Buka menu utama

Stasiun Telagasari

stasiun kereta api di Indonesia

Stasiun Telagasari (TLS) merupakan stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Telagasari, Lelea, Indramayu yang berada di sebelah barat stasiun Jatibarang. Stasiun yang terletak pada ketinggian +7 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi III Cirebon. Seperti Stasiun Terisi dan Stasiun Kadokangabus, setelah dibangun jalur ganda di lintas Haurgeulis–Cirebon pada tahun 2001,[3] jalur 1 ditambahkan di belakang bangunan sehingga Stasiun Telagasari dapat dipandang sebagai stasiun pulau.

Stasiun Telagasari
Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg
PapanNamaStasiun TLS.png
  • Singkatan: TLS
  • Nomor: 0917
St.telagasari.jpg
Stasiun Telagasari
Lokasi
ProvinsiJawa Barat
KabupatenIndramayu
KecamatanLelea
DesaTelagasari
Informasi lain
OperatorDaerah Operasi III Cirebon
Kelas stasiun[1]III/kecil
Ketinggian+7 m
Letak[2]km 170+324 lintas JakartaJatinegaraCikampekCirebon PrujakanPrupukPurwokertoKroya
LayananHanya untuk persusulan antarkereta api.
Konstruksi dan fasilitas
Jumlah jalur4 (jalur 2 dan 3: sepur lurus)
Jumlah peronTiga peron pulau yang agak tinggi (bangunan utama terletak di antara jalur 1 dan 2)

Stasiun ini memiliki empat jalur kereta api dengan jalur 2 dan 3 sebagai sepur lurus, sementara bangunan stasiun diapit oleh jalur 1 dan 2. Tidak ada layanan kereta api yang berhenti di stasiun ini, kecuali jika terjadi persusulan antarkereta api.

InsidenSunting

  • Pada tanggal 12 Oktober 2007, kereta api Senja Utama Solo jurusan Solo Balapan anjlok saat mencapai 150 meter mendekati Stasiun Telagasari pada pukul 23.20 WIB. Tidak ada korban jiwa, tetapi 900 penumpang yang naik kereta api tersebut harus berpindah dengan kereta api lain.[4]
  • Pada 27 Agustus 2011, kereta api Gajayana yang dimasinisi oleh Yodian Wiliarso dan diasisteni oleh Bambang Suradi dibajak oleh tiga orang yang masuk kabin masinis lokomotif. Sebanyak tiga pembajak masuk lokomotif dan mengarahkan kereta api tersebut ke Stasiun Pasar Senen. Mulanya, kereta ini tertahan sinyal masuk di stasiun Jatibarang, kemudian saat di Stasiun Telagasari beberapa orang menghadang kereta api dan satu orang masuk lokomotif. Kereta sempat berhenti di Stasiun Haurgeulis untuk menurunkan penumpang gelap di lokomotif. Lalu sang masinis memberitakan kepada pusat kendali (PK) Cirebon agar diberikan sinyal aspek hijau dan melaju tanpa henti di sepanjang jalur rel hingga Gambir. Selama pembajakan berlangsung, masinis sempat kehilangan kontak. Masinis kemudian memberitahu PK baru pada pukul 09.08 bahwa masinis tersebut disandera dan meminta agar PK mengarahkan kereta itu langsung ke Gambir. KA Gajayana lantas mencoba berhenti di Jatinegara namun gagal dan diarahkan ke stasiun Pasar Senen. Pada pukul 09.35 Gajayana masuk jalur 4 dan berhenti dengan rem darurat oleh petugas teknisi, dan dihadang aparat Brimob yang sudah siaga di bibir peron.[5]

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  2. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  3. ^ Liputan6.com. "Rel Ganda Cikampek-Haurgeulis-Cirebon Dibangun". liputan6.com. Diakses tanggal 2018-05-05. 
  4. ^ antaranews.com. "Kereta Senja Solo Anjlok di Stasiun Telaga Sari Indramayu - ANTARA News". Antara News. Diakses tanggal 2018-11-22. 
  5. ^ "Kronologis Lengkap Pembajakan Kereta Api Gajayana Jurusan Malang-Jakarta | Republika Online". Republika Online. Diakses tanggal 2018-05-05. 
Stasiun sebelumnya     Lintas Kereta Api Indonesia     Stasiun berikutnya
menuju Cikampek
Cikampek–Cirebon
menuju Cirebon

Koordinat: 6°27′53″S 108°14′05″E / 6.464836°S 108.234739°E / -6.464836; 108.234739