Buka menu utama

Teuku Nanta Seutia (lahir di Kesultanan Aceh) adalah seorang tokoh pejuang Perang Aceh.[1] Ia merupakan seorang bangsawan dan panglima perang yang secara turun temurun menjabat sebagai Uleebalang Enam Mukim di Kesultanan Aceh pada abad ke-19.[2]

Teuku Nanta Seutia
LahirAbad ke-19
Bendera Kesultanan Aceh Kesultanan Aceh
MeninggalBendera Kesultanan Aceh Kesultanan Aceh
KebangsaanBendera Kesultanan Aceh Kesultanan Aceh
PekerjaanPanglima dan Uleebalang VI Mukim di Kesultanan Aceh
Dikenal atasPejuang Perang Aceh
AnakCut Nyak Dhien
Orang tuaDatuk Makhudum Sati

RiwayatSunting

Teuku Nanta Seutia dan adiknya, Teuku Cut Mahmud, merupakan keturunan Datuk Makhudum Sati, seorang perantau Minang yang membuka permukiman di daerah pantai barat Aceh pada abad ke-18. Setelah melalui pembangkangan dan hukuman berat yang tidak membuatnya tewas, akhirnya sultan Aceh saat itu memberi kepercayaan besar pada Datuk Makhudum Sati sebagai penjaga istana atau orang yang dipercaya menjaga keamanan keluarga sultan. Ia pun kemudian diberi kedudukan sebagai Uleebalang VI Mukim secara turun temurun dan diberi gelar Nanta Seutia Raja.

Sepeninggal Datuk Makhudum Sati, Teuku Nanta Seutia melanjutkan kepemimpinan sebagai Uleebalang VI Mukim. Nanta Seutia kemudian menikah dengan seorang perempuan dari keturunan bangsawan, putri seorang uleebalang terkemuka dari kemukiman Lampagar. Pernikahan mereka melahirkan seorang putri yang bernama Cut Nyak Dhien, yang kelak dikenal sebagai pemimpin perang Aceh yang legendaris dan dikemudian hari dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Indonesia oleh Pemerintah Republik Indonesia.[3]

ReferensiSunting

  1. ^ The Achehnese, Volume 1 Christian Snouck Hurgronje. Diakses 10 September 2013.
  2. ^ Sabil: Prahara di Bumi Rencong Mizanmob.com. Diakses 10 September 2013.
  3. ^ Cut Nyak Dhien Situs Pemerintah Provinsi Aceh. Diakses 10 September 2013.

Pranala luarSunting