Buka menu utama

Dr. Hj. Yuni Satia Rahayu, SS., M.Hum (lahir di Ngawi, Jawa Timur, 28 Juni 1968; umur 51 tahun) adalah wakil bupati Sleman yang menjabat pada periode 2010-2015. Perempuan yang akrab dipanggil Neny ini, sebelumnya ia adalah aktivis LSM yang tertarik dengan pemenuhan hak-hak perempuan.

Yuni Satia Rahayu
Yuni Satya.png
Yuni Satya Rahayu
Wakil Bupati Sleman
Masa jabatan
2010–2015
Penguasa monarkiHamengkubuwana X
PresidenSusilo Bambang Yudhoyono
Joko Widodo
GubernurHamengkubuwana X
PendahuluSri Purnomo
PenggantiSri Muslimatun
Informasi pribadi
Lahir28 Juni 1968 (umur 51)
Bendera Indonesia Ngawi, Jawa Timur
KebangsaanBendera Indonesia Indonesia
Partai politikLOGO- PDIP.svg Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
PasanganMuhammad Yamin, SH
AnakNabiel Ahmad
Nadine Cahya Annisa
Alma materFakultas Sains dan Kemanusiaan Universiti Kebangsaan Malaysia

Pada Pemilihan Umum Kepala Daerah tahun 2010, ia bersama Sri Purnomo berhasil memenangkan pilkada Sleman 2010 dengan perolehan suara sebesar 174.571 suara (35,2 persen) mengalahkan tiga pasangan lainnya yakni pasangan Bugiakso-Kabul Muji B mendapat 164.672 suara (21,1 persen), Mimbar Wiyono-Wening 14.860 suara (2,9 persen), Sukamto-Suhardono 106.838 suara (21,5 persen).[1]

Yuni Satia Rahayu banyak memiliki ketertarikan kepada hak-hak perempuan dan punya fokus perhatian untuk memperjuangkan isu-isu perempuan secara intens melalui pendirian Forum Diskusi Perempuan Yogyakarta (1989). Forum ini membela hak-hak perempuan edukasi dan pengorganisasian serta advokasi. Selain itu ia juga pernah membidani dan memimpin beberapa lembaga swadaya masyarakat antara lain; Rumpun Tjut Nyak Dien/RTND (1991-1995), Organization Woman Advancement (OWA/1996-1997) di Palembang, Women Crisis Center (WCC/1997-1999), Rumpun Gema Perempuan Jakarta (2000-2005). Sama seperti RTND, Rumpun Gema Perempuan juga berkonsentrasi pada sektor pekerja rumah tangga (PRT). Di Lembaga ini, ia menjabat sebagai Direktur Eksekutif dari tahun 2000–2005.

Ia kemudian bergabung dengan PDI Perjuangan pada tahun 1999 dan lebih intens menjadi pengurus PDI Perjuangan setelah ia kembali ke Yogyakarta. Sesuai latar belakang aktivitasnya, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) DPD PDI Perjuangan DIY (2007 – 2010). Berikutnya, sebagai Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan DIY (2010 – 2014) dan Sekretaris DPD PDI Perjuangan DIY.

ReferensiSunting