Buka menu utama

Daftar raja di Jawa

artikel daftar Wikimedia
(Dialihkan dari Sultan Mataram)

KalinggaSunting

  • Prabu Wasumurti (594-605)
  • Prabu Wasugeni (605-632)
  • Prabu Wasudewa (632-652)
  • Prabu Wasukawi (652-???)
  • Prabu Kirathasingha (632-648)
  • Prabu Kartikeyasingha (Sang Mokteng Mahamerwacala) (648–674)
  • Ratu Shima (Sri Maharani Mahisasuramardini Satyaputikeswara) (674–695)

Kalingga Selatan (Bhumi Sambhara)Sunting

  • Prabu Iswarakesawalingga (695-742 M), bergelar Rakryan Narayana Prabhu Iswarakesawalingga Jagatnata Bhuwanatala
  • Prabu Iswaralingga (742-760 M), bergelar Rakryan Dewasingha Prabhu Iswaralingga Jagatnata
  • Prabu Gajayanalingga (760-789 M), bergelar Rakryan Limwana Prabhu Gajayanalingga Jagatnata
  • Dewi Satyadarmika (Uttejana) menikah dengan Rakai Panangkaran

Kalingga Utara (Bhumi Mataram)Sunting

  • Dewi Parwati (695-709 M), bergelar Rani Dewi Parwati Tunggalpratiwi
  • Dewi Sannaha (709-716 M)
  • Sanjaya / Prabu Harisdharma (732-754 M), bergelar Ksatrabhimaparakrama Yudhenipuna Bratasennawaputra (Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya)
  • Rakai Panangkaran (754-782), bergelar Sri Maharaja Rakai Panangkaran Dyah Sangkara Tejahpurnapana Panangkarana

Medang (Mataram Kuno)Sunting

Pada umumnya para sejarawan menyebut ada tiga dinasti yang pernah berkuasa di Kerajaan Medang, yaitu Wangsa Sanjaya (yang beragama Hindu Siwa) dan Wangsa Sailendra (yang beragama Buddha) pada periode Jawa Tengah, serta Wangsa Isyana pada periode Jawa Timur.

Wangsa SanjayaSunting

Medang i Bhumi Mataram (sekarang Yogyakarta) istilah dari Wangsa Sanjaya yang berkuasa di Kerajaan Medang periode Jawa Tengah

  • Sanjaya (Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya) (717—746), bergelar Ksatrabhimaparakrama Yudhenipuna Bratasennawaputra, mendirikan Medang sebagai pewaris takhta Prabu Bratasenawa (Raja ketiga di Kerajaan Galuh) yang dikudeta oleh Purbasora
  • Rakai Panangkaran (Sri Maharaja Rakai Panangkaran Dyah Sangkara Tejahpurnapana Panangkarana) (770-an)
  • Rakai Panunggalan (780-an)
  • Rakai Warak (800-an)
  • Rakai Garung (828–847)
  • Rakai Pikatan (840an—856), suami Pramodawardhani, awal kebangkitan Wangsa Sanjaya
  • Rakai Kayuwangi (Sri Maharaja Rakai Kayuwangi Dyah Lokapala) (856—880an).
  • Rakai Watuhumalang (890-an)
  • Rakai Watukura (Dyah Balitung) (899—911)
  • Mpu Daksa (Daksottama) (913—919), memperkenalkan pemakaian Sanjayawarsa atau Kalender Sanjaya. Menurut analisis para sejarawan, tahun 1 Sanjaya bertepatan dengan tahun 717 Masehi dan besar kemungkinan itu adalah tahun di mana Sanjaya (Rakai Mataram) berhasil mendapatkan kembali takhta warisan Prabu Bratasenawa.
  • Rakai Layang (Dyah Tulodhong) (919—924)
  • Rakai Sumba (Dyah Wawa) (924—929)

Wangsa SailendraSunting

Masa peralihan kepemerintahan Sriwijaya (periode Jawa Tengah) setelah berhasil dikuasai Wangsa Sailendra. Daftar ini merupakan daftar penguasa Medang oleh Wangsa Sailendra sebagai Mataram Buddha. Raja-raja Medang (era Sailendra) merupakan raja yang pernah berkuasa di Bhumi Mataram bukan keseluruhan anggota wangsa Sailendra, karena wangsa Sailendra sendiri merupakan leluhur dari wangsa Sanjaya.

Wangsa IsyanaSunting

Medang i Tamwlang / Medang i Watugaluh (sekarang Jombang) istilah dari Wangsa Isyana yang berkuasa di Kerajaan Medang periode Jawa Timur

  • Mpu Sindok (Rakai Hino) (929—947), memindahkan ibu kota Medang yang hancur akibat letusan Gunung Merapi dari Bhumi Mataram menuju Tamwlang. Beberapa tahun kemudian ibu kota dipindahkan lagi ke Watugaluh.
(Kedua istana baru itu terletak di daerah Jombang sekarang)

KahuripanSunting

  • Airlangga (1019-1045), mendirikan kerajaan di reruntuhan Medang
(Airlangga kemudian memecah Kerajaan Kahuripan menjadi dua: Janggala dan Kadiri)

JanggalaSunting

(tidak diketahui silsilah raja-raja Janggala hingga tahun 1116)

KadiriSunting

SingasariSunting

Wangsa RajasaSunting

MajapahitSunting

 
Lambang Suya Majapahit

Wangsa RajasaSunting

Kasultanan DemakSunting

  • Sultan Syah Alam Akbar I atau Sultan Fatah (Raden Patah) (1475-1517), bergelar Senapati Jimbun Ningrat Ngabdurahman Panembahan Palembang Sayiddin Panatagama
  • Sultan Syah Alam Akbar II (Adipati Unus) (1518–1520)
  • Sultan Syah Alam Akbar III (Trenggana) atau (Adipati Rodim) (1521–1545)
  • Susuhunan Prawata (Raden Mukmin) (1546–1548)
  • Arya Penangsang (Arya Jipang) (1549-1554)

Kadaton GiriSunting

  • Susuhunan Giri I, atau Prabu Satmata atau Raden Paku (1487–1506)
  • Susuhunan Giri II, atau Sunan Dalem atau Sunan Kedul (1487–1546)
  • Susuhunan Giri III, atau Sunan Seda ing Margi (1546–1548)
  • Susuhunan Giri IV, atau Sunan Prapen atau Sunan Mas Ratu Pratikal (1548–1605)
  • Susuhunan Giri V, atau Sunan Kawis Guwa (1605–?)
  • Panembahan Ageng Giri (?–1680)
  • Panembahan Mas Witana Sideng Rana

Kasultanan KalinyamatSunting

Kasultanan PajangSunting

Kasultanan MataramSunting

 
Lambang Kasultanan Mataram

Kasultanan Mataram merupakan kerajaan Islam di Pulau Jawa yang pernah berdiri pada abad ke-17. Kerajaan ini dipimpin suatu wangsa keturunan Ki Ageng Sela, Ki Ageng Henis, dan Ki Ageng Pamanahan. Awal mulanya berupa Alas Mentaok bekas Kerajaan Medang (Mataram Kuno) yang diberikan oleh Sultan Hadiwijaya kepada Ki Ageng Pamanahan sebagai hadiah atas jasanya, kemudian menjadi suatu Kadipaten Mataram di bawah Kasultanan Pajang. Raja berdaulat pertama adalah Danang Sutawijaya (Panembahan Senapati), putra Ki Ageng Pamanahan.

Daftar ini merupakan daftar penguasa Mataram Baru atau Kasultanan Mataram juga disebut sebagai Mataram Islam. Penguasa Kasultanan Mataram sering disebut Sultan atau Susuhunan (Sunan) atau lengkapnya Paduka Hingkang Sinuhun Kang Jumeneng Sri Susuhunan Hadi Prabhu Senapati Hing Ngalaga Ngabdurrahman Sayiddin Panatagama. Raja-raja yang berkuasa di Kasultanan Mataram merupakan keturunan dari Ki Ageng Pamanahan, pendiri Wangsa Mataram.

No. Gambar Nama Lahir Awal memerintah Naik tahta Akhir memerintah Keluarga Catatan
1   Danang Sutawijaya
Hingkang Sinuhun Kangjeng
Panembahan Senapati
hing-Ngalaga Sayiddin Panatagama
1530 1587 1584 1601
(14 tahun bertahta)
Wangsa Mataram  • 1584 diangkat sebagai penguasa baru Mataram oleh Sultan Hadiwijaya
 • 1587 Memerdekakan Kadipaten Mataram dari Kesultanan Pajang
 • Raja Kesultanan Mataram pertama
 • Anak dari Ki Ageng Pamanahan
2 Raden Mas Jolang


Paduka Hingkang Sinuhun Kang Jumeneng
Sri Susuhunan Hadi Prabu
Hanyakrawati
Senapati-hing-Ngalaga Sayiddin Panatagama


(Panembahan Hanyakrawati)

1601 1613
(12 tahun bertahta)
Wangsa Mataram  • Anak dari Panembahan Senapati
3 Raden Mas Wuryah
Pangeran Arya Martapura
Adipati Martapura
Kotagede, Mataram, 1605 1613 1613
(bertahta hanya satu hari)
Wangsa Mataram  • Anak dari Panembahan Hanyakrawati
4   Raden Mas Jatmika
Raden Mas Rangsang


Paduka Hingkang Sinuhun Kang Jumeneng
Sri Susuhunan Agung Hadi Prabu
Hanyakrakusuma
Senapati-hing-Ngalaga Sayiddin Panatagama (gelar 1624)


Sri Sultan Agung Hadi Prabu
Hanyakrakusuma
Senapati-hing-Ngalaga Abdurrahman Sayiddin Panatagama (gelar 1640)


Sultan Abdullah Muhammad Maulana Mataram (gelar 1641)


(Panembahan Hanyakrakusuma)

Kotagede, Mataram, 1593 1613 1613 1645
(32 tahun bertahta)
Wangsa Mataram  • Anak dari Panembahan Hanyakrawati
 • 1613 naik tahta pada usia 20 tahun menggantikan adiknya, Adipati Martapura (beda ibu) yang menderita tunagrahita
5   Raden Mas Sayidin
Paduka Hingkang Sinuhun Kang Jumeneng
Sri Susuhunan Hadi Prabu
Hamangkurat I
Senapati-hing-Ngalaga Sayiddin Panatagama
Kotagede, Mataram 1646 1677
(31 tahun bertahta)
Wangsa Mataram  • Anak dari Sultan Agung
Pada bulan September 1680 Hamangkurat II membangun kraton baru di hutan Wanakarta karena kraton yang lama di Plered telah diduduki Pakubuwana I. Kraton baru tersebut bernama Kartasura

Kasunanan Kartasura HadiningratSunting

Hamangkurat atau Mangkurat adalah sebuah gelar yang diperoleh Raden Mas Sayidin yang setelah dewasa bergelar Pangeran Arya Prabu Adi Mataram. Ia merupakan putra Sultan Agung dari Mataram, yang disebut Susuhunan hing Ngalaga. Gelar ini kemudian diteruskan ke keturunan-keturunannya hingga terakhir Hamangkurat V yang memerintah hingga 1727:

Nama
Jangka hidup
Awal memerintah
Akhir memerintah
Keterangan
Keluarga
Gambar
Hamangkurat II
Raden Mas Rahmat
1677 1703 Anak dari Hamangkurat I, 1680 mendirikan Kasunanan Kartasura di hutan Wanakarta Wangsa Mataram
Hamangkurat III
Raden Mas Sutikna
1703 1705 Anak dari Hamangkurat II Wangsa Mataram
Pakubuwana I
Raden Mas Darajat
16681719
(umur 51)
1705 1719 Anak dari Hamangkurat I, sebagai raja Kasunanan Kartasura dengan kraton di Plered Wangsa Mataram  
Hamangkurat IV
Raden Mas Suryaputra
1719 1726 Anak dari Pakubuwana I Wangsa Mataram  
Pakubuwana II
Raden Mas Prabasuyasa
17111749
(umur 38)
1726 1742 Anak dari Hamangkurat IV, 1745 mendirikan Kasunanan Surakarta di desa Sala Wangsa Mataram  
Hamangkurat V
Raden Mas Garendi
1742 1742 Cucu dari Hamangkurat III, bertahta hanya 4 bulan Wangsa Mataram

Kasunanan Surakarta HadiningratSunting

 
Sri Radya Laksana, Lambang Kasunanan Surakarta

Pakubuwana (Bahasa Jawa: Pakubuwono, Hanacaraka: ꦦꦑꦸꦨꦸꦮꦟ) adalah sebuah gelar yang diperoleh Raden Mas Darajat, yang setelah dewasa bergelar Pangeran Puger. Ia merupakan putra dari Hamangkurat I, raja Mataram. Gelar ini kemudian diteruskan ke keturunan-keturunannya sebagai Susuhunan Surakarta dengan gelar lengkapnya Sahandhap Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan Pakubuwana Senapati-ing-Alaga Abdurrahman Sayidin Panatagama Ingkang Jumeneng Kaping ... (diisi sesuai urutan gelar raja ke berapa) ing Nagari Surakarta Hadiningrat. Saat ini yang bertahta sebagai Susuhunan Surakarta adalah Pakubuwana XIII. Berikut ini adalah daftar keturunan Pangeran Puger yang menggunakan gelar Pakubuwana:

Nama
Jangka hidup
Awal memerintah
Akhir memerintah
Keterangan
Keluarga
Gambar
Pakubuwana I
Raden Mas Darajat
16681719
(umur 51)
1705 1719 Anak dari Hamangkurat I, sebagai raja Kasunanan Kartasura Wangsa Mataram  
Pakubuwana II
Raden Mas Prabasuyasa
17111749
(umur 38)
1745 1749 Anak dari Hamangkurat IV, mendirikan Kasunanan Surakarta Wangsa Mataram  
Pakubuwana III
Raden Mas Suryadi
17321788
(umur 56)
1749 1788 Anak dari Pakubuwana II Wangsa Mataram  
Pakubuwana IV
Raden Mas Subadya
(1768-09-02)2 September 1768 – 2 Oktober 1820(1820-10-02) (umur 52) 1788 1820 Anak dari Pakubuwana III Wangsa Mataram
Pakubuwana V
Raden Mas Sugandi
17851823
(umur 38)
1820 1823 Anak dari Pakubuwana IV Wangsa Mataram  
Pakubuwana VI
Raden Mas Sapardan
(1849-06-02)2 Juni 1849 – 2 Oktober 1830(1830-10-02) (umur 23) 1823 1830 Anak dari Pakubuwana V,ditetapkan oleh pemerintah Republik Indonesia sebagai pahlawan nasional Wangsa Mataram  
Pakubuwana VII
Raden Mas Malikis Solikin
(1796-07-28)28 Juli 1796 – 10 Mei 1858(1858-05-10) (umur 61) 1830 1858 Anak dari Pakubuwana IV Wangsa Mataram  
Pakubuwana VIII
Raden Mas Kusen
(1789-04-20)20 April 1789 – 28 Desember 1861(1861-12-28) (umur 72) 1858 1860 Anak dari Pakubuwana IV Wangsa Mataram  
Pakubuwana IX
Raden Mas Duksino
(1830-12-22)22 Desember 1830 – 16 Maret 1893(1893-03-16) (umur 62) 1860 1893 Anak dari Pakubuwana VI Wangsa Mataram  
Pakubuwana X
Raden Mas Sayiddin Malikul Kusno
(1866-11-29)29 November 1866 – 1 Februari 1939(1939-02-01) (umur 72) 1893 1939 Anak dari Pakubuwana IX,ditetapkan oleh pemerintah Republik Indonesia sebagai pahlawan nasional Wangsa Mataram  
Pakubuwana XI
Raden Mas Antasena
18861945
(umur 59)
1939 1945 Anak dari Pakubuwana X Wangsa Mataram  
Pakubuwana XII
Raden Mas Suryo Guritno
19252004
(umur 79)
1945 2004 Anak dari Pakubuwana XI, raja Kasunanan Surakarta yang memerintah paling lama, yaitu selama 59 tahun, tepatnya mulai tahun 1945 hingga 2004. Wangsa Mataram  
Pakubuwana XIII
Raden Mas Suryo Partono
1948 – sekarang 2004 Petahana Anak dari Pakubuwana XII Wangsa Mataram  

Kasultanan Ngayogyakarta HadiningratSunting

 
Lambang Praja Cihna, Kasultanan Yogyakarta

Hamengkubuwana atau Hamengkubawana adalah sebuah gelar yang diperoleh Raden Mas Sujana yang setelah dewasa bergelar Pangeran Mangkubumi. Ia merupakan putra Hamangkurat IV. Gelar ini diperolehnya melalui Perjanjian Giyanti dan kemudian diteruskan ke keturunan-keturunannya hingga yang saat ini, Hamengkubawana X.

Nama lengkap gelarnya adalah Ngarsa Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kangjeng Sultan Hamengkubuwana Senapati-ing-Ngalaga Abdurrahman Sayidin Panatagama Khalifatullah ingkang Jumeneng kaping ... ing Ngayogyakarta Hadiningrat. Setelah Sabdaraja pertama tanggal 30 April 2015, gelarnya diubah menjadi Ngarsa Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Sri Sultan Hamengku Bawono ingkang Jumeneng Kasepuluh Suryaning Mataram Senopati-ing-Ngalaga Langgeng ing Bawana, Langgeng, Langgeng ing Tata Panatagama.[1]

Daftar sultan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Yang bertahta saat ini adalah Sri Sultan Hamengkubuwana X.

Nama
Jangka hidup
Awal memerintah
Akhir memerintah
Keterangan
Keluarga
Gambar
Hamengkubuwana I
Raden Mas Sujana
(1717-08-06)6 Agustus 1717 – 4 Maret 1792(1792-03-04) (umur 74) 1755 1792 Anak dari Hamangkurat IV Wangsa Mataram  
Hamengkubuwana II
Raden Mas Sundoro
(1750-03-07)7 Maret 1750 – 3 Januari 1828(1828-01-03) (umur 77) 1792 1810 Anak dari Hamengkubuwana I Wangsa Mataram  
Hamengkubuwana III
Raden Mas Surojo
(1769-02-20)20 Februari 1769 – 3 November 1814(1814-11-03) (umur 45) 1810 1811 Anak dari Hamengkubuwana II Wangsa Mataram  
Hamengkubuwana II
Raden Mas Sundoro
(1750-03-07)7 Maret 1750 – 3 Januari 1828(1828-01-03) (umur 77) 1811 1812 Anak dari Hamengkubuwana I Wangsa Mataram  
Hamengkubuwana III
Raden Mas Surojo
(1769-02-20)20 Februari 1769 – 3 November 1814(1814-11-03) (umur 45) 1812 1814 Anak dari Hamengkubuwana II Wangsa Mataram  
Hamengkubuwana IV
Raden Mas Ibnu Jarot
(1804-04-03)3 April 1804 – 6 Desember 1822(1822-12-06) (umur 18) 1814 1822 Anak dari Hamengkubuwana III Wangsa Mataram  
Hamengkubuwana V
Raden Mas Gathot Menol
(1821-08-20)20 Agustus 1821 – 1855 1822 1826 Anak dari Hamengkubuwana IV Wangsa Mataram  
Hamengkubuwana II
Raden Mas Sundoro
(1750-03-07)7 Maret 1750 – 3 Januari 1828(1828-01-03) (umur 77) 1826 1828 Anak dari Hamengkubuwana I Wangsa Mataram  
Hamengkubuwana V
Raden Mas Gathot Menol
(1821-08-20)20 Agustus 1821 – 1855 1828 1855 Anak dari Hamengkubuwana IV Wangsa Mataram  
Hamengkubuwana VI
Raden Mas Mustojo
1821 - 20 Juli 1877 1855 1877 Adik dari Hamengkubuwana V Wangsa Mataram  
Hamengkubuwana VII
Raden Mas Murtejo
1839 - 1931 1877 1921 Anak dari Hamengkubuwana VI Wangsa Mataram  
Hamengkubuwana VIII
Raden Mas Sujadi
(1880-03-03)3 Maret 1880 – 22 Oktober 1939(1939-10-22) (umur 59) 1921 1939 Anak dari Hamengkubuwana VII Wangsa Mataram  
Hamengkubuwana IX
Raden Mas Dorodjatun
(1912-08-12)12 Agustus 1912 – 2 Oktober 1988(1988-10-02) (umur 76) 1939 1988 Anak dari Hamengkubuwana VIII Wangsa Mataram  
Hamengkubawana X
Raden Mas Herjuno Darpito
(1946-04-02)2 April 1946 1988 Petahana Anak dari Hamengkubuwana IX Wangsa Mataram  

Kadipaten MangkunagaranSunting

 
Lambang Kadipaten Mangkunagaran

Mangkunegara (aksara Jawa:ꦩꦁꦏꦸꦤꦒꦫ, "mangkunagara") adalah nama wisuda bagi raja-raja yang memimpin Praja Kadipaten Mangkunegaran sejak berdiri hingga sekarang. Nama ini pertama kali dipakai oleh Raden Mas Said (Pangeran Sambernyawa) setelah ia diangkat menjadi penguasa Mangkunegaran melalui Perjanjian Salatiga yang mengakhiri rangkaian perang suksesi Mataram, sebagai (gelar lengkap) Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara I.

Nama "mangkunegara" diambil dari nama kebesaran ayah R.M. Said, Pangeran Arya Mangkunagara Kartasura yang dibuang ke Srilangka karena mendukung pemberontakan. Pangeran Mangkunegara Kartasura adalah putra raja Mataram di Kartasura, Sunan Hamangkurat IV dari Kartasura (Hamangkurat Jawi), dan juga saudara dari Pangeran Mangkubumi (lalu menjadi Sultan Hamengkubuwana I) dan Sunan Pakubuwana II Kartasura.

Nama
Jangka hidup
Awal memerintah
Akhir memerintah
Keterangan
Keluarga
Gambar
Mangkunegara I
Raden Mas Said
(1725-04-07)7 April 1725 – 8 Desember 1795(1795-12-08) (umur 70) 1757 1795 Anak dari Hamangkurat IV Wangsa Mataram
Mangkunegara II
Raden Mas Sulomo
1795 1835 Cucu dari Mangkunegara I Wangsa Mataram  
Mangkunegara III
Raden Mas Sarengat
1835 1853 Cucu dari Mangkunegara II Wangsa Mataram  
Mangkunegara IV
Raden Mas Sudira
1853 1881 Cucu dari Mangkunegara II [2] Wangsa Mataram  
Mangkunegara V
Raden Mas Sunito
1881 1896 Saudara dari Mangkunegara IV Wangsa Mataram  
Mangkunegara VI
Raden Mas Suyitno
1896 1916 Saudara dari Mangkunegara V Wangsa Mataram  
Mangkunegara VII
Raden Mas Soerjo Soeparto
1885 – 1944 1916 1944 Anak dari Mangkunegara V Wangsa Mataram  
Mangkunegara VIII
Raden Mas Hamidjojo Saroso
(1925-04-07)7 April 1925 – 2 Agustus 1987(1987-08-02) (umur 62) 1944 1987 Anak dari Mangkunegara VII Wangsa Mataram  
Mangkunegara IX
Raden Mas Soedjiwo Koesoemo
1951 1987 Petahana Anak dari Mangkunegara VIII Wangsa Mataram  

Kadipaten PakualamanSunting

 
Lambang Kadipaten Pakualaman

Paku Alam adalah anak dari Sultan Hamengkubuwana I[3] saat Sultan masih dalam peperangan dengan Belanda. Setelah Sultan wafat (1792), seorang puteranya Bendara Pangeran Harya Notokusumo ketika diangkat menjadi Pangeran Merdiko oleh Pemerintah Inggris nama Paku Alam dipilihnya sebagai gelar raja melalui Perjanjian Politik 17 Maret 1813 dengan wilayahnya disebut Kadipaten. Ia merupakan putra ketiga Hamengkubuwana I dan sebagai raja di wilayah Kadipaten bergelar sebagai Kanjeng Gusti Pangeran Arya Adipati Paku Alam. Bendara Pangeran Harya Notokusumo dalam perjanjian 17 Maret 1813 adalah Paku Alam I. Gelar ini kemudian diteruskan ke keturunan-keturunannya hingga saat ini yakni Paku Alam X:

Nama
Jangka hidup
Awal memerintah
Akhir memerintah
Keterangan
Keluarga
Gambar
Paku Alam I
Pangeran Harya Natakusuma
(1764-03-21)21 Maret 1764 – 4 Oktober 1829(1829-10-04) (umur 65) 1813 1829 Anak dari Hamengkubuwana I Wangsa Mataram
Paku Alam II
Raden Tumenggung Natadiningrat
(1786-06-25)25 Juni 1786 – ? 1829 1858 Anak dari Paku Alam I Wangsa Mataram
Paku Alam III
Pangeran Harya Sasraningrat
(1827-12-20)20 Desember 1827 – 17 Oktober 1864(1864-10-17) (umur 36) 1858 1864 Anak dari Paku Alam II Wangsa Mataram  
Paku Alam IV
Raden Mas Nataningrat
(1841-10-25)25 Oktober 1841 – ? 1864 1878 Keponakan dari Paku Alam III Wangsa Mataram  
Paku Alam V
Pangeran Harya Suryadilaga
(1833-06-23)23 Juni 1833 – ? 1878 1900 Anak dari Paku Alam II Wangsa Mataram  
Paku Alam VI
Pangeran Ario Notokusumo
(1856-04-09)9 April 1856 – ? 1900 1902 Anak dari Paku Alam V Wangsa Mataram  
Dewan Perwalian Kadipaten Pakualaman
1902 1906 Wangsa Mataram
Paku Alam VII
Raden Mas Haryo Surarjo
(1882-12-09)9 Desember 1882 – 16 Desember 1937(1937-12-16) (umur 55) 1906 1937 Anak dari Paku Alam VI Wangsa Mataram  
Paku Alam VIII
Raden Mas Haryo Sularso Kunto Suratno
(1910-04-10)10 April 1910 – 11 September 1998(1998-09-11) (umur 88) 1937 1998 Anak dari Paku Alam VII Wangsa Mataram  
Paku Alam IX
Raden Mas Haryo Ambarkusumo
(1938-05-07)7 Mei 1938 - 21 November 2015(2015-11-21) (umur 77) 1998 2015 Anak dari Paku Alam VIII Wangsa Mataram  
Paku Alam X
Raden Mas Wijoseno Hario Bimo
15 Desember 1962 (umur 56) 2016 Petahana Anak dari Paku Alam IX Wangsa Mataram

PranalaSunting

  1. ^ Kedaulatan Rakyat, edisi Sabtu, 9 Mei 2015, hlm. 8
  2. ^ www.mangkunegara4.org
  3. ^ Anak dari Hamengkubuwono I

Lihat pulaSunting