Buka menu utama

Provinsi Banyumasan

Wacana Pemekaran Provinsi di Indonesia

Provinsi Banyumasan (Hanacaraka : ꦛꦢꦱꦡ ꦧꦚꦸꦩꦱ꧀) (Sunda ᮕᮧᮗᮄᮞᮤ ᮘᮔᮑᮙᮞᮨ ) adalah sebuah wacana untuk mendirikan sebuah provinsi baru Di Indonesia. Provinsi Banyumasan terletak di wilayah Provinsi Jawa Tengah bagian barat, yang dikatakan mempunyai rumpun budaya tersendiri. Provinsi Jawa Tengah bagian timur secara umum di pengaruhi budaya Mataram Timur (Yogyakarta-Surakarta), tetapi semakin ke barat dari Provinsi Jawa Tengah, budaya Mataram semakin menipis bahkan pengaruh budaya Sunda mulai tampak dan dapat diterima oleh masyarakat Provinsi Jawa Tengah bagian barat khususnya di kabupaten-kabupaten yang berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Barat.

Bånyumås

ꦧꦚꦸꦩꦱ ꧀
ᮘᮔᮑᮙᮞᮨ
Gatot-subroto-purwokerto2.jpg
Monumen Gatot Subroto Purwokerto
Semboyan: -
Banyumas raya provinsi.jpg
Hari jadi-
Dasar hukum-
Ibu kotaPurwokerto
Area
 - Total luas10.305 km2
Populasi
 - Total11.992.265 jiwa
 - Kepadatan1.163 jiwa/km2
Pemerintahan
 - Gubernur-
 - Wakil Gubernur-
 - Ketua DPRD-
 - Sekretaris Daerah-
 - Kabupaten8
 - Kota1
 - Kecamatan168
 - Kelurahan135
 - Desa2.293
APBD (2017)
 - DAURp1.425.534.561.285,-
Demografi
 - EtnisSuku Jawa 11.364.864
Sunda 588.643
Lainya 38.754
 - AgamaIslam (98,50%)
Kristen (1,21%)
Lainnya (0,29%)
 - BahasaBahasa Jawa Banyumasan
Sunda
Bahasa Indonesia
Zona waktuWIB UTC +7
Lagu daerah-
Rumah tradisionalMadala Kaloka
Senjata tradisionalKudi
Situs web-

Daftar isi

Daftar Kabupaten/KotaSunting

 
Peta Wilayah Banyumasan

Daftar kabupaten kota yang diusulkan sebagai wilayah Provinsi Banyumasan antara lain:

  1. Kabupaten Cilacap
  2. Kabupaten Banyumas
  3. Kabupaten Purbalingga
  4. Kabupaten Kebumen
  5. Kabupaten Banjarnegara
  6. Kabupaten Tegal
  7. Kabupaten Brebes
  8. Kabupaten Pemalang
  9. Kota Tegal
  • Ditambah Rencana Pemekaran Kabupaten/Kota Di Calon Provinsi Banyumasan
  1. Kabupaten Majenang ( Cilacap Barat ) [1]
  2. Kabupaten Bumiayu ( Brebes Selatan ) [2]
  3. Kabupaten Ajibarang ( Banyumas Barat ) [3]
  4. Kota Cilacap
  5. Kota Purwokerto
  6. Kota Sukaraja

Demografi Provinsi BanyumasanSunting

[4]

No Kabupaten Luas km² Penduduk 2019 Kepadatan IPM 2019
1 Cilacap 2.124 1.877.650 821 68.98
2 Banyumas 1.335 1.788.420 1.340 71.34
3 Brebes 1.902 1.921.532 1.010 64.12
4 Tegal 876 1.498.219 1.710 66.36
5 Pemalang 1.118 1.521.879 1.360 65.11
6 Purbalingga 677 978.632 1.445 68.87
7 Banjarnegara 1.023 1.108.942 1.083 66.54
8 Kebumen 1.211 1.419.980 1.172 68.08
9 Kota Tegal 39 301.743 7.729 73.87

Ide dan Gagasan Provinsi BanyumasanSunting

[5] Keinginan untuk mendirikan provinsi tersendiri sebenarnya didasarkan atas keinginan untuk lebih mensejahterakan masyarakat dan dilakukan dengan cara memotong semua faktor penghambat seperti luas wilayah , jumlah penduduk, dan jarak ke ibukota propinsi, jarak jarak ke pusat pertumbuhan ekonomi , industri, sosial dan budaya serta faktor-faktor alasan lain yang bermuatan nilai-nilai primordial-emosional serta suku,etnik,agama,budaya,bahasa, dan lain-lain. Bagi wilayah wilayah yang memang didukung oleh potensi alam , SDM dan sumber-sumber kekuatan ekonomis lainya, tujuan ini dapat diterima tinggal bagaimana pemerintah pusat dapat mengatur subsidi silang antar provinsi

Nuansa BudayaSunting

[6] Provinsi Jawa Tengah bagian timur secara umum dipengaruhi oleh Budaya Mataram (Yogyakarta-Surakarta) tetapi semakin kearah barat pengaruh budaya ini mulai menipis , bahkan pengaruh budaya Sunda mulai tampak dan dapat diterima masyarakat khususnya di kabupaten-kabupaten yang berbatasan dengan Provinsi Jawa barat, dapat dikatakan bahwa warna calon provinsi Banyumas adalah budaya Mataram yang di pengaruhi Budaya Sunda, secara lebih spesifik lagi beberapa jenis kesenian khas Banyumasan memiliki karakteristik tersendiri sehingga Sulit untuk dinikmati secara utuh oleh masyarakat Provinsi Jawa Tengah bagian timur

Sosial & EkonomiSunting

 
Kota Purwokerto

[7]

Letak calon provinsi Banyumasan relatif jauh dari Semarang dan Solo yang merupakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Tengah. Posisinya yang berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa barat menyebabkan tumbuh dan berkembangnya jalinan-jalinan ekonomi dan sosial diantara kedua wilayah, wilayah Utara calon Provinsi Banyumasan khususnya Kabupaten Brebes dan Tegal memiliki jalinan perekonomian bahkan bahasa dengan Kabupaten Cirebon , sedangkan wilayah selatan yaitu Kabupaten Cilacap jalinan perekonomian erat dengan Kabupaten Pangandaran , Tasikmalaya dan Ciamis. Baiknya kondisinya sarana penghubung antara calon Provinsi Banyumasan dengan Provinsi Jawa Barat khususnya angkutan darat ( bus dan kereta api) membuat mobilitas penduduk antar kedua wilayah ini lebih Tinggi baik secara langsung maupun tidak menyebabkan hubungan antara sosial dan ekonomi menjadi lebih erat. Sebagai bagian dari Provinsi Jawa Tengah seharusnya berkiblat ke induknya tetapi secara geografis justru lebih dekat dengan provinsi Jawa barat. Secara umum tarik menarik ini mengakibatkan kabupaten-kabupaten di wilayah calon Provinsi Banyumasan kurang memiliki pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dan sosial yang mandiri

BahasaSunting

Bahasa Banyumasan adalah bahasa asli di wilayah Provinsi Banyumasan sudah ada sejak abad ke-7. Logat Banyumasan inilah yang membedakan antara wilayah calon Provinsi Banyumasan dengan wilayah Provinsi Jawa Tengah lainya. Dalam berkomunikasi dan sekaligus sebagai salah satu identitas di provinsi ini. Seorang penduduk yang berasal dari wilayah calon Provinsi Banyumasan yang berada di Solo misalnya akan dengan mudah di ketahui asalnya cukup dari logat Banyumasan ini. Banyak pengalaman yang membuktikan bahwa penduduk asal Provinsi Banyumasan ini memang merasa berbeda dengan penduduk Provinsi Jawa Tengah lainya, hanya karena logat Banyumasan ini. Penduduk Provinsi Jawa Tengah bagian timur tidak akan mampu saling berkomunikasi dengan lancar apabila salah satu pihak tidak Ada yang mau mengalah adalah penduduk calon Provinsi Banyumasan karena merekalah yang lebih mampu, kemampuan ini sebenarnya semu karena yang dilakukan hanyalah penghindaran menggunakan kata-kata khas Banyumasan, bukan logatnya. Ini secara sadar dilakukan karena umum diketahui bahwa bahasa Jawa sebenarnya adalah bahasa yang digunakan oleh penduduk Jawa tengah bagian timur dan penduduk Jawa timur jadi hakekatnya kemampuan untuk mengalah ini sebenarnya didasarkan pada kesadaran bahwa dalam bahasa warga calon Provinsi Banyumas tidak ingin dikatakan kasar dan sekaligus menyadari bahwa dari sudut bahasa , mereka adalah Minoritas.

[8]

Daya Dukung Sektor IndustriSunting

 
Batik Banyumasan

[9]

Semen Nusantara Di Cilacap, Pupuk Super fosfat Juga Di Cilacap, Kertas Di Blabak, Tekstil Di Tegal,Pemalang Dan Cilacap, Cambric Di Cilacap dan Tegal, Gerabah Arsitik Di Banjarnegara, Pabrik Gondorukem Di Balapulang, Batik Di Pemalang, Pabrik Teh Di Slawi, Industri Kuningan Di Tegal, Pabrik Farmasi Di Slawi, Industri Kulit Di Tegal, Pabrik Air Mineral Di Slawi Dll. Kota Tegal Bahkan Pernah Mendapatkan Gelar Jepangnya Jawa tengah karena besarnya petensi industri peleburan besi di kota ini.

Sektor Sumber Daya Alam (SDA)Sunting

 
Tambang minyak Cilacap 30% pemasok Nasional

[10]

Potensi hasil tambang yang sudah beroperasi dan dapat lebih di kembangkan antara lain : Bijih Besi di Cilacap, Fosfat di Gombong dan Purwokerto, serta lempung di kebumen, Kilang Minyak Cilacap milik PT Pertamina Unit Pengolahan IV Cilacap merupakan Kilang minyak terbesar di Indonesia.

Sektor Hasil BumiSunting

Di wilayah Banyumasan, hasil bumi yang sudah menampakkan hasilnya antara lain: Karet Dan Kelapa Di Banyumas, Kayu Manis Di Sepanjang pegunungan pembarisan Bumiayu, Tebu Gula Pasir di Tegal, Brebes, Pemalang dan Purwokerto, Kayu Jati Di Tegal dan Pemalang, serta pelelangan ikan di Tegal, hasil bumi unggulan lainnya adalah : Coklat, Cengkeh, Bawang, dan lain-lain.

Sektor SDMSunting

 
Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto

[11]

Dalam hal ketersediaan SDM calon provinsi Banyumasan cukup Memiliki institusi-institusi pendidikan yang dapat diandalkan beberapa perguruan tinggi yang Ada di wilayah ini antara lain :

  1. Universitas Jenderal Soedirman
  2. Universitas Muhammadiyah Purwokerto
  3. Universitas Wijayakusuma (Unwiku)
  4. Universitas Pancasakti Tegal
  5. Universitas Perwira Purbalingga
  6. Universitas Nahdatul Ulama
  7. Universitas BSI
  8. Universitas Harapan Bangsa
  9. Universitas Bina Sarana Informatika
  10. IT Telkom Purwokerto
  11. IAIN Purwokerto
  12. Universitas Muhadi Setiabudi Brebes
  13. Universitas Peradaban Bumiayu

Sektor PariwisataSunting

 
Telaga warna Dieng

[12]

Untuk sektor pariwisata kawasan Baturraden di Purwokerto, Dieng di Banjarnegara, guci indah di Tegal, segara anakan di Cilacap, pantai ayah di Gombong, taman Widuri dan moga di Pemalang. Objek wisata lainnya : karang bolong, waduk Sempor, waduk Cacaban, waduk Malahayu, kawasan hutan Wanayasa dan lain-lain.

Penggagas Provinsi BanyumasSunting

[13] Para tokoh penggagas terbentuknya Provinsi Banyumasan antara lain Wakil Bupati Banyumas Imam Durori, Bupati Banjarnegara Djasri , Wakil Anggota DPRD Banyumas Musaddad Nur Fikri, Dan Tokoh Masyarakat.

[14]

KontroversiSunting

Wacana Pembentukan Provinsi Banyumas Yang Di Gagas Oleh Beberapa Tokoh dan dukungan masyarakat Banyumas dan sekitarnya, Mendapatkan Penolakan Dari Beberapa Kabupaten/Kota. Beberapa daerah mulai bereaksi menyusul wacana lepasnya wilayah Banyumas dan 9 kabupaten/kota menjadi provinsi baru. Kabupaten Tegal dan Kota Tegal, Secara tegas menolak wacana tersebut, Sedangkan Kabupaten Brebes sendiri menyatakan 'Keberatan' untuk lepas dari Jawa tengah. Meski berdalih menggunakan tinjauan etnik dan kultur penginyongan namun daerah menilai hal itu kurang mendasar dijadikan sebuah alasan kuat melepaskan diri dari Provinsi Jateng.

[15]

Lihat PulaSunting

ReferensiSunting