SD Karitas Nandan Yogyakarta

SD Karitas adalah Sekolah Dasar Katolik yang diasuh oleh Bruder-bruder Karitas. Dibangun di atas tanah seluas 1300 m2 dengan detail; 700m2 sebagai luas bangunan dan 600m2 untuk luas halamannya. Sekolah ini didirikan pada tahun 1963. Dengan semboyan Deus Caritas Est (Allah adalah cinta kasih) ini, SD Karitas siap menerima siapa pun menjadi murid-muridnya.

SD Karitas Nandan Yogyakarta
SD Karitas Nandan Yogyakarta
SD Karitas Nandan
Informasi
Didirikan1963
JenisSwasta
AkreditasiA
Kepala SekolahXaverius Manao SPd.
Jumlah kelas9
Rentang kelasI-VI
KurikulumKurikulum 2013
Jumlah siswa276 siswa
Statusswasta
Alamat
LokasiNandan, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, DI. Yogyakarta, Indonesia
Moto
MotoDeus Caritas Est

LokasiSunting

Lokasi SD Karitas Nandan berada di Jalan Nandan, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta.

  • Lokasi sangat dekat dengan Gereja St. Alfonsus Nandan.
  • SD Karitas berjarak 5 KM dari pusat kecamatan Ngaglik.
  • Perjalanan dari Universitas Gadjah Mada ke SD Karitas Nandan dapat ditempuh sekitar 5 menit menggunakan taksi.

Sejarah SekolahSunting

Sekolah Dasar Karitas adalah Sekolah Swasta Katolik yang diasuh oleh Kongregasi Bruder Karitas (Biarawan dari Congregation Fratrum Caritatis atau FC yang berpusat di Roma). Bruder Karitas adalah buah karisma Rm. Petrus Josef Triest yang didirikan tahun 1807. Rm. Petrus Josef Triest mengambil teladan Vinsensius A Paulo dengan begitu eratnya sehingga ia dijuluki sebagai Vinsensius dari Belgia. Semangat Spiritualitas Vinsensian inilah yang akhirnya menjadi teladan pula bagi Sekolah Dasar Karitas dan menjadikan nama Vinsensius sebagai nama pelindung sekolah.

Sekolah-sekolah Bruder Karitas mempertimbangkan pendidikan kasih sebagai aspek khusus yang menyala didalam pendidikannya. Hal ini sesuai dengan moto Kongregasi Deus Caritas Est yang artinya Allah adalah Kasih. Pada awalnya karya pendidikan bukanlah karya utama kongregasi, tetapi menanggapi kebutuhan-kebutuhan zaman, kongregasi pun mengambil bagian dalam karya pendidikan.

Pada tahun 1960, karena makin banyaknya pemuda masuk novisiat Bruder Karitas, maka atas persetujuan Mgr.Soegijapranata, SJ Vicaria Apostolik Semarang pada waktu itu, Kongregasi mendirikan biara baru di sebelah utara kota Yogyakarta, tepatnya di dusun Nandan. Pada tahun 1963 mulai dibangun sekolah dan juga aula Sekolah Dasar. Dalam situasi tersebut, untuk sementara waktu para Bruder menempati gedung sekolah bagian barat. Beberapa tahun kemudian, dibukalah Taman Kanak-kanak, hal ini dilakukan untuk menjamin adanya murid di Sekolah Dasar. Pada tahun 1967 untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, didirikannya Sekolah Menengah Pertama Karitas yang sampai sekarang masih bertahan menjadi satu gedung dengan TK dan juga SD Karitas itu sendiri.

Pendidikan (pendampingan siswa) di Karitas ini bertujuan untuk memperkenalkan kasih kepada semua siswa dengan tidak membedakan keragaman yang ada, menumbuhkan dan mengembangkan jiwa sosial yang ada dalam setiap pribadi siswa sehingga mereka dapat tumbuh dari makhluk individu menjadi pribadi yang mampu berelasi dengan sesama, lingkungan dan dengan Allah sendiri.

SD Karitas di Bawah Naungan Kongregasi Bruder KaritasSunting

Pendidikan di SD Karitas ini berlandaskan pada semboyan, Deus Caritas Est, yang artinya yaitu “Allah adalah cinta kasih”. Di SD Karitas Nandan ini, baik para siswa, guru, maupun sistem pendidikannya sendiri benar2 dilandaskan pada semboyan “Allah adalah cinta kasih”. Dengan St. Vincentius a Paulo sebagai Santo Pelindung sekolah ini, sang pendiri Kongregasi Bruder Karitas, yaitu Rm. Petrus Josef Triest (1760-1836), mewarisi semboyan nya pada Kongregasi dan juga pada buah karya mereka, seperti SD Karitas ini. Contoh nyata dari pengaktualisasian semboyan ini adalah dengan diterimanya siswa/siswi yang membutuhkan perhatian khusus, seperti siswa autis ataupun cacat. Walaupun SD Karitas adalah SD Umum, tetapi karna berdasar pada Kasih Tuhan, maka siapa pun dapat bersekolah di SD Karitas tanpa memandang siapa dan bagaimana calon siswa tersebut.

PendidikanSunting

SD Karitas adalah sebuah Sekolah Dasar yang diperuntukkan untuk umum dengan nafas pendidikan Katolik. SD Karitas berada di bawah pengelolaan Yayasan Karya Bakti yang dikelola oleh Bruder-bruder Karitas. SD Karitas menganut pendidikan heterogen. Selain merupakan sekolah heterogen pada umumnya, murid-murid SD Karitas tidak hanya berasal dari Pulau Jawa, tetapi juga terdapat pula siswa-siswa yang berasal dari Papua, Nias, Sumatra dan Kalimantan.

Fasilitas SekolahSunting

 
Laboratorium Bahasa

Fasilitas sekolah yang dimiliki kurang lebih sama seperti sekolah- sekolah pada umumnya, seperti:

  • laboratorium komputer
  • laboratorium bahasa
  • laboratorium IPA
  • perpustakaan
  • aula
  • lapangan olahraga.

Jumlah keseluruhan murid dari kelas 1 sampai 6 adalah 276. Kebanyakan siswa didominasi oleh murid-murid yang berasal dari Pulau Jawa. Pada tahun ini pula sudah mulai banyak murid-murid yang berasal dari Papua yaitu sebanyak 20 persen. Mereka yang berasal dari luar pulau Jawa ini diasuh oleh suster-suster dan tinggal di asrama. Mayoritas siswa-siswi di sekolah ini beragama katolik. Namun terdapat pula siswa-siswi yang beragama Islam dan Hindu. Karena sekolah ini menerima murid yang berkebutuhan khusus; seperti cacat dan autis, sekolah ini memperbolehkan pula guru pendamping khusus untuk menemani siswa/siswi yang berkebutuhan khusus untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar. Jumlah guru di SD Karitas Nandan adalah sebanyak 12 guru, dengan 3 guru ekstrakulikuler. Hampir semua guru berasal dari wilayah Yogyakarta.

Jam BelajarSunting

 
Hasil karya murid-murid

Jam belajar yang diterapkan di sekolah ini dimulai pada pukul 7 pagi dan berakhir sampai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Ketentuan jam pulang sekolah berbeda-beda untuk setiap kelas.Untuk kelas 1 dan kelas 2 pada hari senin sampai kamis kelas diakhiri pada pukul 11.30 dan pada hari jumatdan sabtu kelas diakhiri pada pukul 10.10. Sedangkan untuk kelas 3, pada hari senin sampai kamis kelas berakhir pada pukul 12.10 dan pada hari jumat dan sabtu berakhir pada pukul 11.00. Dan untuk kelas 4,5, dan 6 pada hari senin sampai kamis kelas berakhir pada pukul 12.35 dan pada hari jumat dan sabtu berakhir pada pukul 11.00.

Kegiatan EkstrakurikulerSunting

 
Penampilan ekstrakurikuler drum band

Selain kegiatan belajar mengajar formal, terdapat pula kegiatan belajar non-formal atau ekstrakurikuler. Di SD Karitas Nandan ini, terdapat berbagai macam ekstrakurikuler yang dikembangkan, yaitu:

Non-olahraga:

  • Pramuka
  • Dansa
  • Tari tradisional
  • English Club
  • Drum band
  • Paduan Suara

Olahraga:

  • Bulu Tangkis
  • Futsal
  • Sepak bola

Futsal SD Karitas Nandan patut diberi acungan jempol karena telah meraih juara 1 pada sebuah perlombaan yang diadakan sebuah universitas negeri di Yogyakarta. Khusus untuk kelas 6, dimulai dari semester 1 pada setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat selama 1,5 jam terdapat jam belajar tambahan dalam rangka mempersiapkan UN. Mereka juga mengadakan retreat yang dilaksanakan menjelang UN kurang lebih sebanyak 2 kali dengan tujuan untuk memantapkan para murid dalam menjalani UN.

Biaya SekolahSunting

Biaya sekolah untuk siswa-siswi SD Karitas Nandan jumlahnya untuk masing-masing siswa tidaklah sama. Hal ini bergantung pada kemampuan orang tua siswa masing-masing. Hal tersebut pula yang melatar belakangi adanya wawancara dengan orang tua calon siswa pada saat penerimaan. Sekolah sendiri mengatakan tidak akan terlalu membebankan kepada murid – muridnya mengenai biaya sekolah. Sistem subsidi silang yang juga dilaksanakan di sekolah swasta lain, juga turut diberlakukan di SD Karitas Nandan. Yang dimaksud dengan sistem subsidi silang disini adalah system dimana orang – orang yang taraf ekonominya lebih baik dan mampu, dapat membantu menutupi kekurangan biaya operasional dari siswa yang kurang mampu dengan membayar biaya sekolah dengan jumlah yang lebih tinggi.

PrestasiSunting

 
Prestasi yang diraih.

Prestasi yang telah diraih oleh SD Karitas Nandan di bidang akademik adalah juara 1 Ujian Sekolah se-Kabupaten Sleman pada tahun ajaran 2013/2014. Prestasi lain yang telah diraih oleh sekolah ini dibidang non akedemik adalah juara 1 futsal yang diselenggarakan leh Universitas Negeri Yogyakarta(UNY). Sebenarnya sudah banyak sekali prestasi-prestasi yang telah diraih oleh SD Karitas ini, tetapi tidak semuanya tercatat secara mendetail. Jika kita datang ke sekolah ini dan masuk ke ruangan Kepala Sekolah, maka akan terlihat lemari pajangan yang memajang piala-piala atas prestasi yang telah ditorehkan siswa dan siswi SD Karitas Nandan ini.

Wadah AlumniSunting

SD Karitas yang sudah ada semenjak tahun 1963 ini pun memiliki paguyuban alumni yang sudah beberapa tahun belakangan ini selalu mengadakan temu alumni setiap beberapa tahun sekali. Begitu pula saat Pesta Emas sekolah ini, para alumni datang ke sekolah untuk saling bertemu kembali . Masih banyak sekali para alumni yang sangat memperhatikan bagaimana kemajuan SD Karitas ini. Banyak yang peduli dan turut memberikan saran-saran yang baik kepada pihak sekolah untuk memajukan sekolah mereka.

Banyak dari alumni-alumni SD Karitas yang sudah mapan dan sukses dengan kehidupannya masing-masing. Tidak sedikit dari mereka yang bekerja dan menjalani profesi sebagai dokter, pengusaha, profesi, dan bahkan Uskup. Alumni yang menjadi Uskup ini adalah Uskup Agung Ketapang, Mgr. Pius Riana Prapdi, Pr. Disini terlihat bahwa penanaman nilai-nilai atau pengajaran Katolik yang terdapat di sekolah ini benar-benar tertanam dengan baik pada para murid-murid SD Karitas.

ReferensiSunting

Kami menuliskan artikel ini berdasar wawancara langsung dengan pihak sekolah melalui Ibu Nur selaku wakil kepala sekolah dan Ibu Tere sebagai staff administrasi SD Karitas Nandan Yogyakarta.

Gerardus, F.C. 2011.Identitas Sekolah Katolik Bruder Karitas. Yogykarta: Amara Books.

Kurniawan, P. C., F.C. 2012. Spiritualitas Vinsensian Dalam Konteks Indonesia. Yogyakarta: Amara Books