Triman Laksana

Sastrawan Indonesia

Triman Laksana (lahir 7 Juni 1961) adalah sastrawan berkebangsaan Indonesia. Namanya dikenal luas di kancah kesusastraan Indonesia melalui karyanya berupa novel, geguritan dan puisi yang dipublikasikan di sejumlah surat kabar dan terhimpun dalam berbagai antologi. Triman Laksana merupakan salah satu penerima Penghargaan Sastra Rancage dan Prasidatama dari Balai Bahasa Jawa Tengah. Tahun 2017, bukunya, Sang Pewaris, mengantarkan namanya menjadi Pemenang Buku Gerakan Literasi Nasional yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud RI, tahun 2016. Karyanya yang lain, Sepincuk Rembulan, dijadikan obyek peenelitian seorang mahasiswa Universitas Negeri Semarang dalam menyusun tesisnya. Di sela waktu berkarya, Triman mengelola Gubug Literasi Padhepokan Djagat Djawa di Magelang, Jawa Tengah dan menghadiri berbagai undangan perhelatan sastra nasional.[1][2][3]

BibliografiSunting

  • Sepincuk Rembulan (Antologi Geguritan, 2014)
  • Menjaring Mata Angin (Novel, 2015)
  • Jejak Pertiwi (Novel, 2108)

PenghargaanSunting

  • Penghargaan Sastra Rancage
  • Prasidatama dari Balai Bahasa Jawa Tengah. Tahun 2017
  • Bukunya, Sang Pewaris, mengantarkan namanya menjadi Pemenang Buku Gerakan Literasi Nasional yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud RI, tahun 2016.

ReferensiSunting

  1. ^ Sastrawan Magelang Raih Penghargaan Prasidatama 2017[pranala nonaktif permanen] Suara Merdeka. Diakses 4 Agustus 2020
  2. ^ Profil Triman Laksana Kliping Sastra. Diakses 4 Agustus 2020
  3. ^ SIMBOL DAN MAKNA DALAM ANTOLOGI GEGURITAN SEPINCUK REMBULAN KARYA TRIMAN LAKSANA Website resmi Unnes. Diakses 4 Agustus 2020