Buka menu utama

Sepak Bola Gajah adalah peristiwa kontroversi sepak bola yang terjadi dalam lanjutan putaran kedua pertandingan kompetisi Perserikatan musim 1987-88 yang mempertemukan antara Persebaya Surabaya vs Persipura Jayapura di Stadion Gelora 10 November, Surabaya pada hari Minggu 21 Februari 1988.

Sepak Bola Gajah
Pemain Persebaya 1988.jpg
Pemain Persebaya sebelum pertandingan melawan Persipura pada 21 Februari 1988 di Stadion 10 November, Surabaya yang kemudian dikenal dengan sebutan pertandingan sepak bola gajah.
Tanggal21 Februari 1988; 31 tahun lalu (1988-02-21)
TempatStadion Gelora 10 November, Surabaya
JenisKontroversi pertandingan sepak bola
Peserta/Pihak terlibat
HasilKemenangan 12-0 Persipura atas Persebaya

SejarahSunting

Peristiwa yang terjadi pada tanggal 21 Februari 1988 ketika lanjutan pertandingan grup wilayah timur kompetisi Perserikatan musim 1987-88 ini merupakan peristiwa yang menghebohkan pada saat itu. Persebaya yang bermain dihadapan suporter fanatiknya di Stadion Gelora 10 November kala itu kalah saat melawan Persipura Jayapura dengan skor 0-12, namun kekalahan itu bukan murni karena ketidakmampuan tim Persebaya menghadapi tim Persipura tetapi karena memang sengaja mengalah dan kekalahan tersebut memang sudah direncanakan oleh manager Persebaya saat itu yaitu Agil H. Ali dan rencana tersebut juga didukung sepenuhnya oleh suporter bahkan oleh seluruh warga kota Surabaya.[1]

Ada dua versi yang mengiringi skandal sepak bola gajah tersebut, versi pertama adalah karena Persebaya menyimpan dendam terhadap PSIS Semarang yang mengalahkan Persebaya di final Perserikatan musim 1986-87 jadi Persebaya sengaja mengalah saat melawan Persipura sebagai bagian usaha untuk menjegal usaha PSIS Semarang untuk ke babak 6 kompetisi Perserikatan 1987-88. Dengan kalah margin gol yang besar akhirnya nembuat Persipura menjadi 3 tim dari wilayah timur yang lolos ke babak 6 besar bersama Persebaya dan Persiba Balikpapan.

Versi kedua adalah, diketahui bahwa pada saat itu ada dua tim dari wilayah Indonesia timur yang mengikuti kompetisi yaitu Persipura Jayapura dan Perseman Manokwari, di akhir klasemen Perseman Manokwari dipastikan akan degradasi sehingga tinggal Persipura Jayapura untuk itu dibuatlah skenario agar Persipura Jayapura sebagai wakil Irian Jaya dan Indonesia timur tetap bisa bertahan di kompetisi Perserikatan agar penduduk Indonesia timur tetap memiliki hiburan olahraga. Dan skenario tersebut berhasil dengan sempurna, selain bisa membuat Persipura bertahan di kompetisi Persebaya juga berhasil menyingkirkan PSIS Semarang gagal lolos babak 6 besar dan akhirnya Persebaya keluar sebagai juara setelah mengalahkan Persija Jakarta di pertandingan final yang dihelat di Stadion Utama Senayan, Jakarta pada tanggal 27 Maret 1988 dengan skor 3-2 setelah melalui babak tambahan waktu.

Pasca peristiwaSunting

PSSI tidak menjatuhkan hukuman kepada Persebaya atas skandal tersebut karena saat itu belum ada regulasi yang mengatur skandal semacam itu. hanya kebencian dari warga Semarang dan Jawa Tengah yang didapat oleh Persebaya pada saat itu. Dan setelah pertandingan kontroversial ini Persebaya mendapat julukan yang sebenarnya adalah sindirian yaitu "Bledug Ijo" (bahasa Indonesia: Anak gajah hijau) dan julukan tersebut sempat populer ditahun 1990an.[2]

ReferensiSunting

  1. ^ Sepak Bola Gajah terheboh dalam sejarah. jawapos.com. Diakses tanggal 30/09/2019
  2. ^ Sepak Bola Gajah demi bumi Cendrawasih. historia.id. Diakses tanggal 30/09/2019

Lihat jugaSunting

Pranala luarSunting