Stasiun Telagasari

stasiun kereta api di Indonesia

Stasiun Telagasari (TLS) merupakan stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Telagasari, Lelea, Indramayu yang berada di sebelah barat stasiun Jatibarang. Stasiun yang terletak pada ketinggian +7 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi III Cirebon.

Stasiun Telagasari
Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg
PapanNamaStasiun TLS.png
  • Singkatan: TLS
  • Nomor: 0917
St.telagasari.jpg
Stasiun Telagasari
AlamatTelagasari, Lelea, Indramayu
Jawa Barat
Ketinggian+7 m
Letakkm 170+324 lintas JakartaJatinegaraCikampekCirebon PrujakanPrupukPurwokertoKroya[1]
OperatorDaerah Operasi III Cirebon
Konstruksi
Jumlah jalur4 (jalur 2 dan 3: sepur lurus)
Jumlah peronTiga peron pulau yang agak tinggi (bangunan utama terletak di antara jalur 1 dan 2)
Informasi lain
Kelas stasiunIII/kecil[2]
Layanan
Hanya untuk persusulan antarkereta api.
SARS-CoV-2 illustration (10).jpgPeringatan COVID-19: Tidak semua kereta api yang disebutkan di sini dijalankan pada masa-masa normal baru. Calon penumpang dimohon memeriksa daftar kereta api yang dijalankan di KAI Access atau kanal eksternal lain sebelum keberangkatan. Calon penumpang diharapkan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku saat menggunakan kereta api. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Pandemi COVID-19 di Indonesia#Perkeretaapian.

Dengan beroperasinya jalur ganda segmen Haurgeulis–Telagasari per 8 Januari 1997,[3] jalur 1 baru stasiun dibangun tepat di depan pintu masuk asli stasiun sehingga saat ini Stasiun Telagasari dapat dipandang sebagai stasiun pulau. Sehingga, bangunan stasiun berada di antara jalur 1 dan 2. Namun sayangnya, kelanjutan jalur gandanya tidak dilanjutkan pembangunannya sampai Cirebon karena krisis ekonomi. Semenjak tahun 2007, jalur ganda tersebut sudah dapat dioperasikan,[4] sehingga stasiun ini kini memiliki empat jalur kereta api dengan jalur 2 dan 3 merupakan sepur lurus.

Saat ini tidak ada kereta api yang berhenti di stasiun ini, kecuali jika terjadi persusulan antarkereta api.

InsidenSunting

  • Pada tanggal 12 Oktober 2007, kereta api Senja Utama Solo jurusan Solo Balapan anjlok saat mencapai 150 meter mendekati Stasiun Telagasari pada pukul 23.20 WIB. Tidak ada korban jiwa, tetapi 900 penumpang yang naik kereta api tersebut harus berpindah dengan kereta api lain.[5]
  • Pada 27 Agustus 2011, kereta api Gajayana Lebaran dibajak di Stasiun Telagasari. Salah satu orang di antara mereka masuk lokomotif dan menyandera masinis. Kereta sempat berhenti di Stasiun Haurgeulis untuk menurunkan penumpang gelap tersebut di lokomotif. Dalam keadaan terluka, masinis terus menghubungi pusat kendali Cirebon agar Gajayana terus melaju tanpa henti. Ketika sampai di wilayah kerja Daop I, masinis KA Gajayana berusaha mengontak PK agar kereta diberhentikan luar biasa, tetapi gagal berhenti di Bekasi maupun di Jatinegara, dan diarahkan ke stasiun Pasar Senen. Pada pukul 09.35 Gajayana masuk jalur 4 dan berhenti dengan rem darurat oleh petugas teknisi, dan dihadang aparat Brimob yang sudah siaga di bibir peron.[6]

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  3. ^ "Merayap Pasti Merebut Kepercayaan". Warta Ekonomi. IX (46-52): 37. 1998. 
  4. ^ Direktorat Jenderal Perkeretaapian (2010). Rencana Strategis Kementerian Perhubungan 2010-2014 Bidang Perkeretaapian (PDF). 
  5. ^ antaranews.com. "Kereta Senja Solo Anjlok di Stasiun Telaga Sari Indramayu - ANTARA News". Antara News. Diakses tanggal 2018-11-22. 
  6. ^ "Kronologis Lengkap Pembajakan Kereta Api Gajayana Jurusan Malang-Jakarta | Republika Online". Republika Online. Diakses tanggal 2018-05-05. 
Stasiun sebelumnya   Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Terisi
ke arah Cikampek
Cikampek–Cirebon Prujakan Jatibarang

Koordinat: 6°27′53″S 108°14′05″E / 6.464836°S 108.234739°E / -6.464836; 108.234739