Talbis Iblis

buku karya Ibnul Jauzi

Talbis Iblis (bahasa Arab: تلبيس إبليس‎) adalah buku yang berisi penjelasan tentang perangkap dan tipu muslihat Iblis dalam menjerumuskan manusia ke dalam sebuah jurang kehancuran. Buku karya dari Ibnul Jauzi ini juga membahas tipu daya Iblis terhadap para sufi dari kalangan orang Zuhud.

Talbis Iblis
Talbis Iblis sampul.png
Sampul terbitan Indonesia
PengarangIbnul Jauzi
Judul asliAl-Muntaqâ An-Nafis min Talbîs Iblîs
NegaraBaghdad, Irak
Bahasabahasa Arab, Indonesia
SubjekAkidah,
Manhaj
Halaman528 hlm (Versi Bahasa Indonesia)

Tema PembahasanSunting

Pembahasan dalam kitab ini adalah seputar talbis (tipudaya) iblis terhadap manusia dan usaha mereka dengan cara ghurur (menipu) agar manusia tersesat, Dan yang dimaksud dengan ghurur adalah sejenis kebodohan yang menjadikan seseorang meyakini perkara yang rusak sebagai perkara yang baik dan sesuatu yang jelek sebagai perkara bagus.[1] Ibnul Jauzi membagi pembahasan dalam kitabnya menjadi 13 bab, dan menjadikan 4 bab pertama sebagai pembukaan untuk masuk ke dalam inti pembahasan. Dalam bab-bab tersebut beliau menyebutkan hadis dan atsar yang datang dari Salaf berupa perintah untuk berpegang teguh dengan sunnah dan jama`ah, kemudian beliau mencela perkara-perkara bid`ah dan ahlul bid`ah, kemudian beliau memperingatkan dari talbis iblis dan godaan yang ditimbulkan oleh mereka. Pada bab ke-5 Ibnul Jauzi menyebutkan talbis iblis dalam aspek Aqidah dan Agama, termasuk ahli Filsafat, ahli Kalam, Mujassimah, Khawarij, dan Rafidhah. Pada bab ke-6 Ibnul Jauzi menyebutkan Talbis Iblis terhadap para ulama dengan berbagai bidang ilmu yang mereka geluti. Dari kalangan ahli hadis, ahli fikih, penyair, ahli bahasa, ahli sejarah, dan yang lainnya. Dan pada bab ke-7 beliau mengkhususkan pembahasannya tentang para pemimpin dan penguasa. Pada bab ke-8 dan ke-9 Ibnul Jauzi menyebutkan talbis iblis terhadap ahli ibadah dan orang-orang yang zuhud. Pada bab ke-10 beliau khusus membahas tentang orang-orang sufi dengan pembahasan yang meluas. Dan bab ini merupakan bab yang paling panjang dibandingkan dengan bab-bab yang lain. Pembahasan tersebut lebih dari setengah kitab.

Orang-orang Sufi menanggapi buku Talbis IblisSunting

 
Ibnul Jauzi membantah penyimpangan ajaran tasawuf/sufi

Setelah Ibnul Jauzi menulis kitab Talbîs Iblîs, kitab ini pun menjadi "duri" di kerongkongan para penentang kebenaran dari kalangan penganut mazhab, khususnya tareqah sufi maupun setiap pengusung fanatisme golongan, khususnya mereka yang menisbahkan kepada tasawuf.[2] Karena itu, salah seorang dari mereka pun berupaya dengan semangat untuk membantah kitab tersebut. Orang yang dimaksudkan adalah Ibnu Ghanim Al-Maqdisi asy-Syafi'i (w.678 H)[2]

Kitab Talbîs Iblîs ini menjelaskan bahwa Iblis memiliki berbagai upaya untuk menyerang dan menggoda manusia, khususnya kepada Kaum Sufi. Tulisan Ibnul Jauzi itu pun mendapat tanggapan berupa bantahan, yakni Ibnu Ghanim, dengan kitab berjudul Taflîs Iblîs[2] (Kebangkrutan Iblis), yang menyatakan Iblis tidak punya daya-upaya untuk menyerang dan menggoda manusia.

Ibnul Ghanim penganut Sufi Juga menyebutkan kritik nya terhadap kitab Talbis Iblis ini dalam kitab dia mengatakan,

Tetapi Ibnul Ghanim tidak menyebutkan sedikitpun contoh keburukan yang disebut nya dalam kitab Taflis nya. Karena kitab Ibnul Jauzi penuh dengan penyingkapan talbis iblis terhadap serta pemikiran kaum sufi. Tidak ada yang bisa dilakukan Ibnu Ghanim yang berani menentang kitab ini selain mengingkarinya, akan tetapi pengingkaran itu dilakukan tanpa Hujjah yang memuaskan.[2]

Catatan kakiSunting

  1. ^ Talbis Iblis hal:45 bab:4 (Makna Talbis dan Ghurur), bahasa Indonesia: Pustaka Imam Syafi'i, tahun 2019 
  2. ^ a b c d Talbis Iblis hal:5 (sekilas tentang talbis iblis), bahasa Indonesia: Pustaka Imam Asy Syafi'i, tahun 2019, ISBN 978-602-9183-88-7 
  3. ^ Taflis Iblis hlm:28 

Pranala luarSunting