Resistivitas listrik

Resistivitas listrik adalah salah satu parameter fisis yang dapat digunakan untuk menyelidiki struktur bawah permukaan dengan menggunakan metode/ teknik resistivity logging. Resistivitas juga berfungsi untuk mengukur sifat batuan dan fluida pori (baca: minyak, gas dan air) disepanjang lubang bor dengan mengukur sifat tahanan kelistrikannya. Besaran resistivitas batuan dideskripsikan dengan Ohm Meter, dan biasanya dibuat dalam skala logaritmik.

Metode resistivity dilakukan karena pada hakikatnya batuan, fluida dan hidrokarbon di dalam bumi memiliki nilai resistivitas tertentu.

Pengukuran resisitivitas test telah banyak dilakukan untuk berbagai keperluan dalam menduga keterdapatan air tanah, mineral dan aplikasi resistivitas dalam teknik sipil. Setiap bahan/material akan mempunyai tahanan/resistansi jika dialiri arus listrik. Nilai resistivitas ini tergantung pada jenis bahan, kekompakan bahan, porositas, dan permeabilitas bahan serta kandungan air.

Contoh untuk resisitivitas suatu medium yaitu air garam yang memiliki konsentrasi yang tinggi akan dapat mengalirkan listrik dengan mudah dibandingkan dengan air tawar. Dalam suatu lapisan batuan, pori batuan tersebut akan terisi oleh hidrokarbon dan air formasi. Zona air dominan pada suatu lapisan batuan tersebut akan memiliki konduktivitas lebih tinggi (resistivitas rendah) dibanding pada zona hidrokarbon dominan. Namun metode ini memiliki penetrasi kedalaman yang dangkal. [1]

  1. ^ SUPRIANA, Jannah, Nur 1. BURHAN INDRIAWAN ; 2. EDI (2009-03-05). Geolistrik resistivitas konfigurasi Wenner untuk menentukan kedalaman akuifer (studi kasus daerah Universitas Brawijaya) / Nur Jannah. Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang. Program Studi Fisika. OCLC 1029135432.