WhatsApp

layanan pesan singkat mobile dan media sosial yang dimiliki Facebook

WhatsApp Messenger adalah aplikasi pesan untuk ponsel cerdas. WhatsApp Messenger merupakan aplikasi pesan lintas platform yang memungkinkan kita bertukar pesan tanpa pulsa, karena WhatsApp Messenger menggunakan paket data internet. Aplikasi WhatsApp Messenger menggunakan koneksi internet 3G, 4G atau WiFi untuk komunikasi data. Dengan menggunakan WhatsApp, kita dapat melakukan obrolan daring, berbagi file, bertukar foto dan lain-lain.[8]

WhatsApp Messenger
WhatsApp logo.svg
PengembangWhatsApp Inc.
Rilis perdanaJanuari 2009; 12 tahun lalu (2009-01)
Rilis stabil [±]
iOS2.21.11 / 11 Januari 2021; 3 bulan lalu (2021-01-11)[1]
Android2.21.1.13 / 22 Januari 2021; 2 bulan lalu (2021-01-22)[2]
Windows2.2100.7 / 16 Januari 2021; 3 bulan lalu (2021-01-16)[3]
Rilis pratayang [±]
Android (Beta)2.21.2.11 / 22 Januari 2021; 2 bulan lalu (2021-01-22)[4]
Bahasa pemrogramanErlang[5]
Sistem operasiAndroid, iOS, Windows Phone, BlackBerry OS, Symbian (ada aplikasi Windows, macOS, dan web yang beroperasi apabila tersambung dengan aplikasi seluler)
JenisPesan instan dan media sosial
LisensiPerangkat lunak gratis
Peringkat Alexa 52 (Mei 2019)[6]
Situs webwww.whatsapp.com
WhatsApp Inc.
WhatsApp.svg
Jenis usahaAnak perusahaan
Didirikan24 Februari 2009; 12 tahun lalu (2009-02-24)
MarkasMountain View, California, Amerika Serikat
Pendiri
CEOChris Daniels
Karyawan50[7]
Perusahaan indukFacebook
Situs webwww.whatsapp.com
Berkirim pesan dengan WhatsApp

Sejarah

2009-2014

WhatsApp dibuat oleh Brian Acton dan Jan Koum, yang sebelumnya karyawan di Yahoo!.

Pada Januari 2009, ketika membeli sebuah iPhone, Koum dan Acton menyadari akan potensi dari industri aplikasi software pada App Store(iOS), kemudian mereka mulai mengunjungi Alex Fishman yang merupakan seorang teman Koum di West San Jose untuk membicarakan model baru aplikasi berkirim pesan yang akan menunjukkan "status di samping nama individu".[9] Mereka tahu bahwa untuk melangkah lebih jauh dibutuhkan seorang pengembang iPhone. Fishman mengunjungi situs RentAcoder.com, menemukan developer berkebangsaan Rusia bernama Igor Solomennikov, dan memperkenalkannya kepada Koum.

Koum menamakan aplikasinya WhatsApp agar terdengar seperti "What's up" yang berarti apa kabar. Pada 24 Februari 2009 dia melegalkannya[10] menjadi perusahaan WhatsApp Inc. di California. Versi paling awal dari dari WhatsApp sering mengalami crash komputer, membuat Koum mempertimbangkan untuk menyerah dan mencari pekerjaan baru. Namun Acton memintanya bersabar menunggu untuk "beberapa bulan lagi".[9]

Pada Juni 2009, Apple meluncurkan push technology yang mengizinkan pengguna untuk di-ping ketika mereka tidak sedang menggunakan aplikasi, Koum beradaptasi dengan mengubah WhatsApp sehingga setiap orang dalam jaringan pengguna akan di beritahu ketika status pengguna diubah.[11] Ketika WhatsApp 2.0 dirilis dengan komponen berkirim pesan tiba-tiba jumlah pengguna aktif melonjak ke 250.000. Meskipun Acton sedang bekerja pada perusahaan rintisan lain, dia memutuskan untuk bergabung kedalam perusahaan.[11] Pada Oktober 2009, Acton membujuk 5 orang temannya yang dikenalnya saat bekerja di Yahoo! untuk menginvestasikan $250.000 dalam pendanaan modal benih, selanjutnya Acton menjadi co-founder dan mendapatkan saham. Acton secara resmi bergabung dengan WhatsApp pada 1 November.[11] Sesudah berbulan-bulan setelah mode beta diluncurkan, aplikasi dirilis pada November 2009, eksklusif di App Store yang ada pada iPhone. Koum lalu memperkerjakan seorang teman di Los Angeles, Chris Peiffer, untuk mengembangkan versi BlackBerry, yang selesai 2 bulan kemudian.[11] Pada 2010, WhatsApp mendapatkan banyak tawaran akuisisi dari Google yang kemudian ditolak.[12]

Untuk menutupi biaya dari pengiriman teks verifikasi kepada pengguna, WhatsApp mengubah layanan gratisnya menjadi berbayar. Pada Desember 2009, menu berkirim poto ditambahkan untuk versi iOS. Diawal tahun 2011, WhatsApp menjadi salah satu dari 20 aplikasi teratas di App Store Apple Amerika.[11]

Pada April 2011, Sequoia Capital menginvestasikan $8 juta dengan lebih dari 15% saham kepemilikan di perusahaan setelah proses negosiasi berbulan-bulan dengan pihak Sequoia yang diwakili Jim Goetz..[13][14][15]

Februari 2013, WhatsApp memiliki 200 juta pengguna aktif dan 50 staff. Sequoia mengucurkan dana lagi sebanyak $50 juta, menjadikan valuasi perusahaan bernilai $1.5 miliar.[11] Pada tahun yang sama WhatsApp mengakuisisi Santa Clara perusahaan berbasis rintisan, SkyMobius, pegembang Vtok,[16] sebuah aplikasi video dan panggilan suara.[17]

Pada Desember 2013 WhatsApp memposting di Whatsapp blog yang mengklaim bahwa 400 juta pengguna aktif menggunakan layanannya setiap bulan.[18]

Anak perusahaan Facebook (2014–sekarang)

Pada 19 Februari 2014, satu tahun setelah ventura kapital memvaluasikan $1.5 miliar valuasi,[19] Facebook, Inc. mengumumkan akuisisi pada WhatsApp dengan nilai US$19 miliar, akuisisi tersebut merupakan yang terbesar hingga saat ini, perusahaan ventura yang mendukung WhatsApp, Sequoia Capital menerima kira-kira 5000% keuntungan bersih dari investasi awalnya.[20] Facebook, yang diwakili oleh Allen & Co, membayar $4 miliar secara tunai, $12 miliar dalam bentuk kepemilikan saham di Facebook, dan sisanya (diwakili oleh Morgan Stanley) $3 miliar dalam bentuk unit saham terbatas diberikan untuk pendiri WhatsApp Koum dan Acton.[21] Saham karyawan dijadwalkan untuk dibagikan 4 tahun selanjutnya setelah penutupan.[22] Hari-hari sesudah pengumuman akuisisi, pengguna WhatsApp mengalami kehilangan layanan yang menyebabkan kemarahan di media sosial.[23]

Akuisisi menyebabkan besarnya jumlah pengguna yang mencoba dan atau pindah ke layanan berkirim pesan lainnya. Telegram klaim bahwa mereka memperoleh 8 juta pengguna baru;[24] dan Line, 2 juta pengguna.[25]

Dalam presentasinya sebagai pembicara utama pada Mobile World Congreess di Barcelona pada bulan Februari 2014, CEO Facebook Mark Zuckerberg mengatakan bahwa akuisisi Facebook terhadap WhatsApp sangat dekat hubungannya dengan visi dari Internet.org.[26][27] Sebuah artikel dari TechCrunch mengatakan bahwa ini adalah tentang visi dari Zuckerberg:[28]

Dia mengatakan, idenya adalah untuk mengembangkan sekelompok basis layanan internet yang akan digunakan secara gratis tanpa biaya – 'layaknya panggilan 911 melalui internet.' Hal ini bisa diterapkan pada layanan jejaring sosial seperti Facebook, layanan berkirim pesan, mungkin juga pencarian dan hal lainnya seperti cuaca. Menyediakan hal semacam ini secara gratis untuk pengguna akan bekerja seperti semacam obat-obatan yang mencandu – Pengguna yang mungkin mampu membeli layanan data dan telepon akhir-akhir ini tidak mengerti mengapa mereka membayar layanan data tersebut. Ini akan memberi mereka beberapa konteks mengapa layanan data penting, dan itu akan membuat mereka membayar lebih banyak layanan seperti ini - atau begitulah harapannya.

Selang 3 hari setelah pengumuman pembelian oleh Facebook, Koum berkata mereka sedang bekerja untuk membuat panggilan suara. Dia menambahkan bahwa ponsel genggam yang baru akan dijual di Jerman dengan merek WhatsApp dan tujuan utamanya adalah WhatsApp ada di semua ponsel cerdas.[29]

Pada Agustus 2014, WhatsApp merupakan aplikasi berkirim pesan paling populer secara global, dengan lebih dari 600 juta pengguna.[30] Diawal Januari 2015, Forbes memprediksi bahwa antara tahun 2012 sampai 2018, industri telekomunikasi akan mengalami penurunan $386 miliar karena layanan berbasis OTT seperti WhatsApp dan Skype.[31] Dibulan itu juga WhatsApp mendapatkan lebih dari 800 juta pengguna.[32][33] Di September 2015, penggunanya naik 900 juta,[34] dan pada Februari 2016 menjadi 1 miliar.[35]

Menu pesan suara yang dapat dilakukan antara 2 akun ditambahkan pada aplikasi dibulan Maret dan April 2015.[36]

Tepat 30 November 2015, pengguna WhatsApp Android yang membuat tautan ke layanan berkirim pesan lain, seperti Telegram tidak lagi bisa dikik dan disalin.[37][38][39] Banyak sumber mengkonfirmasi bahwa hal tersebut memang disengaja, bukan kutu (komputer),[39] dan telah diimplementasikan pada kode program Android yang langsung mengenali URLs Telegram teridentifikasi.[39] (kata "telegram" muncul pada kode WhatsApp.[39]) Beberapa orang berpendapat tindakan tersebut anti persaingan usaha,[37][38][39] namun pihak WhatsApp enggan memberikan penjelasan.

Kejadian baru-baru ini (2016–sekarang)

Tepat tanggal 18 Januari 2016 pendiri WhatsApp Jan Koum mengumumkan bahwa layanannya tidak akan lagi membebankan biaya kepada pelanggan sebesar $1 per tahun, ini adalah usaha untuk menghilangkan masalah yang dihadapi bagi pengguna yang tidak memiliki kartu kredit.[40][41] Dia menambahkan bahwa aplikasi tidak akan memunculkan iklan dari pihak ketiga, dan bahwa hal tersebut akan membawa kepada fitur baru yang cakap berkomunikasi dalam kegiatan bisnis.[35][42]

Juni 2016, lewat postingan blog perusahaannya WhatsApp melaporkan bahwa lebih dari 100 juta pesan suara per hari telah terjadi.[43]

Di tanggal 10 November 2016, WhatsApp merilis versi beta dari dua-langkah-verifikasi untuk pengguna Android, yang mengizinkan pengguna untuk menggunakan alamat email mereka sebagai tindakan perlindunggan akun.[44] Dibulan yang sama, Facebook berhenti menggumpulkan data untuk periklanan di Eropa.[45] Dibulan selanjutnya, menu panggilan video antara 2 akun diperkenalkan.[46]

Pada 24 Februari 2017, (ulang tahun WhatsApp ke-8), WhatsApp merilis fitur baru Status yang sama dengan Snapchat dan Facebook stories.[47]

Pada 18 Mei 2017, dilaporkan bahwa Komisi Eropa akan mendenda Facebook €110 juta yang disebut dengan istilah "informasi menyesatkan" yang terjadi selama 2014 dalam proses pengambilalihan WhatsApp. Pihak Komisi menuduh bahwa di tahun 2014 ketika Facebook mengakuisisi WhatsApp, pihak facebook "secara keliru mengklaim bahwa secara teknik akan tidak mungkin menggabungkan informasi pengguna dari Facebook dan Whatsapp secara otomatis". Namun pada musim panas 2016, WhatsApp telah memulai berbagi data informasi pengguna dengan perusahaan induknya, yang mengizinkan informasi seperti nomor telepon yang digunakan di WhatsApp sebagai target dari iklan Facebook. Pihak Facebook mengakui pelanggaran tersebut, tetapi mereka mengatakan kesalahan dalam pengajuan di tahun 2014 tersebut "tidak disengaja".[45]

Pada September 2017, pendiri WhatsApp Brian Acton meninggalkan perusahaan untuk memulai organisasi nirlaba,[48] yang selanjutnya dikenal sebagai Signal Foundation, dimana sekarang berkembang menjadi kompetitor WhatsApp yaitunya Signal.[49] WhatsApp juga mengumumkan bentuk bisnis mereka dimasa mendatang yang bisa menjangkau perusahaan-perusahaan penyedia layanan pelanggan,[50] dan maskapai penerbangan KLM dan Aeroméxico mengumumkan partisipasi mereka dalam tahap percobaannya.[51][52][53][54] Maskapai penerbangan tersebut sebelumnya telah meluncurkan layanan pelanggan mereka di Facebook Messenger.

Pada Januari 2018, WhatsApp merilis WhatsApp Bisnis untuk penggunaan bisnis kecil.[55]

Pada April 2018, pendiri WhatsApp dan CEO Jan Koum mengumumkan bahwa dia akan meninggalkan perusahaan.[56] Facebook selanjutnya mengumumkan bahwa posisi Koum akan digantikan oleh Chris Daniels.[57]

Selanjutnya pada September 2018, WhatsApp memperkenalkan fitur panggilan audio dan video berkelompok.[58][59] Pada bulan Oktober pilihan, "Usap Untuk Membalas" ditambahkan pada Android versi beta, 16 bulan selanjutnya diperkenalkan untuk versi iOS.[60]

Tepat 25 Oktober 2018, WhatsApp mengumumkan dukungannya untuk penggunaan Stiker. Namun tidak seperti aplikasi lain, WhatsApp menyediakan aplikasi pihak ketiga untuk menambahkan Stiker ke kolom pesan diaplikasinya.[61]

Pada tanggal 25 November 2019, WhatsApp mengumumkan investasi sebesar $250.000 untuk ekosistem startup melalui kerjasama dengan perusahaan rintisan India, yang mana akan menyediakan 500 startup dengan dukungan iklan Facebook masing-masing $500.[62]

Bulan Desember 2019, WhatsApp mengumumkan bahwa update terbaru akan melarang pengguna Apple yang belum update ke iOS 9 atau lebih tinggi dan bagi pengguna Samsung, Huawei, Sony dan Google yang belum melakukan update Android ke versi 4.0 per tanggal 1 Februari 2020. Perusahaan juga melaporkan bahwa sistem operasi Windows Phone tidak akan lagi didukung setelah tanggal 31 Desember 2019.[63] Pada bulan yang sama WhatsApp juga mengumumkan menjadi aplikasi ponsel cerdas nomor 3 terbanyak diunduh selama satu dekade terakhir dari 2010 hingga 2019.[64]


Platform yang didukung

WhatsApp dapat dijalankan pada beberapa platform yaitu:

Penggunaan

WhatsApp dapat digunakan untuk pengguna iPhone, BlackBerry, Android, serta Symbian (Nokia). Aplikasi WhatsApp hanya dapat bekerja untuk sesama pengguna yang memiliki aplikasi WhatsApp. Aplikasi WhatsApp ini dapat diunduh secara gratis di websitenya. Aplikasi ini menggunakan nomor telepon ponsel yang kita gunakan untuk berinteraksi dengan sesama pengguna WhatsApp. Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk dapat saling berkomunikasi satu sama lain. Aplikasi ini menggunakan fitur push sehingga Anda dapat selalu memberitahukan pesan yang sedang diterima. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan WhatsApp adalah

Kestabilan Koneksi

WhatsApp ini mengandalkan koneksi internet melalui jaringan GPRS/EDGE/3G/4G atau Wi-Fi untuk menjalankannya. Aplikasi WhatsApp ini tidak keluar saat tidak tersambung dengan koneksi internet. Anda dapat melihat kontak maupun perbincangan dengan teman Anda walaupun tidak tersambung dengan koneksi internet, tetapi saat Anda coba untuk mengirim pesan, terdapat tanda jam yang menandakan pesan Anda ditunda pengirimannya sampai terdapat koneksi internet.

Notifikasi

Terdapat pilihan notifikasi untuk pemberitahuan pesan baru di bagian pengaturan. Anda dapat memilih menampilkan pesan baru secara Pop Up atau hanya tampil di bagian notifikasi. Anda pun dapat mengatur suara panggilan di bagian pengaturan.

Nomor ponsel sebagai PIN

WhatsApp untuk menambahkan teman, nomor ponsel teman Anda yang diperlukan. Anda tidak perlu menambahkan teman di dalam aplikasi WhatsApp tersebut. Cukup isi daftar kontak telepon Anda dengan teman Anda beserta nomor poselnya, dan lakukan sinkronisasi dengan menekan tombol segarkan di option saat berada di daftar teman (+). Anda juga bisa menscan QR yang disediakan WhatsApp untuk menambahkan Kontak tanpa menyimpan secara langsung. Apabila teman Anda terdaftar menggunakan nomor poselnya tersebut, WhatsApp akan mencarinya sendiri dan menampilkan teman Anda langsung di daftar panggilan. Saat pertama kali menginstallnya, Anda akan mendapatkan daftar kontak WhatsApp yang terisi secara otomatis. WhatsApp langsung mengambil data di kontak telepon dan melakukan sinkronisasi dengan server. Apabila nomor poselnya teman Anda terdaftar di WhatsApp, otomatis aplikasi ini akan mengenalnya.

Tanda pesan

WhatsApp menggunakan tanda, untuk memberikan info terkirim pesan.

  • Satu tanda centang (berwarna abu-abu) berarti pesan berhasil dikirim
  • Dua tanda centang (berwarna abu-abu) berarti pesan telah diterima tetapi belum dibaca *dua tanda centang berwarna biru berarti pesan telah di baca.[65] Apabila tidak ada koneksi internet, akan muncul tanda jam yang mengartikan pengiriman pesan tertunda.

Fitur

WhatsApp dapat mengirim File:

  1. Foto langsung dari kamera, pengelola berkas , dan galeri.
  2. Video langsung dari video kamera, pengelola berkas, dan galeri.
  3. Audio langsung merekam suara, pengelola berkas, audio.
  4. Lokasi
  5. Kontak (mengirim detail kontak dari kontak telepon).

Fitur lain yang terdapat di WhatsApp adalah:

  1. View Contact: Anda dapat melihat kontak di kontak telepon, WhatsApp juga muncul sebagai daftar kontak di kontak telepon
  2. Avatar: Anda tidak dapat mengganti Avatar secara manual, WhatsApp akan mengambil data avatar dari Profile phonebook. Apabila menggunakan sinkronisasi Facebook dengan Phonebook, maka avatar yang muncul adalah avatar Facebook.[butuh rujukan]
  3. tambah pintasan: dapat juga menambahkan pintasan ke layar depan.
  4. Email Conversation Anda pun dapat mengirim semua perbincangan melalui email.
  5. salin dan kutip: Setiap kalimat perbincangan juga dapat di salin, meneruskan dan menghapus dengan menekan dan menahan kalimat tersebut dilayar.
  6. emoji: Untuk menambahkan serunya perbincangan, Anda pun dapat menambahkan emoji dengan banyak pilihan.
  7. cari: fitur dasar setiap IM, Anda dapat mencari daftar kontak melalui fitur ini.
  8. Telepon: karena pin WhatsApp ini sama dengan nomor ponsel teman, Anda pun dapat melakukan panggilan langsung dari aplikasi WhatsApp ini.[butuh rujukan]
  9. WhatsApp Call: Pengguna bisa melakukan panggilan melalui WhatsApp dengan koneksi internet.[66] dan juga bisa menelpon lebih dari 2 orang.
  10. WhatsApp Video Call: Pengguna bisa menelepon seperti bertatapan langsung dengan orang yang di telepon. Selain itu juga ada fitur tambah kontak lain lebih dari 2 orang maksimal 8 orang [67]. Dan video call di WhatsaApp beta sudah bisa sampai 50 orang[68]
  11. Laporan Baca: Fungsi ini sebenarnya untuk melihat centang biru dan siapa yang baca status kita, jika kita matikan kita tidak bisa melihat apakah pesan sudah dibaca status kita sudah dibaca orang, termasuk sama yang kita ingin chat atau saat baca status seseorang tidak akan ketahuan apakah sudah baca atau belum.
  12. Blokir: digunakan untuk memblok kontak yang ingin diblokir.
  13. Info: Anda pun dapat mengganti Info yang sudah tersedia di WhatsApp seperti Ada, Sibuk, lagi sekolah, dll.
  14. Status: Anda dapat membuat status dan selama 24 jam lalu hilang. Fitur ini seperti pamer pamer sama teman sendiri, mengirim video, foto, dan teks polos yang bentuk font bisa diubah.
  15. Tidak hanya teks: WhatsApp memiliki fitur untuk mengirim gambar, video, suara, dan lokasi GPS melalui GPS atau Google Maps. Media tersebut langsung dapat ditampilkan dan bukan berupa tautan.
  16. Terintegrasi ke dalam sistem: WhatsApp, layaknya SMS, tidak perlu membuka aplikasi untuk menerima sebuah pesan. Notifikasi pesan masuk ketika ponsel sedang mati akan tetap disampaikan jika ponsel sudah hidup.
  17. Status Pesan: - Jam untuk proses loading di HP kita - Tanda centang jika pesan terkirim ke jaringan - Tanda centang ganda jika pesan sudah terkirim ke teman chat. - tanda seru (!) merah jika pesan gagal
  18. Broadcats dan Group chat: Broadcast untuk kirim pesan ke banyak pengguna. Group chat untuk mengirim pesan ke anggota sesama komunitas.
  19. Hemat Bandwidth: Karena terintegrasi dengan sistem, maka tidak perlu login dan loading contact/avatar, sehingga transaksi data makin irit. Aplikasi dapat dimatikan, dan hanya aktif jika ada pesan masuk, sehingga bisa menghemat baterai.[69]
  20. Hapus Pesan Ke Semua Orang: Fitur ini memungkinkan kita menghapus atau menarik kembali pesan yang telah terkirim. Awalnya fitur ini hanya tersedia untuk pengguna beta,[70][71] hingga kemudian dirilis ke publik.[72][73]

Whatsapp Berbasis Web untuk Komputer

WhatsApp secara resmi mengumumkan peluncuran fitur resmi bernama Whatsapp Web pada tanggal 22 Januari 2015. Fitur ini mencoba memfasilitasi penggunaan aplikasi ini untuk pengguna berbasis komputer. Laiknya WhatsApp berbasis telepon genggam, fitur ini membutuhkan koneksi internet sebagai jalur penyampaikan informasi. WhatsApp bekerja melalui portal online yang disediakan oleh pengembang yang beralamat di web.whatsapp.com. WhatsApp web pada prinsipnya berfungsi untuk membuka akun WhatsApp melalui perangkat komputer.

Fitur ini pada periode awal lebih mudah digunakan melalui aplikasi Chrome yang dikembangkan oleh Google. Sinkronisasi dibutuhkan untuk membuka akun WhatsApp melalui web ini. Pengembang menyediakan barcode yang perlu dipindai melalui aplikasi WhatsApp mobile. Pemindaian akan secara langsung membuka aplikasi Whatsapp sesuai dengan akun yang berfungsi pada telepon genggam yang digunakan untuk pemindaian.

Percakapan yang terdapat pada aplikasi WhatsApp di telepon seluler akan turut disajikan pada versi web ini. Sinkronisasi akan dilakukan secara otomatis apabila terjadi perubahan pada salah satu aplikasi yang aktif[74].

Referensi

  1. ^ "‎WhatsApp Messenger". App Store (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-1-11. 
  2. ^ "WhatsApp Messenger APKs". APKMirror. Diakses tanggal 2020-1-22. 
  3. ^ "WhatsApp Messenger". WhatsApp (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-1-16. 
  4. ^ "WhatsApp Messenger APKs". APKMirror. Diakses tanggal 2021-01-22. 
  5. ^ Ainsley O'Connell (February 21, 2014). "Inside Erlang, The Rare Programming Language Behind WhatsApp's Success". fastcompany.com. Diakses tanggal December 20, 2017. 
  6. ^ "Whatsapp.com Traffic, Demographics and Competitors - Alexa". www.alexa.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 8 May 2019. 
  7. ^ Metz, Cade (15 September 2015). "Why WhatsApp Only Needs 50 Engineers for Its 900M Users". Wired. Diakses tanggal 2 August 2016. 
  8. ^ Hartanto, AAT: " Panduan Aplikasi Smartphone", halaman 100.Gramedia Pustaka Utama, 2010. ISBN 100-6762-33-5
  9. ^ a b Parmy Olsen (February 2, 2014). "Exclusive: The Rags-To-Riches Tale Of How Jan Koum Built WhatsApp Into Facebook's New $19 Billion Baby". Forbes. Diarsipkan dari postingan aslinya February 20, 2014. Diakses 26 Maret 2021
  10. ^ "Article of Incorporation on California's Secretary Of State website". February 24, 2009.
  11. ^ a b c d e f Parmy Olsen (February 2, 2014). "Exclusive: The Rags-To-Riches Tale Of How Jan Koum Built WhatsApp Into Facebook's New $19 Billion Baby". Forbes. Diakses 26 Maret 2021
  12. ^ Neeraj Arora (July 3, 2020). Neeraj Arora on learnings from his WhatsApp journey. Accel India. kutipan pada menit ke-19.
  13. ^ Levy, Ari (February 19, 2014). "Sequoia Said to Reap $3.5 Billion in Deal". Bloomberg.com. DIakses kembali 26 Maret 2021.
  14. ^ McBride, Sarah (February 21, 2014). "With WhatsApp deal, Sequoia Capital burnishes reputation". Reuters. Diarsipkan dari postingan asli pada May 21, 2017. Diakses kembali 26 Maret 2021
  15. ^ Wauters, Robin. "Sequoia Invests $8 Million In Messaging App Maker WhatsApp". TechCrunch.com. Diarsipkan dari postingan asli pad May 4, 2017. Diakses kembali 26 Maret2021.
  16. ^ "SkyMobius: Voice messaging app developer". tracxn.com. December 19, 2019. Diarsipkan dari postingan asli January 15, 2021. Diakses kembali 26 Maret 2021.
  17. ^ "Vtok". twitter.com. Diarsipkan pada January 15, 2021. Diakses kembali 26 Maret 2021.
  18. ^ Jan Koum (December 19, 2013). "400 Million Stories". WhatsApp Blog. WhatsApp. Diarsipkan dari postingan asli April 12, 2014. Diakses kembali 26 Maret 2021.
  19. ^ Tsotsis, Alexia (February 22, 2014). "WhatsApp Was Valued At ~$1.5B In Final Round Before Sale". TechCrunch. Diarsipkan dari postingan asli pada February 22, 2014. Diakses kembali 28 Maret 2021.
  20. ^ Neal, Ryan W. (February 20, 2014). "WhatsApp Investors Make Billions From Facebook Acquisition: Sequoia Capital Sees 50x Return on $1.3 Billion Investment". IBTimes.com. Diarsipkan pada 1, 2018. Diakses kembali 28 Maret 2021.
  21. ^ "WhatsApp's Founder Goes From Food Stamps to Billionaire". Bloomberg News. Diarsipkan dari postingan asli pada Februari 20, 2014. Diakses kembali 28 Maret 2021.
  22. ^ "Facebook to Acquire WhatsApp" (Press release) pada February 19, 2014. Diarsipkan pada February 20, 2014. Diakses kembali 28 Maret 2021.
  23. ^ Dassanayake, Dion (February 23, 2014). "Twitter outrage as users claim WhatsApp has gone down days after Facebook purchase". Daily Express.Diarsipkan pada June 8, 2015. Diakses kembali 28 Maret 2021.
  24. ^ sotsis, Alexia (February 25, 2014). "Telegram Saw 8M Downloads After WhatsApp Got Acquired". TechCrunch. Diarsipkan dari postingan asli pada February 26, 2014. Diakses kembali pada 28 Maret 2021.
  25. ^ Lomas, Natasha (February 25, 2014). "Line saw 2m new users after the outage of Whatsapp". TechCrunch. Diarsipkan sesuai postingan asli pada February 26, 2014. Diakses kembali pada 28 Maret 2021.
  26. ^ Lunden, Ingrid (February 24, 2014). "WhatsApp Is Actually Worth More Than $19B, Says Facebook's Zuckerberg, And It Was Internet.org That Sealed The Deal". TechCrunch. Diarsipkan pada February 25, 2014. Diakses kembali 28 Maret 2021.
  27. ^ Fitzsimmons, Michelle (February 24, 2014). "Mark Zuckerberg: WhatsApp is worth more than $19 billion". Techradar. Diarsipkan pada February 27, 2014. Diakses kembali 28 Maret 2021.
  28. ^ Lunden, Ingrid (February 24, 2014). "WhatsApp Is Actually Worth More Than $19B, Says Facebook's Zuckerberg, And It Was Internet.org That Sealed The Deal". TechCrunch. Diarsipkan pada February 25, 2014. Diakses kembali February 24, 2021.
  29. ^ "WhatsApp permitirá llamadas de voz". Expansión (dalam bahasa spanyol). February 24, 2014. Diarsipkan pada 14, 2014.Diakses kembali 28 Maret 2021.
  30. ^ Olsen, Parmy (August 25, 2014). "WhatsApp Hits 600 Million Active Users, Founder Says". Forbes. Diarsipkan dari postingan asli pada 29 September 2014. Diakses kembali 28 Maret 2021.
  31. ^ Parmy Olsen (April 7, 2015). "Facebook's Phone Company: WhatsApp Goes To The Next Level With Its Voice Calling Service". Forbes. Diarsipkan pada October 19, 2017. Diakses kembali 28 Maret 2021.
  32. ^ Seetharaman, Deepa (April 17, 2015). "WhatsApp Hits 800 Million Users — 1 Billion by Year-End?". The Wall Street Journal. Dow Jones & Company. DIarsipkan pada October 18, 2017. Diakses kembali 28 Maret 2021.
  33. ^ Nate Ralph (April 18, 2015). "WhatsApp touts 800M monthly active users". CNET. Diarsipkan dari postingan asli April 19, 2015. Diakses kembali 28 Maret 2021.
  34. ^ Guynn, Jessica (September 4, 2015). "Facebook's WhatsApp hits 900 million users, aims for 1 billion". USA Today. Diarsipkan pada October 18, 2017. Diakses kembali 28 Maret 2021.
  35. ^ a b Statt, Nick (February 1, 2016). "WhatsApp has grown to 1 billion users". The Verge. Vox Media, Inc. Diarsipkan pada April 13, 2016. Diakses kembali 28 Maret 2021.
  36. ^ WhatsApp finally adds voice calls for all Android users, iOS coming soon Diarsipkan June 12, 2020, melalui Wayback Machine – James Vincent, The Verge, March 31, 2015
  37. ^ a b Lomas, Natasha (December 1, 2015). "WhatsApp Is Blocking Links To Rival App Telegram On Android". TechCrunch. DIarsipkan pada December 6, 2015. Diakses kembali pada 28 Maret 2021.
  38. ^ a b Brandom, Russell (November 30, 2015). "WhatsApp is blocking links to a competing messenger app". The Verge. Diarsipkan pada December 8, 2015.Diakses kembali 28 Maret 2021.
  39. ^ a b c d e Lobao, Martim (December 1, 2015). "[Update: Smoking Gun] WhatsApp Is Blocking Telegram Links In Its Android App". Android Police. Diarsipkan pada September 9, 2016. Diakses pada 28 Maret 2021.
  40. ^ Ina Fried (January 18, 2016). "Facebook's Whatsapp is Now Free". Re Code. Vox Media, Inc.Diarsipkan pada May 19, 2016. Diakses kembali 28 Maret 2021.
  41. ^ Drozdiak, Natalia (January 18, 2016). "Whatsapp to Drop Subscription Fee". Wall Street Journal. Diarsipkan pada Januari 18, 2016. Diakses kembali 28 Maret 2021.
  42. ^ "Finally! Whatsapp removes $1 annual subscription fee". Phonearena.com. Phone Arena. January 18, 2016. Diarsipkan pada Agustus 1, 2018.
  43. ^ Perez, Sarah (June 24, 2016). "WhatsApp hits 100 million calls per day". TechCrunch. Diarsipkan pada Juni 25, 2016.Diakses kembali 28 Maret 2021
  44. ^ "WhatsApp brings Two-step verification for Android 'beta' users: How to enable". November 11, 2016. Diarsipkan pada November 11, 2016. Diakses kembali 28 Maret 2021.
  45. ^ a b "Facebook fined €110m by European Commission over WhatsApp deal" (PDF). Komisi Eropa Mei 18, 2017. Diakses kembali 28 Maret 2021.
  46. ^ "WhatsApp Is Now Rolling Out Video Calling For iPhone, Android And Windows Phone" Diarsipkan Juni 12, 2020, melalui Wayback Machine – Amit Chowdhry, November 15, 2016
  47. ^ "WhatsApp Status: What is This New Snapchat-Like Feature?". February 24, 2017. Diarsipkan pada Februari 25, 2017. Diakses kembali 28 Maret 2021.
  48. ^ Russell, Jon (September 13, 2017). "WhatsApp co-founder Brian Acton is leaving to start a non-profit". TechCrunch. Diarsipkan dari postingan asli pada 16 Oktober 2018. RetrievedDiakses kembali 28 Maret 2021.
  49. ^ Greenberg, Andy (February 21, 2018). "WhatsApp Co-Founder Puts $50M Into Signal To Supercharge Encrypted Messaging". Wired. Condé Nast. Diarsipkan pada 15 September 2018. Diakses kembali 28 Maret 2021.
  50. ^ "Building for People, and Now Businesses". WhatsApp.com. Diarsipkan pada 8 September 2017. Diakses kembali 28 Maret 2021.
  51. ^ Garcia, Marisa (September 5, 2017). "KLM claims airline first with WhatsApp Business Platform". Phocuswire. Diarsipkan pada 5 Februari 2020. Diakses kembali 29 Maret 2021.
  52. ^ "Aeroméxico te atenderá por WhatsApp durante 2018". Forbes México (dalam bahasa spanyol). October 26, 2017. Diarsipkan pada 2 Juli 2018. Diakses kembali 29 Maret 2021.
  53. ^ Redacción (October 27, 2017). "Podrás hacer 'check in' y consultar tu vuelo con Aeroméxico a través de WhatsApp". Huffington Post. Diarsipkan pada 10 Maret 2018. Diakses kembali 29 Maret 2021.
  54. ^ "Building for People, and Now Businesses". WhatsApp Blog. September 5, 2017. Diarsipkan pada 9 Februari 2018. Diakses kembali 30 Maret 2021.
  55. ^ Ong, Thuy (January 19, 2018). "WhatsApp launches a separate app for small businesses". The Verge. Diarsipkan pada 19 Januari 2018. Diakses kembali 30 Maret 2021.
  56. ^ Dwoskin, Elizabeth (April 30, 2018). "WhatsApp founder plans to leave after broad clashes with parent Facebook". The Washington Post. Diarsipkan pada 30 September 2018. Diakses kembali pada 30 Maret 2021.
  57. ^ Wagner, Kurt (May 8, 2018). "WhatsApp has a new boss: Chris Daniels, the guy who's been running Internet.org". Recode. Vox Media. Diarsipkan pada 18 Oktober 2018. Diakses kembali 30 Maret 2021.
  58. ^ Chowdhry, Amit. "WhatsApp's Group Audio And Video Calling Features Arrive On iPhone And Android". Forbes. DIarsipkan pada 20 September 2018. Diakses kembali pada 30 Maret 2021.
  59. ^ "WhatsApp group video call feature finally rolls out; step by step guide for beginners". businesstoday.in. Diarsipkan pada 20 September 2018.Diakses kembali pada 30 Maret 2021.
  60. ^ Singh, Jagmeet (October 3, 2018). "WhatsApp for Android Gets 'Swipe to Reply' Gesture Support; Ability to Download External Sticker Packs Tipped". NDTV. Diarsipkan dari postingan asli pada 7 Oktober 2018. Diakses kembali 30 Maret 2021.
  61. ^ "Introducing Stickers". October 25, 2018. Diarsipkan dari postingan asli pada 11 Juni 2020.Diakses kembali 30 Maret 2021.
  62. ^ "Whatsapp to support Indian startups through ad credits". November 25, 2019. Diarsipkan pada 7 Januari 2020. Diakses kembali 30 Maret 2021 – via The Economic Times.
  63. ^ "WhatsApp is about to stop working on millions of phones". The Independent. December 10, 2019. Diarsipkan pada 12 Desember 2019. Diakses kembali 30 Maret 2021
  64. ^ Miller, Chance (December 17, 2019). "These were the most-downloaded apps and games of the decade". 9to5Mac. Diarsipkan pada 17 Desember 2019. Diakses kembali 30 Maret 2021.
  65. ^ Apa artinya tanda centang biru di pesan WhatsApp?
  66. ^ WhatsApp Android Bisa Telepon Gratis
  67. ^ 1 Mei 2020, Video Call 8 Orang di WhatsApp Sudah Bisa Digunakan
  68. ^ Media, Kompas Cyber. "Pengguna WhatsApp Beta Sudah Bisa "Video Call" 50 Orang". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2020-05-19. 
  69. ^ http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6659941
  70. ^ Mix (2017-09-12). "WhatsApp testing unsend feature that lets you delete embarrassing texts". The Next Web (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-10-17. 
  71. ^ Black, Marie. "How to Delete a Sent WhatsApp Message". Tech Advisor (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-10-17. 
  72. ^ "Wow! WhatsApp Siapkan Fitur Hapus Pesan yang Sudah Terkirim". industri.bisnis.com. Diakses tanggal 2017-10-17. 
  73. ^ "WhatsApp Akan Munculkan Fitur 'Unsend', Bisa Hapus Pesan yang Udah Dikirim! - TribunStyle.com". TribunStyle.com. Diakses tanggal 2017-10-17. 
  74. ^ http://ensiklo.com/2015/01/bagaimana-cara-instalasi-whatsapp-untuk-desktop-pc-atau-komputer/

Pranala luar