Tinggi badan manusia

Usia Pertambahan Tinggi Manusia Berdasarkan Lempeng Efifis Dan Hormon Pertumbuhan

Tinggi badan manusia adalah jarak dari ujung kaki hingga ujung kepala manusia saat berdiri tegak. Tinggi badan manusia bergantung pada faktor lingkungan dan genetik. Tinggi badan manusia beragam menurut pengukuran antropometri. Variasi tinggi badan yang mencolok (20% dari rataan) dalam sebuah populasi terkadang disebabkan oleh gigantisme ataupun dwarfisme, yang merupakan kondisi medis yang disebabkan oleh abnormalitas gen atau endokrin.[1]

Contoh kecepatan pertumbuhan manusia menurut keadaan optimal (terima kasih kepada Richard Steckler).

Pertumbuhan rata-rata untuk setiap jenis kelamin dalam populasi berbeda secara bermakna, di mana pria dewasa rata-rata lebih tinggi daripada wanita dewasa. Selain itu, tinggi badan manusia juga berbeda menurut kelompok etnis.

Pertumbuhan tinggi badan biasanya berhenti ketika lempeng pertumbuhan (lempeng efifisis) di ujung tulang menutup. Penutupan ini terjadi sekitar usia 16 tahun pada wanita atau 18 tahun pada pria. Terkadang pada sebagian orang, baru menutup pada usia sekitar 20-21 tahun.

Dalam kondisi kemiskinan atau konflik berkepanjangan, faktor lingkungan seperti kurang nutrisi kronis pada masa kecil atau remaja dapat menyebabkan keterlambatan pertumbuhan, hingga (pada kasus parah) menyebabkan abnormalitas tinggi badan meskipun individu tersebut tidak memiliki kelainan gen.

Bacaan lanjutanSunting

  1. ^ Ganong, William F. Review of Medical Physiology, Lange Medical 2001, p392-397