Buka menu utama

Stasiun Bedono

stasiun kereta api di Indonesia

Stasiun Bedono (BDN) merupakan stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di kecamatan Jambu, Semarang. Stasiun yang terletak pada ketinggian +711 meter ini untuk sementara waktu merupakan stasiun semi-aktif yang letaknya paling selatan di Daerah Operasi IV Semarang. Stasiun ini mempunyai tiga jalur kereta api dengan jalur 1 sebagai sepur lurus beserta jalur 3 yang menyambung dengan pemutar rel, tetapi sudah tak pernah dipakai lagi.

Stasiun Bedono
  • Singkatan: BDN
  • Nomor: 3308
Stasiun Bedono.jpg
Tampak samping Stasiun Bedono dengan papan nama stasiun beserta relnya
Lokasi
ProvinsiJawa Tengah
KabupatenSemarang
KecamatanJambu
DesaBedono
Sejarah
Dibuka1905
Informasi lain
OperatorDaerah Operasi IV Semarang
Kelas stasiun[1]III/kecil
Ketinggian+711 m
Letak[2]km 74+330 lintas YogyakartaMagelang KotaAmbarawa
LayananKereta wisata Ambarawa–Bedono
Konstruksi dan fasilitas
Jumlah jalur3
  • jalur 2: sepur lurus
  • jalur 3: sepur badug terhubung dengan pemutar rel di tengahnya
Jumlah peronSatu peron sisi dan dua peron pulau yang sama-sama rendah
Tampak depan perspektif Stasiun Bedono, 2019.

Dalam sejarahnya, stasiun ini dibangun bersama dengan pembangunan jalur kereta api Secang–Ambarawa. Jalur ini merupakan jalur kereta api pegunungan, menggunakan rel gigi, menghubungkan kawasan strategis militer Hindia Belanda di Kota Magelang dengan Benteng Willem I di Ambarawa. Hal ini bertujuan untuk mempermudah mobilitas tentara KNIL di kawasan tersebut. Pada tanggal 1 Februari 1905, jalur segmen ini telah selesai dibangun.[3]

Pada tahun 1976, jalur kereta api ini resmi ditutup, tetapi untuk mendukung operasi Museum Kereta Api Ambarawa, maka jalur hanya dipertahankan sampai stasiun ini.

Layanan kereta apiSunting

Hanya satu layanan kereta api yang berhenti di stasiun ini, yaitu kereta wisata Ambarawa–Bedono yang ditarik lokomotif uap dan hanya dijalankan dalam format sewa mengingat usia lokomotif yang tidak memungkinkan untuk dijalankan reguler. Di stasiun ini, lokomotif akan menarik kembali kereta api menuju ke Museum Kereta Api Ambarawa.[4][5]

ReferensiSunting

  1. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  2. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  3. ^ Archiv Für Eisenbahnwesen. 58. 1935. 
  4. ^ Media, Kompas Cyber (2016-12-19). "Ingin Naik Kereta di Museum Ambarawa? Begini Caranya - Kompas.com". KOMPAS.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-08-04. 
  5. ^ "Jawa Tengah - Merdeka.com | Ini tarif sewa kereta api wisata di Ambarawa". Merdeka.com. Diakses tanggal 2018-08-04. 

Pranala luarSunting