Buka menu utama

Stasiun Bukit Putus (BKP) adalah stasiun kereta api barang kelas I yang berada di Pampangan Nan XX, Lubuk Begalung, Padang. Stasiun yang terletak pada ketinggian +8 meter ini termasuk dalam Divisi Regional II Sumatra Barat. Stasiun ini terletak tak jauh dari Pelabuhan Teluk Bayur sejauh kurang lebih 2 km dan terdapat perlintasan sebidang di sebelah barat stasiun (jalur menuju Teluk Bayur).

Stasiun Bukit Putus
Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg
PapanNamaStasiun BKP.png
  • Singkatan: BKP
  • Nomor: 7011
CC201 83 10 PD.jpg
Lokomotif CC201 83 10, dengan latar belakang Stasiun Bukit Putus
Lokasi
ProvinsiSumatra Barat
KotaPadang
KecamatanLubuk Begalung
KelurahanPampangan Nan XX
AlamatGang Loko
Informasi lain
OperatorDivisi Regional II Sumatra Barat
Kelas stasiun[1]I
Ketinggian+8 m
Letak[2]
LayananKA barang angkutan semen curah dan klinker Semen Padang
Konstruksi dan fasilitas
Jumlah jalur6:
  • jalur 1: sepur lurus dari dan ke arah Indarung
  • jalur 2: sepur lurus dari dan ke arah Teluk Bayur
  • jalur 3: sepur lurus dari dan ke arah Stasiun Padang sekaligus sepur lurus dari dan ke arah Teluk Bayur
Jumlah peronSatu peron sisi yang rendah

Awalnya, stasiun ini melayani KA angkutan batu bara dari Sawahlunto sejak pemerintahan kolonial Belanda lalu pada tahun 1979 stasiun ini melayani KA angkutan semen curah dari Indarung.[3] Semenjak awal tahun 2000-an, stasiun ini tidak lagi melayani KA angkutan batu bara akibat terancam bangkrutnya tambang batu bara.[4][5] Pada tahun 2017, stasiun ini sudah melayani KA angkutan klinker sekaligus pengoperasian lokomotif CC201 untuk angkutan barang dari dan menuju Indarung yang dilayani saat ini. Setiap KA barang tiba dari Stasiun Indarung, Lokomotif BB303 selalu stand-by di stasiun ini untuk melangsir dan mendorong rangkaian tersebut menuju Silo PT Semen Padang di Teluk Bayur setelah dua lokomotif CC201 lepas rangkaian.

Stasiun ini terdiri dari 6 jalur, jalur 1 dan 3 dari arah timur merupakan sepur lurus dari dan ke Stasiun Indarung dan Stasiun Padang masing-masing sekaligus menuju segitiga pembalik. Jalur 2 dan 3 arah barat merupakan sepur lurus menuju Silo PT Semen Padang Teluk Bayur. Dahulu jalur 4 arah barat merupakan sepur lurus menuju Silo batu bara PT Bukit Asam dengan karakteristik jalur yang menanjak namun sekarang sudah tidak berfungsi lagi dan kini sudah menjadi sepur badug. Jalur 5 dan 6 terdapat subdipo untuk gerbong.

Tak jauh dari stasiun terletak perlintasan sebidang Jalan Sutan Syahrir menuju Jalan Padang Bypass. Perlintasan sebidang cenderung menimbulkan kemacetan terutama saat arus mudik dan balik lebaran dan hari libur akhir tahun. Banyak kendaraan menuju Painan melintas jalan ini apalagi saat kereta dari dan ke Teluk Bayur melewati perlintasan ini. Kemacetan ini disebabkan oleh palang pengaman yang terlalu mepet dengan Jalan Bypass (seperti halnya perlintasan sebidang Tunggul Hitam) serta jalan di perlintasan yang rusak akibat sering dilewati truk.

ReferensiSunting

  1. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  2. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  3. ^ Presiden RI ke II Jenderal Besar H.M. Soeharto dalam berita. [Jakarta]: Antara Pustaka Utama. 2008. ISBN 9789799258205. OCLC 320952729. 
  4. ^ Media, Kompas Cyber (2016-01-05). "Yang Tersisa dari Kejayaan Kereta Api di Sumbar - Kompas.com". KOMPAS.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-06-11. 
  5. ^ "Sejarah Kereta Api Sumbar dan Mimpi Shinkansen". sumbar.antaranews.com. Diakses tanggal 2018-06-11. 
Stasiun sebelumnya     Lintas Kereta Api Indonesia     Stasiun berikutnya
Teluk Bayur
Terminus
Bukit Putus–Lubuk Alung
Terminus Bukit Putus–Indarung
menuju Indarung

Koordinat: 0°59′11″S 100°23′04″E / 0.986444°S 100.384333°E / -0.986444; 100.384333