Buka menu utama

Tiga generasi hak asasi manusia

Hak asasi manusia
HumanRightsLogo.svg
Kategorisasi

Hak sipil dan politik
Hak ekonomi, sosial, dan budaya
Hak generasi ketiga

Instrumen utama

PUHAM
ICCPR
ICESCR

Instrumen Regional

Eropa
Amerika
Afrika

Hari Hak Asasi Manusia

Kategorisasi hak asasi manusia menjadi tiga generasi pertama kali dicetuskan pada tahun 1979 oleh seorang ahli hukum Ceko-Prancis yang bernama Karel Vasak. Ia sudah menggunakan istilah ini paling tidak sejak November 1977.[1]

Hak generasi pertamaSunting

Hak asasi manusia generasi pertama pada dasarnya berurusan dengan kebebasan dan kehidupan politik. Dalam kata lain, hak ini merupakan hak sipil dan politik. Contohnya adalah hak atas kehidupan, kesetaraan di mata hukum, kebebasan berpendapat, hak untuk mendapatkan proses hukum yang adil, hak kebebasan beragama, dan hak untuk mengundi dalam pemilu. Hak-hak ini dipelopori oleh Deklarasi Hak-Hak di Amerika Serikat dan Deklarasi Hak Asasi Manusia dan Warga Negara di Prancis pada abad ke-18.

Hak-hak ini dimasukkan ke dalam Pasal 3 hingga 21 Pernyataan Umum tentang Hak Asasi Manusia (PUHAM) pada tahun 1948 dan kemudian ke dalam Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik yang ditetapkan pada tahun 1966.

Hak generasi keduaSunting

Hak asasi manusia generasi kedua pada dasarnya adalah hak ekonomi, sosial, dan budaya, dan hak-hak ini disebut "generasi kedua" karena hak ini dikatakan muncul pada abad ke-19 sebagai tanggapan terhadap kemiskinan dan eksploitasi yang dipicu oleh Revolusi Industri. Contohnya adalah hak atas kesehatan, hak atas pangan, dan hak atas perumahan. Hak-hak ini juga dimasukkan ke dalam PUHAM dan kemudian dilindungi oleh Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya.

Hak generasi ketigaSunting

Hak asasi manusia generasi ketiga adalah hak yang muncul pada paruh kedua abad ke-20 dan dikemukakan dalam dokumen-dokumen yang tergolong sebagai "soft law" dalam hukum internasional, seperti Deklarasi Stockholm 1972 dan Deklarasi Rio 1992. Contohnya adalah hak atas pembangunan dan hak atas lingkungan hidup yang sehat.

Piagam Afrika tentang Hak Asasi Manusia dan Hak Penduduk dikenal karena menjamin hak-hak semacam ini di dalam Pasal 20, 21, 22, dan 24.

Catatan kakiSunting

  1. ^ Karel Vasak, "Human Rights: A Thirty-Year Struggle: the Sustained Efforts to give Force of law to the Universal Declaration of Human Rights", UNESCO Courier 30:11, Paris: United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization, November 1977.