Soejono Hadinoto

Prof. Mr. Soejono Hadinoto (28 Juni 1915 – 27 Desember 1977) adalah seorang tokoh pergerakan nasional Indonesia.[1] Ia turut andil dalam mendirikan PNI (Partai Nasional Indonesia) serta masuk dalam kepengurusan dewan pimpinan partai saat masa kemerdekaan.[1]

Berkas:Pemanfaatan lahan hutan dengan penanaman padi gogo..JPG
Blora, tempat kelahiran Soejono Hadinoto, salah satu tokoh pergerakan nasional Indonesia

Pada tahun 1939, dia memimpin pembentukan panitia untuk menyelenggarakan Kongres Pemuda III di Yogyakarta pada bulan Desember yang juga dikenal dengan istilah Nationale Jeugdconferentie.[2]

Awal kariernya dimulai dengan menjadi sekretaris (Paniradyapati urusan ekonomi) Praja Mangkunegaran selama 3 tahun, yakni dari 1942 sampai 1945.[1] Kemudian dilanjut dengan menjabat sebagai bupati Kesultanan Yogyakarta tahun 1945- 1949 dibawah Sri Sultan Hamengku Buwono ke IX, menjadi anggota delegasi Indonesia ke KMB (Konferensi Meja Bundar) tahun 1949, menjadi anggota KNIP Komite Nasional Indonesia Pusat dan parlemen tahun 1945-1950.[1] Selain itu, dia juga diangkat sebagai penasihat Kementerian Luar Negeri selama tujuh tahun, 1960-1962 menjadi guru besar di Fakultas Hukum Universitas Indonesia, dan 1964 menjadi dekan di fakultas tersebut.[1]

1964 hingga 1966 beliau menjabat Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Agung RI (DPA RI).

Selanjutnya Prof.Mr. Hadinoto menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Hongaria.[1] 1966 hingga 1969.

Beliau mendapat gelar Mahaputra pada tahun 1995.

ReferensiSunting

  1. ^ a b c d e f Shadily, Hassan.Ensiklopedia Indonesia.Jakarta:Ichtiar Baru Van Hoeve. Hal 1198
  2. ^ "Kongres Pemuda" (PDF). Akademi Angkatan Udara Web. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2014-05-25. Diakses tanggal 25 Mei 2014. 
Jabatan diplomatik
Didahului oleh:
Sarino Mangunpranoto
Duta Besar Indonesia untuk Hongaria
1966–1969
Diteruskan oleh:
Roeslan Baboe