Buka menu utama


SMP Salomo 3 Pringsurat adalah sekolah menengah pertama swasta yang berlokasi di Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Sekolah ini didirikan pada tahun 1975 oleh Yayasan Pendidikan Anugerah Semarang.[1][2][3]

SMP Salomo 3 Pringsurat
Informasi
DidirikanJanuari 1975
JenisSwasta
Alamat
LokasiJl. Raya Ngipik, Pringsurat, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Indonesia
AfiliasiSMP Salomo 1, SMP Salomo 2, Yayasan Pendidikan Anugerah
Moto

Latar belakangSunting

SMP Salomo 3 Pringsurat berada di desa Ngipik, Pringsurat, Temanggung, Jawa Tengah. Sekolah dengan basis pendidikan kristen, ini perintisannya bersamaan dengan pembangunan Gereja Isa Almasih Ngipik pada bulan Januari 1975. SMP Salomo 3 Pringsurat didirikan sebagai salah satu prasyarat pendirian Gereja Isa Almasih Ngipik yang dirintis oleh seorang dokter gigi, dr. Lukas Sebadja. Awalnya, pada tahun 1974, dr. Lukas Sebadja menabrak seorang anak laki-laki di desa Pringsurat. Menghadapi korban yang tampaknya tidak tertolong, dr. Lukas Sebadja bernazar, apabila anak tersebut hidup dan sembuh, dia akan mendirikan gereja di tempat tersebut. Dan ternyata benar, anak tersebut sembuh dan tertolong. Menyaksikan mukjizat kesembuhan anak tersebut, akhirnya, di lokasi tersebut didirikanlah persekutuan doa keluarga dan ada beberapa orang yang menerima Yesus Kristus sebagai juru selamat dalam hidupnya, termasuk di antaranya keluarga anak yang ditabrak dr. Lukas Sebadja. Karena persekutuan semakin berkembang, pelayanan dibantu oleh para mahasiswa Sekolah Tinggi Theologia Abdiel. Setelah itu berdirilah Pos Pekabaran Injil (Pos PI) di desa Pringsurat, bertempat di rumah Dul Sholeh, sedangkan di Nglarangan, Desa Ngipik bertempat di rumah Christianus Ngasiman. Penanggung jawab pelayanan pada kedua Pos PI tersebut adalah dr. Lukas Sebadja bersama istrinya, Hanna Sebadja S.Th, dibantu oleh Sugriwo, seorang pengabar injil dan Gereja Kristen Jawa Pepanthan Pingit. Tak lama kemudian, dr. Lukas Sebadja membeli lagi sebidang tanah yang berada tepat di samping tanah yang akan dipakai untuk pembangunan gereja. Tanah tersebut diperuntukkan bagi pembangunan sekolah menengah pertama sebagai wujud kepedulian umat Kristiani terhadap dunia pendidikan. Gereja ingin ikut ambil bagian mencerdaskan bangsa melalui jalur pendidikan. Pada waktu itu di Kecamatan Pringsurat belum ada SMP yang akan diperuntukkan bagi keluarga kurang mampu. Gagasan dan rencana tersebut disambut baik oleh masyarakat dan pemerintah desa Ngipik. Akhirnya, pembangunan gereja pun diperbolehkan bersamaan dengan pembangunan gedung SMP Salomo 3 Pringsurat, Temanggung.

Tahun 1975, berdirilah sekolah menengah pertama dengan nama SMP Salomo 3 Pringsurat yang disponsori oleh keluarga dr. Lukas Sebadja. Untuk memudahkan pengelolaannya, dr. Lukas Sebadja membentuk Yayasan Pendidikan Anugerah, diketuai oleh Ny. Sulaksono dan dibantu oleh beberapa orang pengurus, termasuk Stepanus Sumaryono. Dinamakan SMP Salomo 3 karena di Kota Semarang, sebelumnya, sudah ada Salomo 1 dan Salomo 2 yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Kranggan. Walaupun Yayasan yang menaungi berbeda, namun Salomo 1 dan Salomo 3 sama-sama didirikan oleh anak anak Tuhan yang berjemaat di Gereja Isa Almasih Pringgading, Semarang. Enam bulan setelah SMP Salomo 3 Pringsurat berdiri, Gereja Isa Almasih Ngipik juga berdiri dan didewasakan sebagai Jemaat Gereja Isa Almasih. Selain pendewasaan Gereja, Stepanus Sumaryono ditahbiskan sebagai pendeta di jajaran Sinode Gereja Isa Almasih, sekaligus menjadi Gembala Sidang di Gereja Isa Almasih Ngipik.

SMP Salomo Pringsurat ini kebanyakan muridnya beragama Islam. Kondisi ekonomi orang tua murid sebagian besar berada di bawah garis besar kemiskinan. Rata-rata orang tua mereka bekerja sebagai buruh tani, buruh bangunan, pembantu rumah tangga, dan karyawan kayu lapis. Tingkat pendidikan orang tua mereka pun hanya lulusan sekolah dasar. Sehingga kehadiran SMP Salomo 3 Pringsurat cukup membantu masyarakat setempat

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting