Buka menu utama

Terowongan Kebasen (KBS) adalah terowongan kereta api di utara Stasiun Kebasen, yang berada pada wilayah Gambarsari, Kebasen, Banyumas.

Terowongan Kebasen
Kategori bangunan hikmat: terowongan
Terowongan Kebasen 2019.jpg
Terowongan Kebasen lama, 2019
Letak
ProvinsiJawa Tengah
KabupatenBanyumas
KecamatanKebasen
DesaGambarsari
PosisiAgak ke utara dari Stasiun Kebasen, sebelah selatan jembatan Serayu
Sejarah
Tahun dibangun1915
Tahun ditutup15 Februari 2019 (terowongan lama)
Informasi bangunan
OperatorDaerah Operasi V Purwokerto
Panjang terowongan79 m
Letakkm ?
Nomor bangunan hikmat1464
SingkatanKBS
LayananArgo Lawu, Argo Dwipangga, Gajayana, BIMA, Taksaka, Fajar Utama Yogya, Senja Utama Yogya dan Solo, Sawunggalih, Purwojaya, Harina, Bogowonto, Gajah Wong, Jaka Tingkir, Krakatau, Bengawan, Gaya Baru Malam, Kutojaya Utara, Logawa, Progo, dan ketel.

Terdapat dua terowongan, yaitu terowongan lama yang berada pada jalur tunggal dan terowongan baru yang berada pada jalur ganda. Keduanya memiliki nomor bangunan hikmat (BH) 1464. Terowongan baru ini terdiri atas dua bagian.

SejarahSunting

Era jalur tunggal (1915–2019)Sunting

Pembangunan lintas Prupuk–Kroya merupakan paket baru pembangunan jalur kereta api yang dilakukan oleh Staatsspoorwegen. Dekade 1910-an menjadi awal pembangunan lintas ini, karena merupakan bagian dari rencana penyambungan jalur yang saat itu telah sampai di Cirebon menuju Kroya. Pembangunan jalur ini juga mengalami beberapa kendala, seperti derasnya arus Kali Serayu dan harus didukung pembangunan jembatan dan terowongan mengingat jalurnya merupakan lintas pegunungan dengan kontur yang tak kalah ekstrem dengan jalur-jalur kereta api di wilayah Bandung Raya.

Terowongan Kebasen, sebagaimana yang ada pada angka tahunnya, dibangun pada tahun 1915 oleh SS dan kemungkinan dari angka tahunnya yang hanya satu ini, terowongan dikerjakan dalam jangka waktu beberapa bulan saja sudah tembus. Panjangnya hanya 79 meter dan mulai beroperasi tanggal 1 Juli 1916, bersamaan dengan pembukaan segmen Patuguran–Kroya.[1][2]

Era jalur ganda (2019–)Sunting

Terowongan Kebasen lama ditutup pada 15 Februari 2019 dan seluruh lalu lintas kereta dialihkan ke terowongan baru. Terowongan lama digembok dengan jeruji besi untuk mencegah vandalisme.

Perencanaan pembangunan jalur ganda antara Purwokerto–Kroya sepaket dengan pembangunan jalur ganda Cirebon–Kroya yang nantinya terhubung juga dengan jalur ganda lintas selatan Jawa. Lokasi terowongan Kebasen baru berada di sebelah terowongan yang lama serta memuat dua jalur sekaligus. Terowongan ini dibangun oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian dengan menggandeng kontraktor BUMN. BUMN yang turut serta menggaet proyek ini adalah Indra Karya selaku konsultan supervisi dan Adhi Karya selaku kontraktor pelaksana.[3][4]

Terowongan ini terdiri atas dua bagian yang terpisah. Terowongan Kebasen Baru I memiliki panjang 109 meter, sedangkan terowongan II memiliki panjang 183 meter.[5]

Diharapkan dengan adanya terowongan baru ini, kelajuan kereta api dapat dinaikkan hingga mendekati kecepatan maksimum kereta api Indonesia, 120 km/jam.[6]

Setelah proses switch-over di lintas Purwokerto–Kroya ini selesai, terowongan Kebasen yang lama bersama Terowongan Notog yang lama ditutup dan dijadikan cagar budaya.

Catatan kakiSunting

  1. ^ Nusantara., Tim Telaga Bakti; Indonesia., Asosiasi Perkeretaapian (1997-). Sejarah perkeretaapian Indonesia (edisi ke-Cet. 1). Bandung: Angkasa. ISBN 9796651688. OCLC 38139980. 
  2. ^ Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor en Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  3. ^ "Terowongan Notog Jadi Proyek Double Track Terpanjang - BUMN Track". bumntrack.com. Diakses tanggal 2019-01-21. 
  4. ^ "Rel Ganda Purwokerto-Kroya Diperkirakan Selesai Tepat Waktu". Republika Online. 2017-12-01. Diakses tanggal 2019-04-14. 
  5. ^ Nasional; Tengah, Jawa; Peristiwa; Ekonomi; Bola; Olahraga; Hiburan; Teknologi; Artikel. "Melongok Pembangunan Terowongan Kereta Api Di Banyumas". Antara Jateng. Diakses tanggal 2019-01-21. 
  6. ^ Aditiasari, Dana. "Mengintip Terowongan yang Tembus Gunung Banyumas Hingga Perut Jakarta". detikfinance. Diakses tanggal 2019-01-21. 

Koordinat: 7°31′27″S 109°12′12″E / 7.524166°S 109.203453°E / -7.524166; 109.203453