Abah, K.H. Uci Turtusi, lebih dikenal sebagai Abah Uci (bahasa Arab: اوسي تورتوسي) (1964 - 2021[1]), adalah seorang ulama dan pendakwah Muslim Indonesia yang berpengaruh dari Banten. Abuya Uci Turtusi adalah pimpinan Pondok Pesantren Al-Istiqlaliyah Cilongok yang menggantikan ayahnya, Abuya KH Dimyati bin KH Romli, yang meninggal pada awal 2001.[2] Pesantren ini didirikan pada tahun 1957 oleh Abuya Dimyati, seorang ulama berpengaruh di Kabupaten Tangerang.[3]

Abah, Kiai, Haji

Uci Turtusi
اوچي تورتوسي
Foto Abah Uci Turtusi pada tahun 2017
GelarAbah
Nama lainAbah Uci Pasar Kemis
Abah Uci Banten
Informasi pribadi
Lahir
Uci Turtusi

1964
Meninggal06 April 2021
MakamMakam Abuya Uci Turtusi
AgamaIslam
KebangsaanIndonesia
PasanganHj. Lala Sulwiyah
Anak
  • Hj Tatu
  • Hj Anis
  • H Iwan
  • Hj Wida
  • H Jami
  • Hj Ila
  • Hj Jipah
  • H Farhan
Orang tua
DenominasiSunni
PendidikanPondok Pesantren Roudotul Ulum Cidahu
Pondok Pesantren Darul Ibtida Caringin
Dikenal sebagaiPimpinan Pondok Pesantren Al-Istiqlaliyah
Pemimpin Muslim
GuruAbuya Dimyathi Cidahu
KH Yusuf bin Said Caringin

Abuya Uci Turtusi dikenal sebagai ulama yang dekat dengan mantan Presiden Indonesia Abdurrahman Wahid (Gus Dur),[4] ia sering menyebut nama Gus Dur dalam setiap ceramah agamanya ketika membahas hakikat Islam dan kerap menceritakan beberapa keistimewaannya sebagai seorang Ulama Muslim yang menjadi presiden. Selain itu, Abuya Uci Turtusi juga dikenal dekat dengan ulama muslim Indonesia berpengaruh lainnya seperti Habib Muhammad Luthfi bin Yahya.[5]

Abuya Uci Turtusi adalah guru spiritual untuk Gubernur Banten yang sedang menjabat, Wahidin Halim.[6] Ia termasuk salah satu tokoh yang mendukung Wahidin Halim dan Andika Hazrumy menjadi gubernur dan wakil gubernur Banten periode 2017-2022 pada Pemilihan umum Gubernur Banten 2017.

Nasab[7] sunting

Jalur ayah sunting

Berikut adalah silsilah Abuya KH. Uci Turtusi sampai kepada Rasulullah

  1. Abuya KH. Uci Turtusi bin
  2. Abuya KH. Ahmad Dimyathi bin
  3. KH. Romli bin
  4. KH. Khaerun bin
  5. KH. Raden Cimang bin
  6. KH. Raden Datasaen bin
  7. Raden Saif Suradipa bin
  8. Raden Kabal bin
  9. Raden Tumenggung Mahmud Yudanegara bin
  10. Raden Tumenggung Kamil bin
  11. Raden Aria Yudanegara bin
  12. Raden Aria Wangsakara/Raden kenyep bin
  13. Pangeran Wiraraja bin
  14. Prabu Geusan Ulun Sumedang bin
  15. Pangeran Santri bin
  16. Pangeran Muhammad Pamalekaran bin
  17. Pangeran Panjunan Abdurrahman bin
  18. Syarif Sulaiman Al Baghdadi bin
  19. Syarif Husein Jumadil kubro bin
  20. Syarif Ahmad Syah jalal bin
  21. Abdullah Khan bin
  22. Abdul Malik Al Muhajir ila Hindi bin
  23. Alwi Ammul Faqih bin
  24. Muhammad Shahib Mirbath bin
  25. Ali Khali' Qasam bin
  26. Alwy bin
  27. Muhammad bin
  28. Alwy, (Datuk keluarga Ba'alawy) bin
  29. Ubaidillah bin
  30. Sayyid Ahmad al-Muhajir bin
  31. Sayyid ar-Rumi bin
  32. Sayyid Muhammad an-Naqib bin
  33. Sayyid al-Imam Ali Uradhi bin
  34. Sayyidina Ja'far ash-Shadiq bin
  35. Sayyidina Muhammad al-Baqir bin
  36. Sayyidina Ali Zainal Abidin bin
  37. Sayyidina Husain bin
  38. Sayyidina Ali bin Abi Thalib dan Sayyidah Fatimah az-Zahra binti
  39. Sayyidina Muhammad

Biografi sunting

Abuya KH Uci Turtusi dari Kp. Cilongok, beliau adalah Ulama Kharismatik dari Banten yang memegang teguh pada Al-Qur'an dan Hadits dan penerus dari ayahnya Alm Abuya Dimyathi Cilongok, bukan Abuya Dimyati Cidahu (ada dua nama kiyai besar bernama Abuya Dimyati) pengajar pengajian mingguan dengan mengajar Ilmu Fiqih, Tafsir Al-Qur'an dan Tassawuf, jamaah yang hadir setiap minggu selalu memadati Kp. Cilongok, Desa Sukamantri, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten tepatnya di Pondok Pesantren Al-Istiqlaliyah Cilongok Pasar Kemis, parkir mobil dan motor para Jamaah sudah tidak tertampung disatu tempat, sehingga kendaraan banyak parkir ditempat yang lumayan jauh, di karena banyaknya jamaah yang tidak tertampung di masjid dan majelis beliau, bahkan jamaah rela mencari tempat duduk disepanjang jalan, dibawah pohon, dan dirumah penduduk sekitar, jamaah mencapai ribuan bahkan puluhan ribu. Namanya sudah terkenal hingga keluar pulau jawa, bahkan yang menghadiri pengajian mingguan sering didatangi ulama dari mancanegara, seperti ulama dari Mesir , Yaman ,Arab , India , Irak , Maroko dan negara lainnya pernah berkunjung mengikuti acara pengajian.

Selain acara pengajian mingguan, ada beberapa acara besar yang diselengarakan tahunan, yaitu acara: Maulid Nabi, Haul Tuan Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani.Q.S.A, acara tersebut selalu diramaikan oleh ratusan ribu jamaah. Acara yang paling besar hingga para jamaah membludak membanjiri Kp. Cilongok menjadi lautan manusia, adalah Haul Tuan Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani.Q.S.A, ratusan jamaah sudah berdatangan mulai malam acara, dan terus berdatangan hingga pagi hari, dan dihadiri para pejabat, Alm Gusdur (semasa hidup), Bupati, para ulama di luar pulau jawa, ulama dari mancanegara, para Habaib dan para tokoh besar lainnya.

Acara pengajian mingguan membawa berkah bagi para pedagang, dibahu sepanjang jalan dan lapangan kosong para pedagang ikut meramaikan pengajian. Setiap minggu para pedagang menjajakan berbagai aneka makanan, baju muslim, makanan tradisional lokal, akik, sarana ibadah, minyak wangi, dan masih sangat banyak para pedagang lainnya.

Sebelum Almarhum Gus Dur Meninggal beliau ditanya oleh Abuya Uci Thurtusi, "Gus apa yang paling diinginkan oleh Gus apa? Baik di kala jadi presiden atau setelah lengser jadi presiden," (petikan ceramah). Jawaban Gus Dur adalah ketika ia wafat adalah minta sering-sering dikirimkan Al Fatihah. "Saya inginkan adalah ketika saya wafat, istri, anak, teman-teman dan sekitarnya mengirimkan Al Fatihah buat saya," kata Abuya menirukan Gus Dur.

Galeri sunting

Kewafatan sunting

Abuya Uci Turtusi wafat di kediaman beliau pada hari Selasa pagi, setelah subuh, di daerah kampung Cilongok Ds. Sukamatri Kec. Pasar Kemis, Kab. Tangerang pada tanggal 6 April 2021 M.[8][9][10]

Catatan kaki sunting

Referensi sunting

Pranala luar sunting