Buka menu utama

Republik Rakyat Donetsk (bahasa Rusia: Донецкая народная республика, Donétskaya naródnaya respúblika, bahasa Ukraina: Донецька народна республіка, Donets'ka narodna respublika) adalah sebuah negara yang diproklamasikan berdiri di Oblast Donetsk, Ukraina timur, pada 7 April 2014 oleh sejumlah aktivis yang menduduki kantor pemerintahan dan balai kota di Donetsk.[7][8][9] Pendudukan kemudian menyebar ke kota-kota lain di Oblast Donetsk.[10] Negara ini merupakan bagian dari Negara Federal Novorossiya dan berbatasan dengan Ukraina, Rusia, dan Republik Rakyat Lugansk.[11][12]

Republik Rakyat Donetsk


  • Донецкая Народная Республика (Rusia)
    Donetskaya Narodnaya Respublika

  • Донецька Народна Республіка (Ukraina)
    Donets'ka Narodna Respublika
Lagu kebangsaanVstavay, Donbass! (Rusia)
"Arise, Donbas!"
Wilayah di Oblast Donetsk di bawah kekuasaan Republik Rakyat Donetsk (merah tua) dan wilayah yang pro-Republik dan/atau dilanda kerusuhan antipemerintahan (merah muda)
Wilayah di Oblast Donetsk di bawah kekuasaan Republik Rakyat Donetsk (merah tua) dan wilayah yang pro-Republik dan/atau dilanda kerusuhan antipemerintahan (merah muda)
Ibu kotaDonetsk
Kota terbesaribukota
Bahasa resmiRusia
Ukraina
Kelompok etnik
Agama
Ortodoks Rusia (resmi)[1]
Pemerintahan
• Gubernur Rakyat
Pavel Gubarev[a]
• Perdana Menteri
Aleksander Zakharchenko
• Komandan Tertinggi (pelaksana tugas)
Vladimir Antyufeyev[4]
LegislatifDewan Tertinggi Republik Rakyat Donetsk
Kemerdekaan dari Ukraina
• Dideklarasikan
7 April 2014
11 Mei 2014
• Referendum diratifikasi
12 Mei 2014[5]
• Perjanjian pembentukan konfederasi dengan Republik Rakyat Lugansk
24 Mei 2014[6]
Mata uangRubel Rusia
(RUB)

Aktivitas negara ini dikepalai oleh Republik Donetsk, sebuah kelompok yang telah dilarang oleh pemerintah Ukraina semenjak tahun 2007. Pada 16 Mei 2014, Republik ini dinyatakan sebagai organisasi teroris oleh Ukraina.[13] Hingga kini, Republik Rakyat Donetsk masih belum memperoleh pengakuan dari satu negara.[14]

Pada 15 April, pemerintahan sementara di Kiev mengumumkan serangan balasan terhadap militan-militan pro-Rusia, dan pada 17 April ketegangan berkurang karena Rusia, Amerika Serikat, dan Uni Eropa telah sepakat untuk menyelesaikan krisis Ukraina.[15][16] Namun, pejabat-pejabat Republik Rakyat Donetsk mengabaikan kesepakatan tersebut.[17] Pada 11 Mei, sebuah referendum diadakan di Donetsk dan Lugansk, dan pemimpin separatis menyatakan bahwa sebagian besar rakyat mendukung pendirian Republik Rakyat.[18][19] Kemudian, pada 24 Mei, pemimpin Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk sepakat untuk mendirikan konfederasi yang disebut Negara Federal Novorossiya.[6]

CatatanSunting

  1. ^ Gubarev ditangkap pada 6 Maret karena "mengadvokasikan separatisme" dan "pengambilan kekuasaan yang ilegal" dan ditahan di Kiev. Ia terancam hukuman penjara selama sepuluh tahun.[2][3]

Catatan kakiSunting

  1. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama rchurch
  2. ^ "Pro-Russian Gubarev, a symbol of east Ukraine separatism". GlobalPost. 10 March 2014. Diarsipkan dari versi asli tanggal 14 March 2014. Diakses tanggal 10 March 2014. 
  3. ^ "Pro-Russian Protest Leader in Eastern Ukraine Said Taken To Kyiv". Radio Free Europe/Radio Liberty. 6 March 2014. Diarsipkan dari versi asli tanggal 13 March 2014. Diakses tanggal 11 March 2014. 
  4. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama edm
  5. ^ "Pro-Russians: Ukraine's Donetsk 'Independent'". News.sky.com. 2014-05-12. Diakses tanggal 2014-06-12. 
  6. ^ a b "Donetsk, Lugansk People's Republics unite in Novorossiya". Voice of Russia. 24 May 2014. 
  7. ^ "Ukraine Push Against Rebels Grinds to Halt". The New York Times. Diakses tanggal 17 April 2014. pro-Russian separatists reportedly seized the City Hall building in the provincial capital of Donetsk; they had already controlled the regional administration building. 
  8. ^ "In Donetsk, several hundred protesters who had occupied a regional administration building declared a "People's Republic of Donetsk"". The Washington Post. 7 April 2014. 
  9. ^ "Ukraine: Pro-Russians storm offices in Donetsk, Luhansk, Kharkiv". BBC News Online. 6 April 2014. Diarsipkan dari versi asli tanggal 10 April 2014. 
  10. ^ Rachkevych, Mark (12 April 2014). "Armed pro-Russian extremists launch coordinated attacks in Donetsk Oblast, seize buildings and set up checkpoints". Kyiv Post. 
  11. ^ Rachkevych, Mark (10 April 2014). "Donetsk separatists hold oblast government headquarters". Kyiv Post. Donetsk. Diarsipkan dari versi asli tanggal 10 April 2014. Diakses tanggal 11 April 2014. [...] home to the self-proclaimed People's Republic of Donetsk. 
  12. ^ "Ukraine activists declare Donetsk sovereignty". Al Jazeera. Al Jazeera Media Network. 7 April 2014. Diarsipkan dari versi asli tanggal 11 April 2014. Diakses tanggal 11 April 2014. Pro-Russian activists who seized the main administration building in the eastern Ukrainian city of Donetsk have proclaimed the creation of a sovereign "people's republic" independent of Kiev rule. 
  13. ^ "Ukraine's prosecutor general classifies self-declared Donetsk and Luhansk republics as terrorist organizations". Kyiv Post. 16 May 2014. 
  14. ^ Higgins, Andrew (11 April 2014). "In Eastern Ukraine, a One-Building, Pro-Russia Realm Persists Despite Criticism". The New York Times. an imaginary new nation that nobody, not even Russia, recognizes. 
  15. ^ BBC, Ukraine crisis: Deal to 'de-escalate' agreed in Geneva, 17 April 2014.
  16. ^ Michael R Gordon (17 April 2014). "U.S. and Russia Agree on Pact to Defuse Ukraine Crisis". The New York Times. 
  17. ^ "Eastern Ukraine's Pro-Russian Activists Stand Fast". The Wall Street Journal. 18 April 2014. Diarsipkan dari versi asli tanggal 18 April 2014. Diakses tanggal 20 April 2014. 
  18. ^ "Ukraine crisis: Russia backs results of Sunday's referendums in Donetsk and Luhansk". The Independent. 12 May 2014. Diarsipkan dari versi asli tanggal 13 May 2014. Diakses tanggal 26 May 2014. 
  19. ^ "Oligarch tries to stamp Kiev authority on restive east". Financial Times. 6 March 2014. 

Pranala luarSunting