Saur Sepuh: The Series

sinetron Indonesia
(Dialihkan dari Saur Sepuh The Series)

Saur Sepuh The Series adalah sinetron laga kolosal Indonesia yang diproduksi oleh SinemArt dan tayang di stasiun televisi SCTV sejak 14 Agustus 2017.[1] Promo sinetron ini hadir terlebih dahulu di RCTI pada pertengahan 2016, tetapi seiring hengkangnya SinemArt dari RCTI, akhirnya sinetron ini ditayangkan di SCTV. Sinetron ini merupakan adaptasi sinetron kelima dari sandiwara radio Saur Sepuh karya almarhum Niki Kosasih. Sinetron ini dibintangi di antaranya Samuel Zylgwyn, Cut Meyriska, Sabina Katya, Meriam Bellina, dan Adjie Pangestu.[2]

Saur Sepuh The Series
GenreEpos
Laga
Diangkat dariSaur Sepuh
PengarangImam Tantowi
SutradaraKarsono Hadi
PemeranSamuel Zylgwyn
Cut Meyriska
Meriam Bellina
Fendy Pradana
Adjie Pangestu
Anissa Aziza
Ichal Muhammad
Juan Christian
Hikmal Abrar
Johan Morgan Purba
Benny Ruswandi
Sabina Katya
Lagu pembukaYuni Shara - Selamanya Aku Milikmu
Lagu penutup(lagu variasi)
Negara Indonesia
BahasaIndonesia
Jumlah episode14
Produksi
Lokasi Indonesia
Rumah produksiSinemArt
Rilis
Jaringan penyiarSCTV
Format visual4:3 SDTV
Tayang perdanaSenin, 14 Agustus 2017
Tanggal rilisSenin, 14 Agustus 2017 –
Kamis, 31 Agustus 2017
Kronologi
Diawali olehPutri Titipan Tuhan
Dilanjutkan olehJodoh Yang Tertukar

SinopsisSunting

Kisah ini dimulai saat Kerajaan Kuntala takhluk oleh pasukan perang Dewangga. Pasukan perang Dewangga merupakan pasukan gabungan enam kerajaan jajahan Kuntala dibawah pimpinan Prabu Brama Kumbara (Samuel Zylgwyn)

Enam kerajaan ini adalah kerajaan Madangkara, Niskala, Sanggam, Selimbar, Saptarema dan Salingkuh.

Setelah digempur selama tiga hari tiga malam, kerajaan Kuntala akhirnya menyerah kalah. Tumenggung Raksa (Benny Ruswandi) yang mengangkat dirinya sebagai Raja pasca pengkhianatannya pada Raja Kuntala Rentabala, tewas dalam adu ilmu kesaktian melawan Brama.

Tumenggung Gardika dan Senopati Kendala (Chandra Sindawa) , dua kaki tangan Tumenggung Raksa ditawan dipenjara bawah tanah Kuntala. Lalu, Raja Rentabala yang terbaring sakit akibat diracun oleh Tumenggung Raksa dikembalikan statusnya sebagai raja dengan didampingi oleh kedua adik kandungnya yaitu Pangeran Jagadnata dan Pangeran Giri Patih (Aditya Herpavi).

Status dari kerajaan Kuntala sendiri sudah tidak lagi sama, sebab pasca penaklukan oleh enam kerajaan Dewangga pimpinan Brama, maka kerajaan Kuntala menjadi kerajaan administratif. Disebabkan letak wilayah Kuntala paling dekat dengan Madangkara maka kelima kerajaan sekutu sepakat Kuntala menjadi bawahan Madangkara.

PemeranSunting

ReferensiSunting

Pranala luarSunting