Buka menu utama
Jangan gunakan templat {{kembangkan}}!
Gunakan {{subst:kembang}}.

Templat {{kembangkan}} hanya boleh digunakan untuk artikel-artikel yang dibuat sebelum tahun 2007.


Terowongan WilhelminaSunting

Terowongan Wilhelmina adalah terowongan yang terletak di bawah Desa Empak dan Desa Bagolo di Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran.

Terowongan kereta api jalur Banjar-Cijulang yang diberi nama Wilhelmina merupakan salah satu terowongan sisa peninggalan zaman Belanda.

Terowongan Wilhelmina juga dinobatkan sebagai terowongan terpanjang dan terindah dari 10 terowongan yang ada di Indonesia lantaran pemandangan alam mulai dari pegunungan dan pantai bisa terlihat jelas.


SejarahSunting

Nama Wilhemina diambil dari Ratu Belanda, Wilhelmina Helena Pauline Maria. Terowongan itu dibangun pada tahun 1914 dan diresmikan pada tanggal 1 juni 1921.

Nama Wilhelmina sendiri, diambil dari nama seorang ratu dari Kerajaan Belanda yang memiliki nama lengkap Wilhelmina Helena Pauline Maria.

Terowongan dan sekaligus jalur Banjar - Cijulang ditutup total pada 1 Februari 1982.

Berkali-kali reaktivasi digaungkan untuk jalur ini, tetapi tidak pernah terealisasikan. Namun pada tahun 2018, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menggaungkan realisasi pengaktifan kembali jalur tersebut bersama jalur-jalur KA mati di Jawa Barat. Rencananya reaktivasi dilakukan setelah jalur kereta api Cibatu–Cikajang direaktivasi karena lahan yang masih memungkinkan dibandingkan Rancaekek–Tanjungsari dan Cikudapateuh–Ciwidey. Belum ada progres reaktivasi untuk jalur ini