Pusat Penelitian Masyarakat dan Budaya LIPI

Pusat Penelitian Masyarakat dan Budaya (PMB) adalah salah satu pusat penelitian (puslit) di bawah Kedeputian Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (IPSK - LIPI). PMB ini menaungi kegiatan penelitian lintas disiplin dari beragam disiplin ilmu sosial dan humaniora, seperti Sosiologi, Antropologi, Sejarah, Linguistik, Filsafat, kajian agama dan lain-lain. Para peneliti dengan latar belakang keilmuan yang berbeda-beda ini berkelompok dalam beberapa kelompok penelitian (Kelti). Saat ini terdapat beberapa kelompok penelitian dengan beberapa contoh penelitiannya sebagai berikut.

  • Kelti Hukum dan Masyarakat
    • Penguatan Partisipasi Warga Komunitas dalam Upaya Pencegahan Kejahatan di Ruang Sewa Wilayah Permukiman
    • Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya (Ekosob) Warga Negara dan Pemenuhannya di Tengah Perubahan Lokal, Nasional dan Global
  • Kelti Ekologi Sosial dan Kesejahteraan Masyarakat
    • Pelayaran Tradisional Komunitas Maritim Indonesia
    • Tata Kelola Hutan Gambut: Menuju Pengelolaan yang Berkelanjutan
    • Partisipasi Stakeholder dalam Pembangunan Perkotaan Inklusif: Perencanaan dan Implementasi Kebijakan Sosial
  • Kelti Agama dan Filsafat
    • Pluralitas dan Minoritas : Kajian tentang Penanganan dan Perlakuan Terhadap Agama Minor di Indonesia
    • Agama Pribumi dan Negara: Politisasi Agama dan Strategi Pengelolaan Keberagamaan dan Keragaman di Indonesia
    • Dinamika Pelaksanaan Syariat Islam dan Implikasinya terhadap Keutuhan Masyarakat Indonesia
  • Kelti Kebudayaan dan Multikulturalisme
    • Pengelolaan Bahasa dan Kebudayaan Daerah untuk Memperkuat Integrasi Nasional
    • Media Baru dan Perubahan Masyarakat pascaOrde Baru
    • Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Masyarakat: Proses, Kebijakan dan Prospeknya di Indonesia

SejarahSunting

Sejarah penelitian ilmu sosial dan kemanusiaan (humaniora) di LIPI sudah berlangsung sejak lembaga ini didirikan pada tahun 1967, yang merupakan peleburan dari dua organisasi yakni Lembaga Riset Nasional (LEMRENAS) dan Majelis Ilmu Pengetahuan Indonesia (MIPI). Pada saat awal penelitian ilmu sosial dan humaniora, dan juga ekonomi diselenggarakan di bawah dua unit, yaitu Lembaga Ekonomi Kemasyarakatan Nasional (LEKNAS) dan Lembaga Riset Kebudayaan (LRKN). Setelah hampir 20 tahun LIPI berjalan, di tahun 1986 dilakukan reorganisasi. Dalam reorganisasi ini LEKNAS dan LRKN dimekarkan menjadi empat Pusat Peneltian dan Pengembangan (Puslitbang), salah satu di antaranya adalah Puslitbang Kemasyarakatan dan Kebudayaan (PMB).

Sebagian peneliti LEKNAS dan LRKN bergabung di dalam PMB LIPI. Pada saat itu PMB terdiri dari dua Balai Litbang (Balitbang), yaitu Balitbang Religi dan Filsafat dan Balitbang Sistem dan Dinamika Sosial Budaya. Dua Balitbang ini menunjukkan dua kompetensi utama yang menjadi otoritas PMB. Pada tahun 2001, LIPI melakukan reorganisasi yang kedua kalinya. Kali ini istilah Puslitbang disederhanakan menjadi Pusat Penelitian (Puslit) saja. Di bawah Kedeputian Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK) yang tadinya ada empat Puslitbang ditambah satu lagi menjadi lima Puslit. Sejak tahun 2015 PMB sempat berganti nama menjadi P2KK (Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan), namun di tahun 2019 kemudian berubah menjadi PMB. PMB sebagai salah satu Puslit terbesar di Kedeputian IPSK ditambah kompetensinya dengan ilmu hukum. Kini Puslit Masyarakat dan Budaya memiliki tiga bidang kompetensi; yaitu Bidang Humaniora, Bidang Perkembangan Masyarakat, dan Bidang Hukum.

Riwayat KeorganisasianSunting

Jurnal Masyarakat dan Budaya (JMB)Sunting

Jurnal Masyarakat dan Budaya (JMB) adalah jurnal yang bertujuan untuk menjadi sumber otoritatif informasi akademik tentang subyek kajian bidang kemasyarakatan dan kebudayaan. Jurnal ini menerbitkan artikel orisinil hasil penelitian, artikel review, dan studi kasus yang difokuskan pada realitas kehidupan masyarakat Indonesia dan fenomena budaya serta topik-topik terkait. Semua makalah yang masuk ke dewan redaksi akan segera diperiksa secara cermat oleh setidaknya dua orang reviewer pakar. JMB terbit tiga kali dalam setiap tahun, yaitu April, Agustus, dan Desember.

Ruang Lingkup JMB adalah:

  1. Masyarakat: Interaksi dan transformasi sosial; dinamika sosial di perkotaan, pedesaan, dan daerah perbatasan; pengaruh agama dan kepercayaan terhadap masyarakat; dan norma, nilai, dan hukum di masyarakat.
  2. Budaya: Sistem kepercayaan, bahasa, sejarah, seni, etnisitas, dan filsafat.


Sejarah pembentukan Jurnal Masyarakat dan Budaya PMB LIPI dimulai pada tahun 1995, dengan Surat Keputusan Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Nomor 472/E/1995 tentang Penerbitan Majalah Ilmiah “Masyarakat dan Kebudayaan” dan Penunjukkan Staf Pengelolanya tertanggal 17 Mei 1995. Di dalam Surat Keputusan ini pengelolaan Majalah Ilmiah Masyarakat dan Kebudayaan diserahkan administrasi kelembagaannya di bawah Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan, karena itulah nama yang dipilih sebagai nama Majalah juga didasarkan pada nama Puslit. Pada awal pembentukannya ini, Majalah Ilmiah Masyarakat dan Kebudayaan dirancang untuk terbit setiap 4 (empat) bulan atau 3 (tiga) kali dalam setahun. Dalam aturan ini, Majalah Ilmiah Masyarakat dan Kebudayaan direncanakan untuk terbit dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Pada tahun 2002, kembali dikeluarkan Surat Keputusan Kepala Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan yang mengganti Dewan Redaksi dan Redaksi Pelaksana Majalah Ilmiah Masyarakat dan Budaya. Dalam Surat Keputusan No. 97/IPSK.I/IF/2002 tertanggal 11 Maret 2002 ini, digunakan dua nama Majalah Ilmiah secara bergantian yaitu "Masyarakat dan Budaya" juga "Masyarakat dan Kebudayaan". Dalam praktiknya, bentuk akhir cetak Majalah Ilmiah ini menggunakan nama Jurnal "Masyarakat dan Budaya". Penggantian personil Dewan Redaksi dan Redaksi Pelaksana Jurnal Masyarakat dan Budaya telah dilakukan secara berturut-turut tahun 2002, 2003, 2004, 2006, 2009 dan 2012 dengan Surat Keputusan dari Kepala Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan (PMB LIPI).

Melihat pada sejarah pembentukan dan perkembangan Jurnal Masyarakat dan Budaya, telah ada perubahan-perubahan, mulai dari nama hingga administrasi Jurnal sebagai bagian dari dinamika kelembagaan PMB LIPI itu sendiri. Misalnya di tahun 2001, Jurnal Masyarakat dan Budaya sempat berganti nama menjadi Majalah Semi-Ilmiah Peradaban berdasarkan kerja sama yang dibangun PMB LIPI dengan salah satu lembaga penerbitan swasta, dengan tujuan untuk mengemas hasil penelitian peneliti-peneliti PMB LIPI menjadi semi-ilmiah sehingga diharapkan dapat menjangkau targeted audiences yang lebih luas. Namun kerja sama ini tidak berjalan lama, dan akhirnya Jurnal Masyarakat dan Budaya kembali pada formatnya yang lama, yaitu Jurnal atau Berkala Ilmiah yang memang mengkhususkan diri untuk menerbitkan karya-karya tulis ilmiah baik berupa hasil penelitian maupun pengembangan wacana ilmu sosial dan budaya.

Sejak tahun 2002, Jurnal Masyarakat dan Budaya sudah diakreditasi LIPI sebagai Majalah Ilmiah, dengan nomor ISBN 1410-4830 dan berdasarkan SK Kepala LIPI No. 41/Akred-LIPI/P2MBI/9/2006. Hingga ketika pertama kalinya Jurnal Masyarakat dan Budaya mengajukan akreditasi, yaitu tahun 2006, ada beberapa perubahan fisik maupun pengelola Jurnal. Demikian juga proses pengelolaan yang semakin diperketat sesuai persyaratan yang diberikan oleh LIPI untuk mendapatkan Akreditasi. Pengelola, yaitu Dewan Redaksi dan Redaksi Pelaksana Jurnal Masyarakat dan Budaya telah berupaya untuk senantiasa meningkatkan kualitas substansi dan tampilan fisik Jurnal, tidak sekedar untuk menyesuaikan syarat Akreditasi Jurnal Ilmiah, namun juga untuk menjangkau minat masyarakat ilmiah dan masyarakat umum secara lebih luas lagi.

Hingga kini penyebaran Jurnal Masyarakat dan Budaya tercatat telah menjangkau perwakilan-perwakilan lembaga atau universitas di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Aceh hingga ke Papua. Kolega-kolega peneliti asing yang berkunjung ke PMB LIPI juga sering kali membawa Jurnal untuk disimpan di perpustakaan di universitas mereka masing-masing. Jurnal Masyarakat dan Budaya juga memiliki 3 (tiga) organisasi mitra berstandar nasional dan internasional.

Riset-Riset UnggulanSunting

Bahasa yang Hampir PunahSunting

Indonesia memiliki sekitar 746 bahasa etnik sebagai kekayaan keragaman budaya yang menempatkan Indonesia sebagai laboratorium bahasa terbesar kedua di dunia setelah Papua New Guniea. Sayangnya, sebagian besar bahasa etnik itu sekarang berkategori terancam punah. Faktor penyebab kepunahan bahasa di Indonesia berbeda dari satu bahasa dengan yang lain, di antaranya ialah tekanan ekonomi, politik bahasa, kontak bahasa dan budaya yang meleburkan bahasa, serta sikap dan loyaitas bahasa dari komunitas bahasa itu sendiri. Bagi komunitas bahasa, punahnya bahasa merupakan hilangnya identitas kebudayaan, ungkapan artistik dalam tradisi, dan pengetahuan budaya mereka. Bagi dunia sains, punahnya bahasa merupakan ancaman terhadap pemahaman kita tentang sejarah manusia, kognisi manusia, dan dunia hayati.  Selain itu, punahnya bahasa juga menjadi pemicu  punahnya tradisi lisan nusantara yang luar biasa beragam karena dari sekitar 746 bahasa etnik itu, hanya sekitar 18 bahasa etnik yang memiliki sistem aksara/tulisan.

Agama dan Pandangan HidupSunting

Kluster ini secara tegas memandang agama dan mengkaji agama sebagai sesuatu yang non-doktrinal, non-sektarian, dan non-denomenational. Agama dilihat sebagai fenomena humaniora dan ilmu sosial. Dalam melakukan kerjanya, peneliti di kluster ini akan menempatkan diri sebagai ilmuwan, bukan agamawan atau rohaniawan. Agama dan doktrin agama tidak dipandang sebagai sesuatu yang benar atau salah dan karena itu ia berbeda dari perspektif teologi. Prinsip-prinsip seperti detachment atau epoche atau bracketing selalu menjadi pegangan dalam melakukan penelitian.

Perkotaan / Smart CitySunting

Media dan InformasiSunting

Proyeksi tahun 2045 seluruh masyarakat Indonesia sudah terkoneksi dengan internet.  Proyeksi tersebut didasarkan pada posisi  tahun 2020 dimana hampir tiga per empat penduduk Indonesia sudah memiliki akses pada Internet. Implikasinya, hampir seluruh praktik sosial, budaya, dan politik, dan ekonomi termediasi oleh perangkat teknologi digital. Di satu sisi, mediasi digital membuka kesempatan-kesempatan yang sebelumnya tidak dapat terbayangkan.  Disisi lain,  batas negara dari pertukaran informasi, barang dan jasa semakin tidak ada batas memungkinkan adanya peningkatan imperalisme ekonomi, social dan budaya  dari pemain global.

Ekologi dan Sumber Daya AlamSunting

Kerja Sama/Riset BersamaSunting

Bentuk-bentuk Kerja Sama/Riset BersamaSunting

Hasil-hasil PenelitianSunting

Daftar Publikasi Internasional 2020Sunting

Buku/Bagian Buku

  1. Akmaliah, Wahyudi. 2020. “The rise of Cool Ustadz: Islamic Preacher, Subculture, and the Pemuda Hijrah Movement”, in Norshahril bin Saat and Ahmad Najib Burhani (editors), The New Santri: Challenges to traditional religious authority in Indonesia, Singapore: ISEAS-Yusuf Ishak Institute. ISBN: 978-981-4843-80-5 Link: https://bookshop.iseas.edu.sg/publication/2417 .
  2. Burhani, Ahmad Najib. 2020. “Ahmadiyah and Islamic Revivalism in the Twentieth Century Java, Indonesia: A Neglected Contribution”, in Alternative Voices in Muslim Southeast Asia: Discourse and Struggles, ed. Norshahril Saat & Azhar Ibrahim, pp. 199-220 (Singapore: ISEAS). ISBN: 978-981-4843-80-5 Link: https://bookshop.iseas.edu.sg/publication/2417
  3. Saat, Norshahril and Ahmad Najib Burhani (eds.). 2020. The New Santri: Challenges to Traditional Religious Authority in Indonesia. Singapore: ISEAS. ISBN: 978-981-4881-47-0 Link: https://bookshop.iseas.edu.sg/publication/2447
  4. Warsilah, Henny. 2020. “Resilience of Coastal Cities in Facing Climate Change: Reclamation Case of Benoa Bay Bali and North Jakarta Bay”, In: Djalante R., Jupesta J., Aldrian E. (eds) Climate Change Research, Policy and Actions in Indonesia, pp. 121-147. Springer Climate. Springer, Cham. https://doi.org/10.1007/978-3-030-55536-8_7
  5. Widjajanti M. Santoso and Nina Widyawati. 2020. “Politics of Gender and Gender Studies in Higher Education”. In: Anne Suryani, Isabella Tirtowalujo, and Hasriadi Masalam, Preparing Indonesian Youth A Review of Educational Research. Brill. https://brill.com/view/book/edcoll/9789004436459/BP000017.xml
  6. Rastati, Ranny. 2020. “Indonesian Cosplay Tourism”. In Yamamura, T & Seaton, P (Eds) Contents Tourism and Pop Culture Fandom (Transnational Tourist Experiences). Bristol: Channel View Publications, ISBN-13: 978-84541-722-2, page 144-158, DOI https://doi.org/10.21832/YAMAMU7222
  7. Maulana,  I. (2020). “Democracy, Technology, and  Human  Irresponsibility”. In  V. Kumar &  G. Malhotra  (Eds), Examining  the Roles  of  IT and Social  Media in  Democratic  Development  and Social  Change. Hershey,  PA: IGI Global. https://www.igi-global.com/chapter/democracy-technology-and-human-irresponsibility/248396
  8. Maulana,  I. (2020). “Challenges  of Developing Countries  in Imitating  Technological  Progress”. In I.  Akansel (Ed),  Examining  the  Relationship  Between Economics  and Philosophy. Hershey,  PA: IGI Global. https://www.igi-global.com/chapter/challenges-of-developing-countries-in-imitating-technological-progress/241535
  9. Laely Nurhidayah, “Sea Level Rise (SLR) and its implications on Human Security and Human Rights in Indonesia: A legal Analysis, In: Springer Climate Change Research, Policy and Actions in Indonesia eds Riyanti Djalante, Joni Jupesta, Adrian,  p 32-52 online 7 October 2020. https://link.springer.com/chapter/10.1007%2F978-3-030-55536-8_3
  10. Burhani, Ahmad Najib. 2020. “Resisting Conservatism: An Experience from Muhammadiyah through Its Social Activities,” in Islamic Conservatism in Indonesia: Islamic Groups and identity politics, Leonard Sebastian, Syafiq Hasyim, and Alexander Arifianto (eds.), pp. 80-94. New York: Roudledge. https://www.routledge.com/Rising-Islamic-Conservatism-in-Indonesia-Islamic-Groups-and-Identity-Politics/Sebastian-Hasyim-Arifianto/p/book/9780367819415


Artikel Jurnal

  1. Akmaliah, Wahyudi. 2020. “The Demise of Moderate Islam: The Demise of Moderate Islam: new media, contestation, and reclaiming religious authorities”, in Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies, Vol. 10 No. 1, June, 2020, pp.1-24. DOI: https://doi.org/10.18326/ijims.v10i1.1-24.
  2. Akmaliah, Wahyudi. 2020. “When Islamism and Pop Culture Meet: A Political Framing of the Movie "212: The Power of Love", in Studia Islamika, Volume 27, Number 1, 2020, pp.1-34.  DOI: https://doi.org/10.36712/sdi.v27i1.9205.
  3. Akmaliah, Wahyudi. 2020. “Mengartikulasikan Suara Alternatif Muslim Asia Tenggara, in Studia Islamika, Volume 27, Number 2, pp.385-396. DOI: https://doi.org/10.36712/sdi.v27i2.16764.
  4. Burhani, Ahmad Najib. 2020. “Torn between Muhammadiyah and Ahmadiyah: Discussing Erfaan Dahlan’s Religious Affiliation and Self-exile”, Indonesia and the Malay World, 48 (140): 60-77. DOI: https://doi.org/10.1080/13639811.2019.1663678.
  5. Burhani, Ahmad Najib. 2020. “Muslim Televangelists in the Making: Conversion Narratives and the Construction of Religious Authority”, The Muslim World, 110 (2): 154-175. DOI: 10.1111/muwo.12327. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1111/muwo.12327
  6. Halim, A.,  N.  R. Loneragan, B. Wiryawan,  R. Fujita, D.  S. Adhuri, A.  R.Hordyk, M. F.  A.Sondita. 2020. “Transforming traditional management into contemporary territorial-based fisheries management rights for small-scale fisheries in Indonesia”. Marine Policy. No. 116. Pp. 1-15. (https://doi.org/10.1016/j.marpol.2020.103923)
  7. Gibson, E, N. Stacey, T C. H. Sunderland, D. S. Adhuri. 2020. “Dietary diversity and fish consumption of mothers and their children in fisher households in Komodo District, eastern Indonesia”. PLoS ONE 15(4). https://doi.org/10.1371/journal.pone.0230777.
  8. Song,  Andrew, J.  Scholtens, K.  Barclay, S. R. Bush,  M. Fabinyi, D.  S. Adhuri and M.  Haughton. 2020. “Collateral damage? Small-scale fisheries in the global fight against IUU fishing”. Fish and Fisheries. Pp. 1-13. (https://onlinelibrary.wiley.com/doi/full/10.1111/faf.12462).
  9. Laely Nurhidayah, Peter Davies, Shawkat Alam. 2020. “Resolving Land Use Conflicts Over Indonesia’s Customary Forests:  One Map, Power and Social Justice”, Contemporary Southeast Asia Journal ISEAS Yusof Ishak Institute, volume 42, no 3 p 372-397 .
  10. Riyanti Djalante, Laely Nurhidayah, Hoang Van Minh, Nguyen Thi Ngoc Phuong, Yodi Mahendradhata, Angelo Trias, Jonatan Lassa, Michelle Ann Miller, “Policy analysis of ASEAN responses to COVID-19”, Progress in Disaster science, Elsevier, open access, volume 8, December 2020. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2590061720300661 3.      
  11. Laely Nurhidayah, Shawkat Alam, “The Forest and its Biodiversity:  Assessing the adequacy of biodiversity protection laws in Indonesia”, Asia Pacific Journal of Environmental Law, Vol. 23 No. 2, 2020, pp. 178–201.
  12. Burhani, Ahmad Najib. 2020. “‘It’s a Jihad’: Justifying Violence towards the Ahmadiyya in Indonesia,” TRaNS: Trans-Regional and -National Studies of Southeast Asia. https://doi.org/10.1017/trn.2020.8


Publikasi Lainnya

  1. Akmaliah, Wahyudi. 2020. “Media Oligachs fail to adapt, attack social media creators instead”, Indoneia at Melbourne, 31 Agustus. https://indonesiaatmelbourne.unimelb.edu.au/media-oligarchs-fail-to-adapt-attack-social-media-creators-instead/.
  2. Burhani, Ahmad Najib. 2020. “Anies Baswedan: Political Career, Populism, and the 2024 Presidential Election”, ISEAS Perspective, No. 48, 19 May. ISSN 2335-6677 Link: https://www.iseas.edu.sg/wp-content/uploads/2020/03/ISEAS_Perspective_2020_48.pdf
  3. Burhani, Ahmad Najib. 2020. “Comparing Tablighi Jamaat and Muhammadiyah Responses to COVID-19”, ISEAS Perspective, No. 75, 13 July. ISSN 2335-6677. Link: https://www.iseas.edu.sg/wp-content/uploads/2020/06/ISEAS_Perspective_2020_75.pdf  
  4. Burhani, Ahmad Najib. 2020. “Hagia Sophia’s Reversion into a Mosque: A Worrying Precedent?”, ISEAS Commentary, No. 107, 3 August. https://www.iseas.edu.sg/media/commentaries/hagia-sophias-reversion-into-a-mosque-a-worrying-precedent/
  5. Adhuri, Dedi  S. 2020. Coping with COVID: The rapid spread of COVID-19 has introduced multiple challenges in the lives of small-scale fishers in Indonesia. Yemaya Newsletter on Gender and Fisheries, Issue No. 61, August 2020.
  6. Barclay, K, N. McClean,  D. S. Adhuri, R. Sulu  and M. Fabiny. 2020. Gender in tuna value chains: Case studies from Indonesia and Solomon Islands. SPC Bulletin. (https://www.spc.int/updates/blog/2020/03/gender-in-tuna-value-chains-case-studies-from-indonesia-and-solomon-islands).
  7. Allison, E.H., J. Kurien, Y. Ota,  D. S. Adhuri,  J. M. Bavinck, A. Cisneros-Montemayor, M.  Fabinyi, S. Jentoft, S. Lau, T. G. Mallory, A. Olukoju, I. van Putten, N. Stacey, M. Voyer and N. Weeratunge. 2020. The Human Relationship with Our Ocean Planet.  Blue Paper. Washington, DC: World Resources Institute. https://www.oceanpanel.org/blue-papers/HumanRelationshipwithOurOceanPlanet
  8. Ibnu Nadzir. 2020. “Hackers, doxers and influencers: the limits of political participation on social media”. 1 October 2020. https://indonesiaatmelbourne.unimelb.edu.au/hackers-doxers-and-influencers-the-limits-of-political-participation-on-social-media/
  9. Ibnu Nadzir. 2020. “The false promise of ‘millennials’ and the digital economy”, essay on the portrayal of millennials and digital economy in Indonesia published in indonesiaatmelbourne.unimelb.edu.au. https://indonesiaatmelbourne.unimelb.edu.au/the-false-promise-of-millennials-and-the-digital-economy/
  10. Riyanti Djalante, Jonatan Lassa, Davin Setiamarga, Aruminingsih Sudjatma, Mochamad Indrawan, Budi Haryanto, Choirul Mahfud, Muhammad Sabaruddin Sinapoy, Susanti Djalante, Irina Rafliana, Lalu Adi Gunawan, Gusti Ayu Ketut Surtiari, Henny Warsilah. 2020. “Review and analysis of current responses to COVID-19 in Indonesia: Period of January to March 2020”, Progress in Disaster Science,  Volume 6, 2020,  100091,  ISSN 2590-0617,  https://doi.org/10.1016/j.pdisas.2020.100091. (http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2590061720300284)
  11. Burhani, Ahmad Najib. 2020. “Nahdlatul Ulama versus Jokowi: The NU Normal?”, ISEAS Commentary, 19 Oct. https://www.iseas.edu.sg/media/commentaries/nahdlatul-ulama-versus-jokowi-the-nu-normal/
  12. Burhani, Ahmad Najib. 2020. “The 2020 Regional Elections in Indonesia: The Use and Abuse of Religion”, ISEAS Commentary, 30 Oct. https://www.iseas.edu.sg/media/commentaries/the-2020-regional-elections-in-indonesia-the-use-and-abuse-of-religion/  
  13. Burhani, Ahmad Najib. 2020. “The Return of Rizieq Shihab: Consolidation of Islamic Vigilantism?”, ISEAS Commentary, 11 Nov. https://www.iseas.edu.sg/media/commentaries/the-return-of-a-firebrand-cleric-consolidation-of-islamic-vigilantism/

Daftar Publikasi Nasional 2020Sunting

Tulisan Buku/Bagian Buku

  1. Sudiyono, Masyhuri Imron, Ary Wahyono dan Ratna Indrawasih. 2020. Nilai-Nilai Sosial Budaya dalam Industri Perkapalan Rakyat. Jakarta. Penerbit Yayasan Obor.ISBN: 978-602-433-946-3
  2. Rachmawan, Dicky. 2020.  Masyarakat Adat, Pengetahuan Ekologi Tradisional, dan Hutan Gambut di Indonesia. Dalam Robert Siburian (ed) Gambut dan pengetahuan ekologi tradisional (Kebijakan, degradasi, dan Restorasi). Hlm 31-62. Jakarta. Yayasan Pustaka Obor Indonesia. ISBN: 978-602-433-931-9.
  3. Widjajanti M. Santoso, Endang Turmudi, Usman, M Hisyam, dan Dwi Purwoko. 2020. Dinamika Pelaksanaan Syariah, Perkawinan dalam Kontestasi Agama dan Negara. Jakarta. Penerbit Yayasan obor. ISBN: 978-602-433-928-9  
  4. Imelda. dan John Bowden. 2020. Kamus Kecil Gamkonora Indonesia-English. Jawa Barat. Vidya Mandiri. ISBN: 978-623-7876-02-1
  5. Burhani, Ahmad Najib and Halimatusa’diah (ed.). 2020. Dilema Minoritas di Indonesia: Ragam, Dinamika, dan Kontroversi (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama). ISBN: 978-602-06-3867-6 Link: https://gpu.id/book-detail/93065/dilema-minoritas-di-indonesia
  6. Burhani, Ahmad Najib. 2020. “Ortodoksi dan Heterodoksi dalam Islam: Belajar dari MAPK Jember”, dalam Santri Kaliwates: Dari MAPK untuk Indonesia, ed. Arif Maftuhin, h. 270-276. Jakarta: Haja Mandiri. ISBN: 978-623-90005-7-8 Link: https://www.maftuh.in/2020/06/santri-kaliwates-dari-jember-untuk.html
  7. Burhani, Ahmad Najib. 2020. Heresy and Politics: How Indonesian Islam Deals with Extremism, Pluralism, and Populism. Yogyakarta: Suara Muhammadiyah. ISBN: 978-623-92809-9-4 Link: http://suaramuhammadiyah.or.id/products/detail/heresy-and-politics-874
  8. Membilong, Eli dan Imelda. 2020. Cerita Burung Kuning Ta Ra Huhu Te. Jawa Barat. Vidya Mandiri. ISBN” 978-623-7876-04-5.
  9. Membilong, Eli dan Imelda. 2020.Cerita Berkebun Lihi Jano Huhu. Jawa Barat. Vidya Mandiri. ISBN: 978-623-7876-03-8.
  10. Membilong, Eli dan Imelda. 2020. Cerita Burung Gagak Tang Ae Huhu Te. Jawa Barat. Vidya Mandiri. ISBN: 978-623-7876-00-7
  11. Membilong, Eli dan Imelda. 2020. Cerita Menokok Sagu Je Jano Huhu. Jawa Barat. Vidya Mandiri. ISBN: 978-623-7876-01-4
  12. Siburian, Robert dan Masyhuri Imron (eds) 2020.Pengelolaan Sumber Daya Laut dan Hutan: Perspektif, Kebijakan dan Aksi. Jakarta, Yayasan Obor Indonesia. ISBN: 978-623-321-016-4
  13. Warsilah, Henny. Rochmawati, Rusydan Fathi, Yoka Pramadi, Syarfina Mahya, dan Pradita Mer Hananto. 2020. Pembangunan Inklusif di Papua Barat. Jakarta. Yayasan Obor Indonesia. ISBN: 978-602-433-916-6
  14. Warsilah, Henny, Bosman Batubara, Ivan dan Syukron. 2020. Maleh Dadi Segoro, Krisis Sosial Ekologi Di Kawasan Pesisir Semarang dan Demak. Koalisi Pesisir Semarang-Demak. ISBN: 978-623-7212-42-3
  15. Warsilah, Henny, Rochmawati, Syarfina Mahya, Sri Sunarti Purwaningsih, Nyayu Fatimah dan Dede Wardiat. 2020. Pembangunan Inklusif di Kota Pesisir Luar Jawa dan Kearifan Lokal. Yogyakarta. Kanisius.
  16. Warsilah. Henny dan Dede Wardiat. Pembangunan Sosial di Wilayah Perbatasan. Jakrta. Yayasan Obor Indonesia

Artikel Jurnal

  1. Wahyono, Ary dan Fachrurozi. 2020. “ Kepercayaan Publik Terhadap Pelayanan  Kepolisian: Survai Jejak Pendapat Tentang Integritas Kepolisian
”. Jurnal Ilmiah KepolisianTanggon Kosala: Volume 3 Tahun XI. ISSN 2087-0043
  2. Rachmawan, Dicky. 2020. The Paradox of Informal Economy in Urban Area Indonesia: A Case Study Street Vendors in Jalan Salemba Raya, Jakarta and Jalan Raya Sawangan, Depok. Jurnal Masyarakat Sosiologi Universitas Indonesia. DOI: 10.7454/MJS.v25i1.10871
  3. Nadzir, Ibnu Dan Ranny Rastati. 2020. Charisma And Social Media Di Indonesian Politics. Jurnal Masyarakat Dan Budaya, Volume 22 No 2. Doi:10.14203/Jmb.V22i2.1063.
  4. Tondo, Fanny Henry. 2020. The People Of Kao And Their Language In The Northern Coast Of Halmahera: A Study Of A Papuan Language Community In Austronesian World. Jurnal Masyarakat Dan Budaya Volume 22 No. 2 Tahun 2020. Doi: 10.14203/Jmb.V22i2.1074.
  5. Pramadi, Yoka. 2020. Tinjauan Buku Indonesia Di Tengah Belantara Digital: Merdeka Atau Tidak Berdaya?. Jurnal Masyarakat Dan Budaya, Volume 22 No. 2. Doi: Https://Doi.Org/10.14203/Jmb.V22i2.1117


Artikel Populer

  1. Rachmawan, Dicky. 2020.  Potensi Konflik dan Kegelisahan di tengah Pandemi Covid-19. https://pmb.lipi.go.id/potensi-konflik-dan-kegelisahan-di-tengah-pandemi-covid-19/
  2. Rachmawan, Dicky. 2020.  Melampaui “Ketidakpatuhan Masyarakat”, Kebingungan dan Keacuhan dalam Kejenuhan Perdebatan yang Tiada Henti. https://pmb.lipi.go.id/melampaui-ketidakpatuhan-masyarakat-kebingungan-dan-keacuhan-dalam-kejenuhan-perdebatan-yang-tiada-henti/
  3. Santoso, Widjajanti M. 2020.  Mengapa menjadi cantik penting di media sosial.  The Conversation. https://theconversation.com/mengapa-menjadi-cantik-penting-di-media-sosial-131924.
  4. Santoso, Widjajanti M Dan Nina Widyawati. 2020. Obituari Didi Kempot: musisi campursari dengan lagu yang berhasil melintasi batas dan mendobrak nilai maskulinitas. https://theconversation.com/obituari-didi-kempot-musisi-campursari-dengan-lagu-yang-berhasil-melintasi-batas-dan-mendobrak-nilai-maskulinitas-138004.
  5. Warsilah, Henny. 2020. Transformasi Sosial KulturalWong Deso Melalui Tilik Dalam konsep Levebre. Wesite PMB LIPI. http://pmb.lipi.go.id/transformasi-sosial-kultural-wong-ndeso-melalui-tilik-dalam-konsep-lefebevre/
  6. Warsilah, Henny. 2020. “Tilik”, Bu Tejo, dan Transformasi Wong Ndeso Berebut Ruang. http://milesia.id/2020/08/25/tilik-bu-tejo-dan-transformasi-wong-ndeso-berebut-ruang/
  7. Warsilah, Henny. 2020. JerinxSID dan pandu riono Menyoal Kebenaran Sosiologis soal rapid testcovid-19. kajanglako.com. http://kajanglako.com/id-11423-post-jerinxsid-dan-pandu-riono-menyoal-kebenaran-sosiologis-soal-rapid-testcovid-19.html
  8. Warsilah, Henny. 2020. The Power Exclusion tanah Adat Dayak Laman Kinipan vs Perkebunan Sawit:Konflik Agraria di era Revolusi Digital. web PMB. https://pmb.lipi.go.id/the-power-exclusion-tanah-adat-dayak-laman-kinipan-vs-perkebunan-sawit-konflik-agraria-di-era-revolusi digital/
  9. Warsilah, Henny. 2020. Meneropong Konflik Agama (Islam) di Perancis: Sebuah Eksklusi social terhadap islam?. Website PMB. https://pmb.lipi.go.id/meneropong-konflik-agama-islam-di-perancis-sebuah-eksklusi-sosial-terhadap-islam/?amp=1
  10. Burhani, Ahmad Najib. 2020. “Sekolah untuk Memproduksi ‘Ulama Plus’”, IBTimes.id, 13 Juni 2020. https://ibtimes.id/sekolah-untuk-memproduksi-ulama-plus/
  11. Burhani, Ahmad Najib. 2020. “Toleransi”, Analisis Budaya, Kompas, 25 Juli, h. 1. https://kompas.id/label/toleransi/
  12. Burhani, Ahmad Najib. 2020. “Kontroversi Hagia Sophia: Dari Museum ke Masjid”, Kompas.TV, 25 Juli. https://www.kompas.tv/article/96777/kontroversi-hagia-sophia-dari-museum-ke-masjid?page=all
  13. Burhani, Ahmad Najib. 2020. “Dilema Mengkaji Minoritas”, JIBPost.id, 20 Agustus. https://jibpost.id/dilema-mengkaji-minoritas/
  14. Burhani, Ahmad Najib. 2020. “Kebinekaan Kita”, Analisis Budaya, Kompas, 29 Agustus, h. 1. https://kompas.id/baca/opini/2020/08/29/analisis-budaya-kebinekaan-kita/
  15. Burhani, Ahmad Najib. 2020. “Jakob Oetama: “Kompas”-nya Koran Kompas”, IBTimes.id, 12 Sep. https://ibtimes.id/jakob-oetama-kompas-nya-koran-kompas/
  16. Burhani, Ahmad Najib. 2020. “Malik Fadjar dan Tafsir Atharis Sujud”, Tanwir.id, 12 Sep. https://tanwir.id/malik-fadjar-dan-tafsir-atsaris-sujud/
  17. Burhani, Ahmad Najib. 2020. “Jakob Oetama dan Wajah Keagamaan Kompas”. IBTimes.id, 19 Sep. https://ibtimes.id/jakob-oetama-dan-wajah-keagamaan-kompas/
  18. Burhani, Ahmad Najib. 2020. “Upacara Kematian”, Analisis Budaya, Kompas, 3 Okt, h. 1 & 15. https://kompas.id/baca/opini/2020/10/03/upacara-kematian/
  19. Burhani, Ahmad Najib. 2020. “Macron vs Islam: Benturan Budaya?”, pmb.lipi.go.id, 5 Nov. https://pmb.lipi.go.id/macron-vs-islam-benturan-budaya/
  20. Burhani, Ahmad Najib. 2020. “Cinta Tanah Air”, Analisis Budaya Kompas, 7 Nov. https://www.kompas.id/baca/opini/2020/11/07/cinta-tanah-air/
  21. Burhani, Ahmad Najib. 2020. “Tradisi Kekerasan”, Analisis Budaya Kompas, 12 Desember. https://kompas.id/baca/opini/2020/12/12/tradisi-kekerasan/


Artikel Prosiding

  1. Imelda. (2020). Moi language: from language policy to language revitalization? Konferensi Linguistik Tahunan Atma Jaya 18 Tingkat Internasional, hlm. 207—210. Pusat Kajian Bahasa dan Budaya, Universitas Katolik Atma Jaya.
  2. Imelda, Halimatusa’diah, Luis F. (2020). Tela’ah literatur untuk model revitalisasi bahasa di Indonesia. Konferensi Linguistik Tahunan Atma Jaya 18 Tingkat Internasional, hlm. 211—215. Pusat Kajian Bahasa dan Budaya, Universitas Katolik Atma Jaya.
  3. Illiyani, Maulida. 2020. Pengaturan Hak Atas Tanah Daerah Istimewa Yogyakarta. Pusat Penelitian Politik LIPI. ISBN: 978-602-5991-44-8.
  4. Wahyono, Ary dan Maulida Illiyani. 2020. The Concept of the Right to Management of Coastal Communities in the Regional Autonomy Era: Experience from Community Assistance to Obtain the Right to Manage Sea Cucumbers in Sunsak Bay, East Lombok. IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science 441 (2020) 012005. DOI:10.1088/1755-1315/441/1/012005
  5. Ruli, Fismatman, Terry Indrabudi dan Robert Alik. 2020. Kondisi Terumbu Karang di Pulau Saparua, Kabupaten Maluku Tengah. Prosiding Pertemuan Ilmiah Nasional XVI ISOI 2019. ISBN: 978-623-93535-0-6
  6. Islami, M Masrur dan Terry Indrabudi. 2020. Tinjauan Bio-Ekologis Pemanfaatan Siput Jala (Conomurex Luhuanus) dan Siput Gading (Rhinoclavis Vertagus) di Pesisir Pulau Saparua, Maluku Tengah. Prosiding Pertemuan Ilmiah Nasional XVI ISOI 2019. ISBN: 978-623-93535-0-6.
  7. Widyawati, Nina dan Widjajanti M Santoso. 2020. Didi Kempot: Masculinity and Actor in Circulation and Consumption in Industrial Revolution 4.0. Advances in Social Science, Education and Humanities Research, volume 459 Proceedings of the 2nd Jogjakarta Communication Conference (JCC 2020). https://doi.org/10.2991/assehr.k.200818.043
  8. Santoso, Widjajanti M. 2020. Women in Nationalism Movement, Forgotten Subject in Post Secularism. Proceedings of the 2nd International Conference on Social and Political Issues Sanur, 29-30 October 2018 “Rethinking. Nationalism: Looking Back and Looking Forward”. ISBN No. : 978‐602‐71839‐3‐3

Kerjasama Antar LembagaSunting

  1. Tokyo University of Foreign Studies (TUFS), Jepang
  2. KITLV, Belanda
  3. ISEAS - Yusof Ishak Institute, Singapura
  4. Macquarie University, Australia

Daftar Kepala Pusat PenelitianSunting

  1. Adrian B. Lapian
  2. Hilman Adil
  3. Riwanto Tirtosudarmo
  4. Muhammad Hisyam
  5. Abdurrahman Patji
  6. Endang Turmudi
  7. Sri Sunarti Purwaningsih (2016 - September 2020)
  8. Ahmad Najib Burhani (September 2020 - September 2021)
  9. Lilis Mulyani (September 2021 - sekarang)

Peneliti-peneliti EmiritusSunting

  1. Taufik Abdullah
  2. Nurcholish Madjid
  3. Mely G. Tan
  4. Adrian B. Lapian
  5. Riwanto Tirtosudarmo
  6. Muhammad Hisyam
  7. Mohammad Sobary

Profesor RisetSunting

  1. Rusydi Muchtar (pensiun)
  2. Muhammad Hisyam (pensiun)
  3. Endang Turmudi
  4. Dwi Purwoko
  5. Henny Warsilah
  6. M Alie Humaedi
  7. Ahmad Najib Burhani

Peneliti-Peneliti yang Masih AktifSunting

  1. Ahmad Najib Burhani
  2. Al Araf Assadallah Marzuki
  3. Ana Windarsih
  4. Andrian Wikayanto
  5. Anggy Denok Sukmawati
  6. Annisa Meutia Ratri
  7. Ari Wahyono
  8. Arief Hartanto
  9. Arif Hilmawan
  10. Dedi Supriadi
  11. Dicky Rachmawan
  12. Dundin Zaenudin
  13. Dwi Purwoko
  14. Endang Turmudi
  15. Fanny Henry Tondo
  16. Halimatusa'diah
  17. Henny Warsilah
  18. Herman Hidayat
  19. Hidayatullah Rabbani
  20. Ibnu Nadzir Daraini
  21. Ikbal Maulana
  22. Imelda
  23. Jalu Lintang Yogiswara Anuraga
  24. Jane Kartika Propiona
  25. Katubi
  26. Laely Nurhidayah
  27. Letsu Vella Sundary
  28. Lilis Mulyani
  29. Luis Feneteruma
  30. M. Alie Humaedi
  31. Masyhuri Imron
  32. Maulida Illiyani
  33. Muhammad Khoirul Muqtafa
  34. Muhammad Luthfi Khair A.
  35. Muhammad Nur Prabowo Setyabudi
  36. Muhammad Saifullah Rohman
  37. Nina Widyawati
  38. Praditya Mer Hananto
  39. Ranny Rastati
  40. Ratna Indrawasih
  41. Robert Siburian
  42. Rochmawati
  43. Rusydan Fathy
  44. Sentiela Ocktaviana
  45. Sihol Farida Tambunan
  46. Sudiyono
  47. Sukri
  48. Syarfina Mahya Nadila
  49. Terry Indrabudi
  50. Thung Ju Lan
  51. Ubaidillah
  52. Usman
  53. Wahyudi
  54. Widjajanti
  55. Yoka Pramadi

Tenaga Pendukung IptekSunting

  1. Akhmad Khozin
  2. Ani Aryani
  3. Budi Lestari
  4. Hermadi
  5. Tjetjep Kurnia
  6. Yaya Suryani

ReferensiSunting

Lihat PulaSunting

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)

Pranala luarSunting

  1. Jurnal Masyarakat dan Budaya (JMB)
  2. Website Resmi PMB Diarsipkan 2021-01-22 di Wayback Machine.
  3. Website Papua LIPI
  4. Kedeputian Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan Diarsipkan 2021-01-25 di Wayback Machine. (IPSK) - LIPI
  5. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)
  6. Kementerian Riset dan Teknologi / Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)