Buka menu utama

SN 1006 adalah sebuah supernova yang terjadi pada antara tanggal 30 Mei dan 1 Mei 1006. Supernova ini banyak diamati oleh berbagai peradaban di Bumi, beberapa diantaranya adalah astronom-astronom Tiongkok, Mesir, Irak, Jepang, Swiss, dan kemungkinan Amerika Utara.[2]. Supernova yang terletak sejauh 7.200 tahun cahaya dari Bumi ini merupakan supernova tercerah dalam sejarah, dengan magnitudo tampak sebesar −7,5.[3]

SN 1006
Script error: The function "getValue" does not exist.
Citra gabungan (Radio, Tampak, dan Sinar-X) cangkang SN 1006. Terlihat adanya struktur mirip-pita yang berwana kuning di tepinya
Sebutan lainnyaScript error: The function "getRawValue" does not exist.
Jenis peristiwaSupernova, sisa-sisa supernova sunting ini di wikidata
Tanggal1006 Sunting ini di Wikidata
Rasi bintangLupus, Centaurus Sunting ini di Wikidata
Jarak7.200 tahun cahaya
HostGalaksi Bimasakti
Colour (B-V)Astronom dari Jepang mendeksripsikan bintangnya berwarna biru-putih pada optik[1]
Fitur pentingMerupakan supernova tercerah sepanjang sejarah pengamatan astronomi
Commons [[Commons:Category:Script error: The function "getValue" does not exist. |Related media on Wikimedia Commons]]

Supernova ini redup dalam spektrum kasatmata sehingga tidak bisa dilihat dengan jelas, kecuali pada bagian struktur mirip-pita yang bersinar. Struktur ini sebenarnya merupakan ilusi optis, karena faktanya, struktur ini lebih berbentuk seperti lembaran kertas atau kain berkerut dilihat dari samping. Ini terjadi karena gelombang kejut yang dilepaskan supernova menyapu gas-gas Hidrogen, tertekan, memanas, dan menyebabkan sturktur ini bersinar.[4]

PenyebabSunting

Para peneliti dari Universitas Barcelona, Institut Astrofisika Canaria, dan CSIC menemukan bahwa penggabungan 2 bintang katai putih merupakan penyebab terjadinya supernova tahun 1006 ini.[5] Penemuan itu telah diterbitkan dan menjadi sampul depan majalah ilmu pengetahuan Nature 27 September 2012.

Dari penemuan tersebut, mereka mengetahui bahwa ledakan termonuklir yang mereka hasilkan mengeluarkan seluruh materi sehingga tidak meninggalkan jejak satupun dari kedua bintang tersebut. Namun, penelitian lebih lanjut menguak bahwa katai putih pendahulunya tidak memiliki pasangan bintang.

ReferensiSunting

  1. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Murdin
  2. ^ "CNN.com - Ancient rock art may depict exploding star - Jun 5, 2006". CNN. Diakses tanggal May 23, 2010. 
  3. ^ National Optical Astronomy Observatory (2003-03-05). Astronomers Peg Brightness of History’s Brightest Star. Siaran pers. Diakses pada 2009-01-12.
  4. ^ http://hubblesite.org/hubble_discoveries/science_year_in_review/pdf/2008/supernova_remnant_sn_1006.pdf
  5. ^ ub (2009-10-08). "Universitat de Barcelona - Cause of Supernova SN 1006 Revealed". www.ub.edu (dalam bahasa Katalan). Diakses tanggal 2019-05-31. 

Pranala luarSunting