Buka menu utama

Dr. (HC) Ir. H. Suharso Monoarfa (lahir di Mataram, Nusa Tenggara Barat, 31 Oktober 1954; umur 65 tahun) adalah politisi berkebangsaan Indonesia. Beliau saat ini menjabat sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional pada Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Ma'ruf.[1] Dia juga seorang pengusaha dan politikus berdarah Gorontalo. Suharso merupakan anggota Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden dari 19 Januari 2015 hingga terpilihnya sebagai pelaksana tugas Ketua Umum PPP pada 20 Maret 2019. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Perumahan Rakyat pada Kabinet Indonesia Bersatu II.

Suharso Monoarfa
Anggota Wantimpres Suharso Monoarfa.png
Potret resmi Suharso Monoarfa sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (2015)
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia ke-16
Mulai menjabat
23 Oktober 2019
PresidenJoko Widodo
PendahuluBambang Brodjonegoro
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden
Masa jabatan
19 Januari 2015 – 20 Maret 2019
PresidenJoko Widodo
Ketua DewanSri Adiningsih
Pelaksana Tugas Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan
Mulai menjabat
20 Maret 2019
PendahuluMuhammad Romahurmuziy
Menteri Perumahan Rakyat Indonesia ke-6
Masa jabatan
22 Oktober 2009 – 19 Oktober 2011
PresidenSusilo Bambang Yudhoyono
PendahuluMuhammad Yusuf Asy'ari
PenggantiDjan Faridz
Informasi pribadi
Lahir31 Oktober 1954 (umur 65)
Bendera Indonesia Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia
KebangsaanIndonesia
Partai politikPPP
PasanganCarolina Kaluku (k. 1983; c. 2011)
Nurhayati Effendi (k. 2011)
AnakAndhika Monoarfa
Raushanfikri Monoarfa
PekerjaanPengusaha
Politikus

Karir PolitikSunting

Suharso juga pernah menjadi anggota DPR pada periode 2004-2009 dan terpilih kembali untuk periode 2009-2014 dari Partai Persatuan Pembangunan.[2]. Pada tanggal 17 Oktober 2011, Suharso Monoarfa menggundurkan diri dari jabatanya sebagai Menteri Perumahan Rakyat RI, karena alasan pribadi.[3][4] Pada 19 Januari 2015, ia dipilih oleh Presiden Joko Widodo sebagai salah satu anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).[5]

Dalam perjalanan karir politiknya, Suharso Monoarfa kemudian terpilih menjadi Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan pada 16 Maret 2019. Keputusan ini diambil setelah digelarnya Rapat Pengurus Harian yang dihadiri berbagai unsur majelis-majelis partai PPP (majelis syariah, majelis pertimbangan, majelis pakar dan mahkamah partai). Suharso menggantikan Romahurmuziy yang mengundurkan diri setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.[6]

Riwayat PendidikanSunting

KarierSunting

  • Peneliti/Project Leader Master Plan Pengembangan Bandung Raya, Penelitian dengan Lembaga Bantuan ITB (1976)
  • Peneliti/Project Leader Survey Tingkat Kemiskinan dan Disparitas Pendapatan beberapa Kota Besar di Pulau Jawa, BRM Bandung (1978 - 1980)
  • Direktur Penerbitan IQRA Bandung (1979 - 1981)
  • General Manager PT First Nabel Supply (Gobel Group) (1981 - 1982)
  • Peneliti/Project Leader Studi Kelayakan Pabrik Gula di Sulawesi Utara, Tando Consultant (1981)
  • Peneliti/Project Leader Pengembangan Listrik Masuk Desa melalui Kelayakan Pembangunan Mini Hydro Plant BAPPENAS, NTB ( 1982 )
  • Direktur Pengembangan Sumber Daya Anggota KOPINDO (1983 - 1986)
  • Peneliti/Project Leader Pengembangan Ulat Sutra di Sulsel Nusa Consultant (1986)
  • Peneliti/Project Leader Peningkatan Usaha KUD melalui Pendekatan Single Commodity Departemen Koperasi (1987)
  • Direktur Nusa Consultant (1988 - 1991)
  • Pemimpin Usaha Harian Majalah Mobil Motor (1991–2000)
  • Asisten Direktur Utama PT Bukaka Teknik Utama (1992–1994)
  • Corporate Secretary PT Bukaka Teknik Utama (1994–1996)
  • Direktur PT Bukaka Sembawang Systems (1995–1998)
  • Komisaris PT Batavindo Kridanusa (1996–2000)
  • Peneliti/Project Leader Produk Unggulan dan Kebijakan Industri Nasional, KADIN (1996)
  • Direktur PT Bukaka Telekomindo International (1997–2000)
  • Komisaris Utama PT Agro Utama Global (1999–2002)
  • Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Gorontalo, dari Partai Persatuan Pembangunan (2004–2009)
  • Menteri Negara Perumahan Rakyat Kabinet Indonesia Bersatu II (2009–2011)[5]
  • Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (2015–2019)
  • Plt. Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (2019–)
  • Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Kabinet Indonesia Maju pada kepemimpinan presiden Joko Widodo (2019–)

KeluargaSunting

Suharso Monoarfa lahir dan tumbuh dari keluarga pengusaha. Keluarga besarnya memiliki marga "Monoarfa" (salah satu marga Gorontalo) yang memiliki garis keturunan keluarga kerajaan di Gorontalo. Selain Monoarfa, beberapa marga Gorontalo yang cukup populer di pentas nasional adalah marga Gobel, marga Habibie, dan marga Uno.

Suharso Monoarfa menikah dengan Carolina Kaluku, namun pada 12 September 2011, Carolina Kaluku menggugat cerai Suharso Monoarfa[7] dan resmi bercerai pada 2 Januari 2012.[8] Tak lama kemudian ia menikah lagi dengan Nurhayati Effendi, ia memiliki dua orang anak, Andhika Monoarfa dan Raushanfikri Monoarfa.

ReferensiSunting

  1. ^ "Jokowi Umumkan Daftar Kabinet Indonesia Maju". Humas Kementerian Sekretariat Negara RI. 23 Oktober 2019. Diakses tanggal 23 Oktober 2019. 
  2. ^ Suharso Monoarfa, Koran Republika
  3. ^ Liu, Hindra (17 Oktober 2011). "Menteri Suharso Monoarfa Mengundurkan Diri". Kompas.com. Diakses tanggal 17 Oktober 2011. 
  4. ^ Diputra, Rizka (19 Oktober 2011). "Suharso Monoarfa Didampingi Istri Baru Saat Sertijab". Okezone.com. Diakses tanggal 19 Oktober 2011. 
  5. ^ a b c Asril, Sabrina (19 Januari 2015). "Ini Profil Suharso Monoarfa, Anggota Wantimpres". Kompas.com. Diakses tanggal 19 Januari 2015. 
  6. ^ Media, Kompas Cyber. "Suharso Monoarfa Ditunjuk Sebagai Plt Ketua Umum Gantikan Romahurmuziy". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2019-10-06. 
  7. ^ Firdaus, Fahmi (13 September 2011). "Suharso Monoarfa Dikenal Menteri Paling Perlente". Okezone.com. Diakses tanggal 13 September 2011. 
  8. ^ Firdaus, Fahmi (9 Januari 2011). "Eks Menpera Suharso Monoarfa & Carolina Resmi Bercerai". detikNews.com. Diakses tanggal 9 Januari 2011. 

Pranala luarSunting

Jabatan politik
Didahului oleh:
Bambang Brodjonegoro
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia
2019–sekarang
Petahana
Didahului oleh:
Muhammad Yusuf Asy'ari
Menteri Perumahan Rakyat
2009–2011
Diteruskan oleh:
Djan Faridz
Jabatan pemerintahan
Didahului oleh:
Bambang Brodjonegoro
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional
2019–sekarang
Petahana