Buka menu utama

Concorde Air France (AF) 4590 adalah pesawat Concorde dari armada Air France (AF) yang jatuh pada saat lepas landas dari Bandara Charles de Gaulle Paris, Perancis yang pada saat itu akan menuju New York, Amerika Serikat. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 25 Juli 2000 dan menewaskan 108 orang di atas pesawat dan 4 orang di darat.

Air France Penerbangan 4590
Concorde F-BTSC di Bandara Charles de Gaulle pada 5 Juli 1985
Ringkasan insiden
Tanggal25 Juli 2000 (2019-07-25UTC11)
RingkasanKerusakan akibat benda asing
LokasiGonesse, Perancis
Penumpang100
Awak9
Tewas113 (109 di pesawat, 4 di tanah)
Selamat0
Jenis pesawatAérospatiale-BAC Concorde
OperatorAir France
RegistrasiF-BTSC
AsalBandara Internasional Charles de Gaulle
TujuanBandara Internasional John F. Kennedy
Continental Airlines Penerbangan 55
Ringkasan insiden
Tanggal25 Juli 2000 (2019-07-25UTC11)
RingkasanKegagalan mekanik (sumber benda asing)
LokasiParis (Bandara Charles de Gaulle), Perancis
Jenis pesawatMcDonnell Douglas DC-10-30
OperatorContinental Airlines
RegistrasiN13067
AsalBandara Charles de Gaulle
TujuanBandara Internasional Newark

Daftar isi

Saat mengudaraSunting

Setelah lepas landas dari tanah, terlihat mesin nomor 2 terbakar pada AF 4590, menara pengawas baru memberitahukan kepada pilot tentang adanya api yang besar keluar dari mesin pesawat setelah 56 detik mengudara. Tetapi pilot sudah tidak bisa berbuat apa-apa, mengingat pada saat baru lepas landas, semua mesin bekerja dalam keadaan maksimal.

Pilot berencana untuk mendarat darurat di bandara alternatif , yaitu Bandar Udara Le Bourget setelah mencapai ketinggian tertentu, namun pesawat tersebut sudah tidak dapat bertahan oleh besarnya kobaran api, dikarenakan alat pengendali pesawat (seperti elevator dan sebagian sayap) terbakar sehingga tidak berfungsi. Concorde Air France AF 4590 jatuh pada sebuah hotel dekat dengan pompa bensin di daerah Gonesse, dekat Paris , sekitar 2700 meter dari bandara, mengakibatkan semua penumpang dan awak pesawat tewas.

Hasil penyelidikanSunting

Hasil penyelidikan dari pihak Perancis dan NTSB, sebelum Concorde AF 4590 mengudara, landasan pacu digunakan oleh maskapai Continental Airlines McDonnell Douglas DC-10. Saat di landasan pacu beberapa detik sebelum DC-10 tersebut lepas landas, jatuh sepotong besi sepanjang 30 cm (sebesar penggaris) yang berada pada mesin pesawat tersebut. Setelah DC-10 tersebut lepas landas, giliran Concorde AF 4590 siap untuk mengudara dari landasan pacu yang sama.

Saat akan lepas landas, pesawat terbang selalu menitikberatkan hampir seluruh bebannya pada ban belakang pesawat. Untuk pesawat supersonik secara teknis titik berat yang tertumpu pada ban belakang melebihi dari pesawat biasa akibat adanya daya dorong yang lebih besar, ditambah lagi saat ban depan dan hidung pesawat sudah naik di atas tanah.

Di saat akan lepas landas inilah ban kiri belakang AF 4590 melindas potongan besi yang tadi terjatuh dari McDonnell Douglas DC-10 Continental dan merobek ban kiri belakang AF 4590 tersebut. Kemudian ban belakang meledak lalu serpihan-serpihan dari karet ban tersebut beterbangan dengan kecepatan tinggi dan tidak tentu arah. Walau ban pesawat itu hanya karet, namun karet ban pesawat sangat tebal dan kuat ditambah dengan kecepatan yang tinggi saat lepas landas. Serpihan-serpihan tersebut telah membuat benturan-benturan dan hentakan-hentakan yang sangat kuat pada sayap pesawat yang kemudian membocorkan tangki bahan bakar yang masih penuh. Serpihan juga mengenai kabel-kabel pada sayap dan mengakibatkan percikan listrik, lalu muncul percikan api dan membakar bahan bakar yang terpancar dari tangki pesawat. Beberapa jam setelah kecelakaan, para penyelidik mengkonfirmasikan tentang lepasnya potongan besi pada bagian luar mesin pesawat Continental setelah pesawat itu mendarat di Amerika dan memang terbukti bahwa potongan lis pada mesin pesawat itu sudah tidak ada.(sumber: National Geographic Channel - Seconds of Disaster)

Lihat pulaSunting

Pranala luarSunting