Stasiun Patukan

stasiun kereta api di Indonesia

Stasiun Patukan atau Stasiun Pathukan (PTN) (Hanacaraka:ꦱꦼꦠꦱꦶꦪꦸꦤ꧀​ꦥꦛꦸꦏꦤ꧀, Sêtasiyun Pathukan) merupakan stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Ambarketawang, Gamping, Sleman, tepatnya sekitar 100 meter sebelah timur jalan raya Sidoarum-Gamping. Stasiun yang terletak pada ketinggian +88 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi VI Yogyakarta dan merupakan stasiun kereta api yang letaknya paling barat di Kabupaten Sleman.

Stasiun Patukan
Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg
PapanNamaStasiun PTN.png
  • Singkatan: PTN
  • Nomor: 3014
Stasiun Patukan 2017.jpg
Stasiun Patukan.
AlamatAmbarketawang, Gamping, Sleman
Daerah Istimewa Yogyakarta
Ketinggian+88 m
Letakkm 538+253 lintas Bogor-Bandung-Banjar-Kutoarjo-Yogyakarta[1]
OperatorDaerah Operasi VI Yogyakarta
Konstruksi
Jumlah jalur5 (jalur II dan III: jalur lurus)
Jumlah peron3 (satu peron sisi dan dua peron pulau yang sama-sama agak tinggi, namun tidak ada peron di antara jalur II dengan jalur III dan jalur IV dengan jalur 5)
Informasi lain
Kelas stasiunIII/kecil[3]
Tipe persinyalanElektrik tipe Westinghouse Rail Systems' Train Radio and Advanced Control (Westrace)[2]
Layanan
Hanya untuk persusulan antarkereta api.
SARS-CoV-2 illustration (10).jpgPeringatan COVID-19: Tidak semua kereta api yang disebutkan di sini dijalankan pada masa-masa normal baru. Calon penumpang dimohon memeriksa daftar kereta api yang dijalankan di KAI Access atau kanal eksternal lain sebelum keberangkatan. Calon penumpang diharapkan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku saat menggunakan kereta api. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Pandemi COVID-19 di Indonesia#Perkeretaapian.

Nama stasiun ini berasal dari nama dusun tempat stasiun ini berada. Jika sore hari, tempat ini ramai dikunjungi masyarakat sekitar stasiun, bahkan dari daerah-daerah di sekitar Dusun Pathukan. Tidak ada kereta api yang berhenti di stasiun ini, kecuali jika terjadi persusulan antarkereta api, atau dalam kasus yang sangat jarang terjadi, saat emplasemen Yogyakarta dan Lempuyangan penuh sehingga KA harus singgah terlebih dahulu di stasiun ini untuk menunggu antrean.

Awalnya, stasiun ini memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 1 merupakan jalur lurus.[4] Sejak beroperasinya jalur ganda di segmen Kutoarjo–Yogyakarta pada tahun 2006-2007, tata letak stasiun ini mengalami perubahan total, dengan jalur 1 lama dijadikan jalur 2 arah hulu (Yogyakarta), dan jalur 2 lama menjadi jalur 3 arah hilir (Kutoarjo). Jalur 1 baru dan jalur 4 dijadikan jalur belok atau jalur sayap, lalu jalur 5 yang berfungsi sebagai jalur simpan dan dipasang perintang sarana tipe kupu-kupu. Selain itu, stasiun ini kini menggunakan bangunan baru yang dibangun oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian; bangunan lama stasiun ini yang merupakan peninggalan DKA terkena dampak pembangunan jalur I baru sehingga harus dirobohkan. Pada peron dekat ruang kepala stasiun terdapat prasasti peresmian jalur ganda Kutoarjo–Yogyakarta. Prasasti ini dipasang pada November 2007, yang proses pembangunannya mendapat pinjaman dari Jepang melalui Japan Bank for International Cooperation.[5][6]

Dahulu stasiun ini memiliki percabangan menuju Pabrik Gula Demakijo, tetapi setelah PG tersebut berubah menjadi Kompi Kavaleri Panser 2 dan Kompi Senapan C, jalur tersebut ditutup untuk pembangunan Jalan Ring Road Barat Kota Yogyakarta.

InsidenSunting

Pada tanggal 24 November 2016, seorang warga tewas ditabrak kereta api Gajah Wong saat hendak memasuki Stasiun Patukan. Pihak PT KAI Daop VI Yogyakarta kemudian mengimbau kepada warga agar tidak beraktivitas di jalur kereta api.[7]

ReferensiSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Susanti, D.M. (Januari 2008). Kajian atas Pengelolaan Pengetahuan dalam Pengoperasian Teknologi Persinyalan Kereta Api (Studi Kasus Daop 2 Bandung) (S2). Program Magister Studi Pembangunan, Sekolah Arsitektur, Pengembangan, dan Perencanaan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung. 
  3. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  4. ^ Lampiran Surat Keputusan Direktur Jenderal Perkeretaapian No. SK.02/DJKA/K.2/01/06
  5. ^ "Jalur Rel Ganda Kutoarjo-Yogya-Solo Dioperasikan". Tempo. 2007-09-25. Diakses tanggal 2018-02-17. 
  6. ^ "Jalur Ganda Yogya-Kutoarjo Dapat Dioperasikan Saat Lebaran". detiknews. Diakses tanggal 2019-07-08. 
  7. ^ "KA Gajah Wong Tabrak Orang, KAI Ingatkan Masyarakat Tak Beraktivitas Dekat Rel". krjogja.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-02-17. 
Stasiun sebelumnya   Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Rewulu
ke arah Kutoarjo
Kutoarjo–Purwosari–Solo Balapan Yogyakarta
ke arah Solo Balapan

Koordinat: 7°47′27″S 110°19′31″E / 7.790861°S 110.3254098°E / -7.790861; 110.3254098