Wikipedia:Artikel pilihan/Usulan/Soetran

CATATAN PENUTUP
Lulus ditinjau beberapa pengguna, termasuk tinjauan komprehensif. Saran-saran sudah dijalankan, dan sudah dibuka selama lebih dari sebulan. Terima kasih untuk penulis dan para peninjau. Danu Widjajanto (bicara) 16 April 2021 06.06 (UTC)
Diskusi di bawah adalah arsip dari pengusulan artikel pilihan. Terima kasih atas partisipasi Anda. Mohon untuk tidak menyunting lagi halaman ini. Komentar selanjutnya dapat diberikan di halaman pembicaraan artikel.

Artikel ini disetujui.


SoetranSunting

Pengusul: Jeromi Mikhael Asido Sagala (b • k • l)
Status:    Selesai

Artikel terjemahan dari Bahasa Inggris, dua-duanya kerjaan saya. Credits untuk Pengguna:Denny eR Ge yang sudah terjemahin pembuka dan bagian awal. Jeromi Mikhael Asido Sagala (bicara) 6 Maret 2021 08.17 (UTC)

Danu WidjajantoSunting

Ini komentar awal setelah sekilas melihat artikelnya, bagian "Kampanye anti koteka" dan "Jalan Trans Irian Jaya" apa tidak terlalu singkat untuk dijadikan bagian sendiri ya? Saran saya agar dikembangkan sedikit atau digabung dengan bagian lain. Terutama untuk kedua bagian tersebut bisa dirincikan peran Soetran apa saja. Danu Widjajanto (bicara) 6 Maret 2021 09.41 (UTC)

@Danu Widjajanto: Wah iya. Bener kata anda. Saya hapus bagian itu saja ya. Karena peran dia di Jalan Trans Irian Jaya cuma meresmikan saja dan di Kampanye anti koteka dia cuma meneruskan saja. --Jeromi Mikhael Asido Sagala (bicara) 6 Maret 2021 11.58 (UTC)
Jeromi Mikhael Asido Sagala sebenarnya jangan dihapus karena itu kan bagian dari sepak terjangnya... saranku agar digabungkan ke bagian yg lebih besar saja Danu Widjajanto (bicara) 6 Maret 2021 16.08 (UTC)
@Danu Widjajanto: Sekali lagi, untuk Jalan Trans Irian Jaya, itu hanya meresmikan saja. Tugas sehari-hari. Tiap bulan Soetran meresmikan 3-4 bangunan. Bukan berarti kita harus menulis semua bangunan tersebut kan? Jeromi Mikhael Asido Sagala (bicara) 7 Maret 2021 14.15 (UTC)
@Jeromi Mikhael Asido Sagala Di paragraf pembuka malah tertulis "Soetran juga memulai pembangunan Jalan Trans-Irian dan memulai kampanye melawan penggunaan Koteka". Mungkin perlu dihapus juga? Danu Widjajanto (bicara) 8 April 2021 16.36 (UTC)
@Danu Widjajanto: Selesai Selesai --Jeromi Mikhael (bicara) 12 April 2021 05.50 (UTC)

Sumber “Ariyanto, Danny Rizky (2015-01-07). "Biografi Soetran (1921-1987)". Skripsi Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM” sepertinya kurang cocok untuk level AP karena berupa skripsi S1.. skripsi tersebut belum melalui tinjauan ilmiah jadi kurang layak untuk dijadikan sumber. Sebaiknya diganti dengan sumber yang mutunya lebih tinggi. Danu Widjajanto (bicara) 12 April 2021 22.55 (UTC)

@Danu Widjajanto: Masalah skripsi ini sebenarnya agak sulit juga. Sebagai orang yang sudah membuat ratusan artikel biografi politisi di WPEN, saya seringkali menggunakan skripsi sebagai kutipan. Yang saya lihat permasalahannya sebenarnya reliabilitas skripsi itu diragukan untuk topik-topik yang mengandung opini, namun untuk topik2 seperti biografi cukup terpercaya. Terlebih lagi metodologinya melalui wawancara, jadi menurut saya bisa lah. Saya pun juga agak susah mencari pengganti informasi masa kecil Soetran, yang membuat saya yakin bahwa penulis tidak menjiplak. --Jeromi Mikhael (bicara) 13 April 2021 02.41 (UTC)

@Jeromi Mikhael Asido Sagala penjelasannya persuasif. Baiklah, untuk konteks Soetran aku rasa nggak apa-apa, dan sepertinya mutu sumbernya tidak lebih buruk daripada media massa yang dikutip juga...

Aku sudah baca seluruh artikelnya. Menurutku artikelnya ditulis dengan sangat menarik dan informatif. Penulis juga patut diapresiasi karena berhasil mengumpulkan banyak informasi meskipun sumbernya minim. Berikut beberapa masukanku untuk semakin meningkatkan mutu artikelnya:

  • Menurutku ini masukan yang paling diperlukan sebelum bisa menjadi AP. Bagian awal artikelnya saat ini menimbulkan kesan kalau yang ingin ditekankan adalah prestasi dan keberhasilan dari beliau. Mengingat gaya bahasa Wikipedia harus netral dan dingin, mungkin agar kata "keberhasilan", "kesuksesan" dll bisa dikurangi/diparafrase, jadi yang ditekankan adalah apa yang terjadi pada masa kepemimpinannya alih-alih prestasi. Contoh "Karena kesuksesannya sebagai Bupati Trenggalek, Soetran ditunjuk untuk menjabat sebagai Gubernur Irian Jaya." --> kalau sumbernya memang mengatakan demikian, bisa diganti jadi "Karena dianggap berhasil sebagai Bupati Trenggalek...".
  • @Danu Widjajanto: Selesai Selesai Saya rubah format kalimat yang Irian Jaya dan yang Trenggalek juga. Untuk pendapat saya rasa tidak perlu diubah
  • Keterangan mengenai dia dijuluki "Gubernur Cengkeh" dan upayanya untuk juga memperkenalkan cengkeh di Papua menurutku perlu ditambahkan di paragraf pembuka, dan juga penekanan bahwa program WTCnya di Papua gagal (berlawanan dengan keberhasilan di Trenggalek)
  • "Sebagai penghargaan terhadap pencapaiannya di Trenggalek" --> sepertinya "penghargaan atas" lebih tepat..
  • "Soetran dilahirkan pada tanggal 5 April 1921 di Desa Cangkring, Sidoarjo, Jawa Timur" --> provinsi Jawa Timur sepertinya belum ada saat itu. Mungkin lebih tepat "Desa Cangkring, Sidoarjo, Hindia Belanda (kini di Jawa Timur, Indonesia)".
  • Pranalakan juga Desa Cangkring kalau ada artikelnya
  • Mengingat bagian kehidupan awal sepertinya relatif terbatas sumbernya, saranku agar digabung dengan bagian "karier militer" jadi "Kehidupan awal dan karier militer", soalnya bagian kehidupan awal sepertinya terlalu singkat untuk jadi bagian sendiri
  • @Danu Widjajanto: Selesai Selesai Saya jadikan karier militer, "early life" kalau diterjemahkan jadi kehidupan awal terasa kaku banget.
  • Nama penulis di beberapa sumbernya kok agak ganjil ya? Seperti "DH", "RS", "ES", "AZKA/MK", dll. Saranku dihapus saja, dan biasanya dalam kaidah-kaidah bibliografi, yang dimasukkan nama lengkap dan bukan singkatan; kalau tidak ada namanya tidak perlu dicantumkan.
  • "Tembokisasi" kenapa huruf besar ya?
  • "Untuk mengenang jasa-jasanya, pemerintah Trenggalek membuat penghargaan dengan menggunakan namanya. Penghargaan tersebut diberikan sebagai apresiasi kepada desa-desa inovatif. Desa penerima penghargaan akan mendapatkan uang pembinaan sebesar 30 juta rupiah yang sudah dimasukkan dalam APB Desa."" --> nggak ada rujukannya tuh
  • @Danu Widjajanto: Selesai Selesai Itu aslinya rujukannya bahasa Inggris, karena diterjemahkan ke Indonesia saya hapus dulu. Eeh ternyata lupa juga nambahin :)
  • "Soetran ditunjuk untuk menjabat sebagai Gubernur Irian Jaya. " --> oleh siapa?
  • Bagian "Peninggalan" lazimnya diletakkan di akhir artikel, bisa lihat contoh Vladimir Lenin atau Josef Stalin
  • "Menurut isi komando" --> komando siapa?
  • "PNS", "pemda", "TMP", "APBD " dan akronim-akronim lainnya perlu dijabarkan saat disebutkan pertama kali
  • @Danu Widjajanto: itu semua cuma disebutkan sekali jadi saya panjangkan saja tanpa sebut singkatannya. Untuk PNS sama dengan atas.
  • "Alasan lainnya adalah penyimpangan Soetran terhadap SK Menteri Pertanian " --> "penyimpangan" agak aneh di sini. Bagaimana kalau jadi "Alasan lainnya adalah karena Soetran telah melanggar SK Menteri Pertanian..."
  • Ada keterangan lebih lanjut soal SK Menteri Pertaniannya? Misalnya dibuat oleh siapa dan tahun berapa?
  • "7,1 dalam Skala Richter" --> sepertinya "7,1 Skala Richter" saja sudah cukup
  • "Seorang pejabat pemerintahan menggambarkan kondisi di kamp pengungsian tersebut sebagai mengerikan dan menakutkan." --> agak dramatis sepertinya. Bagaimana kalau jadi "Menurut seorang pejabat pemerintahan, kondisi di kamp pengungsian tersebut sangat buruk".
  • @Danu Widjajanto: Nah, itu saya pakai tanda petik saja untuk mengerikan dan menakutkannya karena kutipan langsung.
  • "Setelah ia pensiun dari jabatan gubernur," --> sebutkan tahunnya.
  • "Sejak Juni 1987, Soetran dioperasi di Rumah Sakit Darmo karena penyakit kanker hati yang dideritanya. " --> memakai kata "sejak" di situ mengimplikasikan kalau beliau masih di Rumah Sakit Darmo sampai sekarang. Bagaimana kalau jadi "Soetran mulai menjalani operasi di Rumah Sakit Darmo pada Juni 1987...."
  • Sumber [1] tidak bisa diakses tuh
  • @Danu Widjajanto: Selesai Selesai Semua kompasdata harusnya tidak bisa diakses langsung. Harus login dulu.

Secara keseluruhan aku mendukung artikelnya menjadi AP. Semoga saran-sarannya membantu. Danu Widjajanto (bicara) 13 April 2021 10.25 (UTC)

Jeromi Mikhael Asido Sagala Oh iya, format referensi yang ini belum diperbaiki: Archived copy, 1977 (in Indonesian). Diakses tanggal 2021-03-08. Danu Widjajanto (bicara) 14 April 2021 19.03 (UTC)
@Danu Widjajanto: Sudah diperbaiki. Sepertinya {{cite act}} nggak bisa dipakai di WBI. Jeromi Mikhael (bicara) 15 April 2021 23.52 (UTC)

RXerselfSunting

Referensi no. 4, 5, 6, 7, dan 40 semuanya tidak bisa saya akses dan web archive-nya juga tidak membantu. Mungkin yang dari kompasdata lainnya begitu juga. Ini apakah harus mendaftar dahulu? Dan apakah perlu bayar? Bisa dilengkapi di dalam referensi soal ini dengam tag registration kalau tidak bayar, subscription kalau bayar. Saya mengerti keterbatasan sumber soal subjek namun saya sendiri lebih menyukai jika referensi yang dipakai dapat diperiksa juga oleh pembaca manapun. RXerself (bicara) 3 April 2021 06.25 (UTC)

@RXerself: Selesai Selesai saya tambahkan untuk semua referensi dari Kompas. --Jeromi Mikhael (bicara) 12 April 2021 05.50 (UTC)

RianHSSunting

Pertama-tama, saya salut dengan penulis karena telah berhasil mengembangkan artikel dengan sumber yang terbatas. Saya sudah melakukan beberapa editan kecil, semoga berkenan. Ini sedikit komentar dari saya:

  • Di KBBI, lema cengkeh didefinisikan sebagai cengkih, sedangkan lema cengkih didefinisikan dengan panjang. Artinya, cengkih “lebih baku” daripada cengkeh. Apa tidak sebaiknya artikel ini menggunakan cengkih saja?
  • @RianHS: Selesai Selesai Untuk Wajib Tanam Cengkeh saya agak ragu untuk menggantinya karena berkaitan dengan nama (biasanya "dj" di nama orang tidak serta merta di-EYD-kan menjadi "j"). Tapi saya ganti saja.
  • “... tembokisasi yang bertujuan untuk memperbaiki tata letak dari Kabupaten Trenggalek.” → Perbaikan tata letak biasanya merujuk pada penempatan ulang bangunan/struktur atau perbaikan tata ruang suatu wilayah. Sebaiknya frasa “tata letak” diganti saja.
  • @RianHS: Selesai Selesai saya hapus saja. Saya baru sadar bertujuan di sana ternyata dobel.
  • “Meskipun mendapat tentangan, Soetran tidak bergeming ...” → Bergeming artinya tidak bergerak sedikit juga; diam saja. Pemakaian frasa tidak bergeming atau kata bergeming saja kurang tepat pada konteks ini. Sebaiknya diganti, misalnya dengan “Soetran tetap menjalankan rencananya”. — RianHS (bicara) 14 April 2021 21.34 (UTC)

Saran terakhir:

  • Di kalimat pertama, perlu ditulis nama versi EBI-nya: Brigadir Jenderal TNI (Purn.) Soetran (EBI: Sutran; lahir di ...), seperti di artikel Soedirman, walaupun di artikel Soedirman masih tertulis "EYD".

Secara umum, saya Setuju Setuju artikel ini jadi AP. Terima kasih. — RianHS (bicara) 16 April 2021 03.35 (UTC)


Diskusi di atas adalah arsip. Terima kasih atas partisipasi Anda. Mohon untuk tidak menyunting lagi halaman ini. Komentar selanjutnya dapat diberikan di halaman pembicaraan artikel.