Buka menu utama

Kapuas |Pulang Pisau |Kota Palangka Raya |Gunung Mas

Lokasi Kalimantan Tengah Kabupaten Kapuas.svg --- Lokasi Kalimantan Tengah Kabupaten Pulang Pisau.svg --- Lokasi Kalimantan Tengah Kota Palangka Raya.svg --- Lokasi Kalimantan Tengah Kabupaten Gunung Mas.svg

Tanah Biaju atau negeri Biaju adalah sebuah nama wilayah historis di Daerah Aliran Sungai Kahayan dan sungai Kapuas Murung di Kalimantan Tengah menurut sejarah Kesultanan Banjar. Dalam perkembangannya kemudian nama wilayah Tanah Biaju tersebut diganti namanya menjadi Tanah Dayak pada jaman masa kolonial Hindia Belanda.[1]

Diceritakan dalam Hikayat Banjar-Kotawaringin bahwa Tanah Biaju atau negeri Biaju turut serta mengirim prajurit membantu Pangeran Samudera berperang melawan pamannya Pangeran Tumenggung (Raja Negara Daha terakhir).
Hikayat Banjar dan Kotawaringin menyebutkan:

Keberadaan wilayah Tanah Biaju yang terbagi menjadi dua daerah yaitu Biaju Besar dan Biaju Kecil, diceritakan dalam Hikayat Banjar-Kotawaringin merupakan salah satu daerah yang mengirim utusan untuk menghadiri undangan penguasa Kerajaan Negara Dipa Lambung Mangkurat untuk dalam rangka upacara pernikahan Putri Junjung Buih dengan Pangeran Suryanata, (Rass:314) sebagai berikut:

[1]

Keberadaan wilayah Biaju Besar dan Biaju Kecil, diceritakan dalam Hikayat Banjar-Kotawaringin merupakan salah satu daerah yang mengirim pasukan perang untuk membantu Raja Banjar Pangeran Samudera (Sultan Suryanullah) melawan pamannya Pangeran Tumenggung (Raja Negara Daha):

Tahun 1826Sunting

Berdasarkan CONTRACT MET DEN SULTAN VAN BANDJERMASIN 4 Mei 1826. / B 29 September 1826 No. 10, yang dibuat Sultan Adam dari Banjar dengan pihak kolonial Belanda, nama Biaju Besar dan Biaju Kecil telah berubah menjadi Dayak Besar dan Dayak Kecil.[2]

Perkara 4:

Tahun 1849Sunting

Nama Dayak Besar dan Dayak Kecil selanjutnya tetap digunakan untuk menyebut wilayah Biaju Besar dan Biaju Kecil tersebut dalam Staatsblad van Nederlandisch Indië tahun 1849, wilayah de groot en kleine Daijak-rivier (sungai Dayak Besar dan sungai Dayak Kecil) ini termasuk dalam zuid-ooster-afdeeling berdasarkan Bêsluit van den Minister van Staat, Gouverneur-Generaal van Nederlandsch-Indie, pada 27 Agustus 1849, No. 8. [3]

Lihat pulaSunting

Catatan kakiSunting

  1. ^ a b c d (Melayu)Ras, Johannes Jacobus (1990). Hikayat Banjar diterjemahkan oleh Siti Hawa Salleh. Malaysia: Percetakan Dewan Bahasa dan Pustaka. ISBN 9789836212405. ISBN 983-62-1240-X
  2. ^ (Indonesia) Hindia-Belanda (1965). Bandjermasin (Sultanate), Surat-surat perdjandjian antara Kesultanan Bandjarmasin dengan pemerintahan2 V.O.C.: Bataafse Republik, Inggeris dan Hindia- Belanda 1635-1860 (PDF). Arsip Nasional Republik Indonesia, Kompartimen Perhubungan dengan Rakjat. hlm. 228. 
  3. ^ (Belanda) Staatsblad van Nederlandisch Indië. Gouverneur-Generaal van Nederlandsch-Indie. 27 Agustus 1849. hlm. 2.