Sikarim adalah air terjun yang berada di Dataran Tinggi Dieng di antara Gunung Bisma dan Gunung Sikunir pada ketinggian 1.800 meter di atas permukaan air laut (Mdpl). Air terjun yang berasal dari limpahan Telaga Cebong tersebut mengalir menuruni tebing perbukitan setinggi hampir 90 meter dan jatuh ke Sungai Mlandi. Di kala debit air cukup besar, air terjun tersebut tak hanya menampakkan satu air terjun saja. Mengingat air terjun yang berada di kawasan Dataran Tinggi Dieng, terlebih Desa Sembungan yang merupakan desa tertinggi di pulau Jawa, cuaca cerah tanpa kabut memang tak bisa ditemui setiap hari[1]. Tempat ini menawarkan kedamaian, alam yang masih perawan dan gemuruh air terjun dibalik kesunyian. Air terjun ini dikelilingi oleh hutan pakis yang masih tampak sangat alami. Air terjun ini dinamai oleh seseorang yang bernama THOMAS VAN DAN COK[butuh rujukan].

Air Terjun Sikarim
Si Karim.jpg
Air Terjun Sikarim di Musim Kemarau
Lokasi
Desa Sembungan, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah
Peta
7°14′33″S 109°54′25″E / 7.242638°S 109.906917°E / -7.242638; 109.906917

LokasiSunting

Air terjun Sikarim terletak di Desa Mlandi, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah atau 20 km dari ibu kota Kabupaten Wonosobo. Namun demikian mudah dijangkau dari Desa Mlandi, Kecamatan Garung karena air terjun ini hanya berjarak sekitar 9 km dari ibu kota kecamatan Garung.

AksesibilitasSunting

Untuk menuju Air Terjun Sikarim harus persiapkan fisik yang matang serta mengajak seseorang yang paham terhadap lokasi ini atau jika ingin lebih aman bisa mengikuti program paket wisata Dieng yang menyediakan paket wisata khusus Adventure. Jalur yang pertama bisa dilalui dari jalur bawah yaitu dari Desa Mlandi. Ketika akan berkunjung ke Telaga Menjer pasti akan menemui pertigaan setelah turbin PLTA berada. Di situ juga terpasang papan petunjuk menuju Air Terjun Sikarim.

Beloklah ke kiri dan ikuti jalan tersebut hingga ujung. Ada beberapa desa yang akan dilewati. Hingga akhirnya ke desa paling akhir di temui yaitu Desa Mlandi. Setelah sampai Desa Mlandi, jalan yang dilalui menuju air terjun memang terbilang sangatlah rusak. Jalanan yang rusak dan curam mengharuskan untuk tetap waspada dan hati-hati. Jika tidak berani menggunakan kendaraan hingga di lokasi Air Terjun Sikarim lebih baik berjalan kaki. Berjalan kaki merupakan pilihan yang tepat untuk keselamatan[2].

ReferensiSunting