Buka menu utama

Pulang adalah judul novel karya Leila S. Chudori yang diterbitkan oleh Kepustakaan Populer Gramedia pada tahun 2013. Buku setebal 552 halaman dengan ISBN 978-979-91-0515-8, ini mengantarkan Leila memenangi Penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa untuk kategori prosa, pada tahun 2013. Pulang merupakan sebuah drama keluarga, persahabatan, cinta dan pengkhianatan berlatar belakang tiga peristiwa bersejarah: Indonesia 30 September 1965, Perancis Mei 1968, dan Indonesia Mei 1998.Penghargaan serupa, tahun itu, juga diberikan kepada Afrizal Malna melalui karyanya, Museum Penghancur Dokumen untuk kategori Puisi.[1][2][3][4][5][6]

Pulang
Pulang.jpg
PengarangLeila S. Chudori
BahasaBendera Indonesia Indonesia
PenerbitKepustakaan Populer Gramedia
Tanggal rilis2013
Halaman552 halaman
ISBN978-979-91-0515-8

SinopsisSunting

  • Paris, Mei 1968: Ketika revolusi mahasiswa berkecamuk di Paris, Dimas Suryo seorang eksil politik Indonesia bertemu Vivienne Deveraux, seorang mahasiswa Prancis yang ikut demonstrasi melawan pemerintah Prancis. Pada saat yang sama, Dimas menerima kabar dari Jakarta: Hananto Prawiro, sahabatnya, ditangkap tentara dan dinyatakan tewas. Dimas merasa cemas dan gamang. Bersama puluhan wartawan dan seniman lain, dia tak bisa kembali ke Jakarta karena paspornya dicabut oleh pemerintah Indonesia. Sejak itu mereka mengelana tanpa status yang jelas dari Santiago ke Havana, ke Peking dan akhirnya mendarat di tanah Eropa untuk mendapatkan suaka dan menetap di sana.
Di tengah kesibukan mengelola Restoran Tanah Air di Paris bersama tiga kawannya: Nug, Tjai, dan Risjaf—mereka berempat disebut Empat Pilar Tanah Air—Dimas, terus-menerus dikejar rasa bersalah karena kawan-kawannya di Indonesia satu persatu tumbang, dikejar, ditembak, atau menghilang begitu saja dalam perburuan Peristiwa 30 September. Apalagi dia tak bisa melupakan Surti Anandari—isteri Hananto—yang bersama ketiga anaknya berbulan-bulan diinterogasi tentara.
  • Mei 1998: Lintang Utara, puteri Dimas dari perkawinan dengan Vivienne Deveraux, menyatakan keinginannya untuk ke Indonesia dan merekam pengalaman keluarga korban tragedi September 30 sebagai tugas akhir kuliah. Apa yang terkuak oleh Lintang bukan sekadar masa lalu ayahnya dengan Surti Anandari, tetapi juga bagaimana sejarah paling berdarah di negerinya mempunyai kaitan dengan Ayah dan kawan-kawan ayahnya. Bersama Segara Alam, putera Hananto Prawiro, Lintang menjadi saksi mata apa yang kemudian menjadi kerusuhan terbesar dalam sejarah Indonesia: kerusuhan Mei 1998 dan jatuhnya Presiden Indonesia yang sudah berkuasa selama 32 tahun.

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ "Pulang". Good Reads. Diakses tanggal 8 Juli 2015. 
  2. ^ "PULANG – LEILA S. CHUDORI". Surga Buku. Diakses tanggal 8 Juli 2015. 
  3. ^ "Chudori's Pulang". Inside Indonesia. Oct–Dec 2013. Diakses tanggal 8 Juli 2015. 
  4. ^ "Leila S Chudori Luncurkan Novel Pulang". Gaya-Tempo. 12 DESEMBER 2012. Diakses tanggal 8 Juli 2015. 
  5. ^ "Daftar Pemenang". Kusala Sastra Khatulistiwa. 2013. Diakses tanggal 8 Juli 2015. 
  6. ^ "Pulang Sebuah Novel". Penerbit KPG. 2013. Diakses tanggal 8 Juli 2015.