Buka menu utama

Tak Gendong (dari bahasa Jawa, artinya Saya Gendong) adalah album musik pop dan reggae karya penyanyi Indonesia Mbah Surip, yang dirilis pada tahun 2003. Lagu tituler album ini (Tak Gendong) adalah lagu yang melejitkan nama Mbah Surip sebagai penyanyi, yang karena kopopulerannya akhirnya menjadi ring back tone atau nada sambung pribadi pelanggan XL (Excelcomindo Pratama) yang dapat diunduh melalui ponsel, mencapai jutaan pengguna di Indonesia, dan menghasilkan royalti miliaran rupiah.[1][2]

Tak Gendong
Tak Gendong Album.jpg
Album studio CD&kaset karya Mbah Surip
Dirilis1 januari 2003
Direkam2002
GenrePop, Reggae
Durasi48:30
LabelFalcon Music
ProduserAdit O.B.
Kronologi Mbah Surip
Reformasi (1998)String Modul Galat: Tidak cocokString Modul Galat: Tidak cocok Tak Gendong (2003) Barang Baru (2004)String Modul Galat: Tidak cocokString Modul Galat: Tidak cocok

Latar belakangSunting

Album Tak Gendong pada awalnya dirilis di Indonesia pada tahun 2003 dalam jumlah terbatas, namun setelah melejitnya nama Mbah Surip lewat lagu dan pemasaran nada sambung Tak Gendong, label rekamannya, Falcon Music merilis ulang kompilasi lagu-lagu lama Mbah Surip dalam album Tak Gendong Bangun Tidur (2009). [3] Menurut Mbah Surip, lagu Tak Gendong diciptakan pada tahun 1983 ketika Mbah Surip masih berada di Amerika Serikat, walaupun pernyataan Mbah Surip sering disalahartikan sebagai gurauan. Lagu Tak Gendong yang merupakan hit besar dalam pasar musik Indonesia saat itu, sering dinyanyikan di komunitas jalanan, Bulungan, dan Taman Ancol sejak tahun 2003.

Daftar LaguSunting

  1. Bangun Tidur (3:17)
  2. Tak Gendong (5:18)
  3. I Love You Full (5:22)
  4. Aku Ganteng (3:26)
  5. Melody Security (4:38)
  6. Ujug-Ujug (3:50)
  7. Tukang Nasi Goreng (5:52)
  8. Dikejar-Kejar (6:02)
  9. Enak Tenan (6:24)
  10. Sejarah Cinta (4:21)

KontroversiSunting

Royalti penjualan nada sambung pribadiSunting

Saat meninggalnya Mbah Surip tanggal 4 Agustus 2009 karena serangan jantung, dia belum mendapatkan royalti dari hasil penjualan nada sambung pribadi Tak Gendong. Hal ini disebabkan karena nada sambung tersebut baru dipasarkan dua bulan sebelum dia meninggal, sedangkan berdasarkan perjanjian antara produser Mbah Surip, Adit O.B. dari Falcon Music dengan Excelcomindo Pratama sebagai operator telekomunikasi, waktu penghitungan royalti adalah tiga bulan setelah pemasaran. Royalti tersebut dikabarkan akan diberikan kepada ahli waris Mbah Surip.[4] Namun sistem royalti tersebut sendiri banyak dipertanyakan keadilannya oleh banyak pengamat industri musik Indonesia karena ketidakpahaman keluarga Mbah Surip tentang seluk beluknya.[1][5]

Rumor penjiplakan lagu ' Tak Gendong 'Sunting

Setelah meninggalnya Mbah Surip pada tanggal 4 Agustus 2009, sempat beredar rumor bahwa lagu Tak Gendong Mbah Surip meniru lagu Raunchy, salah satu lagu rock and roll instrumental yang populer pada tahun 1957 karya Billy Vaughn, musisi rock and roll dari Amerika Serikat, namun menurut pengamat musik Indonesia Bens Leo, Mbah Surip tidak dapat dituduh menjiplak lagu tersebut. Menurut Bens Leo yang telah mengenal Mbah Surip sejak 2003, bagian intro (awal) dari lagu Raunchy memang memiliki kemiripan nada dengan lagu Tak Gendong, namun selebihnya berbeda sama sekali. Komentar Bens Leo yang dikutip dari detiknews.com tanggal 6 Agustus 2009:

AnekdotSunting

ReferensiSunting

  1. ^ a b Royalti "Tak Gendong" Tembus Rp 10 Miliar, diakses 14 Agustus 2009
  2. ^ Ring Tone Mbah Surip Laris Manis, diakses 14 Agustus 2009
  3. ^ Berebut Dielus Si Mbah, diakses 14 Agustus 2009
  4. ^ Mbah Surip Belum Nikmati Untung RBT, diakses 14 Agustus 2009
  5. ^ Penjualan CD Laku Rp 33,4 M, diakses 14 Agustus 2009
  6. ^ Lagu 'Tak Gendong' Mbah Surip Njiplak?, diakses 14 Agustus 2009
  7. ^ Mbah Surip Meninggal Dunia?, diakses 14 Agustus 2009