Terminal Purabaya

terminal bus di Indonesia

Terminal Purabaya (atau juga dikenal Terminal Bungurasih) adalah terminal bus penumpang tipe A yang melayani perjalanan bus untuk wilayah Surabaya Raya dan sekitarnya. Terminal Purabaya terletak di Desa Bungurasih, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Terminal ini merupakan gerbang utama Kota Surabaya dari arah barat, selatan dan timur. Terminal ini memiliki lahan seluas 11,9 hektar. Walau bertempat di wilayah administrasi Kabupaten Sidoarjo, terminal ini dikelola oleh Pemerintah Kota Surabaya melalui perjanjian kerjasama antara kedua daerah sejak awal berdirinya pada tahun 1991. Sejak tahun 2022, status pengelolaan terminal ini diambilalih oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Setiap harinya, rata-rata terdapat 1.078 unit bus antarkota datang dengan membawa 27.833 penumpang dan 1.063 unit bus antarkota berangkat dengan membawa 30.790 penumpang dari terminal ini. Hal tersebut menyebabkan beberapa media massa mengklaim terminal ini sebagai terminal bus tersibuk di Asia Tenggara.

Terminal Purabaya
Terminal penumpang tipe A
Kode: PRB [1]
Kenampakan aktivitas dari beberapa bus antarkota di depan peron Terminal Purabaya, Mei 2022.
Nama lainTerminal Bungurasih
Lokasi
Koordinat7°21′1″S 112°43′29″E / 7.35028°S 112.72472°E / -7.35028; 112.72472Koordinat: 7°21′1″S 112°43′29″E / 7.35028°S 112.72472°E / -7.35028; 112.72472
Pemilik Pemerintah Kota Surabaya
Operator BPTD Wilayah XI Jawa Timur
Rute bus
Layanan
  • MPU
  • Bus perkotaan/BRT
  • Bus antarkota
  • Angkutan wisata
Sejarah
Dibuka11 Maret 1991
Operasi layanan
Halte sebelumnya Suroboyo Bus Halte berikutnya
Terminus Dukuh Menanggal
ke arah Rajawali
Halte sebelumnya Trans Jatim Halte berikutnya
Bungurasih
ke arah Porong
K1 Medaeng
Perjalanan satu arah
Medaeng
Perjalanan satu arah
Bungurasih
ke arah Bunder
Lokasi pada peta
Peta
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Terminal Purabaya menjadi titik lintasan dan transit dari berbagai jalur trayek moda mobil penumpang umum (MPU) non bus seperti angkutan pedesaan Sidoarjo, angkutan perbatasan lintas Sidoarjo–Surabaya dan MPU antarkota. Adapun beberapa moda bus perkotaan yang beroperasi dari terminal ini antara lain seperti bus kota reguler, bus bandara, Suroboyo Bus, Trans Jatim dan Trans Semanggi Suroboyo. Sedangkan moda bus antarkota dengan berbagai tingkatan kelas layanan menghubungkan Surabaya dengan daerah kota atau kabupaten di Pulau Jawa, Madura, Bali, Nusa Tenggara, hingga Sumatra.

Gambaran umum sunting

Asal nama Purabaya sunting

 
Sebuah papan penunjuk identitas nama terminal terpasang di akses jalur masuk bus antarkota Terminal Purabaya.

Nama terminal bus ini berasal dari akronim "Purabaya", gabungan dari kata "gapura" dan "Surabaya". Jika disatukan, "Terminal Purabaya" dapat dimaknai sebagai terminal bus yang terletak pada akses masuk atau pintu gerbang Kota Surabaya. Hal tersebut sesuai dengan fakta yang menunjukkan bahwa fisik bangunan terminal terletak di Desa Bungurasih, sebuah desa yang berada tepat di luar perbatasan selatan antara Kota Surabaya dengan wilayah administasi Kabupaten Sidoarjo. Nama terminal ini sendiri dicetuskan oleh Bupati Sidoarjo, Edi Sanyoto dan Walikota Surabaya, Poernomo Kasidi sejak awal pembangunannya pada tahun 1990.[2]

Lingkungan sekitar sunting

 
Kenampakan unit angkutan perkotaan trayek H2P relasi Wonokromo–Pagesangan–Bungurasih yang terparkir di depan gedung Ramayana Bungurasih, sebuah pusat perbelanjaan yang terletak tepat di samping area Terminal Purabaya, 2021.

Fisik bangunan Terminal Purabaya berdiri pada lahan tanah Barang Milik Daerah (BMD) seluas 119.950 m2 atau sekitar 11,9 hektar di wilayah administrasi Desa Bungurasih.[a][3] Lokasi lahan tanah sebelum dibangunnya terminal bus merupakan wilayah administrasi Dukuh Kasian (sekarang menjadi RW I Bungurasih Timur), sebelum akhirnya pedukuhan ini digabungkan dengan Desa Bungur menjadi Desa Bungurasih saat ini.[4] Lingkungan sekitar terminal bus ini berada di lintasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Buntung, yang juga melewati sebagian besar desa di Kecamatan Waru. Seringkali sungai tersebut menyebabkan banjir dan genangan pada kawasan sekitar terminal bus, apalagi jika terjadi curah hujan yang tinggi dengan intensitas waktu yang cukup lama.[5][6][7]

Area Terminal Purabaya berseberangan dengan fasilitas transportasi kereta api berupa Stasiun Waru, yang dapat diakses dengan jalan kaki melalui jembatan penyeberangan.[8][9] Kendati berada di pinggiran Kota Surabaya, posisi terminal ini tergolong strategis dan mudah dijangkau dari berbagai arah. Pada radius tidak lebih dari 5 km, terminal ini berdekatan kawasan permukiman penduduk, pusat industri, pusat perbelanjaan (Ramayana Bungurasih, Pasar Waru, City of Tomorrow (CITO) dan Pasar/Terminal Taman), kawasan pendidikan (Universitas PGRI Adi Buana Surabaya dan Universitas Sunan Giri (UNSURI) Surabaya), wisata religi Masjid Nasional Al-Akbar, Terminal Menanggal, Stasiun Sepanjang, dll.[10][11][12] Lokasi terminal juga berada persis di dekat simpang susun bernama Bundaran Waru, sebuah bundaran yang menjadi titik temu (interchange) jalan nasional rute   dan   dengan beberapa lajur jalan tol pada ruas Surabaya–Gempol, Waru–Juanda dan Surabaya–Mojokerto/Trans Jawa.[13][14][15]

Penghargaan sunting

UPTD Terminal Purabaya berhasil meraih penghargaan Wahana Tata Laksana (WTL) kategori kebersihan yang diadakan oleh Unit Kerja Presiden Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) pada tahun 2013. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Dirjen Hubdat Kemenhub RI, Suroyo Alimoeso kepada Kadishub Surabaya, Eddie di Kota Semarang pada 19 Juni 2013.[16] Penghargaan WTL merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat kepada penyelenggara terminal penumpang demi mewujudkan penyelenggaraan terminal penumpang yang bersih dan nyaman sebagai dambaan masyarakat pengguna jasa.[17] Dari kesepuluh nominasi, terminal ini menduduki posisi teratas, disusul oleh Terminal Lebak Bulus dan Terminal Giwangan, masing-masing di posisi kedua dan ketiga.[18][19]

Sejarah sunting

Pada dekade sebelum tahun 1990-an, beberapa jalur trayek angkutan umum lokal di Kota Surabaya mempunyai titik terminus (ujung) paling selatan di Bundaran Aloha, dekat dengan Halte Sawotratap. Sedangkan angkutan umum lokal di Kabupaten Sidoarjo mempunyai pangkalan yang terdapat di sekitaran titik keramaian seperti Pasar Waru, Stasiun Waru dan Pabrik Paku Kedungrejo.[20] Salah satunya seperti Perum DAMRI, yang sudah mengoperasikan layanan bus tingkat dengan relasi Aloha–Tugu Pahlawan sejak tahun 1985.[21]

Berbeda dengan angkutan umum lokal, bus antarkota pada dekade sebelum tahun 1990-an masih diperbolehkan melintasi kawasan dalam kota. Hal tersebut dikarenakan seluruh jaringan trayek bus antarkota dari dan ke Kota Surabaya mempunyai titik terminus pada terminal bus eksisting yang tersedia di dalam kota pada masa tersebut. Seluruh layanan bus antarkota dalam provinsi mempunyai pangkalan di Terminal Joyoboyo, dan sebagian lainnya di Terminal Jayengrono. Sedangkan layanan bus antarkota antarprovinsi dan bus jarak jauh mempunyai pangkalan di Terminal Bratang.[22]

Ide pembangunan terminal bus di Desa Bungurasih sudah dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur di bawah kepemimpinan Soenandar Prijosoedarmo pada tahun 1982. Ide tersebut tertuang dalam dokumen Surat Persetujuan Gubernur Jawa Timur Nomor 645.7/9605/210/82 tertanggal 2 September 1982. Latar belakangnya didasari oleh kapasitas kendaraan dan penumpang pada terminal bus eksisting yang sudah tidak memadai (overloud) saat itu. Selain itu, terminal bus eksisting berdiri pada lahan tanah yang sempit di kawasan dalam kota, sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut menjadi terminal induk bus antarkota di masa depan. Langkah awalnya, pada tahun 1982–1989, Pemerintah Kota Surabaya bertanggungjawab terhadap pembiayaan pembebasan tanah di Desa Bungurasih. Sedangkan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo turut membantu sepenuhnya pelaksanaan pembebasan tanah yang dimaksud.[2][23]

Realisasi pembangunan terminal bus di Desa Bungurasih baru dilaksanakan pada tahun 1989, dengan jangka pembangunan sekitar dua tahun. Pada 11 Maret 1991, terminal bus bernama Terminal Purabaya ini diresmikan oleh Menteri Perhubungan, Azwar Anas serta mulai dibuka untuk umum sejak saat itu. Seluruh aktivitas kendaraan dan penumpang bus antarkota dari Terminal Joyoboyo dan Terminal Bratang sepenuhnya dipindahkan ke lokasi terminal yang baru.[b][2]

Secara faktual, bentuk perjanjian kerjasama (MoU) antara Pemerintah Kota Surabaya dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam pengelolaan Terminal Purabaya sudah dilaksanakan sejak tahun 1991. Pelaksanaan kerjasama tersebut tertuang dalam Keputusan Bersama Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Surabaya dan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Sidoarjo Nomor 31 dan 32 Tahun 1991 tertanggal 11 Maret 1991 tentang Pengelolaan Terminal Angkutan Penumpang Umum Antarkota. Implementasinya, Pemerintah Kota Surabaya akan membangun terminal bus skala regional di wilayah administrasi Kabupaten Sidoarjo. Sedangkan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan membangun terminal kargo yang bisa dimanfaatkan bersama oleh kedua belah pihak. Pada perjanjian tersebut juga tertuang pembagian hasil 30% digunakan untuk biaya operasional, 30% untuk Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dan 40% untuk Pemerintah Kota Surabaya.[24][25]

Angkutan umum lokal sunting

MPU non bus sunting

 
Beberapa unit MPU jalur trayek JSP (carry kuning) relasi Purabaya–Sidoarjo–Porong mengantre jam pemberangkatan dan MPU antarkota (elf) relasi Surabaya–Malang bergerak melintasi area peron MPU non bus di Terminal Purabaya, November 2022.

Selain moda transportasi bus perkotaan dan bus antarkota, Terminal Purabaya juga menjadi salah satu titik singgah dan lintasan dari beberapa jaringan trayek mobil penumpang umum (MPU) non bus.[26] Berdasarkan data Dishub Sidoarjo tahun 2006, terdapat 222 unit yang tersebar pada enam jalur trayek angkutan pedesaan yang menjangkau kawasan utara Kabupaten Sidoarjo seperti Kecamatan Waru dan Taman.[27][28] Sedangkan seluruh moda jaringan trayek angkutan perbatasan kota dan MPU antarkota yang melintasi terminal ini terkonsentrasi dari Terminal Joyoboyo, yang menghubungkan Kota Surabaya dengan wilayah di selatan kota pada Kabupaten Sidoarjo hingga Kota Malang.[29][30][31]

Daftar jaringan trayek MPU non bus yang melintasi kawasan Terminal Purabaya dan sekitarnya.
No Jenis
kendaraan
Moda
MPU
Kode
trayek
Rute perjalanan (PP)
1 elf (bison) AKDP - Surabaya–Malang
2 carry
(mikrolet)
AKDP   JoyoboyoSidoarjoPorong
Angkutan
Perbatasan
Surabaya–
Sidoarjo
  Wonokromo–Waru–Sepanjang
  Wonokromo–PagesanganBungurasih
  Joyoboyo–WaruTambak Sawah
Angkutan
Pedesaan
Sidoarjo
  Taman–Waru–Tambak Sawah
  Taman–Waru–Tambak Oso
  Krian–Taman–Waru

Banyaknya jenis moda angkutan umum yang mempunyai lintasan berhimpitan pada ruas antara Terminal Joyoboyo dengan Terminal Purabaya seringkali menimbulkan singgungan dan konflik.[32][33] Pada Agustus 2010, ratusan awak bus AKDP relasi Joyoboyo–Mojokerto melakukan aksi protes ke Dishub LLAJ Jawa Timur terkait adanya pelanggaran trayek yang dilakukan oleh oknum awak MPU antarkota relasi Surabaya–Malang. Hal ini disebabkan karena beberapa awak MPU berizin trayek dari Dishub Sidoarjo mengangkut penumpang pada ruas Joyoboyo–Bundaran Waru.[34] Padahal sesuai perizinan trayeknya, hanya sejumlah 80 unit MPU berizin trayek dari Dishub LLAJ Jawa Timur yang diizinkan mengangkut penumpang hingga Terminal Joyoboyo. Sisanya, sekitar 70 unit MPU lainnya yang berizin trayek dari Dishub Sidoarjo hanya diizinkan mengangkut penumpang hingga Terminal Purabaya saja.[35]

Di sisi lain, awak bus AKDP relasi Joyoboyo–Mojokerto juga pernah mempermasalahkan perizinan trayek dari MPU antarkota relasi Surabaya–Mojokerto (Lespadangan). Jalur lintasan MPU ini seharusnya hanya sampai di Terminal Purabaya saja. Tetapi karena adanya penolakan dari awak angkutan pedesaan Sidoarjo trayek HN relasi Krian–Waru, akhirnya MPU mengambil trayek bus AKDP dengan pemberhentian terakhir di Taman Ngagel Tirto.[36]

Angkutan umum tidak dalam trayek sunting

 
Nampak unit Taksi Bluebird (depan) dan Taksi Express (belakang) terparkir pada area penurunan penumpang di depan gedung utama Terminal Purabaya, November 2022.

Terminal Purabaya menjadi zona hijau atau zona naik-turun penumpang dari berbagai angkutan umum tidak dalam trayek konvensional seperti ojek pangkalan, angguna, travel (carter) legal dan beberapa layanan taksi seperti Bluebird, Express, Silver, Yellow, Bosowa (BSW), Citra, Mandala, dll.[37][38][39] Guna menghindari singgungan dan konflik dengan angkutan umum konvensional, area dalam terminal ini ditetapkan sebagai zona merah atau zona larangan menaikkan penumpang bagi angkutan umum daring (online).[40][41] Beberapa operator penyedia layanan angkutan umum daring yang populer di Kota Surabaya adalah Gojek dan Grab.[42] Umumnya, angkutan umum daring tersebut memiliki titik penjemputan khusus yang legal di luar area terminal.[43][44][45] Misalnya manajemen Grab Indonesia yang menyediakan gedung Grab Lounge, yang berfungsi sebagai area parkir angkutan (pool), tempat istirahat pengemudi, sekaligus sebagai ruang tunggu penumpang(lounge).[46][47]

Bus perkotaan dan aglomerasi sunting

 
Penampakan unit bus kota reguler dari beberapa perusahaan bus yang berbeda dan unit bus kota modern Suroboyo Bus milik Pemerintah Kota Purabaya terparkir di peron Terminal Purabaya, Mei 2021.

Sebagai kota terbesar kedua di Indonesia, Kota Surabaya memiliki beberapa sarana angkutan umum berupa layanan bus perkotaan. Bus perkotaan ini menunjang mobilisasi antar kawasan dalam kota maupun aglomerasi Gerbangkertosusila.[48][49] Jenis-jenis bus perkotaan yang terdapat di kota ini antara lain seperti bus kota reguler, bus pemadu moda, Suroboyo Bus, Trans Semanggi Suroboyo, Trans Sidoarjo (nonaktif) dan Trans Jatim. Beberapa koridor dari masing-masing bus perkotaan tersebut sama-sama mempunyai titik terminus serta terkoneksi satu sama lain pada kawasan selatan kota di Terminal Purabaya.[50][51]

Bus kota reguler sunting

 
Suasana peron bus kota reguler Terminal Purabaya (11 Juli 2022). Nampak unit bus kota milik Perum DAMRI dan beberapa perusahaan bus milik swasta sedang mengisi jalur keberangkatan masing-masing sesuai jalur trayek.

Setelah Perum DAMRI menonaktifkan layanannya sejak awal September 2022, seluruh operasional jalur trayek bus kota reguler di Surabaya kini hanya dioperasikan oleh sepuluh perusahaan otobus (PO) swasta saja.[52][53] Total jumlah unit bus tersisa yang masih beroperasi sejumlah 32 unit dari Terminal Purabaya, yang tersebar pada tiga jalur trayek berbeda. Ketiga jalur trayek tersebut masing-masing menghubungkan terminal ini dengan Terminal Bratang (jalur F) dan Jembatan Merah Plaza (JMP) (jalur F atau P5).[54][55] Diantara ketiga jalur, hanya jalur trayek P5 yang mempunyai okupansi penumpang yang lebih tinggi daripada jalur trayek bus kota reguler lainnya, terutama pada jam-jam berangkat dan pulang kerja. Sama-sama mempunyai tujuan akhir di JMP, jalur trayek P5 mempunyai waktu tempuh yang lebih singkat daripada koridor R1/R2 Suroboyo Bus (via Darmo) ataupun bus kota reguler jalur trayek F (via Diponegoro).[56][57]

Statistik bus kota reguler di Terminal Purabaya, September 2022.
Nomor Perusahaan otobus operator Relasi perjalanan Jumlah unit operasional
     
ekonomi ekonomi patas
1 PO Estraa Mandiri 0 2 6 8
2 PO Ladju 0 0 7 7
3 PO Akas 3 1 1 5
4 PO Mandiri 1 2 0 3
5 PO Dua Putra 1 1 1 3
6 PO Indrapura 0 1 1 2
7 PO DME 0 1 0 1
8 PO Mandala 1 0 0 1
9 PO Sabar Indah 0 0 1 1
10 PO Sari Indah 0 0 1 1
Jumlah unit per jalur trayek 6 8 18 32
Keterangan kode trayek: [58]
  Purabaya–Bratang (ekonomi)
  Purabaya–Diponegoro–JMP (ekonomi)
  Purabaya–Tol–JMP (patas)

Bus pemadu moda sunting

 
Nampak beberapa unit medium bus terparkir pada halte pemberangkatan bus pemadu moda (bus bandara) di Terminal Purabaya (13 Juni 2022).

Layanan pemadu moda dari dan ke Bandara Juanda pertama kali diluncurkan di Kota Surabaya pada April 2012.[59][60] Pengadaan layanan ini adalah bentuk kerjasama PT Angkasa Pura I dengan Dishub Jatim beserta LLAJ Jawa Timur.[61][62] Sebanyak 23 unit medium bus Angkutan Khusus Bandara Juanda (AKBJ) (atau biasa disebut bus bandara) milik Perum DAMRI cabang Surabaya difungsikan pada jalur trayek Terminal Purabaya–Juanda PP.[63][64] Keberadaan layanan pemadu moda ini menjadi salah satu penyumbang utama laba usaha Perum DAMRI. Hal tersebut dibuktikan dengan besaran laba yang mencapai Rp24,1 miliar pada Semester I tahun 2012.[65][66]

Bus kota modern sunting

 
Nampak unit bus kota modern seperti Trans Jatim (depan) dan Suroboyo Bus (belakang) melintasi halte penumpang di area Terminal Purabaya (20 Agustus 2022).

Lebih lambat dari kehadiran beberapa moda bus kota modern seperti Trans Sidoarjo (2015–2020), Suroboyo Bus (April 2018) ataupun Trans Jatim (Agustus 2022), Trans Semanggi Suroboyo baru akan menjangkau Terminal Purabaya melalui kehadiran tiga koridor terbaru pada periode tahun 2022–2023.[67] Koridor K3L direncanakan akan mulai diluncurkan pada tahun 2022. Sedangkan dua koridor lainnya (K1L dan K6L) baru akan direalisasikan pada tahun 2023.[68][69][70] Rencananya sebagian unit yang akan digunakan berupa bus listrik.[71] Puluhan unit bus listrik produksi PT INKA akan dihibahkan ke Perum DAMRI cabang Surabaya untuk operasional bus kota berskema buy the service (BTS) setelah perhelatan KTT G20 di Bali selesai.[72][73]

Daftar koridor dan pengembangan bus kota modern di Terminal Purabaya, 2018–2023.
Moda Koridor Relasi perjalanan Jumlah
unit
Awal
beroperasi
Suroboyo Bus align="center" Purabaya–Rajawali [74][75] 12 7 April 2018
align="center" Rajawali–Purabaya
SBT Purabaya–Tembaan [76][77] 2 4 September 2018
Trans Semanggi K1L Purabaya–Tanjung Perak via Darmo 20 2023
3L Purabaya–Kenjeran Park via SIER-MERR 17 20 Desember 2022
K6L Purabaya–UNAIR C via Bratang 19 2023
Trans Jatim align="center" Porong–Purabaya–Bunder [78][79] 22 19 Agustus 2022
align="center" Mojokerto–Surabaya–Gresik [80][81] TBA 2023
align="center" Porong–Purabaya–TIJ [82] TBA 2023

Bus antarkota sunting

Kelas layanan sunting

 
Sebuah papan informasi lajur pemberangkatan berbagai jalur trayek bus antarkota di Terminal Purabaya. Lajur dibedakan berdasarkan kelas layanan dari ekonomi, patas hingga eksekutif.

Lebih dari seratus jalur trayek bus antarkota dari berbagai tingkatan kelas layanan mempunyai titik terminus ataupun jalur lintasan di Terminal Purabaya.

Daftar jalur dan trayek bus antarkota sunting

 
Lalu lintas bus antarkota di depan peron Terminal Purabaya (11 Oktober 2022). Nampak beberapa bus antarkota seperti Ladju, Sugeng Rahayu dan Restu bergerak keluar menuju ke tujuan akhir masing-masing.

Jalur bus antarkota dari Terminal Purabaya yang mempunyai rute terpendek adalah trayek AKDP relasi SurabayaMalang, yang memiliki panjang lintasan sejauh 85 km.[83][84] Sedangkan jalur bus dengan rute terpanjang adalah trayek AKAP relasi JemberMedan. Jarak sejauh 2.839 km ini membentang pada sepuluh provinsi dari Jawa Timur di Pulau Jawa hingga Sumatera Utara di Pulau Sumatra.[85][86] Selain itu, terminal ini juga dilintasi oleh bus antarkota jalur trayek AKAP relasi MerakBima, yang mempunyai lintasan membentang sejauh 1.850 km. Lintasan yang dilalui menjelajahi tujuh provinsi, menyeberangi tiga selat dan menapaki empat pulau dari Jawa, Bali, Lombok hingga Sumbawa.[87][88]

Daftar layanan bus antarkota di Terminal Purabaya, 2022.
(Sumber: Portal SIPA Jatimprov dan SPIONAM Dephub)
No Rute perjalanan (PP) Jenis
trayek
Perusahaan otobus
operator
Kelas
layanan
1 Surabaya–Malang AKDP PO Tentrem eko/patas
PO Restu eko/patas
PO Kalisari eko/patas
PO Medali Mas eko/patas
PO Pelita Mas ekonomi
PO Akas Green ekonomi
PO Akas NR ekonomi
PO Dana Dhasih patas
PO Hafana patas
PO Haz patas
PO Laksana Anda patas
PO Ladju patas
PO Menggala patas
2 Surabaya–Dampit AKDP PO Malinda ekonomi
3 Surabaya–Malang–Blitar AKDP PO Tentrem ekonomi
PO Medali Mas ekonomi
PO Zena ekonomi
4 Surabaya–Pare–Blitar AKDP PO Harapan Jaya patas
PO Bagong patas
5 Surabaya–Tulungagung AKDP PO Harapan Jaya eko/patas
PO Bagong ekonomi
6 Surabaya–Trenggalek AKDP PO Harapan Jaya eko/patas
PO Pelita Indah eko/patas
PO Bagong ekonomi
7 Surabaya–Nganjuk AKDP PO Djoko Kendil patas
8 Surabaya–Madiun AKDP PO Kalisari patas
9 Surabaya–Magetan AKDP PO Sudiro Tungga Jaya patas
PO Tjipto GM patas
PO Restu patas
10 Surabaya–Ponorogo AKDP PO Jaya Kuning ekonomi
PO Jaya Putih ekonomi
PO Restu eko/patas
PO Neo Harapan Utama ekonomi
PO Majoe Muda Mandiri ekonomi
PO Madjoe patas
PO Ponorogo Indah patas
11 Malang–Ponorogo AKDP PO Restu ekonomi
PO Akas Green ekonomi
12 Surabaya–Pacitan AKDP PO Aneka Jaya eko/patas
13 Surabaya–Bojonegoro AKDP PO Dali Mas ekonomi
PO Dali Jaya ekonomi
PO Dali Prima ekonomi
PO Putra Mas ekonomi
PO Bintang Mas ekonomi
PO Bangau Mas ekonomi
PO Margo Djoyo ekonomi
PO Rajawali Indah ekonomi
PO Moedah ekonomi
PO Widji Lestari ekonomi
14 Surabaya–Cepu AKAP PO Jaya Utama Indo ekonomi
15 Surabaya–Purwodadi AKAP PO Jaya Utama Indo ekonomi
16 Surabaya–Bondowoso AKDP PO Ladju eko/patas
PO Anggun Krida ekonomi
17 Surabaya–Situbondo AKDP PO Ladju ekonomi
PO Akas IV ekonomi
18 Surabaya–Ambulu AKDP PO Ladju eko/patas
PO Sabar Indah eko/patas
PO Mulia ekonomi
19 Surabaya–Jember AKDP PO Jember Indah patas
PO Ladju eko/patas
PO Sabar Indah eko/patas
PO Princess patas
PO Jawa Indah Transindo eko/patas
PO Anugerah Abadi eko/patas
PO Borobudur eko/patas
PO Citra Wisata Mandiri eko/patas
PO Restu Agung Putra eko/patas
PO Restu Agung Patrick ekonomi
PO Restu Agung Yaffi ekonomi
PO Restu eko/patas
PO Tjipto II patas
PO Kemenangan patas
PO Kemenangan Tjipto patas
PO Surya Gemilang ekonomi
PO Akas NR eko/patas
PO Mila Sejahtera eko/patas
PO Akas Asri eko/patas
PO Akas AAA eko/patas
PO Akas Green ekonomi
20 Surabaya–Ketapang AKDP Perum DAMRI patas
PO Akas IV ekonomi
21 Surabaya–Banyuwangi AKDP PO Ladju patas
22 Surabaya–Sumenep
(termasuk ke Kalianget)
AKDP PO Akas NR eko/patas
PO Indonesia Abadi/N1 eko/patas
23 Sumenep–Malang AKDP Perum DAMRI ekonomi
PO Akas Green ekonomi
PO Pelita Mas patas
24 Sumenep–Jember AKDP PO Akas NR ekonomi
PO Akas Asri ekonomi
25 Sumenep–Kalisat AKDP Perum DAMRI ekonomi
26 Sumenep–Bondowoso AKDP PO Akas IV (via Besuki) ekonomi
DAMRI (via Jember) ekonomi
27 Pamekasan–P.linggo AKDP PO Akas IV ekonomi
28 Sumenep–Probolinggo
29 Sumenep–Situbondo PO Akas Mila Sejahtera ekonomi
30 Sumenep–Ketapang
31 Sumenep–Banyuwangi AKDP PO Akas Asri ekonomi
32 Sumenep–Muncar AKDP PO Akas IV (via Besuki) ekonomi
DAMRI (via Jember) ekonomi
33 Surabaya–Tuban AKDP PO Sabar Indah ekonomi
34 Surabaya–Jepara AKAP PO Jaya Utama Indo eko/patas
35 Surabaya–Semarang
(via Tuban)
AKAP PO Jaya Utama Indo eko/patas
PO Sinar Mandiri Mulia eko/patas
PO Widji Lestari eko/patas
36 Surabaya–Semarang
(via Solo)
AKAP PO Sugeng Rahayu eko/ekse
PO Eka eksekutif
PO Handoyo eksekutif
PO Safari Dharma Raya eksekutif
37 Surabaya–Semarang
(via Cepu)
AKAP PO Putra Mandiri patas
38 Surabaya–Wonogiri AKAP PO Sugeng Rahayu ekonomi
39 Surabaya–Yogyakarta AKAP PO Mira ekonomi
PO Sumber Selamat ekonomi
PO Sugeng Rahayu eko/ekse
PO Eka eksekutif
PO Rosalia Indah eksekutif
40 Jember–Yogyakarta AKAP PO Mila Sejahtera patas
41 Surabaya–Magelang AKAP PO Eka eksekutif
42 Surabaya–Temanggung AKAP PO Safari Dharma Raya eksekutif
43 Malang–Temanggung AKAP PO Safari Dharma Raya eksekutif
44 Surabaya–Purwokerto
(termasuk lintas:
a. Gombong; ataupun
b. Wonosobo.)
AKAP PO Sugeng Rahayu eko/ekse
PO Eka eksekutif
PO Rosalia Indah eksekutif
PO Handoyo eksekutif
45 Surabaya–Bobotsari AKAP PO Eka eksekutif
PO Sugeng Rahayu eksekutif
46 Surabaya–Bumiayu AKAP PO Eka eksekutif
PO Sugeng Rahayu eksekutif
47 Malang–Purwokerto AKAP PO Handoyo eksekutif
48 Jember–Purwokerto AKAP PO Rosalia Indah eksekutif
49 Surabaya–Banjarnegara AKAP PO Eka eksekutif
PO Sugeng Rahayu eksekutif
PO Handoyo eksekutif
50 Surabaya–Cilacap AKAP PO Eka eksekutif
PO Sugeng Rahayu eksekutif
PO Handoyo eksekutif
51 Malang–Cilacap AKAP PO Handoyo eksekutif
52 Jember–Cilacap AKAP PO Rosalia Indah eksekutif
53 Malang–Tegal AKAP PO Rosalia Indah eksekutif
54 Jember–Tegal AKAP PO Rosalia Indah eksekutif
55 Surabaya–Cirebon AKAP PO Sabar Subur eksekutif
56 Malang–Cirebon AKAP PO Ezri eksekutif
PO Handoyo eksekutif
PO Medali Mas eksekutif
PO Putra Dewantara Ayu eksekutif
57 ProbolinggoCirebon AKAP PO Harapan Kita N1/NR ekonomi
58 Sumenep–Cirebon AKAP PO Indonesia Abadi N1 ekonomi
PO Akas Mila Sejahtera ekonomi
59 Surabaya–Kuningan AKAP PO Sugeng Rahayu eksekutif
60 Jember–Kuningan AKAP PO Harapan Kita N1/NR ekonomi
61 Surabaya–Indramayu AKAP PO Sugeng Rahayu eksekutif
62 Surabaya–Bandung
(termasuk ke:
a. Leuwipanjang; ataupun
b. Cimahi.)
AKAP PO Bandung Express eksekutif
PO Kramat Djati eksekutif
PO Pahala Kencana eksekutif
PO Gunung Harta eksekutif
PO Kym Trans eksekutif
PO Eka eksekutif
63 Surabaya–Tasikmalaya AKAP PO Mandala ekonomi
64 Surabaya–Bandung
(via Tasikmalaya)
AKAP PO Mandala ekonomi
PO Sugeng Rahayu eksekutif
65 Malang–Bandung AKAP PO Kramat Djati eksekutif
PO Pahala Kencana eksekutif
PO Gunung Harta eksekutif
PO Medali Mas eksekutif
PO Haryanto eksekutif
PO 27Trans Java eksekutif
66 Sumenep–Bandung AKAP PO Pahala Kencana eksekutif
PO Haryanto eksekutif
67 Sumenep–Sukabumi AKAP PO Haryanto eksekutif
68 Surabaya–Jakarta
(termasuk ke:
a. Bekasi;
b. Depok;
c. Tangerang;
d. Bogor; ataupun
e. Ciawi.)
AKAP PO Sari Indah eksekutif
PO Mawar eksekutif
PO Pahala Kencana eksekutif
PO Gunung Harta eksekutif
PO Kramat Djati eksekutif
PO Safari Dharma Raya eksekutif
PO Lorena-Karina eksekutif
Rosalia Indah eksekutif
Perum DAMRI eksekutif
PO Haryanto eksekutif
PO Sinar Jaya eksekutif
PO Harapan Jaya eksekutif
PO Kym Trans eksekutif
PO Pandawa 87 eksekutif
69 Malang–Jakarta AKAP PO Pahala Kencana eksekutif
PO Gunung Harta eksekutif
PO Kramat Djati eksekutif
PO Safari Dharma Raya eksekutif
PO Lorena-Karina eksekutif
PO Handoyo eksekutif
PO Rosalia Indah eksekutif
PO Medali Mas eksekutif
PO Haryanto eksekutif
PO Sinar Jaya eksekutif
Perum DAMRI eksekutif
PO 27Trans Java eksekutif
PO Harapan Jaya eksekutif
PO Juragan 99 eksekutif
70 Sumenep–Jakarta AKAP PO Pahala Kencana eksekutif
PO Kramat Djati eksekutif
PO Lorena-Karina eksekutif
PO Haryanto eksekutif
PO Sinar Jaya eksekutif
PO Mitra Titian Nusantara eksekutif
PO Tjipto GM eksekutif
PO Almuna Trans eksekutif
71 Jember–Jakarta AKAP PO Handoyo eksekutif
PO Pahala Kencana eksekutif
PO Kramat Djati eksekutif
PO Safari Dharma Raya eksekutif
PO Lorena-Karina eksekutif
PO Rosalia Indah eksekutif
72 Bondowoso–Jakarta AKAP PO Handoyo eksekutif
PO Gunung Harta eksekutif
73 Banyuwangi–Jakarta AKAP PO Pahala Kencana eksekutif
PO Gunung Harta eksekutif
PO Lorena-Karina eksekutif
Perum DAMRI eksekutif
PO Pandawa 87 eksekutif
74 Surabaya–Merak AKAP PO Gunung Harta eksekutif
PO Rosalia Indah eksekutif
PO Harapan Jaya eksekutif
75 Malang–Merak AKAP PO Medali Mas eksekutif
76 Sumenep–Merak AKAP PO Madu Kismo eksekutif
77 Jember–Merak AKAP PO Rosalia Indah eksekutif
78 Banyuwangi–Merak AKAP PO Handoyo eksekutif
79 Surabaya–Singaraja AKAP PO Menggala eksekutif
PO Puspa Sari eksekutif
PO Wisata Komodo eksekutif
PO Gunung Harta eksekutif
80 Surabaya–Denpasar
(termasuk ke:
a. Ubung;
b. Bangli; ataupun
c. Padangbai.)
AKAP PO Restu Mulya eksekutif
PO Wisata Komodo eksekutif
PO Akas IV eksekutif
PO Jawa Indah eksekutif
PO Bali Trans eksekutif
PO Gunung Harta eksekutif
PO Pahala Kencana eksekutif
PO Mitra Titian Nusantara eksekutif
81 Malang–Denpasar AKAP PO Medali Mas eksekutif
PO Santoso eksekutif
PO Sarwonadhi Trans eksekutif
82 Bojonegoro–Denpasar AKAP PO Setiawan eksekutif
PO Angkasa Trans eksekutif
PO Sarwonadhi Trans eksekutif
83 Cepu–Denpasar AKAP PO Angkasa Trans eksekutif
84 Sumenep–Denpasar AKAP PO Setiawan eksekutif
PO Bali Perdana eksekutif
PO Restu Mulya eksekutif
PO MTrans eksekutif
85 Kediri–Denpasar AKAP PO Setiawan eksekutif
86 Magetan–Denpasar AKAP PO MTrans eksekutif
87 Ponorogo–Denpasar AKAP PO MTrans eksekutif
88 Wonogiri–Denpasar AKAP PO MTrans eksekutif
89 Yogyakarta–Denpasar AKAP PO MTrans eksekutif
90 Cirebon–Denpasar AKAP PO Sarika Express eksekutif
91 Bandung–Denpasar AKAP PO Jawa Indah eksekutif
92 Jakarta–Denpasar AKAP PO Mitra Titian Nusantara eksekutif
PO Jawa Indah eksekutif
93 Jakarta–Bima AKAP PO Tiara Mas eksekutif
PO Titian Mas eksekutif
PO Rasa Sayang eksekutif
PO Dunia Mas eksekutif
PO Safari Dharma Raya eksekutif
PO Langsung Indah eksekutif
94 Merak–Bima AKAP PO Mitra Titian Nusantara eksekutif
95 Surabaya–Lampung AKAP PO Pahala Kencana eksekutif
96 Surabaya–Muara Enim AKAP PO Rosalia Indah eksekutif
97 Surabaya–Palembang AKAP PO Harapan Jaya eksekutif
98 Jember–Palembang AKAP PO Rosalia Indah eksekutif
99 Malang–Jambi AKAP PO Lorena-Karina eksekutif
PO Handoyo eksekutif
100 Malang–Padang AKAP PO Handoyo eksekutif
101 Surabaya–Pekanbaru AKAP PO Handoyo eksekutif
102 Surabaya–Medan AKAP PO Antar Lintas Sumatera eksekutif
103 Malang–Medan AKAP PO Antar Lintas Sumatera eksekutif
104 Jember–Medan AKAP PO Antar Lintas Sumatera eksekutif




dan lain sebagainya.

Selain di Terminal Purabaya, beberapa operator perusahaan otobus penyedia layanan bus antarkota jarak jauh juga mempunyai titik penjemputan penumpang di luar area terminal. Beberapa depo (garasi atau pool) dan lapak loket pembelian tiket bus jarak jauh tersebar di beberapa titik di luar Terminal Purabaya di sepanjang Jalan Letjen Sutoyo (dari Desa Medaeng sampai Desa Bungurasih).[89] Lokasi lainnya terdapat di sepanjang Jalan Makam Peneleh, di dekat area sekitar Stasiun Surabaya Kota (Semut).[90]

Angkutan wisata KSPN sunting

 
Nampak sebuah unit kendaraan minbus Toyota HiAce milik Perum DAMRI sebagai angkutan KSPN relasi Stasiun Pasar Turi–Sukapura terparkir di area Terminal Purabaya, Juni 2022.

Guna mendukung program Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), Ditjen Hubdat Kemenhub RI bersama Perum DAMRI menyediakan layanan angkutan wisata dari Kota Surabaya menuju Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) sejak Oktober 2020.[91][92] Perum DAMRI cabang Malang pun ditunjuk menjadi operator layanan tersebut di kota ini dengan melayani relasi perjalanan Stasiun Pasar TuriSukapura via Tol Probolinggo, dengan salah satu titik penjemputan penumpangnya di Terminal Purabaya.[93][94] Jenis kendaraan yang digunakan berupa mikrobus sasis Toyota HiAce berkapasitas enam belas penumpang.[95] Sebelumnya Perum DAMRI juga pernah mengoperasikan layanan serupa yang melintasi terminal ini dengan relasi perjalanan BatuWali Limo (Tuban) dan JuandaTosari, namun sudah tidak dioperasikan lagi.[96][97][98]

Statistik sunting

Dalam kurun waktu pada tahun 2008–2017, Dishub Surabaya telah melakukan pencatatan jumlah kendaraan dan penumpang di Terminal Purabaya. Data dikelompokkan berdasarkan jumlah kedatangan dan keberangkatan per tahun. Berdasarkan nilai rerata yang diperoleh, diketahui bahwa setiap harinya terdapat 384 unit bus kota datang dengan membawa 10.903 penumpang dan 380 unit bus kota berangkat dengan membawa 11.454 penumpang. Sementara itu, terdapat 1.078 unit bus antarkota datang dengan membawa 27.833 penumpang dan 1.063 unit bus antarkota berangkat dengan membawa 30.790 penumpang setiap harinya.[99][100] Tingginya angka rerata jumlah kendaraan dan penumpang per harinya membuat terminal ini menjadi sebagai salah satu terminal bus tersibuk di Indonesia.[101]

Jumlah arus kendaraan dan penumpang angkutan umum di Terminal Purabaya, 2008–2017.
Statistik bus kota
Tahun Arus kendaraan Arus penumpang
datang berangkat datang berangkat
2008 109.500 105.200 2.299.000 2.419.600
2009 113.800 109.400 2.698.300 2.991.400
2010 117.970 110.725 2.849.250 3.001.700
2011 159.904 148.889 4.246.074 4.341.453
2012 144.648 156.648 3.726.504 3.914.940
2013 168.088 166.781 5.635.669 6.081.618
2014 126.821 132.411 5.294.970 5.411.727
2015 139.850 138.925 4.691.496 4.776.717
2016 158.773 158.380 4.428.055 4.350.741
2017 163.581 155.804 3.925.944 4.518.316
Jumlah 1.402.935 1.383.163 39.795.262 41.808.212
Rerata per tahun 140.293,5 138.316,3 3.979.526,2 4.180.821,2
Rerata per hari 384 380 10.903 11.454
Statistik bus antarkota
Jenis kendaraan Tahun Arus kendaraan Arus penumpang
datang berangkat datang berangkat
Bus antarkota 2008 460.900 460.300 8.510.500 10.713.920
2009 490.320 500.400 9.806.400 11.509.200
2010 401.053 367.125 10.797.557 10.282.185
2011 313.541 315.408 9.494.890 10.606.630
2012 305.541 295.162 12,832.722 11.806.480
2013 356.728 352.211 10.611.675 9.822.766
2014 283.411 281.444 10.937.624 10.011.532
2015 367.717 365.347 10.888.003 10.774.913
2016 389.708 387.573 11.107.541 11.033.971
2017 369.220 365.293 10.522.538 11.336.314
Bus malam cepat 2008 14.300 13.960 157.300 195.440
2009 13.980 13.670 164.250 200.070
2010 15.715 14.777 235.725 295.540
2011 17.997 16.465 233.084 312.470
2012 18.384 17.052 373.500 495.516
2013 21.450 19.679 412.871 338.952
2014 24.981 25.902 727.592 847.718
2015 27.677 27.499 719.676 811.014
2016 29.339 29.841 616.119 686.343
2017 13.505 11.680 243.090 303.680
Jumlah 3.935.467 3.880.788 101.591.657 112.384.654
Rerata per tahun 393.546,7 388.078,8 10.159.165,7 11.238.465,4
Rerata per hari 1.078 1.063 27.833 30.790

Pada periode antara Januari 2019–Maret 2020 (sebelum pandemi Covid-19), terdapat 1.078 unit bus antarkota datang dengan membawa 28.325 penumpang dan 1.081 unit bus antarkota berangkat dengan membawa 30.215 penumpang rata-rata setiap harinya.[102][103] Sejak pembatasan sosial mulai diberlakukan di Surabaya dan sekitarnya, rerata jumlah kendaraan dan penumpang di Terminal Purabaya merosot tajam. Selama tiga bulan pertama pemberlakuan pembatasan sosial atau pada periode antara April–Juni 2020, setiap hari terdapat 143 unit bus antarkota datang dengan membawa 1.296 penumpang dan 141 unit bus antarkota berangkat dengan membawa 1.289 penumpang saja.[104]

Galeri sunting

  
 
  
  
   
   
   
   
   
   
   
  
  
Kenampakan fisik bangunan Terminal Purabaya beserta angkutan umum yang terdapat di dalamnya.

Referensi sunting

Catatan penjelas sunting

  1. ^ Pintu masuk Terminal Purabaya di Jalan Letjen Sutoyo masuk dalam wilayah administrasi Desa Medaeng. Sedangkan pintu keluar terminal di Jalan Raya Waru masuk dalam wilayah administrasi Desa Kedungrejo.
  2. ^ Kendati seluruh aktivitas bus antarkota dari dan ke Kota Surabaya dipindahkan ke Terminal Purabaya, hanya bus antarkota jarak pendek relasi Mojokerto–Surabaya saja yang masih diizinkan masuk kawasan dalam kota hingga Terminal Joyoboyo sesuai izin trayeknya.

Referensi sunting

  1. ^ Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (2018). "Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor: SK.5520/AJ.104/DRJD/2018 tentang Penetapan Kode Terminal Penumpang Tipe A". jdih.dephub.go.id. Diakses tanggal 1 Oktober 2022. 
  2. ^ a b c Asijah; Priyatmoko (2010). "Kerjasama antar daerah: Studi tentang pengelolaan Terminal Purabaya-Bungurasih". Program Studi Manajemen Pemerintahan dan Ilmu Politik Lokal, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Airlangga. 
  3. ^ Ni'am Kurniawan; Zaki Zubaidi (1 April 2022). "Ambil alih Terminal Purabaya, Kemenhub optimistis tingkatkan pelayanan". jatimnow.com. Diakses tanggal 25 November 2022. 
  4. ^ Femi Dwi Arista; Achmad Murtafi Haris (2014). "Pengembangan pendidikan Islam melalui pendampingan pengorganisasian komunitas dalam upaya penumbuhan kesadaran masyarakat Desa Bungurasih Timur Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo". Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam, Jurusan Menejemen dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Sosial dan Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. 
  5. ^ Rizky Ari Aditya; Moch. Shofwan (2021). "Kajian tingkat kerentanan bencana banjir di Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo". Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas PGRI Adibuana Surabaya. 
  6. ^ Hendro Wardhono; Budiyono; Fadjar Kurnia Hartati (2020). "Desa Wisma Siaga Bencana di Desa Bungurasih Sidoarjo". Journal Community Development and Society. 2 (1): 56–72. 
  7. ^ Tobari (18 Desember 2017). "Desa Bungurasih menjadi desa tanggap bencana". infopublik.id. Diakses tanggal 9 Desember 2022. 
  8. ^ PT Kereta Api Indonesia (Persero) (2017). "Profil Stasiun Waru". heritage.kai.id. Diakses tanggal 25 November 2022. 
  9. ^ "Pakar pilih jalan kaki". surabaya.tribunnews.com. 19 November 2009. Diakses tanggal 25 November 2022. 
  10. ^ Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur (19 Januari 2012). "Masjid Al -Akbar minta Pemkot Surabaya segera realisasikan trayek baru". kominfo.jatimprov.go.id. Diakses tanggal 25 November 2022. 
  11. ^ PPTI Universitas Negeri Surabaya (2022). "Rute menuju Kampus FE Unesa Ketintang bisa dilakukan dengan berbagai moda transportasi". pe.feb.unesa.ac.id. Diakses tanggal 25 November 2022. 
  12. ^ Agus Setya Fakhruddin (April 2014). "Nama stasiun yang ada di Kabupaten Sidoarjo". railway.web.id. Diakses tanggal 25 November 2022. 
  13. ^ Indra Dwi Laksono; Catur Arif Prastyanto (2020). "Studi kelayakan pembangunan underpass di Bundaran Waru ditinjau dari segi lalu lintas dan ekonomi jalan raya". Jurnal Teknik ITS. 9 (2): 284–290. 
  14. ^ Aqwamit Torik; Zainuddin (21 Januari 2019). "Bukan berada di Kecamatan Waru, Sidoarjo, kenapa bundaran di Surabaya Ini disebut Bundaran Waru?". suryamalang.tribunnews.com. Diakses tanggal 25 November 2022. 
  15. ^ Rahmat Ilyasan; Aan Haryono; Ihya Ulumuddin (7 Juli 2021). "Akses masuk Surabaya di Bundaran Waru ditutup, lalu lintas macet warga marah". jatim.inews.id. Diakses tanggal 25 November 2022. 
  16. ^ Ahmad Amru Muiz; Parmin (20 Juni 2013). "Terminal Purabaya raih WTL Kebersihan 2013". surabaya.tribunnews.com. Diakses tanggal 25 November 2022. 
  17. ^ Biro Komunikasi dan Informasi Publik Departemen Perhubungan (6 Mei 2014). "Sembilan terminal bus terima penghargaan Wahana Tata Laksana". dephub.go.id. Diakses tanggal 25 November 2022. 
  18. ^ "Terminal Purabaya raih Wahana Tata Laksana Kebersihan 2013". surabayanewsweek.com. 20 Juni 2013. Diakses tanggal 25 November 2022. 
  19. ^ "Bagi hasil bersengketa dengan Pemkab Sidoarjo, Terminal Purabaya raih award". mediakorannusantara.com. 21 Juni 2013. Diakses tanggal 25 November 2022. 
  20. ^ Taufiqurrahman; Thomas Kukuh (20 Januari 2017). "Kenangan DAMRI, bus kota, dan transportasi masal Surabaya: Bus tumpuk primadona warga Surabaya". jawapos.com. Diakses tanggal 4 Desember 2022. 
  21. ^ Perpustakaan Nasional (28 April 2021). "Bus tingkat dengan trayek jurusan Aloha (tratap Waru)-Tugu Pahlawan, 1981". Koleksi Surat Kabar Langka Terjilid Perpusnas RI Salemba (SKJIL-Team) bersumber dari Angkatan Bersenjata, 5 Agustus 1981. Diakses tanggal 4 Desember 2022. 
  22. ^ Muhammad Toyyib Amiruddin; Khoirul Yahya (2017). "Konflik kewenangan Pemerintah Kota Surabaya dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam pengelolaan Terminal Purabaya". Program Studi Politik Islam, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. 
  23. ^ Vina Zahirotul Husna (2018). "Kerjasama antar daerah dalam hal pengelolaan pelayanan publik dan kaitannya dengan pendapatan asli daerah (Kerjasama Pemerintah Kota Surabaya dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam Pengelolaan Terminal Purabaya)". Socia. 15 (2): 212–222. 
  24. ^ Himmatul Aliyah; Gitadi Tegas S. (2012). "Konflik dalam pelaksanaan kerjasama antara Pemerintah Kota Surabaya dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam pengelolaan Terminal Purabaya". Jurusan Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Airlangga. 
  25. ^ Qur’anin Riedha Hidayati; Muhammad Farid Ma’ruf (2018). "Efektifitas kerja sama antar daerah (Studi tentang kerjasama Pemerintah Kota Surabaya dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam pengelolaan Terminal Purabaya)". Publika. 6 (7). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-09-24. Diakses tanggal 2022-12-04. 
  26. ^ Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sidoarjo (2018). "Fasilitas Transportasi Kabupaten Sidoarjo". sidoarjokab.go.id. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-05-24. Diakses tanggal 22 Oktober 2022. 
  27. ^ Dadang Supriyatno; Ari Widayanti (2015). "Evaluasi kinerja angkutan umum di Kabupaten Sidoarjo". Jurnal Transportasi. 15 (1). 
  28. ^ Nashrul (2014). "Info trayek angkutan di Sidoarjo". Wisata Sidoarjo. Diakses tanggal 22 Oktober 2022. 
  29. ^ Bidang Pengendalian Operasional Dinas Perhubungan Kota Surabaya (2015). "Naskah Akademik Rancangan Peraturan Daerah Kota Surabaya tentang Izin Penyelenggaraan Bengkel Umum Kendaraan Bermotor". Dinas Perhubungan Kota Surabaya.
  30. ^ Bidang Informasi dan Komunikasi Publik serta Statistik Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya (2015). "Transportasi umum di Kota Surabaya". surabaya.go.id. Diakses tanggal 22 Oktober 2022. 
  31. ^ Dinas Perhubungan Kota Surabaya (2017). "Data jumlah mikrolet di Kota Surabaya tahun 2017" (PDF). dpm-ptsp.surabaya.go.id. Diakses tanggal 22 Oktober 2022. 
  32. ^ Rizky Janu (2 Desember 2017). "Siapkan bus lewati frontage, layani rute Purabaya–Joyoboyo". jawapos.com. Diakses tanggal 3 Oktober 2022. 
  33. ^ Sub Dinas Teknik Sarana dan Prasarana DLLAJ Provinsi Jawa Timur (2006). "Gambaran problematika transportasi angkutan umum di kawasan Surabaya Metropolitan Area". Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur.
  34. ^ Satwika Rumeksa (9 Agustus 2010). "Massa awak bus mini Mojokerto-Surabaya sweeping bison". surabaya.tribunnews.com. Diakses tanggal 3 Oktober 2022. 
  35. ^ Ignatius Sawabi (9 Agustus 2010). "Awak "bus ijo" turunkan paksa penumpang". amp.kompas.com. Diakses tanggal 3 Oktober 2022. 
  36. ^ "Bus hijau ancam demo". surabaya.tribunnews.com. 28 Juli 2010. Diakses tanggal 3 Oktober 2022. 
  37. ^ Dinas Perhubungan Kota Surabaya (2017). "Data jumlah mikrolet di Kota Surabaya tahun 2017" (PDF). dpm-ptsp.surabaya.go.id. Diakses tanggal 23 November 2022. 
  38. ^ Titis Jati Permata (6 September 2013). "Mimpi bandara pakai argo taksi". surabaya.tribunnews.com. Diakses tanggal 23 November 2022. 
  39. ^ "30 Taksi tanpa trayek dijaring di Terminal Bungurasih". news.detik.com. 13 Mei 2008. Diakses tanggal 23 November 2022. 
  40. ^ Suparno (3 Oktober 2017). "Gawat! Sopir angkot paksa Taksi dan Gojek turunkan penumpang". news.detik.com. Diakses tanggal 23 November 2022. 
  41. ^ Suparno (3 Mei 2017). "Angkutan online sepakat tak ambil penumpang di Terminal Purabaya". news.detik.com. Diakses tanggal 23 November 2022. 
  42. ^ "Manajemen Grab dan Go-jek temui driver taksi dan ojek online Surabaya". ngopibareng.id. 2 April 2018. Diakses tanggal 23 November 2022. 
  43. ^ Zaenal Effendi (13 Desember 2017). "Ojek online desak sahkan aturan bawa penumpang di zona merah". news.detik.com. Diakses tanggal 23 November 2022. 
  44. ^ "Titik penjemputan ojek online (Grab & Go-jek) di Surabaya". kokosten.com. 22 Juni 2019. Diakses tanggal 23 November 2022. 
  45. ^ "Peta lokasi titik jemput penumpang ojek online Gojek-Grab di Terminal Bungurasih Purabaya Surabaya". ajarnulis.com. 15 Januari 2019. Diakses tanggal 23 November 2022. 
  46. ^ M. Taufik; Arie Noer Rachmawati (6 Agustus 2019). "Grab Indonesia bangun 'Grab Lounge' di Terminal Purabaya, biar tak bikin driver mangkal sembarangan". jatim.tribunnews.com. Diakses tanggal 23 November 2022. 
  47. ^ M. Ismail (5 Agustus 2019). "Grab punya tempat mangkal nyaman dekat Terminal Bungurasih". beritajatim.com. Diakses tanggal 23 November 2022. 
  48. ^ Dipo Wahjoeono Hariyono; Wahyu Prawesthi (2015). "Penyelenggaraan angkutan orang dengan kendaraan umum di Surabaya". Jurnal Manajemen Transportasi & Logistik (JMTransLog). 2 (2): 177–190. 
  49. ^ M. Sholahuddin (27 April 2022). "Ini saran pakar untuk mengatur transportasi publik di Kota Surabaya". jawapos.com. Diakses tanggal 24 Oktober 2022. 
  50. ^ Aisyah Salma Izzatunnisa; Panji Prayitno (11 Agustus 2022). "Daftar transportasi umum di Surabaya lengkap dengan rutenya". liputan6.com. Diakses tanggal 24 Oktober 2022. 
  51. ^ Dhifa NA (16 Juni 2022). "Revitalisasi transportasi umum di Surabaya untuk menunjang mobilitas masyarakat". kompasiana.com. Diakses tanggal 24 Oktober 2022. 
  52. ^ Febrianto Ramadani; Ndaru Wijayanto (5 September 2022). "Bus DAMRI di Terminal Purabaya berhenti beroperasi mulai 1 September 2022". jatim.tribunnews.com. Diakses tanggal 23 Oktober 2022. 
  53. ^ Dhimas Ginanjar (7 September 2022). "Tiga trayek bus DAMRI di Surabaya ditutup". jawapos.com. Diakses tanggal 23 Oktober 2022. 
  54. ^ Bidang Informasi dan Komunikasi Publik serta Statistik Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya (2015). "Transportasi umum di Kota Surabaya". surabaya.go.id. Diakses tanggal 23 Oktober 2022. 
  55. ^ Dinas Perhubungan Kota Surabaya (2017). "Data jumlah mikrolet di Kota Surabaya tahun 2017" (PDF). dpm-ptsp.surabaya.go.id. Diakses tanggal 23 Oktober 2022. 
  56. ^ Dhimas Ginanjar; Dipta Wahyu (26 September 2022). "Pengin cepat naik P-5, tidak terburu-buru bisa pilih Suroboyo Bus". jawapos.com. Diakses tanggal 23 Oktober 2022. 
  57. ^ Dwi Muryanto; Rudy Santosa; Veronika Nugraheni Sri Lestari (2019). "Kajian demand bis kota trayek F terhadap rencana penerapan trem koridor utara selatan Kota Surabaya". Spirit Pro Patria. 5 (2): 118–135. 
  58. ^ Pemerintah Provinsi Jawa Timur (2005). "Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 9 Tahun 2005 tentang Tarif Dasar Angkutan Penumpang Bus Kota Kelas Ekonomi Menggunakan Mobil Bus Umum di Propinsi Jawa Timur" (PDF). jdih.mkri.id. Diakses tanggal 27 September 2022. 
  59. ^ Dinas Komunikasi dan Informatika Pemerintah Provinsi Jawa Timur (28 Maret 2012). "Akhir April, bus pemadu moda beroperasi". kominfo.jatimprov.go.id. Diakses tanggal 23 Oktober 2022. 
  60. ^ PT Angkasa Pura I (2010). "Analisis Permintaan Pelayanan Taksi Argometer di Bandar Udara Juanda Surabaya". Surabaya. hlm. 40.
  61. ^ Dinas Komunikasi dan Informatika Pemerintah Provinsi Jawa Timur (29 April 2011). "Bus pemadu moda, PT AP I Juanda minta kaji ulang". kominfo.jatimprov.go.id. Diakses tanggal 23 Oktober 2022. 
  62. ^ Angghraz Febri Samudr (2018). "Kontribusi kualitas layanan dan fasilitas kendaraan terhadap kepuasan pengguna jasa transportasi bus DAMRI trayek Bandara Juanda-Bungurasih". Jurnal Pendidikan Tata Niaga (JPTN). 1 (2): 29–36. 
  63. ^ Septin Aukhaina Yuslika; Eva Hany Fanida (2016). "Efektivitas pelayanan transportasi di Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (DAMRI) Surabaya (Studi kasus pada bus DAMRI angkutan pemadu moda rute Gresik – Bandara Juanda pulang pergi)". Kajian Manajemen Pelayanan Publik. 4 (4). 
  64. ^ PT Angkasa Pura I (2022). "Transportasi Publik Bus DAMRI Bandar Udara Internasional Juanda". juanda-airport.com. Diakses tanggal 23 Oktober 2022. 
  65. ^ Arif Gunawan Sulistyono; Berliana Elisabeth S.; Novita Sari Simamora (14 September 2012). "Angkutan Pemadu Moda: Laba DAMRI dipasok angkutan bandara". bisnis.com. Diakses tanggal 23 Oktober 2022. 
  66. ^ Moch. Ihsan Hidayatullah; Misbahuddin Azzuhri (2013). "Perumusan strategi Perum DAMRI Unit Bus Kota Surabaya, dalam rangka menjaga kelangsungan usaha dan meningkatkan keunggulan kompetitif". Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Brawijaya. 
  67. ^ Ambrosius Harto; Agnes Swetta Pandia (6 November 2021). "Embus hidup Suroboyo Bus". kompas.id. Diakses tanggal 9 November 2022. 
  68. ^ Direktorat Kerjasama dan Pengelolaan Usaha (DKPU) Institut Teknologi Sepuluh Nopember; Dinas Perhubungan Kota Surabaya (2022). "Kajian pengembangan rute Feeder penunjang Buy The Service tahun 2022". Dinas Perhubungan Kota Surabaya.
  69. ^ Suharto; Djoko Setijowarno; Nyono (24 November 2021). "Webinar pengembangan angkutan massal berbasis jalan dengan skema BTS di kawasan perkotaan Surabaya". Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
  70. ^ Manda Roosa (29 Desember 2021). "104 Unit bus Trans Semanggi Suroboyo resmi beroperasi di 6 rute". suarasurabaya.net. Diakses tanggal 24 Oktober 2022. 
  71. ^ Bobby Constantine Koloway; Dwi Prastika (29 Desember 2021). "Sejumlah Trans Semanggi Suroboyo akan gunakan bus listrik, ada fasilitas ramah difabel sampai CCTV". jatim.tribunnews.com. Diakses tanggal 24 Oktober 2022. 
  72. ^ Yanuar Riezqi Yovanda; Hendra Gunawan (30 September 2022). "PT INKA siapkan 53 bus listrik buat operasional DAMRI di dua kota". tribunnews.com. Diakses tanggal 24 Oktober 2022. 
  73. ^ Heri Purnomo (30 September 2022). "Bus listrik INKA bakal wara-wiri di Surabaya dan Bandung". economy.okezone.com. Diakses tanggal 24 Oktober 2022. 
  74. ^ Artika Rachmi Farmita; Juli Hantoro (7 April 2018). Juli Hantoro, ed. "Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini Luncurkan Suroboyo Bus". Tempo.co. nasional.tempo.co. Diakses tanggal 9 November 2022. 
  75. ^ Abdul Hakim; Slamet Hadi Purnomo (7 April 2018). "Risma resmi luncurkan Suroboyo Bus". jatim.antaranews.com. Diakses tanggal 9 November 2022. 
  76. ^ Pipit Maulidiya; Eben Haezer Panca (4 September 2018). "Mulai besok 'bus tumpuk' mulai beroperasi di Surabaya. Ini rutenya". surabaya.tribunnews.com. Diakses tanggal 9 November 2022. 
  77. ^ Ikrom Zain (1 November 2021). "Melayang di atas jalanan Surabaya dari dalam Suroboyo Bus Tumpuk (SBT)". ikromzain.com. Diakses tanggal 9 November 2022. 
  78. ^ M. Taufik; Deddy Humana (19 Agustus 2022). "Layani Sidoarjo-Surabaya-Gresik, 20 armada bus Trans Jatim koridor 1 digratiskan di pekan pertama". surabaya.tribunnews.com. Diakses tanggal 9 November 2022. 
  79. ^ M. Sholahuddin (22 Agustus 2022). "Gratis seminggu, warga beramai-ramai naik bus Trans Jatim". jawapos.com. Diakses tanggal 9 November 2022. 
  80. ^ Dhimas Ginanjar (10 November 2022). "Buka dua koridor bus Trans Jatim, rute Mojokerto dan Terminal Joyoboyo". jawapos.com. Diakses tanggal 15 November 2022. 
  81. ^ Fendy Hermansyah (11 November 2022). "Koridor bus Trans Jatim rute Mojokerto-Surabaya segera dibuka". radarmojokerto.jawapos.com. Diakses tanggal 15 November 2022. 
  82. ^ Faiq Azmi (5 September 2022). "Bus Trans Jatim lanjut koridor II-III diproyeksi tahun 2023, simak rutenya". detik.com. Diakses tanggal 9 November 2022. 
  83. ^ Friska Rahayu Ratnasari; Andi Syaiful; Samin (2016). "Studi evaluasi kinerja bus ekonomi bus Restu rute Malang - Surabaya". Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Malang. 
  84. ^ Septian Deny (13 Mei 2019). "Lewat tol, waktu tempuh Surabaya ke Malang kini cuma 1 jam". liputan6.com. Diakses tanggal 25 Oktober 2022. 
  85. ^ "Bus dengan trayek terjauh di Indonesia, jarak tempuh hampir 3.000 km". detik.com. 14 Juni 2022. Diakses tanggal 25 Oktober 2022. 
  86. ^ Hisar Hasibuan (14 Juni 2022). "Ini bus AKAP dengan rute terjauh di Indonesia: Naik gak kenal, turun jadi saudara". mdn.biz.id. Diakses tanggal 25 Oktober 2022. 
  87. ^ Ainul Gillang; Jermainne Tirta Dewa (25 September 2021). "Bus Mitra Titian Nusantara, bus lintas empat pulau dengan trayek Bima-Merak". bantenraya.com. Diakses tanggal 25 Oktober 2022. 
  88. ^ Tangguh Yudha; Dani M. Dahwilani (17 Juni 2022). "Perusahaan bus dengan trayek terjauh di Indonesia, nomor 1 tempuh perjalanan 3.000 km selama seminggu". inews.id. Diakses tanggal 25 Oktober 2022. 
  89. ^ Teguh Hartono (2021). "Daftar tujuan lokasi bus AKAP Surabaya-Jakarta". fastpay.co.id. Diakses tanggal 15 November 2022. 
  90. ^ "Jadwal & tiket bus AKAP Terminal Mengwi Bali ke Pulau Jawa Senin (31/10), Lengkap!". msn.com. 31 Oktober 2022. Diakses tanggal 15 November 2022. 
  91. ^ Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (2020). "Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor: KP.478/PIR.301/DRJD/2020 tentang Penetapan Jaringan Trayek Angkutan Jalan pada Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Tahun 2020". jdih.dephub.go.id. Diakses tanggal 22 Oktober 2022. 
  92. ^ Dina Rahmawati (6 Juli 2022). "3 Rute DAMRI yang Menuju Wisata Gunung Bromo". detik.com. Diakses tanggal 22 Oktober 2022. 
  93. ^ "Shuttle New DAMRI Menuju Bromo, mulai Rp39.000,-". mediacenterhpi.com. 2 September 2020. Diakses tanggal 22 Oktober 2022. 
  94. ^ Farhan Firmansyah (31 Mei 2022). "Dukung program pariwisata nasional, DAMRI sediakan rute Gunung Bromo". terasberita.id. Diakses tanggal 22 Oktober 2022. 
  95. ^ Muhammad Fathan Radityasani; Azwar Ferdian (27 Mei 2022). "DAMRI sediakan HiACe dari Malang ke Gunung Bromo, tarifnya Rp 30.000". amp.kompas.com. Diakses tanggal 22 Oktober 2022. 
  96. ^ Muhammad Dhani Rahman; Wahyu Nurdiyanto (18 Oktober 2020). "Hari jadi Kota Batu, naik bus wisata Bromo atau Tuban gratis". amp.timesindonesia.co.id/. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-06-23. Diakses tanggal 22 Oktober 2022. 
  97. ^ M. Sholeh; Lizya Kristanti (14 Februari 2022). "Bus DAMRI rute Kota Batu-TNBTS berhenti beroperasi". tugumalang.id. Diakses tanggal 22 Oktober 2022. 
  98. ^ Levardy (14 Juli 2020). "Tarif Rp46 ribuan, ternyata ada DAMRI rute Bandara Juanda-Bromo". juandaairport.com. Diakses tanggal 22 Oktober 2022. 
  99. ^ Dinas Perhubungan Kota Surabaya; Badan Pusat Statistik Kota Surabaya (2014). "Arus kendaraan dan penumpang yang datang dan berangkat menurut jenis kendaraan melalui Terminal Purabaya 2008-2014". surabayakota.bps.go.id. Diakses tanggal 28 November 2022. 
  100. ^ Pemerintah Kota Surabaya (13 November 2019). "Statistik Sektoral Kota Surabaya Tahun 2019: Arus kendaraan dan penumpang yang datang dan berangkat menurut jenis kendaraan melalui Terminal Purabaya tahun 2010- 2017". surabaya.go.id. hlm. 468–470. Diakses tanggal 28 November 2022. 
  101. ^ "5 Terminal bus terluas di Indonesia". digitalototransport.com. 24 Maret 2022. Diakses tanggal 28 November 2022. 
  102. ^ Pemerintah Kota Surabaya (7 Desember 2020). "Statistik Sektoral Kota Surabaya Tahun 2020: Bab 8 - Transportasi dan Wisata". surabaya.go.id. hlm. 38–47. Diakses tanggal 28 November 2022. 
  103. ^ Pemerintah Kota Surabaya (9 September 2021). "Statistik Sektoral Kota Surabaya Tahun 2021: Bab 8 - Transportasi dan Pariwisata". surabaya.go.id. hlm. 409–414. Diakses tanggal 28 November 2022. 
  104. ^ Moh. Ilham Fathoni; Widorismono; Eli Jumaeli (2021). "Pengembangan sistem informasi manajemen Terminal Purabaya-Surabaya, dalam menunjang pelayanan di era industri 4.0". Politeknik Transportasi Darat Indonesial. 

Pranala luar sunting