Buka menu utama

Adil (Adel) Abdul-Mahdi (bahasa Arab: عادل عبد المهدى ) (lahir 1942 di Baghdad, Irak) adalah seorang politikus dan ekonom Syi'ah Irak, dan salah satu dari dua orang Wakil Presiden Irak sekarang. Sebelumnya ia menjabat sebagai Menteri Keuangan Irak dalam pemerintahan sementara di Irak.

Adil (Adel) Abdul-Mahdi
ADIL ABD AL-MAHDI iq.jpg
Wakil Presiden Irak 1
Mulai menjabat
April 2005
Menjabat bersama Tariq Al-Hashimi
PresidenJalal Talabani
PendahuluIbrahim Jaafari dan Rowsch Shaways (sementara)
Informasi pribadi
Lahir1942
Baghdad, Irak
Partai politikDewan Tertinggi Revolusi Islam di Irak (DTRII)

Abdel-Mahdi adalah pemimpin organisasi Syi'ah yang kuat, yang dikenal sebagai Dewan Tertinggi Revolusi Islam di Irak, atau DTRII. Organisasi yang lama berbasis di negara tetangga Iran ini menentang kehadiran Amerika Serikat tetapi menjalin hubungan erat dengan kelompok-kelompok lain yang didukung Amerika Serikat yang menentang Saddam Hussein, termasuk suku bangsa Kurdi dan Kongres Nasional Irak.

Serangan bom mobil di Baghdad terjadi pada 25 Februari 2007 di distrik Syiah menewaskan sedikitnya satu orang. Serangan balasan terjadi sehari sesudahnya pada saat ia berpidato di Baghdad. Insiden tersebut menewaskan sepuluh orang dan wapres selamat meskipun terluka ringan.

Latar belakangSunting

Abdel-Mahdi berlatar belakang sebagai ekonom yang meninggalkan Irak pada 1969 untuk mengasingkan diri di Prancis. Ia bekerja untuk sebuah tangki pemikir Prancis dan menjadi penyunting majalah dalam bahasa Prancis dan Arab. Adil Abdul Mahdi juga kadang-kadang disebut namanya sebagai Adel Abd al'Mahdi, serta berbagai variasi lainnya. Abdul-Mahdi belajar di Prancis. Ayahnya adalah seorang ulama Syi'ah yang terhormat, yang juga menjabat sebagai Menteri Agama Irak di monarki Irak.

Politik IrakSunting

Pada 2006, Abdul-Mahdi, Wakil Presiden dalam pemerintahan transisi yang berakhir jabatannya, gagal dalam pencalonannya untuk memperoleh nominasi Aliansi Persatuan Irak (API) sebagai Perdana Menteri dalam menghadapi Ibrahim al-Jaafari. Ia kalah dengan satu suara. Kabarnya ia mempertimbangkan kemungkinan menjadi Perdana Menteri kembali hingga akhirnya Jawad al-Maliki menjadi calon API. Setelah itu, Abdul-Mahdi terpilih kembali sebagai Wakil Presiden Irak. Ia menjalankan kekuasaannya yang terbatas dalam peranan itu dengan menunda pertemuan pertama Dewan Nasional pada Maret.

Pranala luarSunting