Batalyon Artileri Pertahanan Udara Sedang 15

(Dialihkan dari Yon Arhanudse 15)

Batalyon Artileri Pertahanan Udara 15/Dahana Bhaladika Yudha atau Yon Arhanud 15/Gelatik merupakan Satuan Bantuan Tempur di lingkungan Kodam IV/Diponegoro dalam kecabangan artileri pertahanan udara. Yon Arhanudse 15 Kodam IV/Diponegoro didirikan pada 1 April 1966 di Lapanagan Maospati, Magetan. Yon Arhanudse 15 berkedudukan di Jatingaleh, Semarang, Jawa Tengah. Alutsista yang digunakan antara lain: meriam S-60 kal 57mm, Dshk 12,7mm dan Rudal RBS-70.

Batalyon Artileri Pertahanan Udara 15/Dahana Bhaladika Yudha
Yon 15.png
Lambang Yon Arhanud 15/Dahana Bhaladika Yudha
Dibentuk1 April 1966
NegaraIndonesia
CabangTNI Angkatan Darat
Tipe unitSatuan Bantuan Tempur
Bagian dariKodam IV/Diponegoro
MarkasJatingaleh, Semarang, Jawa Tengah
MotoDahana Bhaladika Yudha
MaskotBurung Gelatik
Situs webyonarhanud15.com
Markas Yon Arhanudse 15/Dahana Bhaladika Yudha

Batalyon ini memiliki tunggul/nama bendera satuan Dahana Bhaladika Yudha yang mempunyai arti sebagai berikut : Dahana berarti Api yang menyala, Bhaladika berarti Prajurit, sedangkan Yudha berarti perang. Hal tersebut bisa diartikan bahwa Batalyon ini memiliki Semangat Prajurit yang menyala dalam berperang untuk mempertahankan kedaulatan Negara Republik Indonesia.

SatuanSunting

Yonarhanud 15/Dahana Bhaladika Yudha Terdiri dari :

  • Danrai Markas
    • Dantonma
    • Danton Harwatang
  • Dantimhar
    • Paurhar
  • Danrai Meriam A
    • Padalpur
    • Danton 1 Raimer A
    • Danton 2 Raimer A
    • Danton 3 Raimer A
  • Danrai Meriam B
    • Padalpur
    • Danton 1 Raimer B
    • Danton 2 Raimer B
    • Danton 3 Raimer B
  • Danrai Rudal C
    • Padalpur
    • Danton Rudal Mobil
    • Danton 1 Rudal Manpads
    • Danton 2 Rudal Manpads
  • Danrai Rudal D
    • Padalpur
    • Danton Rudal Mobil
    • Danton 1 Rudal Manpads
    • Danton 2 Rudal Manpads

SejarahSunting

Satuan Yonarhanudse 15 dahulunya masih disebut Yonarsuse 15 dibentuk berdasarkan kebutuhan organisasi Artileri TNI AD pada tahun 1965 untuk melindungi objek-objek vital terhadap serangan udara dimana pada masa itu Indonesia sedang konfrontasi dengan Malaysia. Berdirinya satuan Yonarhanudse-11/BS pada saat itu bersama-sama dengan satuan Arhanud lainnya dalam jajaran TNI AD dengan satu proyek dikenal dengan proyek 515. Proyek ini terdiri dari 5 (Lima) Batalyon Artileri Sasaran Udara Sedang (Arsuse), 1 (satu) Batalyon Artileri Sasaran Udara Ringan (Arsuri) dan 5 (Lima) Detasemen Radar. Untuk Yonarhanudse 11 termasuk di dalam salah satu dari 5 (Lima) Batalyon Arsuse.

Pada tanggal 27 Juli 1966 bertempat di Lapanagan Maospati, Magetan telah dilaksanakan upacara berdirinya Yonarhanudse 15 bersama-sama Yonarhanudse 14, Starad 076 dan 077 berdasarkan Surat Keputusan Men/Pangad Nomor : Kep 714.7/1966 tanggal 15 Juli 1966 dan berlaku surat terhitung mulai tanggal 1 April 1966. Maka tanggal 1 April 1966 merupakan tanggal kelahiran Yonarhanudse-15 dengan pejabat komandan yang pertama Kapten Art. Raharjo. Pada saat Upacara pembentukan sekaligus diadakan penyerahan Satuan Yonarhanuse 15 kepada Kodam IV/Diponegoro.

Perubahan NamaSunting

Panglima Komando Daerah Militer IV/Diponegoro, Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos., M.Si. meresmikan perubahan nama Batalyon Artileri Pertahanan Udara Sedang (Yon Arhanudse) 15/Dahana Bhaladika Yudha Kodam IV/Diponegoro, menjadi Batalyon Artileri Pertahanan Udara (Yon Arhanud) 15/Dahana Bhaladika Yudha Kodam IV/Diponegoro. Peresmian perubahan nama dilakukan melalui upacara di lapangan parade Bhaladika Yon Arhanud 15/Dahana Bhaladika Yudha, di Kompleks Kesatrian Jatingaleh, Semarang, Senin 29 Januari 2018. Bersamaan perubahan tersebut, maka semua Batalyon Arhanudri (Artileri Pertahanan Udara Ringan), Arhanudse (Artileri Pertahanan Udara Sedang) dan Arhanudbe (Artileri Pertahanan Udara Berat) semua berubah nama menjadi Batalyon Arhanud. Pangdam Mayjen TNI Wuryanto menegaskan, perubahan nama tersebut tidak lepas dari penataan organisasi TNI AD guna menjawab tuntutan dan kebutuhan organisasi, agar lebih efektif dan efisien.[1]

Tugas & OperasiSunting

  • Operasi Pancasila. Pengamanan dari Pemberontakan G.30.S/PKI di daerah Korem 081 Kodam VIII/Brawijaya
  • Operasi Tri Nanggala Yudha. Tugas pertahanan Udara melindungi Lanud Iswahyudi di Maospati Madiun.
  • Operasi Dwikora. Tugas Pengamanan wilayah perbatasan di Kalimantan Timur Serawak.
  • Operasi Seroja I. Pengamanan Wilayah di Timor-Timur.
  • Operasi Seroja II. Pengamanan wilayah di Timor-Timur.
  • Pengamanan Pemilu
  • Pengamanan Konflik Kerusuhan di Maluku
  • Pengamanan Perbatasan INA-PNG 2013-2014 ( 2 Orang Kesehatan Bp 410/ALG)
  • Pengamanan Daerah Rawan Maluku 2015-2016 ( 3 Orang kesehatan Bp 408/SBH )

Lambang SatuanSunting

  • Bendera/Tunggul berbentuk empat persegi panjang dibuat dari bahan beludru berwarna hijau dengan jumbai kuning emas sepanjang sisi tepinya.
  • Lingkaran yang berbentuk lilitan tali berwarna kuning emas sebanyak 66 lilitan dengan diameter lingkaran 30 Cm. Menggambarkan keuletan dan kesiapsiagaan Yonarhanudse 15 dalm menghadapi musuh-musuhnya dari segala penjuru sesuai tugas pokok menjaga wilayah udara dan menggambarkan pula tahun peresmian Yonarhanudse 15.
  • Burung Glatik berwarna hitam, kedua sayap terbuka, kedua kaki bertengger pada tali busur panah. Burung Gelatik adalah burung kecil yang mempunyai ketangkasan dan kecepatan luar biasa, merupakan burung pemberani yang tidak kenal menyerah, tidak kenal kompromi terhadap musuh-musuhnya, menggambarkan Prajurit yang gagah berani melaksanakan tugas dalam membela kedaulatan Negara serta menegakkan keadilan. Lima belas bulu pada kedua sayap, mengagambarkan atau menyatakan nomor dari kesatuan Batalyon Arhanudse 15. Tujuh bulu pada ekor, menggambarkan Sapta Marga sebagai pedoman bagi setiap Prajurit TNI sejati .
  • Busur panah dengan 5 anak panah berwarna kuning yang siap meluncur ke angkasa, menggambarkan kesenjataan Arhanud. Busur tertegang menggambarkan kesipasiagaan dan kewaspadaan dalam menghadapi musuh-musuh. 5 pucuk anak panah menggambarkan Pancasila
  • Api yang sedang berkobar berwarna merah dengan Lidah api besar empat, Lidah api kecil lima. Menggambarkan jiwa dan semangat perjuangan 1945 yang selalu menyala di dalam setiap dada parajurit.
  • Pita berwarna kuning sebagai dasar tulisan “Dahana Bhaladika Yudha”.
  • Kepala Tiang/Tiang terdiri dari Bintang yang merupakan simbol ketaqwaaan kepada Tuhan yang maha Esa sesuai Pancasila sila Pertama. 2 busur bersilang dan 1 anak panah merupakan simbul Artileri Pertahan Udara yang dapat melindungi ancaman musuh dari segala arah. Bokor bercincin yang bertuliskan Surya Sengkala Kilat Ojag Aggatra Djagad sebagai penopang dua busur bersilang ditopang 4 daun dengan 1 anak panah menjulang menyangga Bintang. Surya sengkala mempunyai arti; Kilat (6), Ojag (6), Anggatra (9), Djagad (1) mengandung arti kedahsyatan yang mengerikan, dan menunjukkan angka tahun 1966. Tiang, tempat tunggul diikatkan dengan mahkota pada puncaknya, dibuat dari kayu keras (Jati) dan kuat.

KomandanSunting

  • Kapten Art Raharjo (1966)
  • Letkol Arh I Dewa Ketut Siangan, S.Ip.
  • Letkol Arh Tri Wahyudijanto (2008)
  • Letkol Arh Roby Neilwan Simanjuntak, S.Ip. (2010-2011)
  • Letkol Arh Elphis Rudi, M.Sc. (2011-2012)
  • Letkol Arh M. Desi Ariyanto (2012-2013)
  • Letkol Arh M. Ibnu Sukelan (2013-2014)
  • Letkol Arh Nova Mahanes Yudha (2014-2016)
  • Letkol Arh Camas Sigit Prasetyo, M.MDS. (2016-2018)[2]
  • Letkol Arh Novianto Firmansyah, S.E., M.Tr(Han). (2018)
  • Letkol Arh Mohamad Ufiz, S.I.P., M.I.Pol. (2018-2019)
  • Letkol Arh Tri Yudhi Herlambang, S.E., M.I.Pol. (2019-2020)
  • Letkol Arh Muda Setyawan, S.I.P. (2020-sekarang)

RujukanSunting