Buka menu utama
Salak pondoh
Salak200507.jpg
Buah salak
Klasifikasi ilmiah
Kingdom: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Liliopsida
Ordo: Arecales
Famili: Arecaceae
Genus: Salacca
Spesies: S. zalacca
Nama binomial
Salacca zalacca (varian)
(Gaertn.) Voss
Sinonim

Salacca edulis Reinw.
Calamus zalacca Gaertn.

Salak pondoh adalah salah satu kultivar salak yang banyak tumbuh di wilayah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, di lereng Merapi.[1] Salak pondoh memiliki ciri rasa yang manis atau tidak sepet sejak buah masih muda.[1] Salak pondoh (Salacca zalacca Gaertner Voss) termasuk famili palmae, berduri dan bertunas banyak, tumbuh menjadi rumpun yang rapat.[2] Salak pondoh termasuk dalam buah tropis. Salak pondoh memiliki berbagai macam varietas di Indonesia sendiri salak pondoh yang dibudidayakan adalah salak pondoh merah, salak pondoh super, salak pondoh hitam dan salak pondoh kuning.[2]

Daftar isi

Morfologi salak pondohSunting

Tinggi tanaman 1.5-5 meter, memiliki batang pokok yang berbentuk stolon di dalam tanah yang berbentuk silinder dengan diameter 10-15 cm.[2] Bentuk daun menyirip, panjang 3-7 meter.[2] Pelepah, tangkai dan anak daun bentuknya panjang, lancip, warnanya kelabu hingga kehitaman.[2] Bunga salak berbentuk majemuk, tertutup oleh seludang.[2] Panjang seludang bunga jantan 50-100cm, warna bunga jantan coklat kemerahan, terdiri dari 4-12 malai, panjang malai bunga jantan 4-15 cm dan bunga jantan mekar selama 1-3 hari.[2] Sedangkan bunga betina panjangnya mencapai 20-30 cm, bunga betina berwarna hijau, berbintik merah dan mempunyai 3 petal.[2] Panjang malai bunga malai 7-10 cm, bunga mekar selama 1-3 hari.[2] Bunga yang telah siap diserbuki di tandai dengan bunga berwarna merah dan mengeluarkan aroma harum, waktu yang paling baik untuk penyerbukan adalah hari ke dua saat bunga mekar.[2]

Pembibitan salak pondohSunting

Budidaya tanaman salak pondoh diawali dengan pembibitan, bibit salak pondoh ada tiga macam kultivar yaitu salak pondoh hitam, salak pondoh super, dan salak pondoh manggala.[1] Perbanyakan salak pondoh agar mendapatkan buah yang sesuai dengan induknya dilakukan dengan cara vegetatif yaitu dengan pencakokan tunas anakan.[1] Tunas anakan yang telah dicangkok di media tanamanya seperti bumbung bambu atau botol infus akan tumbuh akar setelah umur 4-7 bulan, kemudian ujung akar serabut yang telah tumbuh lebat memenuhi media tanam dipotong.[1] Bibit dari pemotongan dapat langsung ditanam di lapangan dengan cara melepaskan media tanam secara perlahan agar tanah tetap menggumpal dengan akarnya.[1] Pindah tanam juga dapat dilakukan dengan cara merajangnya terlebih dahulu ke dalam keranjang pembimbitan atau polybag.[1] Pemindahan dari keranjang pembibitan atau polybag ke lapangan dilakukan setelah 3-6 minggu sebelum dipindahkan.[1]

PembumbunanSunting

Pembumbunan dilakukan untuk memperkuat prakaran akar tanaman, pembumbunan dilakukan 3-4 bulan sekali hingga tanaman rata pada permukaan tanah.[1] Pembumbunan pada tanaman dewasa atau lebih dari 5 tahun, pembumbunan harus mengarah ke atas mengikuti tinggi tanaman dan prakaran.[1] Tanah yang digunakan adalah tanah di sekitar tanaman yang gembur dan bebas gulma dan hama penyakit.[1]

PemupukanSunting

Pupuk yang digunakan adalah urea, SP-36, dan KCL.[2] Pemupukan dilakukan sesuai umur tanaman, pada saat tanaman berumur 0-12 bulan pemupukan dilakukan 1 kali, kemudian setelah usia tanaman bertambah satu kali lipat maka intensitas pemupukan ditambah satu kali artinya dua kali lipat dari semula.[2] Pemupukan yang dilakukan berpengaruh dengan kesuburan tanah, tanah yang subur diikuti meningkatnya jumlah tandan, jumlah tangkai per tandan, dan jumlah buah per tandan.[2]

PemangkasanSunting

Pemangkasan dilakukan untuk mengurangi jumlah anakan dan pelepah daun yang tua dan pengaturan pembuahan.[1] Pemangkasan dilakukan sejak umur tanman 8-12 bulan, pemangkasan diulangi 4-6 bulan sekali.[1] beberapa petani menyisakan pelepah antara 7-9 buah.[1] Pemangkasan yang terlambat akan mengakibatkan bunga sulit terjadi.[1]

PemanenanSunting

Salak pondoh akan berbuah setelah tanaman berumur 2 tahun apabila tanaman berasal dari pencakokan, namun apabila tanaman berasal dari pembibitan.

RujukanSunting

  1. ^ a b c d e f g h i j k l m n o Teguh Santosa, dkk (1996). Diskripsi Salak Pondoh dan Teknologi Penyerbukan Bantuan. Indonesia: Departemen pertanian. hlm. 1, 2, 7, 9, 10,11, 12. 
  2. ^ a b c d e f g h i j k l m Studi Budidaya dan Penanganan Pasca Panen Salak Pondoh Di Kabupaten Sleman. Oktafianti Kumara Sari. Bandung: Institut Pertanian Bogor. 2008. hlm. 15,17.