Buka menu utama

Semedo, Pekuncen, Banyumas

desa di Kabupaten Banyumas

Semedo adalah desa di kecamatan Pekuncen, Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia. Desa Semedo terdiri dari 7 grumbul atau wilayah setingkat dusun dan dibagi menjadi dua Kadus yaitu Kadus Timur dan Barat. Mayoritas penduduk Desa Semedo bekerja sebagai petani, perajin gula kelapa dan peternak. Di Desa Semedo masih dijumpai kesenian-kesenian tradisional seperti kuda lumping/Bentha-Benthi. Makanan khas yang ada di Desa Semedo yaitu Cimplung, Kampel, Ondol dan Gubed. Desa Semedo sering disebut Negeri Diatas Angin, karena letaknya ada di dataran tinggi dan dibelah oleh Sungai Arus. Desa Semedo terletak diketinggian antara 350-400 Mdpl dan dikelilingi perbukitan seperti Perbukitan Igir Karaas, Gunung Cau dan Bukit Jojoktiga.

Semedo
Desa
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Tengah
KabupatenBanyumas
KecamatanPekuncen
Kodepos53164
Luas-
Jumlah penduduk4.367 Jiwa (2010)
Kepadatan-

Batas wilayahSunting

Pembagian WilayahSunting

  1. Grumbul Gunung Cau
  2. Grumbul Kalimanggis
  3. Grumbul Karangmangu
  4. Grumbul Karangpucung
  5. Grumbul Pangawaren
  6. Grumbul Planjan
  7. Grumbul Sawangan

PendidikanSunting

Terdapat 1 PAUD, 2 sekolah TK yaitu TK Pertiwi dan RA Diponegoro, 4 SD yaitu SDN1 di Planjan, SDN2 di Sawangan, SDN3 di Karang Pucung dan MI di Kali Manggis. Walaupun pendidikan masyarakatnya masih relatif rendah, tetapi banyak anak-anak berprestasi yang bisa kuliah perguruan tinggi favorit seperti ITB, UGM, UNDIP, UNY, UNSOED, dll dan perguruan tinggi kedinasan (STIS), bahkan beberapa generasi mudanya sudah menyelesaikan jenjang sarjana (S1 dan S2)dan banyak lulusan dari SMA/SMK di Purwokerto, dan SMP di Cikawung dan Ajibarang. Beberapa orang yang tidak sempat kuliah juga banyak yang mampu bersaing dan menjadi karyawan perusahan-perusahaan besar di indonesia.

AksesbilitasSunting

Jalan menuju Desa Semedo sangatlah menanjak dan berkelok kelok. Akses terdekat adalah dari Desa Cikawung yang berada dekat dengan Jalan Nasional Rute 6 ruas Tegal-Ajibarang. Jalan naik ke Desa Semedo belum lama dilakukan pengaspalan (sekitar tahun 2003-2004). Sebelumnya pengerasan jalan dengan menata batu gunung yang dipecah-pecah. Setelah pengaspalan jalan tersebut Desa Semedo semakin terakselerasi perkembangannya. Sstatusnya sebagai desa terpencil dan tertinggal sudah dilepaskan. Saat ini hampir semua jenis kendaraan roda empat dapat sampai ke Desa Semedo bahkan roda sepuluh pun sudah bisa menjangkau Desa Semedo. Hanya kendaraan umum berupa jasa ojek yang bisa menuju Desa Semedo melalui pertigaan Kebonjambe, Desa Cikawung.