Buka menu utama
Diagram deret aktinium, salah satu dari empat deret radioaktif alamiah, yang dimulai dari 235
92
U
(uranium-235) dan berakhir pada 207
82
Pb
(timbal-207)

Dalam fisika nuklir, deret radioaktif (atau deret peluruhan, atau rantai peluruhan) adalah rangkaian peluruhan radioaktif yang dimulai dari suatu inti bersifat radioaktif, meluruh menjadi inti lain yang kemudian juga meluruh, dan seterusnya hingga menjadi suatu inti yang stabil. Peluruhan dapat terjadi dengan memancarkan sinar alfa, beta, dan gamma. Contohnya, isotop 235
92
U
meluruh menjadi 231
90
Th
memancarkan sinar alfa, lalu menjadi 231
91
Pa
dengan memancarkan sinar beta, dan seterusnya berulang-ulang hingga akhirnya menjadi isotop stabil yaitu 207
82
Pb
Karena nomor massa hanya dapat diubah melalui pemancaran alfa yang memiliki nomor massa 4, nomor-nomor massa pada sebuah deret selalu mengikuti rumus yang sama dalam bentuk (4n + x), dalam contoh 235
92
U
di atas rumus ini adalah (4n + 3).[1]

Secara alamiah, terdapat empat deret radioaktif yaitu:[1]

  • Deret torium yang dimulai dari 232
    90
    Th
    (torium-232) dan berakhir pada 208
    82
    Pb
    (timbal-208) dan memiliki rumus nomor massa 4n.
  • Deret neptunium yang dimulai dari 237
    93
    Np
    (neptunium-237) dan berakhir pada 209
    83
    Bi
    dan memiliki rumus nomor massa (4n + 1).
  • Deret uranium yang dimulai dari 238
    92
    U
    (uranium-238) dan berakhir pada 206
    82
    Pb
    dan memiliki rumus nomor massa 4n + 2.
  • Deret aktinium yang dimulai dari 235
    92
    U
    (uranium-235) dan berakhir pada 207
    82
    Pb
    dan memiliki rumus nomor massa 4n+3.

ReferensiSunting

  1. ^ a b Bambang Hermanto (2016). "Deret peluruhan radioaktif". Peluruhan Unsur Radioaktif. Semarang: Balai Pengembangan Multimedia Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.