Reionisasi

proses reionisasi dalam sejarah alam semesta

Dalam kosmologi, Reionisasi adalah era alam semesta yang berusia ratusan juta - 1 miliar tahun setelah Dentuman Besar, periode di mana gas di alam semesta berubah dari hampir sepenuhnya netral menjadi keadaan di mana ia hampir terionisasi sepenuhnya.[1][2] Era reionisasi kosmik mencakup kelebihan radiasi di alam semesta,[3] pembentukan bintang-bintang pertama, AGN,[4] struktur berkala besar awal terbentuk, dan pembentukan galaksi awal dan lubang hitam yang dapat tumbuh menjadi kuasar.[5]

Ilustrasi garis waktu alam semesta. Kredit: WMAP.

Sekitar 400 juta tahun setelah Dentuman Besar (tepat setelah era kegelapan kosmik), suhu mendingin, elektron dan proton bergabung membentuk hidrogen netral dan debu menghilang. Beberapa waktu sebelum 1 miliar tahun setelah Dentuman Besar, hidrogen netral menbentuk gumpalan gas cukup runtuh untuk mulai membentuk bintang dan galaksi pertama,[6] dan mengubah hidrogen kembali menjadi terionisasi yang pada akhirnya membentuk medium antargalaksi.[7][8]

Generasi pertama bintang masif (bintang populasi III), mungkin dibantu oleh kuasar mini awal, mungkin telah mereionisasi atom hidrogen netral si ruang antarbintang pada pergeseran merah yang tinggi, tetapi umpan balik mereka mungkin telah mengganggu pembentukan bintang dan galaksi berikutnya, yang mengarah ke sejarah reionisasi yang diperpanjang dan mungkin multimodal yang berakhir dengan z ~ 6.[5][9] Emisi telah mencapai nilai EWCIII]≃17−22 Å.[10]

ReferensiSunting

  1. ^ "First Light & Reionization - Webb/NASA". www.jwst.nasa.gov (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-12-03. 
  2. ^ "Epoch of Reionization | LOFAR". www.lofar.org. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-03-24. Diakses tanggal 2020-12-03. 
  3. ^ García-Aspeitia, Miguel A.; Hernández-Almada, A.; Magaña, Juan; Motta, V. (2019-12-16). "On the birth of the cosmological constant and the reionization era". arXiv:1912.07500 [astro-ph, physics:gr-qc]. 
  4. ^ Djorgovski, S. G. (2004-12-01). Thinking, Observing and Mining the Universe. WORLD SCIENTIFIC. hlm. 111–131. doi:10.1142/9789812702999_0015. ISBN 978-981-238-688-5. 
  5. ^ a b George, Djorgovski (October 2004). "Black Holes From the Dark Ages: Exploring the Reionization Era and Early Structure Formation With Quasars and Gamma-Ray Bursts". ResearchGate (dalam bahasa Inggris). doi:10.1142/9789812704030_0027. Diakses tanggal 2020-12-03. 
  6. ^ June 2017, Charles Q. Choi 17. "Our Expanding Universe: Age, History & Other Facts". Space.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-12-03. 
  7. ^ Nancy, Atkinson (2009-11-06). "Early Galaxy Pinpoints Reionization Era". Universe Today (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-12-03. 
  8. ^ "A universe with oligarchs: Era of reionization likely the work of the most massive, luminous galaxies". phys.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-12-03. 
  9. ^ May 2019, Adam Mann 14. "From Big Bang to Present: Snapshots of Our Universe Through Time". livescience.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-12-03. 
  10. ^ Mainali, Ramesh; Daniel P, Stark (May 2020). "RELICS: spectroscopy of gravitationally lensed z ≃ 2 reionization-era analogues and implications for C III] detections at z > 6". ResearchGate (dalam bahasa Inggris). doi:10.1093/mnras/staa751. Diakses tanggal 2020-12-03. 

Lihat pulaSunting