Buka menu utama

Kombes. Pol. Williardi Wizard (lahir di Sibolga, Sumatra Utara, 22 Maret 1960; umur 59 tahun) adalah seorang perwira menengah Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Ia pernah menjabat sebagai Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Jakarta Selatan.[1]

Williardi Wizard
Kepala Kepolisian Resor Jakarta Selatan
Masa jabatan
- – -
Pendahulu-
Pengganti-
Informasi pribadi
Lahir22 Maret 1960 (umur 59)
Bendera Indonesia Sibolga, Sumatra Utara
Alma materAkademi Kepolisian (1984)
PekerjaanPolisi

RiwayatSunting

KehidupanSunting

Williardi Wizard yang lahir di Sibolga pada 22 Maret 1960 itu merupakan putra dari perantau Minangkabau asal Kampuang Dusun II, Jorong Cacangtinggi, Tiku Utara, Tanjung Mutiara, Agam, Sumatra Barat, yang bermukim di Sibolga, Sumatra Utara. Namun masa kecilnya banyak dihabiskan di Tanjuangaua, Balai Gadang, Koto Tangah, Padang, Sumatra Barat, ketika ibunya mengajar di SD Negeri Tanjungaua (sekarang SDN No 16 Balaigadang), Padang, dan di Tiku pada tahun 70-an.

Karena kepeduliannya pada kampung halaman, Williardi yang akrab dipanggil Willy itu diangkat menjadi penghulu kaum di kampungnya, Tiku, Agam.

Williardi menikah dengan seorang wanita bernama Novarina.[2]

PendidikanSunting

Williardi menempuh pendidikan dasar di SD Negeri Tanjungaua (sekarang SDN No 16 Balaigadang) pada tahun 70-an, tetapi tidak sampai tamat karena ia pindah ke Tiku. Di kampung halamannya inilah Williardi menamatkan SD dan SMP, dan kemudian pindah ke Jakarta meneruskan pendidikan ke jenjang SMA. Setelah tamat SMA, Wiliardi masuk ke Akademi Kepolisian (Akpol) yang berhasil diselesaikannya pada tahun 1984.

KarierSunting

Sebelum menjabat Kapolres Jakarta Selatan, Williardi Wizar pernah bertugas di Sumatra Barat sebagai Kasat Serse Kapolresta Padang (sekarang Poltabes Padang) sekitar tahun 1995, serta Wakapolres Pesisir Selatan dan tak lama kemudian ia dipercaya menjabat Kepala Bidang (Kabid) Telematika Polda Sumbar.

Kasus pembunuhan Nasrudin ZulkarnaenSunting

Nama Williardi Wizard menjadi perhatian publik karena keterkaitan dirinya dalam kasus pembunuhan Direktur PT. Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen. Dalam persidangan ia dengan berani mencabut semua pernyataannya di BAP terhadap penahanan Antasari Azhar yang dituduh sebagai otak pembunuhan Nasrudin. Williardi mengungkap semua dibuat atas dasar rekayasa penyidik polisi.[3]

RujukanSunting

  1. ^ Williardi Akui Dapat Petunjuk Atasan, Antasari Terharu KOMPAS.com, 10 November 2009. Diakses 17 Agustus 2013.
  2. ^ Istri Williardi: "Ini Semua Rekayasa!" TABLOIDNOVA.COM, 11 Februari 2010 Diakses 17 Agustus 2013.
  3. ^ Inilah Kesaksian Williardi yang Menghebohkan Itu! KOMPAS.com, 10 November 2009. Diakses 17 Agustus 2013.

Pranala luarSunting