Buka menu utama

Super Derbi Jawa Timur

Pertandingan derbi sepak bola di Indonesia

Super Derbi Jawa Timur dikenal sebagai sebuah pertandingan derbi sepak bola dengan atmosfer paling panas dalam sejarah sepak bola antara sesama klub asal provinsi Jawa Timur yaitu Arema FC dan Persebaya Surabaya, yang pertama kali bertemu sejak tahun 1992.

Super Derbi Jawa Timur
Foto bersama pemain Arema dan Persebaya.jpeg
Pemain Arema & Persebaya berfoto bersama sebelum pertandingan dalam lanjutan kompetisi Liga 1 2018 tanggal 6 oktober 2018 di Stadion Kanjuruhan.[a]
Logo Arema FC 2017 logo.png
Arema
Logo Persebaya Surabaya.png
Persebaya
OlahragaSepak bola
LokasiMalang & Surabaya
(Provinsi Jawa Timur)
Tim terlibatArema FC & Persebaya Surabaya
Pertemuan pertama25 Oktober 1992
Persebaya 1–2 Arema
(Piala Utama)
Pertemuan terakhir15 Agustus 2019
Arema 4–0 Persebaya
(Liga 1 2019)
Pertemuan selanjutnya8 Desember 2019
(Liga 1 2019)
Stadion
Piala
  • Arema: 8
  • Persebaya: 10
Statistik
Total pertemuan32
Menang terbanyakArema FC (17)
Penampilan terbanyakBejo Sugiantoro
Rekor pertemuan
  • Arema: 17 menang
  • Imbang: 5
  • Persebaya: 10 menang
Seri musim reguler
Hasil pasca musimLiga 1 2018
  • Persebaya: peringkat 5
  • Arema: peringkat 6
Kemenangan terbesarPersebaya 6-1 Arema Malang
(Divisi Utama 1996-97)
Mencetak skor terbesarPersebaya 6-1 Arema Malang
Kemenangan beruntun terpanjang4 kali
Arema FC
  1. ^ Sesi foto bersama kedua tim sebelum pertandingan antara Arema FC dan Persebaya dalam lanjutan Liga 1 2018 pada tanggal 6 oktober 2018 adalah yang pertama kali dalam sebuah kompetisi resmi, hal itu dilakukan guna untuk meredam atmosfer panas kedua suporter dan juga untuk menunjukkan bahwa rivalitas hanya 90 menit di lapangan.
Super Derbi Jawa Timur berlokasi di Surabaya dan Malang
Arema
Arema
Persebaya
Persebaya
Lokasi markas Arema FC dan Persebaya di Jawa Timur dan Indonesia
Super Derbi Jawa Timur berlokasi di Provinsi Jawa Timur
Arema
Arema
Persebaya
Persebaya
Lokasi markas Arema FC dan Persebaya di Jawa Timur dan Indonesia
Super Derbi Jawa Timur berlokasi di Indonesia
Arema
Arema
Persebaya
Persebaya
Lokasi markas Arema FC dan Persebaya di Jawa Timur dan Indonesia

Arema FC dan Persebaya Surabaya merupakan dua klub yang berbeda generasi, Arema lahir tahun 1987 sedangkan Persebaya lahir sejak 1927. Perseteruan antara dua tim ini adalah lebih kepada persaingan dan gengsi demi menunjukkan siapa yang terbaik di provinsi Jawa Timur. Dengan didukung oleh kelompok suporter kedua tim yang sama-sama terkenal fanatik yaitu Aremania dikubu Arema FC dan Bonek dikubu Persebaya Surabaya ditambah perang urat syaraf (psywar) yang dilakukan oleh kedua kelompok suporter tersebut menjelang pertandingan dan pasca pertandingan menjadikan Super Derbi Jawa Timur ini adalah pertandingan yang paling dinanti-nantikan di Jawa Timur bahkan di Indonesia.

SejarahSunting

Atmosfer pada awal pertemuan pertama antara Arema Malang vs. Persebaya hanya biasa-biasa saja, karena memang Persebaya dan Arema berada pada habitat yang berbeda, Persebaya yang lahir 1927 berkompetisi di Divisi Utama Perserikatan, sedangkan Arema Malang yang lahir 1987 berkompetisi di Galatama. Dulunya tim-tim perserikatan ini umumnya adalah tim plat merah alias milik pemerintah yang pendanaanya berasal dari APBD pemerintah kota/kab. dimana tim itu berasal sedangkan tim Galatama merupakan tim swasta atau tim profesional yang umumnya dimiliki oleh perusahaan ataupun yayasan.

Kisah awal perseteruan klub sepak bola dua kota bertetangga Surabaya dan Malang ini sebenarnya bukan antara Arema dan Persebaya, karena secara tradisi, pesaing Persebaya di Jawa Timur adalah Persema Malang yang merupakan sesama klub Perserikatan. Sementara saingan Arema sesama klub Galatama adalah Niac Mitra klub asal Surabaya yang kemudian bertransformasi menjadi Mitra Surabaya di ajang Galatama.[1]

Selisih usia yang mencapai 60 tahun membuat kedua Arema dan Persebaya tumbuh dalam masa yang berbeda pula.

Kondisi tersebut berubah sejak kompetisi Divisi Utama Perserikatan dan Galatama dilebur menjadi kompetisi Liga Indonesia pada tahun 1994. Pada masa itu, masih ada Persema dan Mitra Surabaya (suksesor Niac Mitra). Namun basis pendukung yang lebih banyak di Persebaya dan Arema membuat persaingan akhirnya mengerucut ke kedua tim tersebut.

Saat prestasi Persema kalah mentereng ketimbang Arema, dan ditambah lagi Mitra Surabaya yang akhirnya bubar suporter Malang dan Surabaya makin fokus mendukung Arema dan Persebaya. Karena panasnya aroma persaingan, kala kompetisi masih terbagi dalam dua wilayah Timur dan Barat, Arema dan Persebaya sengaja dipisahkan ke wilayah yang berbeda.

Tujuannya tentu guna menghindari laga rawan gesekan suporter jika terjadi derbi Jawa Timur. Ketika kompetisi tak lagi memakai sistem dua wilayah, derbi Jatim tak terelakkan. Guna menghindari gesekan suporter, hingga kini peraturan kesepakatan bersama yang dibuat pada tahun 1988 yang melarang kedua suporter untuk saling datang masih diberlakukan.[2] Namun dari semua kisah ini tak ada yang bisa menetapkan satu cerita tunggal yang menjadi awal muasal persaingan tersebut terjadi.

Pemain di kedua timSunting

Berikut adalah pemain sepak bola yang pernah bermain untuk Arema FC maupun Persebaya.[3][4][5]

Catatan:

Peristiwa yang mengiringiSunting

Insiden NurkimanSunting

Pada lanjutan Liga Indonesia musim 1995-96, rombongan Persebaya dalam perjalanan pulang usai dijamu Persema Malang di Stadion Gajayana, Malang. Bus yang ditumpangi pemain Persebaya tiba-tiba dilempari batu oleh suporter tuan rumah.

Nahas bagi Nurkiman. Lontaran batu dari ketapel yang dipakai suporter memecahkan kaca bus dan pecahannya melukai mata kiri Nurkiman. Peristiwa itu akhirnya membuat Nurkiman kehilangan penglihatan buat selamanya dan ia harus pensiun dini sebagai pemain.[6]

Bentrokan 7 Maret 2013Sunting

Kejadian pada kamis sore 7 Maret 2013 terjadi luar Stadion Petrokimia, Gresik. 9 remaja beratribut Bonek diserang oleh ratusan Aremania dengan batu dan potongan pipa. Penyerangan itu dilakukan sebelum kick off pertandingan antara Persegres Gresik United vs Arema FC digelar. Dalam insiden itu, satu orang Bonek tewas dan tiga lainya mengalami luka parah. [7]

Kerusuhan 5 Mei 2014Sunting

Bentrokan antara Bonek dan Aremania terjadi pada kamis malam tanggal 5 Mei 2014 di Jalan Tol Surabaya-Gresik tepatnya di ruas Tol Simo, Surabaya. ketika itu rombongan Aremania yang hendak pulang kembali ke Malang dari Gresik setelah menonton pertandingan antara Persegres Gresik United melawan Arema FC dihadang oleh ratusan suporter Bonek. Kerusuhan pun tak dapat dihindarkan, dalam kerusuhan ini 18 suporter Aremania mengalami luka-luka dan 3 orang meninggal dunia. Bonek beralasan bahwa penyerangan terhadap Aremania ini adalah balasan atas meninggalnya seorang Bonek pada 7 Maret 2013 yang lalu di Gresik.[8]

Kerusuhan 19 Desember 2015Sunting

Kali ini bentrokan antara Aremania dan Bonek kembali terjadi tepatnya di wilayah kecamatan Sambungmacan, Sragen, Jawa Tengah, pada Sabtu pagi 19 Desember 2015. Bentrokan tersebut terjadi ketika rombongan Aremania yang menaiki bus pariwisata melintasi wilayah Sragen dalam perjalanan menuju Sleman, DI Yogyakarta untuk mendukung tim Arema pada lanjutan turnamen Piala Sudirman. Secara kebetulan, rombongan Bonek sebanyak empat truk yang juga hendak menuju Sleman berada di lokasi yang sama.

Kerusuhan pun pecah. Ratusan Bonek melempari bus Aremania dengan batu. Insiden ini menyebabkan 3 orang meninggal dunia, dua orang Aremania dan seorang pengemudi mobil yang memakai atribut Aremania.[9]

Rekor pertemuanSunting

Rekor pertemuan kedua tim dihitung untuk semua kompetisi (Liga, Turnamen resmi, turnamen pra-musim) termasuk saat kedua-dua tim tersebut sama-sama mengalami masalah dualisme.

Kompetisi Tanggal Tuan rumah Skor Stadion
Piala Utama 1992[a] 25 Oktober 1992[i] Persebaya 2-1 Andi Mattalatta, Makassar[b]
Liga Dunhill 1994-95 29 Maret 1995 Arema 1-0 Gajayana
30 April 1995 Persebaya 3-2 Gelora 10 November
Liga Dunhill 1995-96
-
Persebaya 3-0 Gelora 10 November
-
Arema 3-0 Gajayana
Liga Kansas 1996-97 19 Februari 1997 Arema 1-1 Gajayana
26 Maret 1997 Persebaya 6-1 Gelora 10 November
Liga Kansas 1997-98 16 November 1997 Persebaya 0-0 Gelora 10 November
12 April 1998 Arema 0-0 Gajayana
Liga Bank Mandiri 1999-2000 19 Maret 2000 Persebaya 1-0 Gelora 10 November
10 Mei 2000 Arema 1-0 Gajayana
Liga Bank Mandiri 2001 18 Januari 2001 Persebaya 1-0 Gelora 10 November
18 Juli 2001 Arema 1-0 Gajayana
Piala Gubernur Jawa Timur I 2002 22 Desember 2002[ii] Arema 1-2 Gelora Delta, Sidoarjo
Piala Indonesia 2006 1 September 2006 Arema 1-0 Kanjuruhan
Liga Djarum 2007 13 Februari 2007 Arema 2-1 Kanjuruhan
30 Desember 2007 Persebaya 1-1 Gelora 10 November
Djarum ISL 2009-10 16 Januari 2010 Persebaya 2-0 Gelora 10 November
21 Februari 2010 Arema 1-0 Kanjuruhan
Uji Coba 27 November 2012 Persebaya DU[c] 1-0 Gelora 10 November
Liga Primer Indonesia 2012 4 Maret 2012 Persebaya 1927[d] 2-1 Gelora Bung Tomo
14 Juli 2012 Arema IPL[e] 2-1 Gajayana
Piala Gubernur Jatim 2012 28 Desember 2012 Arema ISL[f] 1-0 Kanjuruhan
Liga Primer Indonesia 2013 23 Juni 2013 Arema IPL 2-1 Gajayana
Final Piala Gubernur Jatim 2013[iii] 24 Desember 2013 Persebaya 0-1 Bumimoro, Surabaya
Semifinal SCM Cup 2015[iv] 25 Januari 2015 Arema 1-0 Jakabaring, Palembang
Piala Gubernur Kaltim 2018 2 Maret 2018 Arema 2-0 Palaran, Samarinda
Gojek Liga 1 2018 6 Mei 2018 Persebaya 1-0 Gelora Bung Tomo
6 Oktober 2018 Arema 1-0 Kanjuruhan
Final piala presiden 2019 leg-1 9 April 2019 Persebaya 2-2 Gelora Bung Tomo
Final piala presiden 2019 leg-2[v] 12 April 2019 Arema 2-0 Kanjuruhan
Shopee Liga 1 2019 15 Agustus 2019 Arema 4-0 Kanjuruhan
8 Desember 2019 Persebaya Gelora Bung Tomo

PrestasiSunting

Arema Kompetisi Persebaya
Domestik
1 Liga[g] 2
1 Divisi Satu/Liga 2 3
2 Piala Presiden -
2 Piala Indonesia -
1 Inter Island Cup (dihentikan) -
- Piala Utama (dihentikan) 1
1 Galatama-Perserikatan 4
8 Agregat 10

Catatan kakiSunting

  1. ^ Piala Utama merupakan turnamen baru yang diciptakan oleh PSSI pada tahun 1990, Kompetisi ini mempertemukan masing-masing empat klub terbaik dari dua kompetisi PSSI yaitu Galatama dan Perserikatan.
  2. ^ PSM Makassar sebagai tuan rumah group A Piala Utama 1992
  3. ^ Persebaya DU merupakan klub Persebaya tandingan dibawah pimpinan Wisnu Wardhana, klub di era dualisme Persebaya yang merupakan cikal bakal klub Bhayangkara F.C. saat ini.
  4. ^ Persebaya 1927 adalah klub Persebaya yang diketuai Saleh Ismail Mukadar, klub di era dualisme Persebaya dan merupakan klub Persebaya Surabaya saat ini.
  5. ^ Arema IPL adalah klub Arema dibawah PT Arema Indonesia pimpinan M. Nur dan merupakan embrio klub Arema Indonesia yang bermain di Liga 3 saat ini.
  6. ^ Arema ISL adalah klub Arema dibawah pimpinan Rendra Kresna dan merupakan cikal bakal klub Arema FC saat ini.
  7. ^ Dihitung mulai kompetisi Liga Indonesia 1994

Lihat jugaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Arema vs Persebaya: persaingan abadi. bola.com. Diakses tanggal 30/09/2019
  2. ^ Larangan awaydays kedua suporter tetap berlaku. jawapos.com. 8 April 2019. Diakses tanggal 30/09/2019.
  3. ^ Pemain yang pernah membela Persebaya dan Arema. emosijiwaku.com. 8 April 2019. Diakses tanggal 30/09/2019.
  4. ^ Pemain berlabel timnas yang pernah bermain untuk Arema dan Persebaya. bolasport.com. Diakses tanggal 30/09/2019.
  5. ^ Pemain asing yang pernah bermain untuk Arema dan Persebaya. bolasport.com. Diakses tanggal 30/09/2019.
  6. ^ Kisah tragis mantan pemain Persebaya. bola.com. Diakses tanggal 30/09/2019.
  7. ^ Bonek bentrok dengan Aremania, 1 tewas. surabayapagi.com. 9 Maret 2013. Diakses tanggal 30/09/2019.
  8. ^ Bonek vs Aremania, 3 orang meninggal dunia. simomot.com. 6 Juni 2014. Diakses tanggal 30/09/2019.
  9. ^ Bonek vs Aremania di Sragen, 2 tewas. merdeka.com. Diakses tanggal 30/09/2019
  1. ^ Pertemuan pertama Arema vs Persebaya. vamosarema.com. Diakses tanggal 30/09/2019.
  2. ^ Group A piala gubernur Jatim 2002: Persebaya kalahkan Arema 2-1. vamosarema.com. Diakses tanggal 30/09/2019
  3. ^ Kalahkan Persebaya, Arema juara piala Gubernur Jatim 2013. liputan6.com. Diakses tanggal 30/09/2019.
  4. ^ Semifinal SCM Cup 2015: Arema 1-0 Persebaya. bisnis.com. 26 Januari 2016. Diakses tanggal 30/09/2019.
  5. ^ Kalahkan Persebaya, Arema angkat Piala Presiden di Kanjuruhan. detik.com. Diakses tanggal 30/09/2019.

Pranala luarSunting