Wiranatakusumah V

politisi Indonesia

Wiranatakusumah V (EVO: Wiranatakoesoemah V; 23 November 1888[a] – 22 Januari 1965) adalah seorang bangsawan dan politikus Indonesia. Ia menjabat sebagai Wali Negara Pasundan pertama dan satu-satunya, selama Revolusi Nasional Indonesia.[1] Ia juga menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri pertama dan ketua kedua Dewan Pertimbangan Agung.[2][3]

Wiranatakusumah V
Official portrait of Wiranatakusumah
Potret resmi, 1948
Wali Negara Pasundan
Masa jabatan
24 April 1948 – 10 Februari 1950
Perdana MenteriAdil Puradiredja
Djumhana Wiriaatmadja
Anwar Tjokroaminoto
Sebelum
Pendahulu
Jabatan pertama
Pengganti
Jabatan terakhir
Sebelum
Informasi pribadi
Lahir
Muharam

(1888-11-23)23 November 1888
Bandung, Jawa Barat
Meninggal22 Januari 1965(1965-01-22) (umur 76)
Jakarta,[butuh rujukan] Indonesia
Partai politikPSII (sejak 1955)
Suami/istri
Inda Admini
(m. 1910; c. 1911)

Cucu Soehanah
(m. 1911; c. 1916)

(m. 1916; c. 1924)

Oekoen Sangkaningrat
(m. 1924; c. 1935)

Siti Aisyah
(m. 1935; c. 1936)

Rohanah Yudabrata
(m. 1936; c. 1944)

(m. 1945)

Euis Koeraesin
(m. 1944; c. 1944)
Anak24
PendidikanOpleiding School Voor Inlandsche Ambtenaren (OSVIA)
PekerjaanPolitikus
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Ia lahir pada tanggal 23 November 1888. Ia menempuh pendidikan di Europeesche Lagere School (ELS), Hogere Burgerschool (HBS), dan kemudian Opleiding School Voor Inlandsche Ambtenaren (OSVIA). Perjalanan karir pertamanya di pemerintahan dimulai saat menjadi pegawai di Wedana Tanjungsari, Sumedang pada tahun 1910. Satu tahun kemudian, ia menjadi Mantri Polisi di Cibadak, Sukabumi, dan dilanjutkan dengan jabatan yang sama di Sukapura. Tasikmalaya. Pada tahun 1912, ia menjadi Asisten Wedana Obeureum, Tasikmalaya, sebelum diangkat menjadi Bupati Cianjur pada tahun 1912 hingga 1920, dan Bupati Bandung pada tahun 1920 hingga 1931 dan kembali pada tahun 1935 hingga 1945. Setelah Proklamasi Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, ia diangkat oleh Presiden Sukarno pada jabatan Menteri Dalam Negeri dari Indonesia, dan kemudian diangkat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Agung. Pada tahun 1948, ia terpilih sebagai kepala negara, atau Wali Negara, dari negara bagian Pasundan yang baru dibentuk, dengan Adil Poeradiredja, terpilih sebagai perdana menteri.

Ia menentang pembentukan negara, namun setuju untuk menjabat sebagai Wali Negara atas desakan masyarakat Jawa Barat dan pemerintah Indonesia yang berbasis di Yogyakarta, meskipun saat itu sedang sakit. Pada tanggal 27 Desember 1949, negara bagian Pasundan menjadi negara pertama yang bergabung kembali dengan Republik Indonesia, dan pada tanggal 8 Maret 1950, negara itu sendiri dibubarkan, dan Wiranatakusumah V melepaskan mandatnya. Setelah Pasundan berakhir, ia tetap aktif di dunia politik. Ia menjadi anggota Partai Persatuan Islam Indonesia (PSII), dan memimpin PSII cabang Jawa Barat. Pada tahun 1955, ia terpilih menjadi anggota Majelis Konstitusi setelah Pemilu Majelis Konstitusi 1955, ia menjabat hingga majelis tersebut dibubarkan pada tahun 1959.[4] Dia meninggal pada 22 Januari 1965.[5]

Biografi[6] sunting

 
R.H.A.A Wiranatakusumah V
 
Dalam suatu kesempatan, tampak R.H.A.A Wiranatakusumah V sedang duduk sembari memegang kacamatanya.

Raden Tumenggung Wiranatakusumah V atau Dalem Haji adalah putra tunggal dari Raden Adipati Kusumadilaga (Bupati Bandung Periode 1874 - 1893) dilahirkan pada tanggal 23 November 1888 ditinggal ayahnya pada usia 5 tahun. Nama kecilnya adalah Muharam.

Pelantikan Wiranatakusuma V pada 12 April 1920 itu mendapat perhatian besar, Seluruh Bupati di Priangan hadir bersama aparat sipil dan militer lainnya, pelantikan itu adalah pidato pertama Wiranatakoesoema. Antara lain ia menuturkan,

"supaya pibisaeun nyumponan kana sumpahna, jeung instruksina nu jadi bupati, taya lian ngan kajaba ti sarerea bae, kudu pada boga rasa jadi bupati lain rasa dina nanpa kauntungan atawa dina boga kakawasaanana, tetapi dina rasa kani'matan buahna kaadilan. Lamun rasa anu kitu dipiboga ku sarerea, tangtu ieu Kabupaten Bandung, moal salah deui pinanggih jeng kasalametan, hurip nagri waras rayat. Cicingna kaadilan nu jadi bupati, lain dina prak-prakan pikeun gunana 2-3 jalma, tetapi kaperluanana tina jalma nu leuwih loba, nu kudu dituturkeun."

Pada usia 24 tahun Raden Tumenggung Wiranatakusumah V sudah dapat menjalankan pemerintahan Kabupaten Bandung, karena prestasi kerjanya, ia sangat dekat dengan rakyat dan memperhatikan kesejahteraan rakyat.

Setelah lulus dari sekolah Belanda, ia meneruskan ke Sekolah Menak. Dan lulus dari H.B.S. Koning Willem III School te Batavia tahun 1910. Ia kursus berbagai bahasa di antaranya Bahasa Inggris, Jerman, Prancis. dan pada tahun 1928 ia menuntut ilmu ke Nederland dibidang Ilmu Koperasi Tani.

Sebelum menjabat Bupati Kabupaten Bandung jabatannya adalah:

  1. Tahun 1910 menjadi Juru Tulis camat Tanjungsari
  2. Tahun 1911 menjadi Mantri Pulisi di Sukabumi
  3. Tahun 1912 menjadi Camat di Tasikmalaya
  4. Tahun 1912 menjadi Bupati Cianjur

Pada saat Ziarah ke Mekkah mendapat penghargaan Bintang Istiqlal Klas I dari Raja Arab. Kemampuannya yang mendalam dalam keislaman membuat dibanggakan. Saat berkhotbah di Mesjid dan pulang pendopo, rakyat beriringan menyertainya. Hingga saat ini, sangat jarang pejabat yang menguasai kebudayaan Sunda sekaligus mendalam pemahaman keagamaannya, sehingga dianggap pantas untuk berkhotbah. Dari kemampuan yang istimewa inilah disebut menak-santri.

Banyak kebijakan-kebijakannya untuk mensejahterakan rakyat di antaranya membuat peraturan keluar - masuk uang Desa, mendirikan Koperasi di Kabupaten Bandung, memajukan pendidikan Islam, dan juga membuat buku karyanya di antaranya: Riwayat Kanjeng Nabi Muhamad SAW. Terbitan Islam Studieclub-Bandungperti judulnya, buku ini berisi riwayat Nabi Muhamad SAW. Buku ini menjadi sangat menarik lantaran menghadirkan nuansa Sunda dalam perjalanan Nabi Muhamad SAW. pada tahun 1941 SeTafsir Surat Al-Baqarah, Islamistishe Democratie dll.

Sulit sekali menemukan sosok pemimpin yang sempurna layaknya Wiranatakoesoema V selain menjadi Ambtenaar yang disegani, ia adalah Menteri Dalam Negeri pertama Republik Indonesia yang begitu dicintai rakyatnya. Dan dengan Kinerja yang jumawa ia persembahkan bagi rakyatnya.[7] Sumber: Penelusuran Sejarah Pemerintah Kabupaten Bandung Tahun 1846 - 2010

Keluarga sunting

Raden Aria Adipati Wiranatakoesoemah V putra dari Kanjeng Raden Adipati Kusumahdilaga saudara Raden Aria Adipati Wiranatakusuma IV cucu Raden Aria Adipati Wiranatakusuma III

Isri-istri sunting

  1. NRA. Inda Admini / Yoyo .
  2. RA. Soehanah .
  3. RA. Hj. Syarifah Nawawi
  4. NRA. Oekon Sangkaningrat Soeriadihardja
  5. RA. Siti Aisyah
  6. RA. Rohanah J.
  7. RA. Euis Koeraesin

Putra-putra sunting

 
Putra-putra Wiranatakusumah V pada saat mengenang wafatnya Wiranatakusumah V
  1. R. Male Wiranatakusumah
  2. RA. Amalia Wiranatakusumah
  3. RA. Madeleine Wiranatakusumah
  4. R. Marjoenani Wiranatakoesoemah
  5. RA. Martini Wiranatakusumah
  6. R.H. Brigjen Pol Muharam Wiranatakusumah
  7. Rd. Mohamad Sjarif Wiranatakusumah
  8. RA. Hj Nelly Wiranatakusumah
  9. Nr. Minarsih Wiranatakusumah
  10. Letjen TNI Rd Achmad Wiranatakusumah
  11. R. Mochammad Memed Wiranatakusumah
  12. R. Abbas Wiranatakusumah
  13. RA.Dion Rajaningrat Wiranatakusumah
  14. R Hidajat Wiranatakusumah
  15. R.H. Mohammad Rachmat Wiranatakusumah
  16. R. Muhyidin Wiranatakusumah
  17. R. Rauf Achmad Mugni Wiranatakusumah
  18. RA.Haniaty Wiranatakusumah
  19. R. Arifin Wiranatakusumah
  20. R. Otong Toyibin Wiranatakusumah
  21. R. Achmad Halim Wiranatakusumah
  22. RA. Leila K. Sarah Wiranatakusumah
  23. RA. Soraya Wiranatakusumah
  24. R. Murad Wiranatakusumah

Cucu sunting

  1. RA. Rita Radjaningrat Wiranatakusumah
  2. R. Tristan Delano Wiranatakusumah
  3. RA. Yootje Yolanda Komalaningrat Wiranatakusumah
  4. RA. Lidya Fatimah Permananingrat Wiranatakusumah
  5. R. Krishna Rajendra Wiranatakusumah
  6. RA. Connie Harisbaya Sangkaningrat Wiranatakusumah
  7. Kisenda Wiranatakusumah
  8. Yuma Wiranatakusumah
  9. Roxanne Wiranatakusumah
  10. Hendra Wiranatakusumah
  11. Muharam Wiranatakusumah
  12. Budiyana bin Maryoenani Wiranatakusumah
  13. Muhammad Ridwan Wiranatakusumah
  14. Adiarto Soenario

Cicit sunting

  1. Tamara Bulan Tresna
  2. Yura Adinegara
  3. Shamira Banu Raja
  4. Nazira Alyousha
  5. Amatus Syakur
  6. Begum Sultria Pasha
  7. Farhatun Nisaa
  8. R. Bintang Moga Gautama
  9. Matahari Permata Ningrat
  10. Mochammad Mega Cakra Buana
  11. Putri Pelangi Wulandari Kancana Ningrat
  12. Firzia Ratnaningrat
  13. Fazwan Kusumadinata
  14. Fitriasti Sangkaningrat
  15. Herfiani Soediro
  16. Yosiana Soediro
  17. Nursyarifah Lasminingrat Soediro
  18. Nabila Rinanti Rajapermas
  19. Rasyula Andari Rajapamerat
  20. Ali Ghiffar Putra Rinanto
  21. R. Muhammad Alwan Faris Fadlirullah
  22. Annisa Kurnia Fitri Wiranatakusumah
  23. Hafidz Shiddiq Wiranatakoesoema Abdurrasyid
  24. Fatih Fathan Nashrurrahman Wiranatakoesoema
  25. Aurellio Kenzino Wiranatakoeseoma Abiandra bin Budiyana
  26. Kalista Ellenia Wiranatakusumah Rahmadhyani binti Budiyana
  27. R. Irfan Fauzi Rahman
  28. Muhammad Rangga Wiranatakoesoma
  29. Muhammad Ridho Wiranatakusumah
  30. Mahalia Santini
  31. Santoso Adiarto Jr
  32. Nazwa Maulida Darimi Wiranatakoesoemah
  33. Aulia Rizda Darimi Wiranatakoesoemah
  34. Mustafa Arva Radinka

Buyut sunting

  1. Khalif Aljibran Gautama
  2. Aubin Tarikh Yaseen

Catatan sunting

  1. ^ Versi lain mencantumkan tanggal lahirnya pada 8 Agustus 1888

Referensi sunting

Kutipan sunting

Bibliography sunting


Jabatan politik
Posisi baru Wali Negara Pasundan
1948–1950
Jabatan dihapuskan
Posisi baru Menteri Dalam Negeri Indonesia
1945
Diteruskan oleh:
Soetan Sjahrir
Didahului oleh:
R.T. Hasan Sumadipraja
Bupati Bandung
1935–1945
Diteruskan oleh:
R.T.E Suriaputra
Didahului oleh:
R.A.A Martanegara
Bupati Bandung
1920–1931
Diteruskan oleh:
R.T. Hasan Sumadipraja
Didahului oleh:
R. Demang Natakusumah
Bupati Cianjur
1912–1920
Diteruskan oleh:
R.A.A. Suriadiningrat
Jabatan pemerintahan
Didahului oleh:
R. Margono Djojohadikusumo
Ketua Dewan Pertimbangan Agung
1945–1948
Diteruskan oleh:
K.P.H. Soetardjo Kartohadikoesoemo