Sulawesi Tenggara

provinsi di Indonesia
(Dialihkan dari Sulawesi tenggara)

Sulawesi Tenggara (disingkat Sultra) adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak bagian tenggara pulau Sulawesi dengan ibu kota Kendari.

Sulawesi Tenggara
Provinsi di Indonesia
Sultra
Kiri atas ke kanan: Masjid Al Alam, Tugu eks-MTQ, Danau Biru, Air Terjun Moramo
Kiri atas ke kanan: Masjid Al Alam, Tugu eks-MTQ, Danau Biru, Air Terjun Moramo
Bendera Sulawesi Tenggara
Bendera
Lambang resmi Sulawesi Tenggara
Motto: 
Inae Konasara Iye Pinesara Inae Liasara Iye Pinekasa (Siapa Yang Berbuat Baik, Anda Akan Hormati Dan Siapa Yang Berbuat Buruk Maka Akan Di Perlakuan Buruk) Bahasa Tolaki - Bolimo Karo Somanamo Lipu Bahasa Wolio - Hansuru hansuru badha sumano kono hansuru liwu Bahasa Muna
Peta
Peta
Negara Indonesia
Hari jadi27 April 1964
Ibu kotaKota Kendari
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
  • Kabupaten: 15
  • Kota: 2
  • Kecamatan: 209
  • Kelurahan: 2272
Pemerintahan
 • GubernurAli Mazi
 • Wakil GubernurLukman Abunawas
 • Ketua DPRDAbdulrahman Saleh
Luas
 • Total38.140 km2 (14,730 sq mi)
Populasi
 (2020)[1]
 • Total2.755.589
 • KepadatanBad rounding here72/km2 (Bad rounding here190/sq mi)
Demografi
 • AgamaIslam 95,74%
Kristen 2,29%
Protestan 1,68%
Katolik 0,61%
Hindu 1,90%
Buddha 0,06%
Lain-lain 0,01%[2]
 • BahasaIndonesia (bahasa resmi)
Tolaki, Moronene, Cia-cia, Wolio, Muna, Kulisusu, Bajo, Wakatobi, Culambacu
 • IPMKenaikan 71,45 (2020)
Tinggi[3]
Zona waktuUTC+08:00 (WITA)
Kode pos
93xxx
Kode area telepon
Daftar
  • 0401 — Kendari
  • 0402 — Baubau
  • 0403 — Muna
  • 0404 — Wakatobi
  • 0405 — Kolaka
  • 0408 — Konawe
ISO 3166 codeID-SG
Pelat kendaraanDT
Dasar hukum pendirianUndang-Undang No. 13 Tahun 1964[4]
DAURp 1.639.676.883.000,- (2020)[5]
Lagu daerahWulele Sanggula (Tolaki), Wonua Mekongga (Tolaki), Lamarambi (Tolaki), Peia Tawa-tawa (Tolaki), Molulo (Tolaki), Notesolo Riringgu (Tolaki), Wonua Bombana (Moronene), Kampo Tangkeno (Moronene), Tina Orima (Moronene),Otampo (Muna), Kapusuli Kadea (Muna), Lemo Nipi (Muna), Koemo Moghae (Muna), Ngkururio (Buton) Tana Wolio (Buton), Kaki Dhisaku (Buton). Sope-Sope (Buton), Bentena Wolio (Buton), Botuki Pojanjita (Buton), Campaga Kapalute (Buton), Nana Maelu (Buton), Kasamea (Buton), Yinca Motobori (Buton), Poraeku (Buton), Kamboi Tepandona Matamu (Buton), Konowiana Ahadi (Buton), Kaliwu-liwu Kampou (Buton), Hune (Buton), Lalaala (Buton), Kamba Yimasiaka (Buton), Baraungga Mpaempea (Buton), Baralalou (Buton), Apokia Upara-Para (Buton), Lagu Wolio (Buton), Bula (Buton), Kanturu Maynawa (Buton), Mancuana Momakesana (Buton), Lawana Anto (Buton), Kampo Tangkeno (Buton)
FloraAnggrek serat
FaunaAnoa
Situs websultraprov.go.id
Peta Administrasi Provinsi Sulawesi Tenggara

Provinsi Sulawesi Tenggara terletak di Jazirah Tenggara Pulau Sulawesi, secara geografis terletak di bagian selatan garis khatulistiwa di antara 02°45' – 06°15' Lintang Selatan dan 120°45' – 124°30' Bujur Timur serta mempunyai wilayah daratan seluas 38.140 km² (3.814.000 ha) dan perairan (laut) seluas 110.000 km² (11.000.000 ha).

SejarahSunting

Sulawesi Tenggara awalnya merupakan nama salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan dan Tenggara (Sulselra) dengan Baubau sebagai ibu kota kabupaten. Sulawesi Tenggara ditetapkan sebagai Daerah Otonom berdasarkan Perpu No. 2 tahun 1964 Juncto UU No.13 Tahun 1964.

Masa Kesultanan – Kerajaan NusantaraSunting

Sulawesi Tenggara pada masa pemerintahan Negara Kesultanan – Kerajaan Nusantara hingga terbentuknya Kabupaten Sulawesi Tenggara pada tahun 1952, sebelumnya merupakan Afdeling. Onderafdeling ini kemudian dikenal dengan sebutan Onderafdeling Boeton Laiwoi dengan pusat Pemerintahannya di Bau-Bau. Onderafdeling Boeton Laiwui tersebut terdiri dari: Afdeling Boeton, Afdeling Muna, dan Afdeling Laiwui.

Onderafdeling secara konsepsional merupakan suatu wilayah administratif setingkat kawedanan yang diperintah oleh seorang (wedana bangsa Belanda) yang disebut Kontroleur (istilah ini kemudian disebut Patih) pada masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Sebuah onderafdeling terdiri atas beberapa landschap yang dikepalai oleh seorang hoofd dan beberapa distrik (kedemangan) yang dikepalai oleh seorang districthoofd atau kepala distrik setingkat asisten wedana.

Status Onderafdeling diberikan oleh pemerintah Hindia Belanda kepada daerah-daerah yang memiliki kekuasaan asli dan kedaulatan yang dihormati bahkan oleh pemerintah Hindia Belanda sendiri. Pengakuan kekuasaan ini diberikan karena daerah-daerah tersebut bukanlah daerah jajahan Belanda namun sebagai daerah yang memiliki jalinan hubungan dengan Belanda.

Dalam beberapa anggapan bahwa Onderafdeling merupakan jajahan kiranya tidaklah benar, karena dalam kasus Onderafdeling Boeton Laiwoi terdapat hubungan dominasi yang agak besar oleh Belanda sebagai pihak yang super power pada masa itu dengan Kesultanan dan Kerajaan di Sulawesi Tenggara khususnya Kesultanan Buton, sehingga diberikanlah status Onderafdeling Boeton Laiwoi.

Afdeling Kolaka pada waktu itu berada di bawah Onderafdeling Luwu (Sulawesi Selatan), kemudian dengan Peraturan Pemerintah No. 34 Tahun 1952 Sulawesi Tenggara menjadi satu Kabupaten, yaitu Kabupaten Sulawesi Tenggara dengan ibu Kotanya Baubau. Kabupaten Sulawesi Tenggara tersebut meliputi wilayah-wilayah bekas Onderafdeling Boeton Laiwui serta bekas Onderafdeling Kolaka dan menjadi bagian dari Provinsi Sulawesi Selatan Tenggara dengan Pusat Pemerintahannya di Makassar.

Masa Orde LamaSunting

Selanjutnya dengan Undang-Undang No. 29 Tahun 1959, Kabupaten Sulawesi Tenggara yang dimekarkan menjadi empat kabupaten, yaitu:

  1. Kabupaten Buton
  2. Kabupaten Kendari,
  3. Kabupaten Kolaka, dan
  4. Kabupaten Muna.

Keempat Daerah Tingkat II tersebut merupakan bagian dari Provinsi Sulawesi Selatan dan Tenggara. Betapa sulitnya komunikasi perhubungan pada waktu itu antara Daerah Tingkat II se Sulawesi Selatan Tenggara dengan pusat Pemerintahan Provinsi di Makassar, sehingga menghambat pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan maupun pelaksanaan tugas pembangunan. Disamping itu gangguan DI/TII pada saat itu sangat menghambat pelaksanaan tugas-tugas pembangunan utamanya dipedesaan.

Daerah Sulawesi Tenggara terdiri dari wilayah daratan dan kepulauan yang cukup luas, mengandung berbagai hasil tambang yaitu aspal dan nikel, maupun sejumlah bahan galian lainya. Demikian pula potensi lahan pertanian cukup potensial untuk dikembangkan. Selain itu terdapat pula berbagai hasil hutan berupa rotan, damar serta berbagai hasil hutan lainya. Atas pertimbangan ini tokoh – tokoh masyarakat Sulawesi Tenggara, membentuk Panitia Penuntut Daerah Otonom Tingkat I Sulawesi Tenggara.

Tugas Panitia tersebut adalah memperjuangkan pembentukan Daerah Otonom Sulawesi Tenggara pada Pemerintah Pusat di Jakarta. Berkat Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, cita-cita rakyat Sulawesi Tenggara tercapai dengan keluarnya Perpu No. 2 Tahun 1964 Sulawesi Tenggara di tetapkan menjadi Daerah Otonom Tingkat I dengan ibu kotanya Kendari.

Realisasi pembentukan Daerah Tingkat I Sulawesi Tenggara dilakukan pada tanggal 27 April 1964, yaitu pada waktu dilakukannya serah terima wilayah kekuasaan dari Gubernur Kepala Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Tenggara, Kolonel Inf. A. A Rifai kepada Pejabat Gubernur Kepala Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, J. Wajong. Pada saat itu Provinsi Daerah Tingkat I Sulawesi Tenggara mulai berdiri sendiri terpisah dari Provinsi Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan. Oleh karena itu tanggal 27 April 1964 adalah hari lahirnya Provinsi Daerah Tingkat I Sulawesi Tenggara yang setiap tahun diperingati

Masa Orde Baru Tahun 1995Sunting

Dibentuk satu kota yaitu Kota Kendari, pemekaran dari Kabupaten Kendari, sekarang Kabupaten Konawe (3 Agustus 1995).

Masa Awal ReformasiSunting

Dibentuk satu kota Baru yaitu: Kota Baubau, pemekaran dari Kabupaten Buton (21 Juni 2001).

ReformasiSunting

Terbentuk beberapa kabupaten baru:

  1. Kabupaten Bombana, pemekaran dari Kabupaten Buton (18 Desember 2003)
  2. Kabupaten Wakatobi, pemekaran dari Kabupaten Buton (18 Desember 2003)
  3. Kabupaten Kolaka Utara, pemekaran dari Kabupaten Kolaka (18 Desember 2003)
  4. Kabupaten Konawe Selatan, pemekaran dari Kabupaten Konawe (25 Februari 2003)
  5. Kabupaten Konawe Utara, pemekaran dari Kabupaten Konawe (2 Januari 2007)
  6. Kabupaten Buton Utara, pemekaran dari Kabupaten Muna (2 Januari 2007)
  7. Kabupaten Kolaka Timur, pemekaran dari Kabupaten Kolaka (14 Desember 2012)
  8. Kabupaten Konawe Kepulauan, dimekarkan dari Kabupaten Konawe (12 April 2013)
  9. Kabupaten Buton Tengah, dimekarkan dari Kabupaten Buton (Juli 2014)
  10. Kabupaten Buton Selatan, dimekarkan dari Kabupaten Buton (Juli 2014)
  11. Kabupaten Muna Barat, dimekarkan dari Kabupaten Muna (Juli 2014)

Setelah pemekaran, Sulawesi Tenggara mempunyai 15 kabupaten dan 2 kota. Saat ini Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki Kantor Penghubung Provinsi Sulawesi Tenggara pada Gedung Menara Global yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto DKI Jakarta.

DemografiSunting

Jumlah PendudukSunting

Pada tahun 1990 jumlah penduduk Sulawesi Tenggara sekitar 1.349.619 jiwa. Kemudian tahun 2000 meningkat menjadi 1.776.292 jiwa dan berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional Badan Pusat Statistik tahun 2005 adalah sejumlah 1.959.414 jiwa.

Dari publikasi Proyeksi Penduduk Indonesia 2010–2035 disebutkan bahwa jumlah penduduk Sulawesi Tenggara berturut-turut (dalam ribuan) 2.243,6 (2010), 2.499,5 (2015), 2.755,6 (2020), 3.003,3 (2025), 3.237,7 (2030) dan 3.458,1 (2035).

Pertumbuhan PendudukSunting

Laju pertumbuhan penduduk Sulawesi Tenggara selama tahun 1990–2000 adalah 2,79% per tahun dan tahun 2004–2005 menjadi 0,02%.[butuh rujukan] Laju pertumbuhan penduduk menurut kabupaten selama kurun waktu 2004–2005 hanya kota Kendari dan Kabupaten Muna yang menunjukan pertumbuhan yang positif, yaitu 0,03 % dan 0,02 % per tahun, sedangkan kabupaten yang lain menunjukkan pertumbuhan negatif.

Struktur PendudukSunting

Struktur umur penduduk Sulawesi Tenggara pada tahun 2005, penduduk usia di bawah 15 tahun 700.433 jiwa (35,75%) dari total penduduk, sedangkan penduduk perempuan mencapai 984.987 jiwa (20.27%) dan penduduk laki-laki mencapai 974.427 jiwa (49,73%).

Jumlah penduduk tahun 1971–2010Sunting

Tahun 1971 1980 1990 1995 2000 2010
Jumlah penduduk   714.120   942.302   1.349.619   1.586.917   1.776.292   2.232.586
Sejarah kependudukan Sulawesi Tenggara
Sumber:[6]

BahasaSunting

Bahasa resmi instansi pemerintahan di Sulawesi Tenggara adalah bahasa Indonesia. Hingga 2019, Badan Bahasa mencatat ada 14 bahasa daerah di Sulawesi Tenggara.[7] Keempat belas bahasa tersebut adalah: (1) Bajo, (2) Bali, (3) Cia-Cia, (4) Culambacu, (5) Jawa, (6) Kulisusu, (7) Lasalimu-Kamaru, (8) Morunene, (9) Muna, (10) Pulo, (11) Sasak, (12) Sunda, (13) Tolaki, dan (14) Wolio.[8]

EkonomiSunting

KomoditiSunting

  1. Pertanian, meliputi: kakao, kacang mede, kelapa, cengkih, kopi, pinang lada dan vanili
  2. Kehutanan, meliputi: kayu gelondongan dan kayu gergajian
  3. Perikanan, meliputi: perikanan darat dan perikanan laut
  4. Peternakan, meliputi: sapi, kerbau dan kambing
  5. Pertambangan, meliputi: aspal,[9] nikel, emas, marmer, batu setengah permata, onix, batu gamping dan tanah liat

PemerintahanSunting

Daftar gubernurSunting

No Foto Gubernur Mulai Jabatan Akhir Jabatan Prd. Ket, Wakil Gubernur
1   J. Wayong 27 April 1964 18 Juli 1965 1  
2   Laode Hadi 28 Juli 1965 5 Oktober 1966 2 Jacob Silondae
Konggoasa
Tim Panca Tunggal 5 Oktober 1966 19 Oktober 1966
  Eddy Sabara 19 Oktober 1966 1 April 1967  
1 April 1967 24 April 1967
3 24 April 1967 23 Juni 1978 3
4   Abdullah Silondae 23 Juni 1978 1981 4 [ket. 1]
  Eddy Sabara

(Penjabat)

1981 23 September 1982 [ket. 2]
5   Alala 23 September 1982 23 September 1987 5   Zainal Arifin Sugianto
23 September 1987 23 Desember 1992 6
6   Laode Kaimoeddin 23 Desember 1992 23 Desember 1997 7   D. Muhiddin
23 Desember 1997 18 Januari 2003 8 [ket. 3] Hoesein Effendy
7   Ali Mazi 18 Januari 2003 2006 9   Yusran Silondae
  Yusran Silondae
(Pelaksana Tugas)
2006 2007
(7)   Ali Mazi 26 Juli 2007 18 Januari 2008 [ket. 4]
Zainal Abidin 18 Januari 2008 18 Februari 2008 [ket. 5]
8   Nur Alam 18 Februari 2008 18 Februari 2013 10   Saleh Lasata
18 Februari 2013 6 Juli 2017 11
  Saleh Lasata
(Pelaksana tugas)
6 Juli 2017 18 Februari 2018 [ket. 6]
  Teguh Setyabudi
(Penjabat)
18 Februari 2018 5 September 2018 [11]
(7)   Ali Mazi 5 September 2018 Petahana 12 Lukman Abunawas
Catatan
  1. ^ Meninggal dunia saat menjabat
  2. ^ Penjabat Gubernur
  3. ^ Masa jabatan diperpanjang akibat terjadinya kerusuhan pasca pemilihan Gubernur
  4. ^ Diaktifkan kembali melalui Keppres N.059/P/2007 pada jabatannya semula sebagai Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) membuktikan bahwa Ali Mazi tidak pernah berbohong kepada publik dan masyarakat Sultra[10]
  5. ^ Pelaksana Harian Gubernur merangkap Sekda Sultra
  6. ^ Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Tenggara

Dewan PerwakilanSunting

DPRD Sulawesi Tenggara
2019–2024
Partai Kursi
  PAN 8
  Golkar 7
  Demokrat 5
  PDI-P 5
  NasDem 5
  PKS 4
  Gerindra 4
  PKB 3
  PPP 2
  Hanura 1
  PBB 1
Total 45

Pada Pemilu Legislatif 2014 lalu, DPRD Sulawesi Tenggara berjumlah 45 orang dengan perwakilan delapan partai politik. DPRD Sulawesi Tenggara beranggotakan 45 orang yang dipilih melalui pemilihan umum setiap lima tahun sekali. Pimpinan DPRD Sulawesi Tenggara terdiri dari 1 Ketua dan 3 Wakil Ketua yang berasal dari partai politik pemilik jumlah kursi dan suara terbanyak. Anggota DPRD Sulawesi Tenggara yang sedang menjabat saat ini adalah hasil Pemilu 2019 yang dilantik pada 7 Oktober 2019 oleh Ketua Pengadilan Tinggi Sulawesi Tenggara, Charis Mardiyanto, di Gedung DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara.[12][13][14] Komposisi anggota DPRD Sulawesi Tenggara periode 2019-2024 terdiri dari 11 partai politik dimana Partai Amanat Nasional adalah partai politik pemilik kursi terbanyak yaitu 8 kursi, kemudian disusul oleh Partai Golkar yang meraih 7 kursi serta PDI Perjuangan, Partai Demokrat, dan Partai NasDem yang masing-masing meraih 5 kursi.

Daftar kabupaten dan kotaSunting

No. Kabupaten/kota Pusat pemerintahan Bupati/wali kota Luas wilayah (km2)[15] Jumlah penduduk (2017)[15] Kecamatan Kelurahan/desa Lambang Peta lokasi
1 Kabupaten Bombana Rumbia Tafdil 3.001,00 136.582 22 22/121
2 Kabupaten Buton Pasarwajo La Bakry 1.212,99 114.596 7 12/83
3 Kabupaten Buton Selatan Batauga La Ode Arusani 509,92 94.727 7 10/60
4 Kabupaten Buton Tengah Labungkari M. Ridwan Zakariah 958,31 115.121 7 10/67
5 Kabupaten Buton Utara Buranga M. Ridwan Zakariah 1.864,91 62.197 6 12/78
6 Kabupaten Kolaka Kolaka Ahmad Safei 3.283,59 228.970 12 35/100
7 Kabupaten Kolaka Timur Tirawuta Samsul Bahri Majid 3.634,74 119.461 13 16/117
8 Kabupaten Kolaka Utara Lasusua Nur Rahman Umar 3.391,67 134.771 15 6/127
9 Kabupaten Konawe Unaaha Kery Saiful Konggoasa 4.435,28 253.659 27 57/297
10 Kabupaten Konawe Kepulauan Langara Amrullah 867,58 34.226 7 7/89
11 Kabupaten Konawe Selatan Andolo Surunuddin Dangga 5.779,47 306.783 25 15/336
12 Kabupaten Konawe Utara Wanggudu Ruksamin 5.101,76 64.773 13 11/159
13 Kabupaten Muna Raha La Ode M. Rusman Emba 1.922,16 227.941 22 26/125
14 Kabupaten Muna Barat Sawerigadi La Ode M. Rajiun Tumada 1.022,89 78.630 11 5/81
15 Kabupaten Wakatobi Wangi-Wangi Arhawi 559,54 110.303 8 26/75
16 Kota Baubau - AS Thamrin 221,00 154.487 8 43/-
17 Kota Kendari - Sulkarnain Kadir 300,89 334.335 10 64/-


ReferensiSunting

  1. ^ "Data Jumlah Penduduk Menurut Kabupaten/Kota 1971 - 2020". BPS. Diakses tanggal 2019-12-21. 
  2. ^ "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2021" (visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 25 September 2021. 
  3. ^ "Metode Baru Indeks Pembangunan Manusia 2019-2020" (pdf). www.bps.go.id. Diakses tanggal 25 September 2021. 
  4. ^ http://www.dpr.go.id/dokjdih/document/uu/1433.pdf
  5. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (pdf). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 25 September 2021. 
  6. ^ "Penduduk Sulawesi Tenggara dari tahun ke tahun terus meningkat". BPS Sultra. Diakses tanggal 1 October 2010. 
  7. ^ "Penyebaran Bahasa di Indonesia". Bahasa dan Peta Bahasa di Indonesia. Diakses tanggal 25 Mei 2020. 
  8. ^ "Bahasa di Provinsi Sulawesi Tenggara". Bahasa dan Peta Bahasa di Indonesia. Diakses tanggal 25 Mei 2020. 
  9. ^ Produsen Aspal Buton
  10. ^ "Ali Mazi Terbukti Tidak Bohong". 28 Juli 2007. Diakses tanggal 13 September 2018. [pranala nonaktif permanen]
  11. ^ "Teguh Setyabudi Dilantik Sebagai Penjabat Gubernur Sultra". Kementerian Dalam Negeri. 19 Februari 2018. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-03-01. Diakses tanggal 1 Maret 2018. 
  12. ^ "45 Anggota DPRD Sultra Periode 2019—2024 Dilantik". mediakendari.com. 07-10-2019. Diakses tanggal 19-10-2019. 
  13. ^ "45 Anggota DPRD Sultra 2019-2024 Resmi Dilantik". jurnalsumatra.com. 07-10-2019. Diakses tanggal 19-10-2019.  [pranala nonaktif permanen]
  14. ^ "Anggota DPRD Sultra Dilantik, Abdurrahman Saleh Terima Palu Sidang". sultrakini.com. 07-10-2019. Diakses tanggal 19-10-2019. 
  15. ^ a b "Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan (Permendagri No.137-2017) - Kementerian Dalam Negeri - Republik Indonesia". www.kemendagri.go.id (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-04-29. Diakses tanggal 2018-07-12. 

Pranala luarSunting