Raja Juli Antoni, Ph.D (lahir di Pekanbaru, Riau, 13 Juli 1977; umur 42 tahun) adalah seorang intelektual dan politikus Indonesia. Ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia.

Raja Juli Antoni
Ph.D
Raja Juli Antoni.jpg
Potret Raja Juli Antoni sebagai anggota Partai Solidaritas Indonesia
Lahir13 Juli 1977 (umurĀ 42)
Bendera Indonesia Pekanbaru, Riau, Indonesia
KebangsaanBendera Indonesia Indonesia
AlmamaterUIN Jakarta
Universitas Bradford
Universitas Queensland
PekerjaanPolitisi
Dikenal atas- Sekretaris jendral Partai Solidaritas Indonesia
- Direktur Eksekutif Maarif Institut
- Direktur Eksekutif The Indonesian Institute
Partai politikLogoPSI.svg Partai Solidaritas Indonesia
Orang tuaRaja Ramli Ibrahim

KarierSunting

Mantan Ketua Umum PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) ini juga pernah dipercaya sebagai Direktur Eksekutif Maarif Institut yang didirikan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Ahmad Syafii Maarif.[1][2]

Ia sempat menjadi calon Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2015-2020, tetapi kemudian mengundurkan diri karena ingin berkonsentrasi sebagai Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang baru didirikannya bersama beberapa politikus muda lainnya.[1][2][3][4]

PendidikanSunting

Raja meraih gelar sarjana dari IAIN Syarif Hidayatullah (UIN Jakarta) pada tahun 2001 dengan riset berjudul Ayat-ayat Jihad: Studi Kritis terhadap Penafsiran Jihad sebagai Perang Suci.

Ia kemudian menempuh pendidikan master di The Department of Peace Studies, Universitas Bradford, Inggris, setelah mendapatkan beasiswa Chevening Award pada tahun 2004, dan menyelesaikannya dengan tesis master yang berjudul The Conflict in Aceh: Searching for A Peaceful Conflict Resolution Process.

Dengan beasiswa dari Australian Development Scholarhip (ADS) pada tahun 2010, Raja meneruskan studi doktoral di School of Political Science and International Studies pada Universitas Queensland, Australia. Ia berhasil mendapatkan gelar Ph.D dengan disertasi berjudul Religious Peacebuilders: The Role of Religion in Peacebuilding in Conflict Torn Society in Southeast Asia, dengan mengambil studi kasus Mindanao (Filipina Selatan) dan Maluku (Indonesia).

ReferensiSunting

Pranala luarSunting