Buka menu utama

Stasiun Lubuklinggau

stasiun kereta api di Indonesia
(Dialihkan dari Stasiun Lubuk Linggau)

Stasiun Lubuklinggau (LLG) adalah stasiun kereta api kelas I yang terletak di Pasar Permiri, Lubuklinggau Barat II, Lubuklinggau. Stasiun yang terletak pada ketinggian +130 m ini merupakan stasiun kereta api yang letaknya paling utara dan barat di Divisi Regional III Palembang lintas Prabumulih-Lubuklinggau.

Stasiun Lubuklinggau
Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg
PapanNamaStasiun LLG.png
  • Singkatan: LLG
  • Nomor: 6001
Outside view of Lubuklinggau Railway Station.jpg
Stasiun Lubuklinggau, 2018
Lokasi
ProvinsiSumatra Selatan
KotaLubuklinggau
KecamatanLubuklinggau Barat II
KelurahanPasar Permiri
AlamatJalan Kalimantan
Kode pos31613
Koordinat3°17′36″S 102°51′51″E / 3.293434°S 102.864223°E / -3.293434; 102.864223Koordinat: 3°17′36″S 102°51′51″E / 3.293434°S 102.864223°E / -3.293434; 102.864223
Sejarah
Dibuka1933[1]
Informasi lain
OperatorDivisi Regional III Palembang
Kelas stasiun[2]I
Ketinggian+130 m
Letak[3]km 549+448 lintas PanjangTanjungkarang
PrabumulihLubuklinggau
LayananSindang Marga, Serelo, dan angkutan ketel/BBM
Pemesanan tiketSistem tiket online, melayani pemesanan langsung, pembatalan, dan pengubahan keberangkatan di loket. Terdapat fasilitas ala bandara berupa check-in mandiri untuk pencetakan boarding pass.
Konstruksi dan fasilitas
Jumlah jalur4 (jalur 2: sepur lurus)
Jumlah peron2 (satu peron sisi dan satu peron pulau yang sama-sama agak rendah)
Tipe persinyalanMekanik tipe Siemens & Halske semiotomatis
Lokasi pada peta
Stasiun Lubuklinggau berlokasi di Sumatra Selatan
Stasiun Lubuklinggau
Stasiun Lubuklinggau (Sumatra Selatan)

Stasiun Lubuklinggau memiliki empat jalur kereta api dengan jalur 2 sebagai sepur lurus. Jalur 1 terhubung dengan sepur badug yang menuju ke arah UPT Crew KA di selatan bangunan utama stasiun. Di sebelah timur stasiun terdapat subdipo lokomotif yang melayani pengecekan dan perawatan lokomotif, khususnya milik Divre III Palembang itu sendiri. Stasiun ini dapat dianggap sebagai stasiun terminus, yang berarti sudah tidak memiliki kelanjutan jalur lagi. Terdapat kelanjutan jalur menuju depot minyak Pertamina di utara stasiun.

Daftar isi

SejarahSunting

Setelah sukses dengan jalur Prabumulih–Muara Enim untuk mendukung operasi kereta api batu bara, pada awal dekade 1930-an, Zuid-Sumatra Staatsspoorwegen membangun sebuah jalur baru yang menghubungkan Muara Enim ke Lahat hingga akhirnya berakhir di Lubuklinggau dan selesai menjelang pertengahan tahun 1933.[4] Pada tanggal 1 Juni 1933, jalur ini, beserta stasiun terakhirnya, Lubuklinggau, mulai beroperasi.[5][6]

Jalur Muara Enim–Lubuklinggau sebenarnya merupakan bagian dari masterplan jalur kereta api Trans-Sumatra versi Pemerintah Kolonial Hindia Belanda, yang nantinya akan mempersatukan jalur-jalur Atjeh Tram, Deli Spoorweg Maatschappij, serta Staatsspoorwegen ter Sumatra's Westkust (divisi SS yang mengelola kereta api Sumatra Barat). Masterplan ini dibuat untuk menyambut 50 tahun perusahaan Staatsspoorwegen berkarya di tanah Jawa dan Sumatra.[7] Akan tetapi, Depresi Besar (zaman malaise) yang terjadi di akhir dekade 1920-an menyebabkan rencana ini gagal. Akibatnya, jalur berakhir sampai di Lubuklinggau saja dan batal sampai ke Jambi maupun ke Riau menurut masterplan yang dibuat tersebut.[8]

Layanan kereta apiSunting

PenumpangSunting

Kelas campuranSunting

Sindang Marga, dari dan tujuan Kertapati (eksekutif-bisnis)

Kelas ekonomi ACSunting

Serelo, dari dan tujuan Kertapati

BarangSunting

Jadwal kereta apiSunting

Berikut ini adalah jadwal kereta api yang berhenti di Stasiun Lubuklinggau per 1 April 2017 (berdasarkan Gapeka 2017).

No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
S3 Sindang Marga Lubuklinggau (LLG) Eksekutif & Bisnis AC 03.30 -
S6 Serelo Kertapati (KPT) Ekonomi AC - 09.30
S5 Lubuklinggau (LLG) 17.00 -
S4 Sindang Marga Kertapati (KPT) Eksekutif & Bisnis AC - 20.00

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Heritage Kereta Api
  2. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  3. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  4. ^ Kop, Jan (2004). Bouwen in de Archipel: burgerlijke openbare werken in Nederlands-Indië 1800-2000. Walburg Pers. 
  5. ^ Archiv Für Eisenbahnwesen. 58. 1935. 
  6. ^ Indisch verslag. Netherlands. Departement van Zaken Overzee. 1934. 
  7. ^ Reitsma, S.A. (1925). Boekoe Peringatan dari Staatsspoor-en Tramwegen di Hindia-Belanda 1875-1925. Weltevreden: Topografische Inrichting. hlm. 50. 
  8. ^ Media, Kompas Cyber. "Sejarah Jalur KA Lampung-Palembang - Kompas.com". KOMPAS.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-02-26. 

Pranala luarSunting

Stasiun sebelumnya     Lintas Kereta Api Indonesia     Stasiun berikutnya
Terminus Lubuklinggau–Prabumulih
menuju Prabumulih