Kota Tangerang Selatan

kotamadya di provinsi Banten, Indonesia
(Dialihkan dari Tangerang Selatan)

Koordinat: 6°19′21.5″S 106°42′29.2″E / 6.322639°S 106.708111°E / -6.322639; 106.708111

Kota Tangerang Selatan adalah sebuah kota yang terletak di Provinsi Banten. Kota ini terletak 30 km sebelah barat Jakarta dan 90 km sebelah tenggara Serang atau ibukota Provinsi Banten. Dari segi jumlah penduduk, Tangerang Selatan merupakan kota terbesar kedua di Provinsi Banten setelah kota Tangerang serta terbesar kedelapan di kawasan Jabodetabekpunjur setelah Jakarta, Bogor, Bekasi, Tangerang, Depok, Puncak dan Kabupaten Cianjur. Wilayah Kota Tangerang Selatan merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Tangerang. Jumlah penduduk Tangerang Selatan di tahun 2019 berjumlah 1.747.906 jiwa.[1]

Kota Tangerang Selatan
Jawa 1rightarrow blue.svg Banten
Lambang Kota Tangerang Selatan.svg
Lambang
Motto: 
Cerdas, Modern, Religius
Locator Kota Tangerang Selatan.png
Kota Tangerang Selatan berlokasi di Indonesia
Kota Tangerang Selatan
Kota Tangerang Selatan
Koordinat: 6°19′21″S 106°42′29″E / 6.32250°S 106.70806°E / -6.32250; 106.70806
Negara Indonesia
ProvinsiBanten
Tanggal peresmian26 November 2008
Dasar hukumUndang-Undang Nomor 51 Tahun 2008
Pemerintahan
 • Wali KotaHj. Airin Rachmi Diany, S.H, M.H.
 • Wakil Wali KotaDrs. H. Benyamin Davnie
Luas
 • Total147,19 km2 (56,83 sq mi)
Peringkat luas wilayah34
Populasi
 • Total1.747.906 jiwa
 • Peringkat11
 • Peringkat26
Demografi
 • Suku bangsaBanten, Betawi, Jawa, Batak, Tionghoa, Minangkabau, dll.
 • AgamaIslam 89,14%
Kristen 9,59%
- Protestan 5,98%
- Katolik 3,61%
Budha 1,00%
Hindu 0,23%
Lainnya 0,04%[2]
 • BahasaIndonesia, Sunda Banten, Betawi
Zona waktuWIB (UTC+07:00)
Kode area021
Plat kendaraanB
Kode Kemendagri36.74 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan7
Jumlah kelurahan54
DAURp536.177.454.000.-(2013)[3]
Situs webwww.tangerangselatankota.go.id

Sejarah

Pembentukan wilayah ini sebagai kota otonom berawal dari keinginan warga di kawasan Tangerang Selatan untuk menyejahterakan masyarakat. Warga merasa kurang diperhatikan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang sehingga banyak fasilitas terabaikan.

Pada 27 Desember 2006, DPRD Kabupaten Tangerang menyetujui terbentuknya Kota Tangerang Selatan yang terdiri atas 7 kecamatan, yakni: Ciputat, Ciputat Timur, Pamulang, Pondok Aren, Serpong, Serpong Utara dan Setu. Serta menetapkan Kecamatan Ciputat sebagai Pusat Pemerintahan.

Pemerintah Kabupaten Tangerang juga telah menyiapkan dana sebesar 20 Milyar untuk proses awal berdirinya Kota Tangerang Selatan. Dana itu dianggarkan untuk biaya operasional kota baru selama 1 tahun pertama dan merupakan modal awal dari daerah induk untuk wilayah hasil pemekaran.

Pada 29 Oktober 2008, pembentukan Kota Tangerang Selatan diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri Indonesia, Mardiyanto, dengan 7 kecamatan hasil pemekaran dari Kabupaten Tangerang yang telah disetujui oleh DPRD Kabupaten Tangerang pada 27 Desember 2006.

Geografis

Tangerang Selatan terletak di bagian timur Provinsi Banten yaitu pada titik koordinat 106'38' - 106'47’ BT dan 06'13'30' - 06'22'30' LS. Wilayah Kota Tangerang Selatan diantaranya dilintasi oleh Kali Angke, Kali Pesanggrahan dan Sungai Cisadane sebagai batas administrasi kota di sebelah barat.

Letak geografis Tangerang Selatan berbatasan dengan Provinsi DKI Jakarta pada sebelah utara dan timur, selain itu Tangerang Selatan juga menjadi salah satu daerah yang menghubungkan Provinsi Banten dengan Provinsi Jawa Barat.

Batas Wilayah

Utara Kota Tangerang
Timur DKI Jakarta
Selatan Kabupaten Bogor dan Kota Depok
Barat Kabupaten Tangerang

Topografi

Sebagian besar wilayah Kota Tangerang Selatan merupakan dataran rendah dan memiliki topografi yang relatif datar dengan kemiringan tanah rata-rata 0 - 3% sedangkan ketinggian wilayah antara 0 - 25 m dpl. Untuk kemiringan garis besar terbagi dari 2 bagian, yaitu :

Geologi

Kota Tangerang Selatan merupakan daerah yang relatif datar. Beberapa kecamatan memiliki lahan yang bergelombang seperti di perbatasan antara Kecamatan Setu dan Kecamatan Pamulang serta sebagian di Kecamatan Ciputat Timur.

Kondisi geologi Tangerang Selatan umumnya adalah batuan alluvium, yang terdiri dari batuan lempung, lanau, pasir, kerikil, dan bongkah. Jenis batuan ini mempunyai tingkat kemudahan dikerjakan yang baik sampai sedang, unsur ketahanan terhadap erosi cukup baik oleh karena itu wilayah Kota Tangerang Selatan masih cukup layak untuk kegiatan perkotaan.

Dilihat dari sebaran jenis tanahnya, pada umumnya di Tangerang Selatan berupa asosiasi latosol merah dan latosol coklat kemerahan yang secara umum cocok untuk pertanian atau perkebunan.

Meskipun demikian, dalam kenyataannya makin banyak yang berubah penggunaannya untuk kegiatan lainnya yang bersifat non-pertanian. Untuk sebagian wilayah seperti Kecamatan Serpong dan Kecamatan Setu, jenis tanah ada yang mengandung pasir khususnya untuk wilayah yang dekat dengan Sungai Cisadane.

Iklim

Iklim di wilayah Kota Tangerang Selatan adalah iklim tropis dengan tipe (Af) yang memiliki intensitas curah hujan yang tinggi, yakni berkisar antara 1.800–2.200 mm per tahun. Temperatur udara berada di sekitar 23,4 °C–34,2 °C. Rata-rata kelembaban udara adalah 80,0% sedangkan intensitas matahari adalah 49,0%. Keadaan curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Januari, yaitu ±375 mm, sedangkan keadaan curah hujan terendah terjadi di bulan Juli ±75 mm dan rata-rata curah hujan dalam setahun adalah ≥155 mm. Rata-rata hari hujan per tahun ialah ≥140 hari hujan dengan rata-rata hari hujan tertinggi pada bulan Desember sebanyak 19 hari. Rata-rata kecepatan angin dalam setahun adalah 4,9 km/jam dan kecepatan maksimum rata-rata 38,3 km/jam.

Data iklim Tangerang Selatan, Banten, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 31.2
(88.2)
31.4
(88.5)
32.2
(90)
31.9
(89.4)
31.2
(88.2)
30.2
(86.4)
31.3
(88.3)
32.7
(90.9)
33.1
(91.6)
34.2
(93.6)
33.3
(91.9)
32.5
(90.5)
32.1
(89.79)
Rata-rata harian °C (°F) 27.7
(81.9)
28.2
(82.8)
29.5
(85.1)
28.4
(83.1)
27.6
(81.7)
26.6
(79.9)
27.3
(81.1)
28.5
(83.3)
29.7
(85.5)
30.1
(86.2)
29.9
(85.8)
28.4
(83.1)
28.49
(83.29)
Rata-rata terendah °C (°F) 24
(75)
24.8
(76.6)
25.8
(78.4)
24.9
(76.8)
24.8
(76.6)
24.2
(75.6)
23.7
(74.7)
24.6
(76.3)
25.7
(78.3)
26.4
(79.5)
25.6
(78.1)
24.8
(76.6)
24.94
(76.88)
Presipitasi mm (inci) 352.6
(13.882)
301.8
(11.882)
264.2
(10.402)
192.1
(7.563)
173.2
(6.819)
99.8
(3.929)
75.6
(2.976)
81.9
(3.224)
92.3
(3.634)
145.8
(5.74)
178.4
(7.024)
250.3
(9.854)
2.208
(86,929)
Rata-rata hari hujan 20 18 17 14 13 9 7 8 9 11 15 18 159
% kelembapan 84 83 82 81 81 79 77 76 77 78 80 82 80
Rata-rata sinar matahari bulanan 141 160 208 232 245 251 284 295 263 254 206 183 2.722
Sumber #1: Climate-Data.org[4]
Sumber #2: Weatherbase[5]

Pemerintahan

Daftar Walikota

Daftar Wali Kota Tangerang Selatan dari masa ke masa adalah sebagai berikut:

No. Foto Wali Kota Mulai menjabat Akhir menjabat Prd. Ket. Wakil Wali Kota
  Ir. H.
Mohammad Shaleh
MT
(Penjabat Sementara Wali Kota)
24 Januari 2009 18 Juli 2010 Tidak ada
  H.
Eutik Suarta
SH
(Penjabat Wali Kota)
18 Juli 2010 24 Januari 2011 [6][7]
  Hidayat Djohari
(Penjabat Wali Kota)
24 Januari 2011 20 April 2011 [8][9]
1   Hj.
Airin Rachmi Diany
SH
20 April 2011 20 April 2016 1
(2011)
Benyamin Davnie
20 April 2016 Petahana 2
(2016)
[10][11]

-

  Non Partisan/Penugasan Pemerintah

Dewan Perwakilan

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kota Tangerang Selatan dalam dua periode terakhir.[12][13]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
  PKB 3 4
  Gerindra 7 8
  PDI Perjuangan 9 8
  Golkar 9 10
  NasDem 3 0
  PKS 5 8
  PPP 2 0
  PSI (baru) 4
  PAN 3 2
  Hanura 6 1
  Demokrat 3 5
Jumlah Anggota 50   50
Jumlah Partai 10 9

Kecamatan

Kota Tangerang Selatan terdiri dari 7 kecamatan dan 54 kelurahan dengan jumlah penduduk pada tahun 2017 diperkirakan sebesar 1.244.204 jiwa dan luas wilayah 147,19 km² dengan kepadatan 8.453 jiwa/km².[14][15]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Tangerang Selatan, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Daftar
Kelurahan
36.74.04 Ciputat 7
36.74.05 Ciputat Timur 6
36.74.06 Pamulang 8
36.74.03 Pondok Aren 11
36.74.01 Serpong 9
36.74.02 Serpong Utara 7
36.74.07 Setu 6
TOTAL 54

Perekonomian

Perkembangan PDRB

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku Kota Tangerang Selatan pada tahun 2007 adalah sebesar Rp.5.256.882, sedangkan PDRB atas dasar harga konstan adalah sebesar Rp.2.768.764. Dengan jumlah penduduk pertengahan tahun 2007 mencapai 1.042.682 orang, PDRB per-kapita adalah sebesar Rp.5.042.000.

Perkembangan PDRB Kota Tangerang Selatan cenderung menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun demikian juga dengan PDRB per-kapita. Pada tahun 2007, Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) adalah sebesar 6,51%. Pada tahun 2003, PDRB per-kapita atas dasar harga konstan adalah sebesar Rp.863.517.

Kecamatan yang memberikan kontribusi paling besar adalah Kecamatan Ciputat Timur yaitu sebesar Rp.167 Trilyun atau 31,93% dari total PDRB. Sedangkan yang terkecil adalah Kecamatan Setu dengan Rp.71 Trilyun atau 1,35%.

Struktur Ekonomi

Berdasarkan Data PDRB tahun 2007, struktur ekonomi Tangerang Selatan didominasi oleh sektor Usaha Pengangkutan dan Komunikasi (30,29%) serta Perdagangan Hotel dan Restoran (26,81%). Sektor lain yang juga memberikan kontribusi cukup besar adalah Bank, Persewaan dan Jasa Perusahaan (15,40%).

Struktur ekonomi tersebut menunjukkan bahwa perekonomian Tangerang Selatan didominasi oleh sektor tersier, yaitu Pengangkutan dan Komunikasi, Perdagangan Hotel dan Restoran serta Bank, Persewaan dan Jasa Perusahaan, yang memberikan kontribusi hampir 90%.

Sektor sekunder berupa Industri Pengolahan; Listrik, Gas, Air Bersih, dan Konstruksi memberikan kontribusi 8,76%, dan sektor primer seperti Pertanian, Pertambangan dan Penggalian hanya memberikan kontribusi kurang dari 2%. Jika dilihat kecenderungan sejak tahun 2004 hingga tahun 2007, sektor primer dan sekunder mengecil kontribusinya secara signifikan sedangkan sektor tersier meningkat kontribusinya.

Pendidikan

Kota Tangerang Selatan memiliki sekitar 1.214 sekolah, 254.167 siswa dan 15.398 guru.

Perguruan Tinggi

Kesehatan

Rumah Sakit
  • RSUD Tangerang Selatan
  • RS Medika BSD
  • RS Pamulang Medical Centre
  • RS Omni Internasional
  • RS Bhineka Bakti Husada
  • RS Sari Asih Ciputat
  • RS Ichsan Medical Centre
  • RS Eka BSD
  • RS Syarif Hidayatullah
  • RS Islam Asshobirin
  • RS Hermina Ciputat
  • RS Hermina Serpong
  • RS Aria Sentra Medika
  • RS Premier Bintaro
  • RS Mitra Keluarga Bintaro
  • RS Buah Hati Ciputat
  • RS Prima Medika
  • RS Bunda Dalima
  • RS Insan Permata
  • RS Avisena
  • RS Pondok Indah Bintaro Jaya
  • RS Khusus Dharma Graha
  • RSIA Dhia
  • RSIA Cinta Kasih
  • RSIA Putra Dalima
  • RSIA Buah Hati Pamulang
  • RSIA Vitalaya
  • RSIA Permata Sarana Husada
  • RSU Insan Permata Paku Jaya
Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat)
  • Puskesmas Ciputat
  • Puskesmas Jombang
  • Puskesmas Kampung Sawah
  • Puskesmas Pamulang
  • Puskesmas Pondok Aren
  • Puskesmas Pondok Jagung
  • Puskesmas Serpong
  • Puskesmas Serpong II
  • Puskesmas Setu
  • Puskesmas Ciputat Timur
  • Puskesmas Jurang Mangu
  • Puskesmas Perigi
  • Puskesmas Kranggan
  • Puskesmas Paku Alam
  • Puskesmas Benda Baru
  • Puskesmas Pondok Kacang Timur
  • Puskesmas Pondok Benda
  • Puskesmas Pondok Ranji
  • Puskesmas Pondok Betung
  • Puskesmas Pondok Pucung
  • Puskesmas Rengas
  • Puskesmas Pisangan
  • Puskesmas Bakti Jaya
  • Puskesmas Rawa Buntu
  • Puskesmas Situ Gintung

Pusat Perbelanjaan

  • Plaza Bintaro Jaya
  • Bintaro X-Change Mall
  • BSD Junction
  • Transpark Bintaro Mall
  • BSD Square
  • ITC BSD
  • Living World Alam Sutera
  • Mall Teraskota
  • Plaza BSD
  • Serpong Plaza (sudah ditutup sementara pada tahun 2012)
  • WTC Matahari Serpong

Plat Kendaraan

B **** N**
B **** W**

Kebudayaan

Palang Pintu

Jika ingin mencari identitas budaya di Kota Tangerang Selatan, palang pintu telah menjadi seni tradisional daerah. Kultur budaya Betawi telah melekat dalam diri masyarakat di daerah hasil pemekaran dari Kabupaten Tangerang ini.

Diiringi alunan musik gendang pencak, gendang 2 set, kecrek, kempul, kemong, 2 orang pendekar menunjukkan kemahirannya melalui pencak silat dalam setiap atraksi palang pintu. Menariknya atraksi pencak silat yang diperagakan umumnya menggunakan senjata tajam sejenis golok.

Demi melestarikan seni budaya tradisional peninggalan nenek moyang di Tangerang Selatan, seni palang pintu dapat mudah dijumpai di sanggar-sanggar atau perguruan pencak silat yang tetap mempertahankannya sebagai entitas budaya.

Maka tak mengherankan bila di setiap kecamatan mempunyai kelompok yang biasa mempersembahkan seni palang pintu dalam sebuah acara. Baik itu acara hajatan warga ataupun acara resmi pemerintahan.

Referensi

  1. ^ a b "Jumlah Penduduk Kota Tangerang Selatan 2019". www.tangselkota.bps.go.id. Diakses tanggal 24 September 2020. 
  2. ^ "Kota Tangerang Selatan Dalam Angka 2018" (pdf). www.tangselkota.bps.go.id. hlm. 125. Diakses tanggal 24 September 2020. 
  3. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  4. ^ "Ciputat, Banten, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 4 September 2020. 
  5. ^ "CIPUTAT, INDONESIA". Weatherbase. Diakses tanggal 4 September 2020. 
  6. ^ Priliawito, Eko; Al-Yamani, Zaky (16 Desember 2010). UMI, ed. "Monorel Serpong-Bandara Didukung 14 Stasiun". Viva.co.id. Diakses tanggal 18 Februari 2017. 
  7. ^ Asdhiana, I Made, ed. (28 Juli 2010). "Ultah Tangsel Diusulkan 26 November". Kompas.com. Diakses tanggal 18 Februari 2017. 
  8. ^ Ganet, ed. (24 Januari 2011). "Gubernur Lantik Penjabat Tangerang Selatan ke-Tiga". AntaraNews.com. Diakses tanggal 18 Februari 2017. 
  9. ^ Ganet, ed. (24 Januari 2011). "Gubernur Minta Penjabat Sukseskan Pemungutan Ulang Tangsel". AntaraBanten.com. Diakses tanggal 18 Februari 2017. 
  10. ^ Tristiawati, Pramita (22 Januari 2016). "Airin Jadi Wali Kota Tangsel 2016-2021". Liputan6.com. Diakses tanggal 18 Februari 2017. 
  11. ^ FID (20 April 2016). "Airin Rachmi Diany dan Benyamin Devnie Kembali Pimpin Kota Tangsel". KabarTangsel.com. Diakses tanggal 18 Februari 2017. 
  12. ^ Perolehan Kursi DPRD Kota Tangerang Selatan 2014-2019
  13. ^ Perolehan Kursi DPRD Kota Tangerang Selatan 2019-2024.Detikcom
  14. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  15. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 

Pranala luar