Festival Film Indonesia. Penghargaan ini diberikan kepada film yang paling laris tahun sebelumnya.[1] Penganugerahan Antemas Award berlangsung sampai 1992.[2] Pemenang terakhirnya adalah Cinta dalam Sepotong Roti karya Garin Nugroho.[4]

ReferensiSunting

SumberSunting