Rumah Adat Rumsram

Rumah adat rumsram adalah rumah adat suku Biak Numfor di pantai Utara Papua. Rumah ini aslinya ditujukan untuk kaum laki-laki. Sama halnya dengan Kariwari, perempuan dilarang masuk atau mendekati rumah ini. Fungsinya pun mirip, sebagai kegiatan dalam mengajar dan mendidik para lelaki yang mulai beranjak remaja, dalam mencari pengalaman hidup.

Bangunannya berbentuk persegi dengan atap berbentuk perahu terbalik. Bentuk ini tak terlepas dari mata pencaharian mereka sebagai pelaut.

Material yang digunakan adalah kulit kayu untuk lantai, bambu air yang dibelah dan dicacah-cacah untuk dinding, atapnya terbuat dari daun sagu yang telah kering. Dindingnya terbuat dari pelepah sagu. Dinding rusmram aslinya hanya ada sedikit jendela dan posisinya di depan dan belakang.[1]

Rumsram memiliki tinggi kurang lebih 6—8 m dan dibagi menjadi 2 bagian yang dibedakan dengan tingkatan lantainya. Lantai 1 sifatnya terbuka dan tanpa dinding. Hanya kolom-kolom bangunan yang terlihat. Di tempat inilah, para lelaki dididik belajar memahat, membuat perisai, membuat perahu, hingga teknik perang.[2]

Letak geografisSunting

Kabupaten Biak Numfor berada pada posisi 134° 47 Bujur Timur dan 0° 55  - 1º 27 lintang Selatan, dengan luas wilayah 21.672 Km2 ( 3.130 Km2 + 18.442 Km2). Batas wilayah di sebelah Utara dengan kabupaten Supiori, di Selatan dengan selat Yapen, di Barat dengan kabupaten Manokwari dan di Timur dengan samudra Pasifik[3]

FungsiSunting

Pada upacara adat yang disebut Wor Kapanaknik yang artinya mencukur rambut anak, biasanya dilaksanakan ritual adat ketika anak laki-laki berusia 6-8 tahun. Usia saat seorang anak dianggap sudah dapat berpikir dan anak sudah mulai mendapatkan pendidikan dalam pencarian pengalaman hidup, serta cara untuk menjadi laki-laki yang kuat dan bertanggungjawab sebagai kepala keluarga kelak. Maka mereka masuk ke rumah Rumsram, sehingga periode umur ini dikatakan menjalani pendidikan rumsram karena aktivitasnya di lakukan di dalam rumsram[4]

ReferensiSunting