Buka menu utama

Wirda Hanim (lahir di Batusangkar, Tanah Datar, Sumatra Barat, 8 Mei 1952; umur 67 tahun) adalah seorang aktivis budaya dan pengusaha dari Padang, Sumatra Barat. Ia berhasil menghidupkan kembali salah satu karya budaya Minangkabau, yaitu Batik Tanah Liek (Batik Tanah Liat), suatu jenis syal atau selendang (pakaian) yang diperkirakan berasal dari abad-16, dan sudah hampir tidak dikenali lagi.[1]

Wirda Hanim
220px
Lahir8 Mei 1952 (umur 67)
Bendera Indonesia Batusangkar, Tanah Datar, Sumatra Barat
KebangsaanBendera Indonesia Indonesia
PekerjaanAktivis, pedagang
Dikenal atasMenghidupkan Kembali Batik Tanah Liek
Suami/istriRuslan Majid

Wirda juga seorang pengusaha/pedagang yang mempunyai gerai Batik Tanah Liek di kota Padang, Sumatra Barat. Dengan memakai simbol-simbol Minangkabau sebagai motif batik tanah lieknya, batik Wirda cukup banyak diminati penggemar batik, tidak hanya dari kota Padang, tetapi juga oleh penggemar batik dari wilayah lain di nusantara,[2] bahkan juga oleh wisatawan mancanegara, seperti dari Malaysia, Jepang dan lainnya.

PenghargaanSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Syofiardi Bachyul Jb (16 Mei 2007). "Wirda Hanim: Saving 'batik tanah liek'" The Jakarta Post. Diakses 11 Februari 2014.
  2. ^ "Simbol Minangkabau Jadi Motif Batik" Kompas.com, 8 Juni 2009. Diakses 11 Februari 2014.

Pranala luarSunting