Wikipedia:Pedoman penerjemahan Bahasa Malaysia

Pedoman ini ditujukan bagi para kontributor Wikipedia Bahasa Indonesia (WBI) yang hendak menerjemahkan artikel dari Wikipedia Bahasa Melayu (WBM), atau dari Bahasa Malaysia secara umum.

Kontributor Wikipedia Bahasa Melayu (WBM) kebanyakan menggunakan Bahasa Melayu dialek Malaysia. Seperti Bahasa Indonesia Bahasa Melayu Malaysia standar (selanjutnya disebut sebagai Bahasa Malaysia saja) didasarkan kepada Bahasa Melayu dialek Riau, dan sebab itu masih punya banyak kemiripan dengan Bahasa Indonesia. Walaupun demikian Bahasa Malaysia memiliki perbedaan-perbedaan dalam segi kosa kata yang dapat membingungkan penutur Bahasa Indonesia. Perbedaan ini berkisar dari penggunaan kata-kata yang kurang lazim digunakan dalam Bahasa Indonesia, kata-kata yang maknanya jauh berbeda, sampai kata-kata yang sama sekali tidak dikenal (tidak terdapat dalam kamus Bahasa Indonesia)

Dengan alasan tersebut meskipun diizinkan sesuai GFDL, tidak dianjurkan menyalin bulat-bulat artikel dari WBM ke dalam WBI tanpa melalui penyesuaian/penerjemahan. Perbuatan demikian beresiko menimbulkan kesalahpahaman.

Walaupun begitu bila menemukan kata yang tidak Anda kenal dari artikel WBM tidak perlu langsung beranggapan kata tersebut harus langsung diganti. Ada kemungkinan kata tersebut sebenarnya juga merupakan kosa kata Bahasa Indonesia, hanya saja kurang lazim. Dalam hal ini Anda dapat mempertahankannya dengan alasan variasi.

Mencari pertolonganSunting

Sumber-sumber berikut dapat digunakan oleh kontributor yang menemukan kesukaran dalam memahami entri yang berasal dari WBM:

  1. Kamus Bahasa Indonesia, seperti Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kamus lain yang juga dapat menjadi alternatif adalah Kamus Umum Bahasa Indonesia(1986) dan Kamus Badudu-Zain (2001). Karena memiliki akar sama hampir semua kata-kata dalam Bahasa Malaysia juga dapat ditemukan dalam kamus-kamus Bahasa Indonesia. Sebagian malah ada yang memberi tanda bila suatu kata atau makna kata hanya ditemukan di Malaysia.
  2. Entri Wikipedia yang berhubungan dalam bahasa asing. Entri WBM terkadang merupakan terjemahan dari bahasa asing seperti bahasa Inggris (dan mungkin sebaliknya). Anda dapat menilik terjemahan Bahasa Inggris ini untuk lebih memahami arti entri WBM.
  3. Penutur Bahasa Malaysia di WBI. Beberapa kontributor WBI berasal atau bermukim di Malaysia. Anda dapat meminta informasi lebih jauh dari mereka.

Sebagai alternatif Anda dapat pula meminta bantuan penutur mahir Bahasa Melayu. Namun harus diingat sebagian di antaranya berasal dari Indonesia dan mungkin kurang akrab dengan penggunaan Bahasa Melayu di negara lain.

Anjuran dalam penyesuaian/penyesuaianSunting

Ketika melakukan penyesuaian/penerjemahan kata-kata dari Bahasa Malaysia, kontributor WBI dianjurkan memperhatikan mengikuti panduan berikut.

  1. Kata-kata yang dikenal dalam Bahasa Indonesia, dengan arti sama persis atau tidak jauh berbeda dipertahankan.
  2. Kata-kata yang dikenal dalam Bahasa Indonesia, dengan arti sama persis atau tidak jauh berbeda, namun dengan ejaan berlainan diubah ke dalam ejaan Bahasa Indonesia. Contoh: beza ->beda, wang->uang. Kalau ejaan dalam Bahasa Malaysia juga dikenal dalam BI, namun tidak baku, ejaan tersebut mesti diubah menjadi ejaan baku.
  3. Kata-kata yang dikenal dalam Bahasa Indonesia, tetapi kurang lazim digunakan dapat dipertahankan, bila kata tersebut memiliki nuansa berbeda dibandingkan alternatifnya dalam Bahasa Indonesia, atau merupakan kata yang lebih tepat. Perubahan ejaan ke dalam bentuk baku Bahasa Indonesia dilakukan bila perlu.
    Contoh: kata diraja sebaiknya dipertahankan karena merupakan terjemahan yang lebih tepat untuk kata bahasa Inggris royal daripada kerajaan.
  4. Kata-kata yang terdapat dalam Bahasa Indonesia namun kurang lazim, dan memiliki sinonim dalam Bahasa Indonesia yang lebih dikenal dan tidak mengubah arti sebaiknya diganti dengan kata yang lebih lazim.
    Contoh: had, takat, sebaiknya diganti dengan kata batas. Pentadbir, pentadbiran, mentadbir sebaiknya diganti dengan kata administrator, administrasi dan mengadministrasi.
    Dengan alasan variasi atau menghindari pengulangan kata-kata yang kurang lazim ini dapat dipertahankan. Kata-kata yang lebih lazim mesti juga digunakan untuk memperjelas. Penggunaan seperti ini bermanfaat buat menambah kosa kata pembaca.
    Contoh: Seorang administrator sistem bertugas mentadbir... (alih-alih Administrator sistem bertugas mengadministrasi).
    Dalam perkenalan judul entri, kata yang kurang dikenal ini dapat disebut sebagai alternatif. Contoh:
    Ketombe, atau dikenal juga sebagai kelemumur.
    Bajak laut, atau dikenal juga dengan sebutan perompak atau orang lanun.
    Olahraga, atau dikenal juga sebagai sukan.
    Dengan alasan agar WBI juga dapat digunakan pemakai di Malaysia Anda boleh mencantumkan kata alternatif dari Bahasa Malaysia, atau membuat judul peralihan, meskipun kata tersebut sama sekali tidak dikenal dalam Bahasa Indonesia. Namun ini bukan suatu kewajiban.
  5. Kata-kata yang dikenal dalam Bahasa Indonesia, namun digunakan dalam Bahasa Malaysia dengan maksud yang jarang dipakai di Indonesia wajib diganti dengan kata lain yang lebih mencerminkan maksud tersebut dalam Bahasa Indonesia.
    Contoh: bandar dalam Bahasa Malaysia diganti menjadi kota dalam Bahasa Indonesia.
  6. Kata-kata yang dikenal dalam Bahasa Indonesia dengan makna yang sama sekali berbeda (false friends) wajib diganti.
    Contoh: banci diganti menjadi sensus.
  7. Kata-kata yang sama sekali tidak dikenal dalam Bahasa Indonesia wajib diganti.

Penerjemahan nama-nama jabatan, lembaga pemerintahan di Malaysia dan Brunai DarussalamSunting

  1. Gelar-gelar seperti Yang Dipertuan Agong, Yang Dipertuan Besar, Yang Dipertuan Muda, Datuk, Dato', Tun dan sebagainya dipertahankan.
  2. Nama jabatan/kedudukan diterjemahkan, dengan menambahkan nama aslinya dalam bahasa Melayu pada saat disebut pertama kali dalam artikel .
  3. Nama kantor/jawatan diterjemahkan, dengan menambahkan nama aslinya dalam bahasa Melayu pada saat disebut pertama kali dalam artikel.

Lihat pulaSunting